NovelToon NovelToon
HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Mafia / BTS
Popularitas:467
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

"Di balik presisi pisau bedah, ada rahasia yang tidak boleh terucap."
Sheril tidak pernah menyangka bahwa kariernya sebagai ahli forensik akan membawanya ke dalam lingkaran berbahaya antara cinta dan kebenaran. ia mempercayai sekaligus mencurigai kekasihnya Jungkook.
Beberapa rahasia memang lebih baik tetap membisu. Tapi, apakah detak jantung bisa berbohong di bawah tajamnya skalpel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Senyuman J-Hope

Rumah sakit selalu memiliki aroma yang khas: perpaduan antara antiseptik yang tajam, lantai yang terlalu bersih, dan kesunyian yang mencekam. Bagi Sheril, ini adalah wilayah kekuasaannya, tempat di mana logika dan sains memegang kendali. Namun, pagi ini, benteng itu terasa runtuh saat ia melangkah masuk ke lobi utama.

Di sana, duduk di salah satu kursi tunggu dengan kaki bersilang santai, adalah Jung Hoseok. J-Hope.

Pria itu tidak mengenakan jaket kulit seperti di pelabuhan. Ia memakai setelan kasual yang cerah, namun senyum yang terpatri di wajahnya tetap memiliki getaran yang sama—seperti kabel listrik yang terkelupas di tengah genangan air. Berbahaya dan tidak stabil.

Di tangannya, ia memegang sebuah buket bunga yang besar. Bukan mawar merah yang romantis, melainkan rangkaian bunga Lily Putih yang sangat banyak, diselingi dengan tangkai Aconitum (bunga racun monkshood) berwarna ungu gelap.

"Selamat pagi, Dokter Cantik," panggil J-Hope, suaranya terdengar ceria, hampir seperti sapaan seorang teman lama. Ia bangkit dan berjalan menghampiri Sheril.

Sheril membeku. "Apa yang kau lakukan di sini, Hoseok-ssi?"

J-Hope menyerahkan buket itu dengan gerakan teatrikal. "Hanya ingin memberikan ucapan selamat. Aku dengar beban kerjamu sedang sangat berat belakangan ini. Banyak 'paket' yang masuk ke mejamu, bukan?"

Sheril menerima bunga itu dengan tangan gemetar. Ia tahu maknanya. Lily putih sering dikaitkan dengan kematian, dan Aconitum adalah simbol kebencian atau peringatan akan adanya musuh yang mengintai.

"Terima kasih, tapi aku sedang sibuk," ujar Sheril, mencoba berjalan melewati pria itu.

J-Hope dengan cepat menghalangi jalannya, namun ia melakukannya dengan gerakan yang sangat halus, seolah-olah mereka hanya sedang berbincang santai. Ia menunduk, mendekatkan wajahnya ke bunga yang dipegang Sheril, lalu menghirup aromanya.

"Wangi, ya? Tapi kau harus hati-hati, Dokter. Beberapa bunga terlihat indah, tapi akarnya mengandung racun yang bisa mematikan jantung dalam hitungan detik. Sama seperti manusia," J-Hope menyeringai. Matanya yang tajam menatap lurus ke mata Sheril. "Katakan pada koki kesayanganmu, kami tidak suka dia terlalu sering 'mengambil cuti' untuk berkencan di bukit. Pekerjaan harus diselesaikan, atau... bunga-bunga ini akan segera dikirim ke pemakamanmu sendiri."

J-Hope menepuk bahu Sheril dua kali—tepukan yang terasa seperti vonis mati—lalu berjalan pergi sambil bersiul ringan, meninggalkan Sheril yang berdiri terpaku dengan buket bunga kematian di pelukannya.

Sepanjang hari itu, Sheril tidak bisa fokus. Setiap kali ia melihat bunga lily itu di sudut mejanya, ia merasa seolah J-Hope sedang mengawasinya dari balik dinding. Ia merasa kotor, merasa terancam, dan di saat yang sama, ia merasa sangat merindukan satu-satunya orang yang seharusnya tidak ia rindukan: Jungkook.

Pukul tujuh malam, sebuah mobil hitam mewah berhenti di depan lobi rumah sakit. Jungkook keluar dengan kemeja flanel yang kancing atasnya terbuka, memperlihatkan kalung perak yang serasi dengan milik Sheril. Wajahnya yang semula tampak lelah karena bekerja di restoran, langsung cerah saat melihat Sheril keluar dari pintu otomatis.

"Sayang!" Jungkook menghampirinya, langsung merengkuh Sheril ke dalam pelukan hangat yang begitu protektif. "Aku merindukanmu sepanjang hari. Kau terlihat pucat, ada apa?"

Sheril menyembunyikan wajahnya di dada Jungkook, menghirup aroma kayu cendana dan sedikit wangi bumbu dapur yang selalu melekat pada pria itu. "Tidak apa-apa, Kook. Hanya hari yang berat."

