NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Menuju NavaPark BSD city

Setelah berbincang singkat mengenang masa lalu, Yuda berpamitan dengan Dewi.

Semua orang sudah dewasa dan sibuk kerja, jadi tidak ada waktu untuk mengenang lama-lama.

Apalagi keduanya hanyalah kenalan biasa, jadi, mereka berdua juga tidak punya banyak topik.

Namun, sebelum pergi berpamitan, Yuda berinisiatif meminta nomor kontaknya dengan alasan bisa menghubungi dirinya jika ada masalah.

Dia meminta kontak juga bukan untuk sesuatu yang lain, lebih ke ingin lebih dekat dengannya.

Soalnya pada saat pindai status Dewi, skor Penampilan 89 hampir 90.

Tapi ada yang aneh dengan statusnya, yaitu dibagian isi dayanya 0,5.

Ini sangat membingungkan.

Mengingat kembali sosok Dewi, memakai pakaian kantor yang membentuk lekuk tubuh indahnya.

Dada besarnya juga terlihat sesak, bahkan kancingnya tampak akan copot setiap bergerak.

Yuda menarik nafas dalam-dalam, "Mari fokus Mbak Risa dulu, seperti kata pepatah Jawa, Alon-alon asal kelakon."

"Ngomong-ngomong, tidak ada yang ketinggalan lagi kan?" ia mulai mengingat kembali rencana awalnya.

"Beli motor? Kayaknya besok aja dah belinya, dan..... kalau tak salah ingat, sepertinya aku punya sesuatu yang penting...."

Selang beberapa detik, ia menampar kepala motor beatnya.

"Ah ya, aku kan punya vila di Botanic Villa NavaPark di BSD city. Ok, perjalanan selanjutnya kesana dulu."

Kemudian ia meluncur pergi mengendarai motor beat nya.

...----------------...

Sementara itu di Toko Patek Philippe...

Dua wanita berpakaian pegawai toko terlihat antusias menanyakan tentang sesuatu pada Dewi.

"Dewi, cepat katakan padaku apa hubunganmu dengan pria tampan dan kaya tadi? Apa dia pacarmu?" Nia bertanya, nadanya sedikit antusias.

"Ya ya, Nia benar, apa kamu punya hubungan dengan pria tadi? dapat beritahu kami." Mila mengangguk cepat menatap Dewi merasa penasaran.

Wajah Dewi seketika berubah merah, "Kalian.... Bukankah sudah ku bilang Yuda dan aku hanya tetangga desa, cuman kenalan biasa."

Nia dan Mila saling pandang, lalu senyum licik muncul disudut mulut keduanya.

"Hehehe jadi namanya Yuda? Tetangga Desa?Dewi, tidak kusangka kamu akan menyembunyikan pria tampan dan kaya itu dari kami berdua begitu lama." Suara Nia terdengar kecewa, raut wajahnya berubah pura-pura sakit.

Mila juga menimpalinya, ia mendengus marah. "Hmph, pantas saja banyak pria yang mendekatimu kamu tolak semua, ternyata sudah ada calonnya toh."

Ekspresi Dewi berubah panik, ia cepat-cepat melambaikan kedua tangannya dan menyangkal tuduhan keduanya.

"Omong kosong apa yang kalian bicarakan? Aku dan dia cuma teman biasa. Beneran, akrab saja tidak."

Ia berusaha mempertahankan penjelasannya, meskipun suaranya mulai terdengar tidak setegas sebelumnya.

Nia dan Mila kembali saling pandang.

Kali ini, senyum keduanya terlihat semakin lebar.

"Kalau begitu..." Nia menopang dagunya dengan satu tangan. "Kalau memang kamu tidak punya hubungan apa-apa dengan Yuda, seharusnya tidak masalah, kan?"

Dewi mengerutkan kening. "Maksudmu?"

Mila langsung mendekat sedikit. "Begini. Kamu tadi bertukar kontak dengannya, kan?"

Dewi mengangguk pelan.

"Nah, kalau begitu..." Nia tersenyum penuh arti. "Bagaimana kalau kamu bantu kami berkenalan dengannya?"

"Hah?" Dewi membelalakkan mata.

Mila tertawa kecil. "Kamu bilang sendiri kalian cuma kenalan biasa. Jadi tidak ada masalah, kan?"

"Kalian..." Dewi mulai memahami maksud keduanya.

Mereka ternyata tertarik pada Yuda.

Nia segera menyambung, "Aku penasaran dengan dia. Jarang ada pria semuda itu yang datang ke sini dan membeli jam semahal itu dengan santai."

"Aku juga, dia pria tampan dan kaya, idamanku banget" tambah Mila. "Kalau kamu memang tidak ada hubungan dengannya, jadilah jembatan untuk kami."

Dewi terdiam.

Entah kenapa, mendengar mereka mengatakan hal itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.

Bayangan Yuda yang baru saja berdiri di hadapannya kembali muncul di pikirannya.

Wajahnya yang sudah jauh lebih dewasa daripada yang ia ingat.

Senyumnya. Cara bicaranya. Bahkan tatapan matanya saat mereka mengenang masa lalu.

Perasaan yang sejak tadi berusaha ia abaikan kembali muncul.

Dan sebelum sempat berpikir panjang—

"Jangan!"

Suara Dewi terdengar jauh lebih keras dari yang ia maksudkan.

Nia dan Mila langsung diam.

Dewi sendiri ikut tertegun.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

Nia perlahan mengangkat alis.

Mila juga menatap Dewi dengan tatapan yang berbeda.

Dewi mulai merasa tidak nyaman.

"Aku... maksudku..."

Namun semakin ia berusaha mencari alasan, semakin sulit menemukan kata-kata yang tepat.

