NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELAHIRAN SANG PEDANG

​Bengkel pandai besi Vulcan di Sektor 9 masih mengepulkan asap kelabu pekat saat tiga siluet melangkah keluar dari kegelapan gang. Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, tetapi suara dentingan logam yang beradu dengan palu raksasa dari balik pintu kayu ek itu sama sekali tidak melambat.

​Bastian memukul lempengan baja di pintu itu beberapa kali. Sesaat kemudian, pintu bergeser terbuka, menghempaskan gelombang hawa panas yang membuat Marvin secara naluriah menyipitkan mata dan mengangkat tangan untuk menutupi wajahnya.

​Vulcan berdiri di depan tungku, tubuh tuanya berkilat oleh keringat. Ia menoleh dengan raut wajah kesal, bersiap untuk mengusir siapa pun yang berani mengganggu ritme kerjanya. Namun, saat matanya menangkap sosok Andre yang berjalan masuk dengan pakaian yang masih meninggalkan bau amis darah monster tingkat tinggi, rahang Vulcan perlahan mengendur.

​"Tunggu dulu," gumam Vulcan, meletakkan palunya dan berjalan mendekat dengan langkah ragu. Matanya membelalak menatap kotak stasis yang dipegang oleh pemuda berbaju hitam itu. "Jangan bilang padaku... kalian baru pergi kurang dari dua belas jam yang lalu. Nightmare Dungeon level 80 tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu setengah malam!"

​Andre tidak menjawab. Ia melangkah maju dan meletakkan kotak stasis itu di atas meja landasan batu di tengah ruangan. Jari-jarinya mengetikkan kode keamanan, dan penutup kotak itu berdesis terbuka.

​Suhu di dalam bengkel yang awalnya menyerupai neraka mendadak anjlok secara drastis. Udara di sekitar meja batu itu membeku, menghasilkan uap dingin yang merayap di lantai. Di dalam kotak tersebut, sebuah jantung naga berwarna hitam pekat seukuran bola basket masih berdenyut lambat, memancarkan aura keputusasaan dan tekanan mana purba yang begitu pekat hingga membuat Vulcan tersungkur jatuh ke lututnya.

​"Astaga... Naga Kegelapan Mutan..." bisik Vulcan, air mata haru mengalir dari sudut matanya. Tangannya yang kasar dan penuh bekas luka bakar bergetar hebat saat ia mengulurkan jari untuk menyentuh permukaan jantung yang berdenyut itu. "Masih segar. Darahnya masih mengalir. Ini adalah material legendaris yang bahkan belum pernah disentuh oleh penempa dari era sebelum invasi!"

​Vulcan tiba-tiba bangkit berdiri. Matanya memancarkan kegilaan seorang seniman yang menemukan mahakaryanya. Ia menoleh ke arah Bastian dan Marvin, menunjuk pintu keluar dengan gerakan mengusir.

​"Kalian berdua! Keluar dari ruang tempa utama! Tunggu di ruang tamu di depan, atau pulanglah. Proses ini akan memakan waktu berhari-hari dan suhunya akan membakar kulit kalian hingga ke tulang!" teriak Vulcan dengan semangat yang menggebu-gebu. Ia lalu menunjuk Andre. "Tapi kau, kau tetap di sini. Pedang dari Meteorit Obsidian yang direndam darah naga tingkat tinggi memiliki ego. Ia tidak akan tunduk pada siapa pun kecuali kau menanamkan auramu ke dalam bilahnya sejak pukulan palu pertama!"

​Bastian tersenyum kecil, menepuk bahu Marvin. "Ayo, Vin. Kita cari tempat tidur di luar. Biarkan monster berurusan dengan monster."

​Setelah pintu kayu ek raksasa itu ditutup, meninggalkan Bastian dan Marvin di ruangan luar, Vulcan bergegas menuju brankas utamanya. Ia memasukkan kata sandi magis berlipat ganda, lalu mengeluarkan sebuah kotak perak kecil. Saat kotak itu dibuka, sebuah batu hitam seukuran kepalan tangan terlihat di dalamnya. Batu itu tidak memantulkan cahaya dari tungku api di sekitarnya. Sebaliknya, batu itu tampak menelan segala cahaya yang jatuh ke permukaannya, menciptakan ilusi kekosongan ruang.

​"Ini dia. Meteorit Obsidian," ucap Vulcan, meletakkan batu itu ke atas landasan raksasa. Ia memutar tuas di dinding, dan api biru pucat di dalam tungkunya berubah menjadi putih menyilaukan. Panas yang dihasilkan membuat pandangan melengkung akibat distorsi udara.

