NovelToon NovelToon
HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Panda Sweety

Follow Ig : @panda.sweety10

Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.

Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Devano sedikit kecewa karena Adara tidak bisa menemaninya menjemput papi dan adiknya di bandara, karena Adara harus mempersiapkan acara ulang tahun opanya tuan Handoko.

Tuan Handoko tidak ingin ulang tahunnya di adakan secara megah tapi Adara dan Kira tetap ingin memberikan yang terbaik untuk opanya.

"Acara makan malam di restauran juga gak apa-apa, kalian pasti sibuk dan opa juga sudah tua." Ucap tuan Handoko.

"Opa, aku dan Adara tidak sibuk dan sudah lama kita merencanakan acara ulang tahun opa." Ujar Kira dan Adara mengangguk membenarkan ucapan sepupunya.

***

Di bandara Devano memeluk adiknya yang sudah lama baru kembali ke Indonesia, mereka bertiga masuk ke dalam mobil.

"Kata papi aku akan tinggal disini dan membantumu di perusahaan." Ucap Riko, Devano menoleh kesampingnya lalu melihat ke kaca spion tengah untuk melihat papi yang sedang menutup matanya entah dia berpura-pura tidur atau memang tidur beneran.

"Bukannya papi menginginkanmu menjalankan perusahaan yang di Inggris karena kau sangat jenius." Jawab Devano yang masih melirik papinya di kaca spion.

"Aku tidak ingin terkurung di negara Inggris, dan aku juga ingin bertemu denganmu kakak." Bisik Riko membuat Devano tersenyum.

"Malam ini tuan Handoko mengadakan pesta pi, apa papi yang akan menghadirinya." Tanya Devano.

"Tidak, kamu saja yang menghadirinya." Jawab Raka Hanendra yang masih memejamkan kedua matanya.

"Aku akan ikut bersamamu kak, sudah lama kita tidak pergi ke pesta bersama." Devano mengangguk.

Adara berdiri di depan cermin riasnya, gaun berwarna peach yang melekat di tubuhnya dan polesan sedikit make up menambah kecantikan yang terpancar dari dirinya. Kanaya masuk kedalam kamar putrinya dan menghampiri Adara yang masih berdiri di depan meja rias.

"Sayang ayo kita berangkat, ayah dan Kenan sudah menunggu di mobil." Ajak Kanaya.

"Bunda apa ini sudah sempurna?" Adara menghadap Kanaya yang berada di sampingnya, meminta pendapat bundanya.

Kanaya melihat dari atas sampai bawah lalu tersenyum "Sudah sayang, apa pun yang putri bunda pakai akan sempurna." Adara tersenyum.

****

Mobil Alex memasuki halaman kediaman utama Keluarga Handoko, sudah banyak para undangan yang memenuhi halaman utama. Alex dan Kenan sudah keluar dari mobil di susul sama Kanaya dan Adara.

"Kenan." Teriak Dino.

"Salam tuan, salam tante." Ucap Dino.

"Mama kamu dimana Dino?" Tanya Kanaya.

"Menghilang bersama papa." Bisik Dino membuat Kanaya dan Adara tertawa.

"Bunda aku kesana dulu ya, ada Kira dan Echa." Adar menujuk ke arah sahabatnya berada. "Iya sayang." Ucap Kanaya.

Adara menghampiri Kira dan Echa yang sedang duduk di pinggir kolam air mancur "Hey." Adara langsung duduk di kursi depan sahabatnya.

"Aku kira kamu tidak datang." Ucap Echa.

"Mana mungkin aku tidak datang di hari istimewa opa." Jawab Kanaya.

"Ya ampun lihat kedua tuan muda Hanendra sangat tampan." Ucap para gadis yang berdiri di belakang Adara.

"Kedua tuan muda Hanendra?" Batin Adara, dia langsung berdiri dan mencari sosok yang di kagumi para gadis.

"Hey Adara kenapa berdiri, acaranya belum mulai." Ujar Kira yang melihat sepupunya celingak celinguk mencari seperti mencari seseorang.

