NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si emosian

     Di sebuah gudang, puluhan pria bersenjata lengkap. Sedang berdiri melingkar 5 orang pria yang sedang berlutut, dengan kondisinya sudah babak-belur, di gudang itu di lengkapi berbagai macam jenis senjata.

sementara di depannya terdapat sang pemimpi yang sedang duduk santai, di sofa single. Dan di temani sang asisten pribadinya.

ke 5 pria itu adalah pasukan Alexander, yang bertugas dan bertanggung jawab. Di gudang penyimpanan senjata itu. Ke 5 orang ketahuan karena menjual sebuah senjata api panjang, dan 1 box bom rakit! produksi Alexander. Sebenarnya mereka ber 5 itu bukan hanya sekali ini melakukannya, awalnya tidak ada yang menyadari, entah kesialan dari mana. sehingga kali ini mereka harus ketahuan oleh yang lain.

Ke 5 orang itu,sudah menerima berbagai macam siksaan dari 2 jam yang lalu. Atas perintah dari Axel Alexander. Karena mereka tidak mau berbicara dengan jujur.

    " kalian, masih memilih diam membisu. dari pada bicara jujur? " Axel mencibir mata elangnya menatap dingin, membuat ke 5 orang itu merinding.

" Apa kalian, juga sudah mendadak Bisu! Tuan bertanya cepat jawab. " ucap Juan geram.

     " Tu-tuan ka-ka mi---"

Dor~

" Katakan dengan jelas, jangan coba-coba memberi jawaban palsu.! " desis Axel setelah memberikan tembakan peringatan. Axel bermain pistol, di tangannya.

" Katakan dengan jujur, maka hukuman yang kalian dapat. jauh lebih ringan! " ucap Axel.

" Tu-tuan kami sudah melakukan, ini sebanyak 3 kali. kam...! kami melakukan ini semua, kara---"

    Dor ~dor~

Pria itu tewas seketika. Sementara ke 4 rekannya keringat dingin. Amarah Axel meledak setelah mengetahui bahwa mereka bukan cuma sekali ini melakukannya. Itu artinya Alexander! sudah mengalami kerugian besar gara-gara Mereka. Dan sudah di pastikan para pemimpin kelompok mafia di luar sana menganggap Axel! tidak becus menjadi pemimpin, kelompok Alexander.

     " Senjata produksi Alexander! memang banyak peminatnya, tapi bukan berarti kalian dengan kurang ajar. mencuri dan menjualnya sesuka hati kalian. " Axel beranjak dari sofa lalu memberi code, kepada pasukannya.

Para pasukan itu, dengan cepat menarik ke 4 orang itu. Yang sudah hampir sekarat itu.

    " Siksa mereka, dan bawa ke markas. lalu lempar tubuhnya ke kandang buaya ku! " perintah Axel.

"Siaaap tu-tuan! " sahut mereka dengan kompak.

ke 4 orang itu langsung di seret menuju markas utama Alexander! Setelah tiba di markas utama Alexander. ke 4 orang itu kembali di siksa dengan berbagai cara. Setelah itu lalu di lempar ke kandang buaya yang memang sengaja Axel siapkan, untuk para penghianat, anak buahnya. Axel menyaksikan dengan wajah datarnya, dia tidak perduli meskipun ke 4 orang itu sudah meraung-raung' dan di lempar ke dalam kolam buaya dengan keadaan yang masih sekarat, lalu di santap buayanya hidup-hidup.

" Tuan." Juan menegur saat melihat tuan-nya duduk termenung. entah apa yang sedang tuan-nya, pikirkan.

" Juan bagaimana keadaan Carlin? " tanya-nya, karena Axel sudah 2 Minggu ini belum ada pulang ke Mansion-nya. Saat ini dia benar-benar sibuk, di markas dan juga terlalu sibuk dengan urusannya.

   Juan mengerjap Matanya, beberapa kali. Karena tuan-nya, tiba-tiba bertanya tentang nyonya muda, Alexander!

" Apa tuan, merindukan nyonya? " tanya Juan! dengan wajah polos-nya, dan tanpa sadar.

" Apa kamu sudah bosan hidup Juan Carles?

sahut Axel, membuat Juan, Langsung tersadar karena sudah bicara sembarang.

" Ma-maaf tuan. Saya hanya terkejut karena anda, bertanya tentang nyonya. Kan Anda sudah 2 Minggu ini, belum bertemu dengan nyonya ja----"

      " Jadi maksud mu, aku merindukan perempuan gila itu. Hanya karena aku bertanya? " Axel menatap tajam ke arah Juan.

Juan hanya menundukkan kepalanya.

*****

Sementara Lea, sedang sibuk bertempur dengan laptop-nya. Lea tersenyum manis saat berhasil meretas tabungan. Dan segala jenis sistem yang dia pasang. awalnya ia merasa was-was, karena sudah ke 3 kali gagal trus.

Untungnya percobaan ke 4 kalinya ia berhasil kan nggak lucu, kalau tiba-tiba ia lupa dengan sistem yang sudah dia buat sendiri.