​"Lepaskan auramu, Nak," perintah Vulcan, mengambil sebuah palu khusus yang kepalanya memancarkan pendaran sihir tingkat tinggi. "Fokuskan seluruh niat membunuhmu, seluruh kecepatanmu, dan seluruh kekuatan fisikmu ke arah batu ini. Jangan menahan diri. Jika auramu lebih lemah dari batu ini, pedang ini akan menghancurkan kewarasanmu saat kau memegangnya kelak."

​Andre memejamkan mata. Ingatan dari kehidupan masa lalunya sebagai Kaisar Kilat—ratusan tahun pertempuran, lautan darah iblis, dan hari di mana ia dikeroyok oleh para Calamity—semuanya ia tarik ke permukaan. Saat ia membuka mata, pupil obsidiannya memancarkan kegelapan absolut.

​Udara di dalam bengkel itu meledak. Tekanan aura yang menggabungkan esensi Shadow Assassin dan Swordmaster menabrak landasan batu seperti tsunami. Vulcan nyaris terlempar mundur, namun pria tua itu mengertakkan gigi, melawan tekanan tersebut dengan skill pertahanannya sendiri, dan mengayunkan palunya tepat ke arah batu obsidian yang mulai memerah.

​TENG!

​Suara benturan itu memicu gelombang kejut yang meretakkan dinding batu bengkel.

​Vulcan meraih kotak stasis, menorehkan pisau ke jantung naga tersebut, dan membiarkan darah hitam pekat mengalir deras ke atas obsidian yang sedang ditempa. Darah itu mendesis keras, berubah menjadi uap beracun yang segera dibelah oleh aura pedang tak kasat mata dari tubuh Andre.

​"Terus alirkan manamu! Jangan berhenti!" raung Vulcan, mengayunkan palunya dengan kecepatan gila.

TENG! TENG! TENG!

​Setiap kali palu itu menghantam, percikan api hitam dan ungu menyembur ke udara. Andre berdiri kokoh layaknya patung dewa kematian, terus-menerus menyuntikkan auranya ke dalam material tersebut, memaksa batu luar angkasa dan darah naga purba itu tunduk pada kehendaknya.

​Proses itu berlangsung selama tiga hari tiga malam tanpa henti.

​Sementara itu, di markas besar Asosiasi Pusat, Sektor 1.

​Marcus berdiri menatap layar proyeksi hologram raksasa di ruang komandonya. Di sekelilingnya, puluhan analis data Asosiasi sedang berlarian panik sambil membawa tablet laporan.

​"Direktur! Anomali energi di Sektor 8 terkonfirmasi!" seru seorang analis senior dengan suara bergetar. "Pendeteksi dimensi kita menunjukkan bahwa Dungeon 'Puncak Keputusasaan'—Tingkat Nightmare Level 80—telah sepenuhnya menghilang dari radar! Sistem dunia mencatat bahwa bos areanya telah dieksekusi!"

​Ruangan itu hening seketika. Semua mata tertuju pada Marcus. Menghilangnya sebuah Nightmare Dungeon biasanya membutuhkan pergerakan kampanye militer berskala masif yang melibatkan ribuan pemburu tingkat elit dan dipersiapkan selama berbulan-bulan.

​"Siapa yang menyelesaikan dungeon itu?" tanya salah satu jenderal Asosiasi dengan wajah pucat. "Apakah Guild Titan dan Phoenix diam-diam membentuk aliansi rahasia?"

​Marcus menyilangkan kedua tangannya di belakang punggung, menyembunyikan tangannya yang sedikit gemetar. Ia tahu persis siapa yang melakukan itu. Ia sendiri yang memberikan izin akses Kelas S kepada dua pemuda dari Rishing Guild beberapa malam yang lalu.

​"Bukan Titan, bukan pula Phoenix," jawab Marcus dengan suara berat yang sengaja dikeraskan agar seluruh ruangan mendengarnya. "Ini adalah ulah faksi baru di bawah perlindungan langsung Asosiasi Pusat. Rishing Guild."

​Kepanikan dan kebingungan langsung meledak di antara para analis. Nama itu sama sekali tidak ada di dalam daftar sepuluh besar kekuatan kota. Namun, Marcus tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menekan tombol komunikator di pergelangan tangannya.

​"Siapkan Aula Utama untuk besok malam," perintah Marcus kepada asisten pribadinya. "Kirimkan undangan wajib kepada seluruh ketua guild tingkat atas. Dan kirimkan satu undangan VIP khusus kepada Tuan Muda Valerius dan rekannya. Sudah saatnya kita menetapkan ulang batas wilayah kekuasaan di kota ini."

​Kembali ke bengkel Vulcan, tepat pada fajar hari keempat.