"Palingan mencari gebetan." Echa menyikut lengan sahabatnya.

Riko merasakan sedikit pusing "Kakak aku akan kesana untuk duduk sebentar, kepalaku sedikit pusing." Devano mengangguk mendengar ucapan adiknya.

Dengan semangat Adara menghampiri Devano dan tidak memperhatikan orang-orang yang ada di depannya BRUKKK..

"Aduh." Pekik Adara dengan cepat Riko menangkap tubuh Adara yang hampir menyentuh rumput.

Tanpa sengaja Adara menatap mata Riko, mata yang sangat familiar di ingatannya yang selama ini tersimpan dalam pikirannya "Kakak." Gumam Adara.

"Maaf nona saya tidak sengaja, aku tadi sedikit pusing." Ucap Riko saat dia membantu Adara berdiri.

Adara menarik tangan Riko yang akan meninggalkannya "Kakak." Panggil Adara.

Riko berbalik dan melihat Adara yang kini meneteskan air matanya "Nona kenapa menangis? Apa ada yang sakit?" Riko sedikit panik rasa sakit kepalanya perlahan hilang karena kepanikannya.

"Kak Kavin kemana saja, kenapa tidak pulang?" Adara langsung memeluk Riko.

Riko tertegun dia tidak tau harus membalas memeluk gadis yang sedang memeluknya atau melepaskannya "Maaf nona, mungkin anda salah orang." Riko mencoba melepaskan pelukan Adara tapi tidak bisa, Adara memeluknya dengan erat seolah-olah tidak akan membiarkan pria itu pergi lagi darinya.

Devano yang melihat Adara memeluk Riko langsung menghampiri mereka "Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Devano dengan wajah datarnya.

"Kakak, nona ini tidak ingin melepaskan pelukannya." Jawab Riko yang masih berusaha lepas dari pelukan Adara.

"Adara apa kamu kenal dengan adikku?" Devano menyentuh bahu Adara.

Adara tersadar "Adik?" Dia melepaskan pelukannya dan langsung menoleh ke arah Devano yang berdiri di sampingnya.

"Iya, dia adikku yang tinggal di Inggris. Apa kalian saling kenal?" Lirik Devano pada Riko.

"Ti-tidak kak, tadi aku menabraknya dan dia hampir jatuh. Dan saat aku ingin pergi nona ini menahanku dan memelukku." Riko mencoba menjelaskan kepada kakaknya, dia tidak ingin kakaknya salah paham padanya.

Ada rasa yang tidak suka di dalam hati Devano tapi dia tidak tau kenapa padahal dia hanya berpura-pura menyukai gadis yang sedang berdiri di depannya saat melihat Adara memperhatikan Riko yang kini berdiri didepannya.

"Kakak." Ucap Adara kembali, Devano terkejut saat mendengar Adara memanggil Riko kakak.

"Kakak lihat dia dari tadi hanya memanggilku kakak padahal aku anak bungsu di keluarga." Bisik Riko sedangkan Devano hanya diam menatap Adara.

"Adara." Panggil Kira.

"Kira, Echa aku menemukan kak Kavin." Ucap Adara.

"Hey nona aku-." Devano mencengkram lengan Riko agar tidak berbicara.

"Apa?" Kira dan Echa menghampiri Adara, Devano dan Riko.

"Dimana kak Kavin." Echa dengan antusias mendengar pria yang dari kecil sampai sekarang masih memenuhi hatinya.

"Dia." Adara menunjuk Riko yang sedang berdiri di depannya.

"Kakak ayo bertemu bunda dan ayah, mereka sangat merindukan kalian." Adara menarik tangan Riko.

"Bukannya bundamu mengira aku anaknya yang di culik?" Adara menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Devano.

Adara berbalik dan menghampiri Devano, dia menatap wajah pria yang sudah mencuri hatinya lalu berkata "Matamu tidak sama dengan mata kak Kavin, bunda hanya keliru karena rasa rindu dengan kak Kavin."

"Bagaimana bisa adikku menjadi kakakmu." Ucap Devano.

