Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Ujian Lorong Kematian
Angin sedingin es menerpa wajah Shen Luo dan Ji Ruyue saat mereka meluncur ke dasar ngarai. Semakin dalam mereka turun, kabut darah perlahan menipis dan berganti dengan hawa kuno yang mencekam.
Dinding tebing di kedua sisi dipenuhi guratan alam yang menyerupai wajah-wajah iblis yang sedang meratap.
Setelah turun ribuan tombak, kaki mereka akhirnya menyentuh dasar ngarai.
Debu abu yang mengendap selama ribuan tahun langsung beterbangan.
Di hadapan mereka berdiri sebuah gerbang batu setinggi sepuluh tombak. Gerbang itu terbuat dari Batu Bintang Hitam dan dipenuhi ukiran peperangan para kultivator zaman dulu. Di tengahnya terdapat sebuah cekungan berbentuk segel yang memancarkan hawa kematian.
Ji Ruyue melangkah maju.
Cahaya merah zamrud berkilat di matanya saat ia menatap gerbang dari zaman sebelum benua terpecah.
Tanpa ragu, ia menggigit ujung jarinya.
Setetes Esensi Darah menetes dan memancarkan Qi Iblis yang pekat. Ruyue menempelkan jarinya pada cekungan segel lalu mengalirkan tenaganya.
Kraaaak...
Rune-rune kuno di permukaan gerbang menyala merah.
Suara gemuruh menggema dari dasar ngarai ketika gerbang yang telah tertutup selama ribuan tahun mulai bergeser.
Dari celahnya mengembus angin busuk yang membawa bau darah kering dan debu kuno.
Di balik gerbang terbentang lorong panjang yang gelap. Satu demi satu obor biru menyala di sepanjang dinding.
"Pintu luar telah terbuka."
Ruyue menyeka darah di ujung jarinya.
"Menurut catatan kuno sekteku, lorong ini disebut Jalur Pengadilan Darah. Hanya mereka yang layak yang bisa mencapai aula utama."
Shen Luo tidak menjawab. Hati Dao-nya telah sepenuhnya waspada.
Ia melangkah masuk lebih dahulu, diikuti Ruyue.
Namun, baru saja kaki mereka menyentuh lantai batu...
Wussssh!
Boom!
Tekanan mengerikan tiba-tiba turun dari langit-langit dan menghantam tubuh mereka seperti gunung raksasa.
Kaki Shen Luo sedikit menekuk. Lantai batu di bawahnya langsung retak.
Ruyue juga tertahan. Bahunya turun akibat tekanan yang berat.
"Formasi Tekanan."
Shen Luo menahan tubuhnya.
"Tekanannya setidaknya sepuluh kali lebih berat dari luar. Teknik terbang dan gerakan ringan juga tersegel."
Ruyue menatap ujung lorong yang gelap.
Dari balik pilar batu terdengar suara gesekan yang menusuk telinga.
Mata-mata merah menyala satu per satu.
Puluhan sosok berzirah keluar dari kegelapan.
Mereka bukan manusia.
Patung-patung batu itu membawa tombak berkarat dan golok besar. Sisa tenaga roh kuno mengalir di dalam tubuh mereka.
Mereka tidak memiliki ranah kultivasi, tetapi tubuh mereka sangat kuat dan hanya mengenal satu tujuan.
Membunuh semua makhluk hidup yang memasuki lorong.
"Kau simpan Qi Suci untuk membuka segel terakhir."
Ruyue mencabut pedang tipisnya.
"Aku akan menghadapi mereka. Kau jaga bagian yang tidak bisa kulihat."
"Lakukan."
Shen Luo menyarungkan pedang kayunya.
Di bawah tekanan sebesar ini, menghemat tenaga adalah kunci untuk bertahan.
Patung pertama menerjang. Golok besarnya mengarah ke kepala Ruyue.
Trang!
Ruyue menangkisnya dengan pedang tipis, lalu memutar tubuh dan menebas.
Tebasannya melintas seperti bulan sabit berdarah.
Tubuh patung itu terbelah menjadi dua.
Namun, bukannya hancur, cairan merah pekat mengalir dari dalam tubuh batu tersebut. Kedua bagian tubuhnya kembali menyatu dalam sekejap.
Ruyue mengerutkan kening.
"Tak bisa dihancurkan?"
Sebuah tombak kembali menusuk dari samping.
Ruyue segera menghindar.
"Setiap boneka pasti memiliki inti." Suara Shen Luo terdengar dari belakang.
Ia menghindari kapak besar yang menghantam lantai.
"Inti mereka ada di kepala. Hancurkan kepalanya."
Ruyue segera memahami maksudnya.
Sejak saat itu, setiap tebasannya diarahkan ke kepalanya.
Pertarungan sengit pun pecah.
Tekanan dari formasi membuat setiap gerakan terasa jauh lebih berat. Ruyue berdiri di garis depan dan terus menebas kepala Patung Darah Penjaga.
Shen Luo menjaga dari belakang.
Setiap kali ada patung yang mencoba menyerang dari sisi yang luput dari pandangan Ruyue, Shen Luo langsung menghantamnya dengan kekuatan tubuhnya.
Namun, saat setengah dari patung itu telah dihancurkan, suasana lorong tiba-tiba berubah.
Kabut ungu perlahan merembes keluar dari dinding.
Aroma manis memenuhi udara dan meresap ke dalam tubuh mereka.
Shen Luo segera merasakan kabut itu menyerang lautan kesadarannya.
Kabut tersebut mencoba menggali ketakutan terdalam di dalam hatinya.
Namun, Hati Dao Shen Luo telah ditempa oleh benturan Qi Suci dan Qi Iblis. Sembilan Akarnya berputar dan langsung menghancurkan ilusi sebelum sempat terbentuk.