​Vulcan menjatuhkan palunya ke lantai dengan suara berdebum keras. Pria tua itu jatuh terduduk, dada telanjangnya naik-turun dengan cepat. Tangannya melepuh, dan separuh rambut putihnya hangus terbakar. Namun, ia tertawa. Tawa yang sangat keras, parau, dan dipenuhi kepuasan absolut yang hanya bisa dirasakan oleh seorang maestro di puncak kariernya.

​"Selesai... akhirnya selesai," isak Vulcan, menatap ke arah landasan batu dengan mata berbinar.

​Asap tebal perlahan menipis, memperlihatkan sebuah pedang panjang yang tertancap di atas landasan retak tersebut.

​Senjata itu tidak memantulkan cahaya fajar yang mengintip dari celah ventilasi. Pedang itu seolah menyerap warna di sekitarnya, berwarna hitam absolut bak langit malam tanpa bintang. Bilahnya ramping, elegan, namun memancarkan aura ketajaman yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa leher mereka sedang digorok. Pada bagian pelindung gagangnya (crossguard), terdapat ukiran halus bersisik yang menyala tipis dengan pendaran ungu—sisa dari darah naga kegelapan yang mengikat energi di dalamnya.

​Andre melangkah maju. Napasnya teratur, meski ia telah menguras mananya selama tiga hari penuh. Ia mengulurkan tangan kanannya dan menggenggam gagang pedang tersebut.

​Seketika, ruangan itu bergetar. Udara berdesir kencang, menciptakan pusaran angin hitam di sekeliling tubuh Andre. Pedang itu merespons auranya, menyatu dengan sirkulasi mananya layaknya perpanjangan langsung dari jiwanya sendiri.

​[Item Legendaris Tercipta!]

[Senjata belum memiliki nama. Silakan tetapkan nama untuk senjata Anda.]

[Atribut: Meningkatkan STR sebesar 200%. Mengubah seluruh serangan fisik menjadi penetrasi mutlak (mengabaikan pertahanan). Berat pedang akan menyesuaikan dengan penggunanya menjadi 'Nol' saat diayunkan, namun memberikan hantaman setara meteor saat mengenai musuh. Skill Pasif: Devour Light (Menyembunyikan keberadaan senjata di dalam bayangan).]

​"Sempurna," bisik Andre. Ia tidak merasakan bobot sedikit pun saat mengangkat pedang itu, namun ia bisa merasakan kekuatan dewa tersembunyi di balik bilah tipisnya.

​"Kau harus memberinya nama," ucap Vulcan dengan napas tersengal dari lantai. "Senjata pada tingkat ini membutuhkan nama untuk didaftarkan ke dalam hukum Sistem dunia."

​Andre menatap bilah hitam itu, melihat pantulan samar dari mata obsidiannya sendiri. Ia mengayunkan pedang itu ke udara dengan gerakan lambat. Tidak ada suara desingan angin. Senjata itu membelah udara dengan keheningan mutlak, meninggalkan jejak hitam tipis di ruang hampa yang menghilang sedetik kemudian.

​"Namanya Nocturne," ucap Andre.

​[Senjata Legendaris 'Nocturne' resmi terikat pada jiwa pengguna.]

​Pintu bengkel mendadak terbuka dengan kasar. Bastian melangkah masuk, mengibaskan debu di pakaiannya, diikuti oleh Marvin yang tampak baru saja bangun tidur.

​"Vulcan, kau belum mati kepanasan di dalam, kan? Kami mendengar ledakan—" Ucapan Bastian terhenti di tenggorokan saat matanya menangkap wujud pedang di tangan Andre. Insting bertahannya sebagai seorang Tanker menjerit ketakutan, seolah pedang itu adalah predator alami bagi seluruh perisai di dunia.

​"Sepertinya kau sudah siap memotong gunung," Bastian menelan ludah, berusaha menyembunyikan rasa ngerinya di balik senyum lebar. Ia lalu mengangkat komunikator di pergelangan tangannya yang berkedip merah. "Dan kurasa waktunya sangat pas. Marcus baru saja mengirim pesan pribadi. Malam ini, Asosiasi mengadakan konferensi puncak dengan seluruh ketua guild besar."

​Bastian menatap Andre dengan mata berbinar penuh ambisi. "Marcus mengundang kita, Andre. Secara resmi, sebagai faksi utama."

​Andre menyarungkan Nocturne ke pinggangnya, membiarkan jubah hitamnya menutupi senjata tersebut. Pemuda itu berjalan melewati Bastian dan Marvin, melangkah keluar menuju cahaya pagi kota yang dipenuhi polusi.

​"Katakan pada Marcus," ucap Andre dengan nada datar yang membekukan darah, "Rishing Guild akan datang, dan kami mengharapkan kursi di meja paling depan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!