NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 25 : Suara dalam Keheningan

(*Recap cerita sebelumnya*)

Saat itu pukul delapan pagi, sementara cuaca di luar rumah mencapai minus derajat celcius.

"Cepatlah. Bagaimana ciri khas kucingmu?" desak seorang lagi yang mengaku pernah mengenal Eun Chae.

Tanpa berpikir lebih lama, Eun Chae akhirnya setuju.

"Di lehernya, kukenakan kalung berwarna merah. Bulunya oranye, putih, dan kecoklatan. Biasanya kucingku akan melewati gang-gang kecil atau bersembunyi di tempat yang teduh," arah Eun Chae, sambil sesekali memanggil nama kucingnya.

"Bam-a, kamu dimana? Ibumu mencarimu!" seru wanita yang turut membantu itu.

Tak terasa, 20 menit telah berlalu dan keduanya belum menemukan Bam di mana pun.

"Maaf, kurasa lebih baik kita mampir ke cafe untuk menghangatkan tubuh," ajak Eun Chae sungkan.

"Sudah berapa lama kamu mencari Bam?" tanya wanita itu lagi, saat berada dalam cafe.

"Sebelum itu, siapa namamu? Aku tidak tahu bagaimana harus memanggilmu," sela Eun Chae sopan.

"Ah, benar juga. Namaku Ham Ye Rim. Kau boleh memanggilku Ye Rim," balas wanita itu.

"Ye Rim-ssi," panggil Eun Chae, namun langsung dihentikan oleh isyarat tangan orang di hadapannya.

"Karena dulu kita teman sekolah, kita berbicara santai saja," ujar Ye Rim, dengan gaya berbicaranya yang lugas dan terkesan dominan.

"Ok," respon Eun Chae pelan, walau sedikit ragu.

"Bagaimana jika kamu melaporkannya pada pihak polisi yang berpatroli di sekitar sini? Bilang seadanya saja, bahwa kamu sedang mencari kucingmu," saran Ye Rim.

"Aku mengerti. Terima kasih," kata Eun Chae singkat.

"Eun Chae-ya," panggil Ye Rim.

Walau masih sangat baru dan membuat Eun Chae sedikit tidak nyaman, mungkin bertemu sesama teman wanita di masa lalu akan jauh lebih baik untuknya dibandingkan bertemu dengan lawan jenis.

"Ya? Ye Rim-ah," jawab Eun Chae, setelah terdiam selama beberapa detik.

"Di mana kau tinggal sekarang?" tanya Ye Rim blak-blakan.

Entah mengapa, pertanyaan Ye Rim justru membuat Eun Chae kembali menutup diri.

"Kenapa? Apa pertanyaanku mengganggumu?" imbuh Ye Rim.

"Tidak. Aku hanya belum terbiasa--," dalih Eun Chae, namun gagal meneruskan ucapannya.

"Oh, begitu. Sepertinya, aku terlalu bersemangat karena bertemu denganmu lagi, setelah bertahun-tahun," jelas Ye Rim.

"Aigoo. Kita lupa memesan makanan dan minuman, gara-gara banyak berbicara," alih Eun Chae, dengan maksud menghindari pembicaraan sulit.

"Kamu mau makan atau minum apa?" tanya Ye Rim, tanpa berbasa-basi.

"Uhm, minuman di sini cukup enak. Sebelumnya aku pernah kemari, berkat seseorang," ulas Eun Chae.

Setelah menikmati makanan dan minuman hangat, Eun Chae beranjak untuk membayar di kasir. Namun, saat dirinya berpaling kembali ke meja yang ditempati mereka, Ye Rim sudah tak nampak.

"Aneh sekali. Dia bahkan tidak berpamitan atau mengucapkan terima kasih," gumam Eun Chae, lalu mengabaikan hal sepele itu.

Saat Eun Chae mengecek waktu yang menunjukkan pukul 10 pagi pada jam tangannya, matanya membelalak terkejut.

"Aduh, tak kusangka aku terlalu berlama-lama dengan orang itu," desahnya, lalu bergegas pulang ke rumah.

Sementara itu, Chef Do tengah menunggu Eun Chae dalam rumahnya. Tak lama kemudian, Eun Chae masuk dengan sedikit kedinginan.

"Eun Chae-ya. Kamu dari mana saja? Aku sempat mengkhawatirkanmu," panggil Chef Do, seketika melihat wanita itu.

"Ah, maaf telah membuatmu khawatir, oppa. Aku hanya sedikit lelah dan frustrasi," jawab Eun Chae.

"Kenapa? Ada masalah apa?" tanya Chef Do perhatian.

"Sebelum aku tinggal di rumah ini, ada seekor kucing yang selalu menemaniku. Tanpanya, hidupku dulu bagaikan neraka yang tak berujung. Bahkan, saat hidupku hampir berakhir-- Bam, kucingku, telah menyelamatkanku," jelas Eun Chae, dengan mata berkaca-kaca.

Dengan sendirinya, Chef Do mendekat dan memeluk Eun Chae.

"Jadi, kamu keluar rumah untuk mencari Bam?" ucap pria itu, diikuti dengan anggukan kepala Eun Chae.

"Tapi, sekarang aku gagal menolongnya. Ini salahku," isak Eun Chae.