Ruyue tidak seberuntung itu.
Saat menebas kepala patung kesepuluh, tubuhnya tiba-tiba membeku.
Tatapan merah zamrudnya kehilangan cahaya.
Kabut keputusasaan memenuhi matanya.
Masa lalu Ruyue telah dipenuhi pengkhianatan. Orang-orang yang paling ia percayai pernah mengkhianatinya demi kepentingan mereka sendiri.
Luka itu kembali terbuka di bawah pengaruh Formasi Hati Ilusi.
"Jangan sentuh aku..." Suara Ruyue bergetar. "Pengkhianat!"
Ia mulai menebas ke segala arah.
Qi Iblis meledak tanpa kendali dan menghancurkan dinding. Bahkan Shen Luo menjadi sasaran.
"Mati kalian semua!" Air mata darah mengalir dari sudut matanya. "Aku akan membunuh kalian!"
Tebasan Sabit Merah melesat menuju leher Shen Luo.
Shen Luo hanya memiringkan kepala. Tebasan itu melewati beberapa helai rambutnya.
Ia menatap Ruyue yang telah tenggelam dalam ilusi.
Di saat yang sama, Patung Darah Penjaga yang tersisa kembali bangkit.
Jika dibiarkan, Ruyue akan menghabiskan seluruh Qi-nya dan mati di tangan patung-patung itu.
Lebih buruk lagi, tanpa darah Ruyue, segel di ujung lorong tidak akan bisa dibuka.
Keputusan Shen Luo hanya membutuhkan sekejap.
Ia langsung bergerak.
Langkah Hantu Darah membawanya menerobos hujan tebasan Ruyue.
Shen Luo memutar tubuh untuk menghindari pedangnya lalu mendekat.
Sebelum Ruyue sempat bereaksi, dua jari Shen Luo menghantam titik meridian di belakang lehernya.
Prak!
Satu serangan.
Tanpa niat membunuh.
Tubuh Ruyue mengejang dan seluruh Qi Iblis di sekelilingnya lenyap. Matanya terpejam dan ia jatuh tak sadarkan diri.
Tubuhnya hampir menyentuh lantai, tetapi Shen Luo sudah menangkap pinggangnya.
Ia mengangkat Ruyue dan memanggulnya di bahu kiri.
Wangi teratai darah memenuhi udara.
Namun, Hati Dao Shen Luo tetap tenang.
Dengan Ruyue di pundaknya dan tekanan formasi yang berat, setiap langkah membuat lantai batu di bawah kakinya retak.
Kini hanya tangan kanannya yang bebas.
Lebih dari dua puluh Patung Darah Penjaga mengepungnya.
Shen Luo mengangkat wajahnya.
Pupil hitamnya memancarkan hawa dingin.
Menggunakan pedang kayu dalam keadaan seperti ini terlalu merepotkan.
Ia memilih cara lain.
Tangan kanannya terangkat.
Karena tidak ada orang luar di tempat ini, Shen Luo tidak lagi menyembunyikan Qi Darah Iblisnya.
Cahaya merah pekat meledak dari telapak tangannya dan membentuk cakar raksasa yang dipenuhi hawa pembunuhan.
Cakar Bayangan Darah!
Salah satu patung menerjang dengan tombaknya.
Shen Luo tidak menghindar. Tangannya menangkap ujung tombak itu.
Krak!
Tombak batu langsung remuk.
Cakarnya terus melaju dan mencengkeram kepala patung tersebut.
Kraaash!
Kepalanya hancur dalam sekali remasan.
Shen Luo melangkah maju sambil menggendong Ruyue.
Setiap kali tangannya bergerak, satu kepala patung hancur.
Sepuluh patung.
Lima belas.
Dua puluh.
Dalam waktu singkat, lorong dipenuhi pecahan batu.
Patung-patung yang tersisa tidak lagi mampu bangkit.
Shen Luo akhirnya tiba di ujung lorong.
Di hadapannya berdiri sepasang Pintu Perunggu Raksasa yang tertutup rapat. Segel kuno terpahat di permukaannya.
Napas Shen Luo sedikit berat. Keringat dingin membasahi dahinya.
Namun, tatapannya tetap tajam.
Ia mengumpulkan sisa tenaga tubuh dan Qi Iblis ke tangan kanannya.
Tinju merah pekat terbentuk.
"Hancur!"
Booom!
Tinju Shen Luo menghantam tepat di tengah pintu.
Ledakan menggelegar mengguncang seluruh lorong.
Engsel kuno yang telah bertahan selama ribuan tahun akhirnya patah.
Pintu raksasa itu terlempar ke dalam dan menghantam lantai marmer.
Begitu pintu terbuka, tekanan berat dan kabut ilusi di lorong langsung menghilang.
Shen Luo melangkah masuk.
Cahaya terang menyambutnya.
Di hadapannya terbentang sebuah aula raksasa yang ditopang puluhan pilar emas.
Namun, bukan pilar-pilar itu yang membuat Shen Luo terdiam.
Seluruh aula dipenuhi Batu Spiritual tingkat tinggi.
Dari lantai hingga hampir menyentuh langit-langit, batu-batu itu menumpuk seperti gunung kecil.
Jutaan Batu Spiritual memancarkan cahaya yang menyilaukan.
Energi alam di dalam aula begitu pekat hingga hampir berubah menjadi cairan spiritual.
Bagi kultivator biasa, tempat ini adalah harta karun.
Namun bagi pemilik Sembilan Akar yang selalu kekurangan Qi Spiritual seperti Shen Luo...
Ini adalah surga.
Surga yang mampu menghancurkan seluruh belenggu kultivasinya.
Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.
Terimakasih👍
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/