NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27_ bertemu Clara

Ponsel Alaska bergetar di dalam sakunya. Alaska yang sedang berada di dalam lift segera mengambil ponselnya. Kening nya berkerut bingung Kala membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

"Clara? Ngapain dia nelpon?" gumam Alaska penasaran.

Alaska pun memilih menjawab panggilan tersebut. Begitu pintu lift terbuka dia segera keluar sambil menempelkan ponsel pada telinga nya.

" hy, apa kabar?" sapa Clara basa basi

" ngapain Lo nelpon gw?" tanya Alaska sinis.

" masih sinis aja Lo Al, udah lama padahal kita nggak komunikasi. Masih marah Lo sama gw?" tanya Clara.

Alaska memutar mata malas. malas banget rasanya mendengar suara Clara. suara mantan selingkuhan sahabatnya.

" to the point aja, kalo nggak ada yang penting gw matiin" ujar Alaska serius.

" tunggu al, ada hal penting yang mau gw bicarakan. boleh kita ketemu?" tanya Clara mulai serius.

" penting? Tentang apa?"

"tentang gizel"

" okee, Sherlock"

Alaska tidak berfikir panjang untuk menyetujui pertemuan tersebut setelah mendengar nama gizel. Jika menyangkut gizel ini pasti penting banget.

Apa Clara sudah tahu jika gizel masih hidup? Jika dia tidak tahu tidak mungkin dia membahas tentang gizel tiba tiba.

Setelah mendapatkan lokasi pertemuan mereka. Alaska segera masuk ke mobilnya. dia tidak langsung pergi ke lokasi tersebut. dia akan pulang terlebih dahulu karena Clara meminta bertemu jam 8 malam.

Jam 8 malam, sesuai perjanjian mereka. Alaska datang ke bar sesuai alamat yang di kirimkan oleh Clara. Bar tempat dulu mereka sering berkumpul bersama Kevin dan yang lain.

" hy, aku Disini" panggil Clara mengangkat sebelah tangan nya melambai ke arah Alaska. Ternyata Clara sudah tiba lebih dulu. Alaska segera berjalan menghampiri wanita itu.

" cepat, gw nggak punya banyak waktu" ujar Alaska datar setelah duduk di depan Clara.

" buru buru banget al, minum dulu lah, gw udah pesan minuman kesukaan Lo" ujar Clara seraya meletakkan segelas minuman di alkohol di depan Alaska.

Saat ini mereka sedang berada di bar, mereka duduk di meja paling pojok. Banyak orang orang yang berdatangan dan masing masing dari mereka sibuk sendiri sendiri.

Ada yang menikmati DJ, ada yang menikmati minuman nya, ada yang datang bersama pasangan, ada yang bersama teman bahkan ada yang sendirian.

Ini bar, bar terkenal di kota ini. Bar yang sudah besar dan berdirinya pun sudah sangat lama. Banyak wanita malam yang menemani para pelanggan.

" Lo ingat? Lo pernah jadi salah satu dari mereka" ujar Alaska sambil menatap seorang wanita yang memakai dress minim bahan berwarna merah yang sedang duduk di pangkuan seorang pria tua. Wanita itu terlihat sedang memanjakan pria tersebut.

Clara diam, dia ikut menatap pada pasangan tersebut. Tatapannya yang tadinya penuh semangat dan berambisi kini berubah menjadi lesu.

" aku kesini bukan untuk membahas masa lalu" ujar Clara

Alaska mengangguk paham lalu mengambil minuman tersebut dan meneguk nya sedikit.

" cepat, apa yang mau Lo bahas?" ujar Alaska.

" ini soal gizel" ujar Clara

" terus?" tanya Alaska

" dia masih hidup kan? "

Alaska diam sesaat, dia kembali meneguk minuman alkohol kesukaan nya itu. tanpa dia sadari, Clara tersenyum tipis merasa senang karena Alaska masuk perangkap nya.

" apa urusannya sama Lo? " tanya Alaska menatap tajam clara.

" nggak ada sih, tapi apa Kevin udah tahu? Apa dia tahu kalo Lo punya hubungan sama istrinya itu?" tanya Clara

Alaska terkekeh geli, lagi! dia kembali meminum minumannya hingga habis.

" tau atau tidak itu tidak penting Clara, apa yang Lo harapkan? Lo mau kembali ke sisi Kevin? Atau.... Ke sisi gw?" tanya Alaska menatap lurus pada mata Clara yang juga menatap nya.