Nia akhirnya tersenyum tipis. "Oh..."

Mila ikut tersenyum. "Begitu rupanya."

Wajah Dewi seketika memerah. "Apa maksud kalian?"

Tidak ada jawaban.

Kedua wanita itu hanya saling pandang, lalu menatap Dewi dengan senyum penuh arti.

Dewi semakin salah tingkah.

"Kalian jangan berpikir macam-macam. Aku benar-benar tidak punya hubungan apa pun dengan Yuda."

"Iya," jawab Nia santai.

"Kami tahu," sambung Mila.

Namun cara mereka mengatakannya justru membuat Dewi semakin malu.

Ia memalingkan wajah sambil menggigit bibirnya pelan.

Padahal, bahkan dirinya sendiri belum berani mengakui bahwa sejak tadi ada sedikit rasa suka yang tumbuh di dalam hatinya.

...----------------...

Dalam perjalanan menuju BSD city, Yuda merasa sangat haus ditengah teriknya matahari.

Ia mampir ke alfa sebentar membeli air putih dingin.

Dia memilih beristirahat dulu di teras alfa, duduk di jok motornya.

Membuka botol mineral lalu meneguknya beberapa kali.

Dinginnya air membuatnya merasa segar kembali, "Nikmatnya~~"

Yuda menyipitkan matanya menatap matahari di atas langit cerah, "Hari ini panas sekali tidak seperti biasa, untung saja hari ini minggu, libur, jadi tidak usah antar paket."

Sesaat setelah mengucapkan itu, ia sedikit tertegun, "Tunggu sebentar... aku sekarang punya sistem, punya uang hampir 100 miliar... Apa aku mengundurkan diri aja?"

Yuda memikirkan sesaat untuk mengundurkan diri, "Tapi.... benar apa kata diriku yang tadi, tetap jadi kurir paket tapi mode santai, anggap aja sebagai kegiatan waktu luang."

Ia mengangguk pelan, "Ok sudah diputuskan. Sebelum itu, besok beli motor sport dulu lah ditoko sistem."

Merasa cukup beristirahat, Yuda kembali memakai helmnya lalu memutar gasnya dan motornya meluncur menyatu dengan arus jalan ramai.

15 Menit kemudian, Yuda memasuki kawasan BSD city.

Ia mengendarai motor beatnya perlahan menuju pos satpam penjaga gerbang masuk.

Sisi lain, salah satu satpam di luar pos berdiri mengerutkan keningnya menatap pria yang mengendarai motor beat itu datang ke arahnya.

Seketika pandangannya tertuju pada pakaian biasanya.

"Hah? Pria itu..."

Sesampainya di pos penjaga, Yuda di hentikan satpam.

"Permisi pak, ada keperluan didalam?" Satpam itu bertanya, tapi tatapannya masih menilai Yuda.

Lalu ia terkejut saat melihat tas belanja di motor, dia mengenalinya dalam sekali pandang tas itu.

Sebuah pemikiran perkiraan identitas pria didepannya seperti makin jelas.

'Pakaiannya meski rapi, terlihat murahan, dan.... Tas belanja Armani sama Huawei, nilainya pasti kurang lebih ratusan juta kan?'

'Orang kaya mana yang pakai jasa antar paket senilai ratusan juta begitu santainya lewat kurir biasa?'

Dia sudah bekerja sebagai penjaga gerbang selama bertahun-tahun, tapi ini adalah pertama kalinya menjumpai seorang kurir biasa mengantar paket senilai ratusan juta.

Seingatnya, paket senilai ratusan juta biasanya dikirim pakai mobil khusus.

Ya, satpam itu salah paham dan mengira Yuda sebagai kurir paket, hanya berdasarkan penilaian melihat pakaian, sandal murahan dan motor beat.

Yuda mendengar pertanyaan itu tersenyum menjawab santai, "Saya mau ke Botanic Villa NavaPark, Unit No.1"

“Botanic? Unit No. 1?” Satpam itu mengulang jawaban Yuda sambil mengangguk kecil.

Dalam pikirannya, semuanya mulai masuk akal.

'Oh... jadi barang-barang mahal itu pesanan dari penghuni Botanic Villa Unit No. 1.'

Ia kemudian masuk sebentar ke pos penjagaan untuk memeriksa catatan kedatangan dan daftar tamu maupun pengiriman yang telah diinformasikan oleh penghuni.

Namun, setelah beberapa saat, ia kembali menghampiri Yuda dengan wajah sedikit bingung.

“Maaf, Pak.”

Yuda menoleh.

“Untuk Unit No. 1, kami tidak menerima pemberitahuan adanya pengiriman atau kurir yang akan datang hari ini.”

Yuda terdiam sesaat. “Pengiriman?”

Satpam itu mengangguk.

“Iya, Pak. Saya kira Bapak sedang mengantarkan barang ke sana.”

Barulah Yuda memahami kesalahpahaman tersebut.

Ia melirik tas belanja yang masih tergantung di motornya, lalu menatap pakaian dan sandal jepit yang dikenakannya.

'Oh... dikira kurir rupanya.... Eh, sepertinya tidak salah, karena aku memang bekerja sebagai kurir.'

Yuda hampir tertawa, sebab tebakan satpam itu sangat jitu, tetapi akhirnya hanya tersenyum.

“Bukan, Pak. Saya disini bukan untuk mengantar paket.”

Satpam itu tampak semakin bingung.

“Kalau begitu, Bapak ada keperluan dengan penghuni Unit No. 1?”

Yuda menggeleng santai. “Saya tidak ada keperluan dengan penghuni.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Karena saya sendiri pemiliknya.”

Bab Berakhir.

1
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!