Mata Jungkook kemudian tertuju pada buket bunga di tangan Sheril. Tatapannya yang semula lembut berubah menjadi sedingin es dalam sekejap. Ia mengenali jenis bunganya. Ia tahu siapa yang mengirimnya.

"Siapa yang memberimu bunga ini?" tanya Jungkook, suaranya merendah, getaran amarah mulai terasa di dadanya.

"Seseorang... pelanggan restoranmu," bohong Sheril, suaranya nyaris berbisik.

Jungkook merebut buket itu dari tangan Sheril tanpa bicara. Ia berjalan menuju tempat sampah besar di dekat parkiran dan membuang bunga mahal itu seolah-olah itu adalah sampah beracun. Setelah itu, ia kembali ke Sheril, merangkup wajah wanita itu dengan kedua tangannya yang kuat namun lembut.

"Jangan pernah menerima apa pun dari mereka lagi, Sheril. Mengerti?" Jungkook menatapnya dengan intensitas yang hampir menakutkan, namun juga penuh dengan keputusasaan yang bucin. "Aku akan membunuh siapa pun yang berani mengganggumu. Aku bersumpah."

Sesampainya di apartemen, Jungkook seolah ingin menghapus semua jejak ketakutan dari diri Sheril. Ia tidak membiarkan Sheril menyentuh lantai; ia menggendong wanita itu masuk ke dalam rumah.

"Kook, aku bisa berjalan sendiri," protes Sheril dengan tawa kecil yang terpaksa.

"Tidak. Malam ini kau adalah ratuku. Kau tidak boleh lelah sedikit pun," jawab Jungkook sambil mendaratkan kecupan di hidung Sheril.

Jungkook menyiapkan mandi air hangat untuk Sheril, lengkap dengan kelopak mawar dan minyak esensial yang menenangkan. Saat Sheril selesai mandi dan hanya mengenakan jubah mandi sutra, ia mendapati meja makan sudah penuh dengan hidangan favoritnya: Pasta Aglio Olio dengan udang segar dan segelas wine putih.

Jungkook duduk di lantai, tepat di depan kursi Sheril, sambil memegang pengering rambut. Ia mulai mengeringkan rambut panjang Sheril dengan sangat telaten. Jemarinya yang biasanya lincah memegang pisau, kini bergerak sangat lembut di sela-sela rambut Sheril.

"Kau tahu, Sheril?" bisik Jungkook di tengah deru hair dryer. "Terkadang aku merasa aku tidak pantas memilikimu. Kau begitu bersih, begitu pintar... dan aku hanyalah pria yang berurusan dengan 'daging' setiap hari."

Sheril berbalik, menatap Jungkook yang kini menatapnya dengan tatapan memuja yang begitu dalam. "Kau pantas, Kook. Kau adalah pria termanis yang pernah kukenal."

Jungkook mematikan pengering rambut, lalu menarik Sheril agar duduk di pangkuannya. Ia memeluk pinggang Sheril erat-erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu.

"Aku sangat mencintaimu, Sheril. Sampai aku merasa gila. Jika dunia ini mencoba mengambilmu dariku, aku akan membakar dunia itu sampai menjadi abu," gumam Jungkook, suaranya serak.

Ia mulai menciumi pundak Sheril, memberikan kecupan-kecupan kecil yang menenangkan sekaligus membangkitkan gairah. Tangannya bergerak protektif, seolah ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun inci dari tubuh Sheril yang disentuh oleh kegelapan J-Hope tadi pagi.

Malam itu, di dalam pelukan Jungkook yang posesif namun penuh kasih, Sheril memilih untuk menutup matanya terhadap kenyataan. Ia memilih untuk tenggelam dalam rasa manis yang diberikan Jungkook, meskipun ia tahu bahwa di luar sana, bunga-bunga racun itu mulai bermekaran di sekitar mereka.

Jungkook menggendong Sheril ke tempat tidur, menyelimutinya, dan terus menggenggam tangannya bahkan saat mereka tertidur. Ia tidak akan membiarkan bayangan apa pun masuk ke dalam mimpi Sheril. Namun, saat Sheril sudah terlelap, Jungkook membuka matanya. Ia menatap ke arah pintu dengan tatapan predator yang siap menerkam.

Hoseok... kau melakukan kesalahan besar dengan menyentuh milikku, batin Jungkook sebelum ia mengecup kening Sheril untuk terakhir kalinya malam itu.

🤍🤍

1
Lilyyanaa
ternyata member bts lengkapp🤭
sabana: iyah, semoga suka🙏
total 1 replies
sabana
Ini Fanfic idol lagi ya, minjam nama-nama personil BTS ya, semoga suka
李慧艳
mampir...semangatk kak
李慧艳: tolong AP???
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!