Clara terdiam, dia terpaku pada tatapan Alaska. Matanya berkedip beberapa kali, jantung nya tiba tiba berdetak cepat.

" thanks untuk minuman dan pertemuan ini. Satu hal yang gw tahu saat ini, Lo masih wanita murahan seperti dulu" ujar Alaska lalu segera pergi dari sana.

Clara terdiam, dia tidak bergerak sama sekali. dia duduk dengan tatapan kosong mengarah pada sofa yang di tinggali Alaska.

" *Lo masih wanita murahan seperti dulu*" kata kata itu mampu membuat luka lama Clara terbuka kembali. setetes air mata lolos dari matanya.

" *Lo ingat? Lo pernah jadi salah satu dari mereka*"

" *Lo jahat al, Lo kembali membuka luka lama. Lo tahu itu adalah kejadian yang paling gw benci. tapi Lo malah mengungkitnya*" batin Clara.

Bahkan sekarang Clara sudah lupa dengan tujuan nya kesini. Dia lupa dengan ancaman kai, dia lupa dengan nasib kariernya mulai sekarang.

" Clara sialan!! Badan gw panas" maki Alaska kesal.

Yap! Minuman Alaska sudah di campur dengan obat , dan Alaska menyadari itu saat pertama kali dia meneguk nya. Tapi dia menahan gejolak panas yang tiba tiba datang dan tetap bersikap tenang di depan Clara.

Begitu minuman nya habis, dia tidak sanggup menahannya lagi. Ini terlalu panas, terlalu sesak, terlalu menyiksa.

" ARGHHH!!! Tahu gini gw nggak bakal ketemu dia" teriak Alaska sambil memukul stir mobilnya.

Alaska mencengkram kuat stir mobilnya, matanya mulai berkabut, dia mati matian menahan kesadaran nya berusaha mengemudi dengan benar.

Alaska membuka ikat pinggang nya karena tidak bisa menahan rasa sesak nya. darah nya berdesir, jantung nya berdegup kencang, dia membutuhkan sentuhan sekarang.

Mobil Alaska berbelok ke arah berlawanan dengan arah rumah nya. dia terus mengemudi sambil mengerang sesekali. Hingga mobil miliknya memasuki sebuah perkarangan rumah sederhana yang akhir akhir ini dia datangi.

Alaska memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah tersebut dengan sembarang. lalu dia turun dan berjalan menuju pintu rumah itu. Alaska mengetuk pintu beberapa kali hingga setelah beberapa menit pintu pun terbuka dan tanpa aba aba dia segera berhamburan menerkam tubuh wanita itu hingga wanita tersebut terkejut.

" Alaska!!" bentak wanita itu.

" tolong gw...gw nggak tahan lagi"

" *kali ini gw gagal kai, tapi tolong beri gw kesempatan sekali lagi. Gw pasti berhasil*" Ujar Clara memohon.

" kesempatan Lo udah habis" ujar kai lalu mematikan panggilan tersebut.

Seharusnya dia tidak perlu buang buang waktu dengan berkerja sama dengan Clara. Seharusnya dia tahu, wanita itu tidak akan berhasil.

" CK! Dasar wanita tidak ada gunanya" ujar kai lalu menghubungi nomor orang kepercayaannya.

" *hallo tuan kai*" sapa pria di seberang sana.

" unggah semua foto foto Clara dengan pria tua itu, pastikan besok pagi berita ini akan heboh" perintah kai.

" *baik tuan, akan saya lakukan sekarang* "

Panggilan berakhir. Kai membuka akun Twitter nya lalu mengunggah postingan klarifikasi tentang openi netizen tentang nya dan juga Haruna selama ini.

*Hy semuanya, ini aku kai, aku mengetik ini dengan kesadaran penuh*.

*Aku minta maaf sudah membuat kegaduhan di dunia hiburan akhir akhir ini tentang hubungan asmara ku*.

*Aku ingin klarifikasi bahwa aku dan haruna tidak ada hubungan apapun. kami hanya berteman. Dan tentang berakhir nya hubungan ku dan Clara itu tidak ada hubungannya dengan dia*.

*Terimakasih atas perhatian dan pengertiannya*.

Alaska mengetik itu semua dalam bahasa jepang. setelah selesai dia pun menyimpan ponsel nya dan memilih untuk tidur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!