"Jangan berpikir terlalu jauh. Bisa saja, ada orang baik yang menampungnya," hibur Chef Do, sembari membelai rambut panjang dan menepuk lembut punggung Eun Chae yang lunglai.

Seusai meluapkan seluruh beban hatinya, Eun Chae meringkuk dalam dekapan Chef Do.

"Kalimatmu barusan membuatku kepikiran. Apa yang terjadi padamu saat pertama kali bertemu dengan kucingmu?" ulas Chef Do.

Eun Chae terdiam sejenak, lalu berbicara secara perlahan.

"Sejujurnya, semenjak aku amnesia-- setiap hari hidupku dipenuhi dengan ketidakpastian, ketakutan akan hari esok, depresi dan kesepian, seolah tak ada siapapun yang mempedulikanku di dunia ini. Walau terus berusaha membangkitkan semangatku sendiri, ada kalanya aku ingin menyerah. Tanpa kusadari, kucing itu muncul di teras rumahku, saat aku-- mencoba mengakhiri hidupku dengan gantung diri," ringkasnya.

Kali ini, Chef Do langsung menatap lurus kepada Eun Chae.

"Jangan begitu lagi. Eun Chae-ya, kamu harus kuat. Bertahanlah bersamaku," lirih Chef Do ngeri dan pilu, sembari mengencangkan dekapannya.

Sebelum Eun Chae membuka mulut untuk berbicara, pria itu mencumbuinya.

"Kamu begitu berharga bagiku," bisiknya sensual.

Dengan jantung berdebar kencang, Eun Chae membalas ciuman pada bibirnya yang bergetar, lalu tubuhnya diangkat dengan mudah oleh pria di hadapannya. Di atas sofa ruang tamu yang panjang, Chef Do membaringkan Eun Chae, lalu sedikit menindihkan tubuhnya yang maskulin.

Keduanya terus berciuman dengan penuh arti. Walau gairah di antara kedua insan itu semakin manis dan intens, pada suatu titik Chef Do memilih untuk meredam keperkasaannya.

"Karena itu, jangan lagi menganggap rendah dirimu sendiri," imbuh Chef Do kepada wanitanya.

Eun Chae pun mengangguk dengan pipi bersemu kemerahan dan senyuman cantiknya.

"Bertemu denganmu adalah hal terbaik dalam hidupku sejauh ini," goda pria itu lagi.

"Sudahlah, oppa. Jangan membuatku terlena lagi. Bukankah kita berdua lebih suka hubungan yang konservatif?" peringat Eun Chae, walau sebenarnya gugup bukan main.

"Ya sudah. Pertama, aku akan membantumu mencari Bam. Kedua, kita harus benar-benar siap meraih kemenangan di semi-final, demi masa depan kita," arah Chef Do.

"Ok, Chef!" respon Eun Chae, tanggap dan ceria seperti yang disukai oleh kekasihnya.

Di sisi lain, wanita bernama Ye Rim yang telah berada di rumahnya sedang mencari-cari sebuah benda kuno miliknya.

"Akhirnya ketemu," ujarnya puas.

Dalam album foto yang dipegang Ye Rim, nampak wajah-wajah remaja yang hampir dilupakan secara total olehnya, selain wajah Kim Eun Chae saat SMA.

"Tak kusangka, ternyata sangat mudah menemukan primadona sok baik dan memuakkan ini. Untuk apa kau bersembunyi, Eun Chae-ya? Toh, aku akan terus berupaya membongkar kedokmu dan merebut segalanya darimu," celoteh Ye Rim seorang diri, dengan gelagat tawa yang menyeringai.

- Bersambung -

1
Tuan Gong
menggugah selera makan + selera baca💯👍🏻happy CNY in advance utk authornyaa.
Tuan Gong
hmmm antagonis muncul.💪
Tuan Gong
kerennn bro💪
Tuan Gong
karakter cwekny jg mantapp👍
Tuan Gong
pria sejatii tuh👍 kalau jatuh cinta n menghargai pasangan.
Tuan Gong
wakkk mantaps broo👍
Tuan Gong
astagaaa kasian bgt lu eun chae
Tuan Gong
mauuu
Tuan Gong
Wih kerenn💪
Tuan Gong
wahhh
Tuan Gong
Hhhh yaa ituu👍
Tuan Gong
Jantan💪
Tuan Gong
logis bgt cwok sih 💪
henryy
Critanyaseru dan menarik +ga dangkal. jadi aku sukaa very good ideas /Good//Gift//Sun/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
strawberryjam
karya yg menarik krn bnyak yg bs dipelajari soal kehidupan, ga hanya satu aspek romantis aja,.. jg ada humor.. kebutuhan khusus manusia... blm lg ada kuliner koreanya tuh mantap &unik banget /Good/sukaa sm chef do, karakter dia tuh cool bangett😍
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Baru mulai baca ini, tapi sangat menarik, tulisan rapiii banget, suka sm jokes dlm series nya jg, sipp deh/Good//Heart/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Wow tulisan yg rapi banget aku smpe irii 👍 keren, semangat author
Panda CEO
ngakak lols baru aje makan nengg🤣/Heart/
Panda CEO
ini tuh ya Chae sma kyak kamu pas ngeliatliatin chef Do si cogan kesayanmuu🤭
ig@__02chani: hehe iya kak
total 1 replies
Panda CEO
Wajj menu barat/Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!