"Kami sudah bersama dalam kandungan bunda, dan matanya tidak bisa berbohong." Adara tersenyum melihat Riko.

"Nona maaf, saya bukan kakak anda saya putra kedua Keluarga Hanendra." Riko melepaskan genggaman Adara dari lengannya.

"Kakak aku akan menunggumu di mobil, selesaikan acaranya segera lalu kita kembali kerumah." Riko menepuk bahu saudaranya lalu meninggalkan mereka berempat yang masih berdiri di kerumunan orang.

"Hah! baru sehari aku ada disini sudah ada drama tragis dari gadis yang tidak ku kenal." Gerutu Riko.

****

Tuan Handoko memberikan sambutan pada para undangan "Terimma kasih sudah mau memenuhi undangan ulang tahun saya, dan terima kasih juga pada cucu-cucuku yang sudah mempersiapkan acara ini, Selamat menikmati acara kami." Tuan Handoko pun menghampiri para rekan bisnisnya bersama Alex dan Andra.

"Selamat tuan Handoko." Devano dan tuan Handoko berjabat tangan

"Terima kasih tuan muda Hanendra sudah mau datang di kediaman Handoko." Ujar tuan Handoko.

"Kalau begitu aku permisi pamit tuan, adik saya sedang tidak enak badan." Ucap Devano.

"Ah, baiklah tuan Devano kami minta maaf kalau perjamuannya kurang menyenangkan." Ujar Alex.

"Saya menikmatinya tuan Alex, tapi karena adik saya sedang kurang fit karena baru pulang dari Inggris jadi sedikit pusing." Alex mengangguk dan Devano meninggalkan mereka bertiga.

Devano menemui kembali Adara yang duduk di kursi dengan mata sembabnya. "Adara aku pamit pulang."

Adara langsung berdiri dan memeluk Devano, "maafkan aku, Dev." Adara kembali menangis.

"Jangan menangis, aku tau kamu sangat merindukan kakakmu. Aku akan membantumu mencarinya." Ucap Devano.

Devano pun pamit pulang, Adara melepaskan pria yang disukainya pergi, perlahan Devano hilang dari pandangan matanya dan kembali menitikan air mata.

Bersambung....

1
Linee Alice
Loh
Linee Alice
Sudah 2025
Linee Alice
Next thor sdh 2024🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
Yani Anwar11
Luar biasa
Sri Ujji
Aduh...
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..
nella juli
next thorrr
Nadia Binti Umar
knp g ada lanjutan nya lagi thor
Dia Jeng
digantung lagi 🙄🙄🙄
Mariani Mohamad
menarik bangat...
Windy Lyana
udah sampai bab 64 tp konflik nya mengalir n bermunculan musuh baru.
Windy Lyana
hmmm alur cerita nya udah di hancur kan sampai demikian seolah" kluarga Alex gak bs mengatasi n seolah melupakan harga diri dgn minta bantuan Devano buat klarifikasi.
Windy Lyana
mgkin kl sejak kejadian Kanaya blg kl di perkosa omongan calon mantan mertua bs di antisipasi setidak nya blg sebelum hamil .udah hamil nikah kurang bbrp hari br blg pasti nyinyiran tetangga lbh parah.
Eli Winarti
allur nya lompat2 gx jelas
Dedek Afrida
next
Dedek Afrida
up
mongky buruk rupa
aq abnrx lbh ska anDra ma doktr syrif...cz kslhanx devano ma ortune udh fatal...jka ma syrif kan bsa buat devano mnyesal dan kdpan bsa mnghrgai sesuatu...tp authorx maux andara ma devano trus aq bsa apa donk
Eny
lanjutkan
Wiwik Daniati
kog kek nya pernah baca cerita kek gini juga ya...bahkan sama persis ceritanya cuma bedanya di status si cewek aja.klo ini housekeeping hotel klo yg satu lagi judulnya bosku ayah dari anak ank ku judulnya.sam bgt ceritanya
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
update'a terlalu lama
Fitri Kurnia Sari
lanjuttt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!