    Matanya berbinar saat melihat deretan tabungannya, yang sama sekali tidak ada berkurang sedikitpun. Tapi tiba-tiba senyumnya memudar, saat mengingat sang adik. Adik satu-satunya yang dia punya akan tetapi sekarang mereka malah berpisah, dengan cara seperti itu. Dia tidak yakin apakah Bryan akan mengakuinya sebagai kakaknya lagi, jika dia bertemu lagi! dan mengatakan semuanya kepada Bryan.

    " Apa dia baik-baik saja? " tanyanya kepada dirinya sendiri. jemarinya bergerak lincah di atas keyboard laptop. Dia masuk ke situs jaringan sosial ilegal. Di mana semua jenis informasi bisa dia dapatkan. tapi untuk masuk ke situs ini tidak lah mudah, dan hanya di lakukan oleh orang-orang, yang bekerja sebagai pembunuh bayaran.

Lea mengirim pesan anonim kepada grup yang anggotanya, adalah di dominasi pembunuh bayaran semua. Dia menyamar menjadi salah satu temannya, dan meniru ketikan sang teman-nya. Setelah selesai dia membaringkan tubuhnya, di atas kasurnya.

sudah 2 bulan dia menempati tubuh Carlin. tapi satupun ingatan, tentang pemilik tubuh itu. ataupun tubuh aslinya, tak kunjung kembali.

" Apa Carlin Christine, juga menempati tubuh ku? " gumamnya. Tapi beberapa menit kemudian matanya terbelalak.

" Kalau iya wah bahaya itu! " ucapnya frustasi.

iya membayangkan si Carlin, yang lemah itu menempati tubuhnya, yang tahan banting. belum lagi orang-orang di sekitar, adalah orang-orang, yang jauh di katakan memiliki hati manusia.

Dengan terpaksa dia, kembali membuka situs tadi. dan akan mengirim pesan anonim kepada teman kampret-nya. Ah Lea tidak tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya..! andai dia tahu.

Tok~tok~tok.

Lea menolah ke arah pintu kamarnya, matanya menyipit tak suka. karena ada yang menganggu-nya, dia berjalan untuk membuka pintu kamar-nya.

    Klik~

" Ada apa? Apa ada yang lebih penting! " tanya-nya dengan wajah datarnya, membuat kepala pelayan itu meringis dalam hatinya.

dia tahu bahwa ia sudah menganggu waktu sang nyonya. Sam menundukkan kepalanya.

" Maaf nyonya Kalau saya menganggu waktu anda, nyonya. Saya hanya ingin menyampaikan pesan bahwa tuan besar! sedang sakit. " Ucap sam.

Lea menaik sebelah alisnya.

   " Lalu apa hubungannya sama aku? kakek sakit mungkin, karena memang sudah waktunya sakit. " ucapnya tak perduli.

Sam langsung terkejut,dan melebarkan matanya. reaksi sam membuat Lea mengumpat dalam hatinya. Ia baru sadar bahwa si Carlin itu sangat Menyayangi si pak tua itu. Bahkan di tulisan buku diary nya, dia mengatakan bahwa akan merawat, dan menjaga kakeknya. Di sepanjang hidupnya.

   " Lupakan saja tadi mood ku sedang tidak jelek, jadi aku tanpa sadar melantur! aku akan segera bersiap-siap. Siapkan mobilnya? " ucapnya lagi.

" Baik, nyonya. "

   " Ngomong-ngomong apa Kelly sudah kembali? " tanya-nya, karena Kelly dari kemarin meminta ijin kepadanya, untuk menunggu ibunya. di rumah sakit' ibunya Kelly sedang di rawat di rumah sakit.

  " Belum nyonya, tadi saya sudah mengirim pesan kepada-nya, dia bilang ibunya belum sadar pasca operasi. Kemungkinan nanti malam, atau besok pagi. dia akan kembali! " ucap sam. Karena tadi dia memang sudah bertanya lewat pesan kepada Kelly tentang kondisi ibunya.

" Kirim bunga, makanan, Dan buah-buahan. ke rumah sakit tempat ibunya di rawat! Aku akan turun 20 menit lagi."

" baik, nyonya. " sahut sam.

Lea segera bersiap-siap untuk pergi ke mansion utama- nya Alexander! yang di tempati Oleh keluarga Alexander.

  " Apa aku akan baik-baik saja di sana nanti?

Ck apa sih,aku ini Lea Michele tidak akan ada yang berani membuat ku takut. Kecuali aku jatuh miskin, dan uang tabungan ku hilang! " hihihi Lea terkekeh geli.

" Baiklah Carlin Christine Ayo kita bekerja sama yang baik' waktunya menjadi cucu menantu yang baik. " gumamnya lalu keluar dari kamarnya, dan menuju ke arah lift.

Lea tahu bahwa di mansion utama itu di huni oleh para keluarga Alexander! Karena Kelly sudah bercerita kepadanya. Dia jadi penasaran seperti apa mansion utama Alexander itu.karena si suami laknatnya pernah mengatakan bahwa Mansion-nya lebih mewah dari mansion keluarga Jonathan.

*****

" Ayah kenapa ayah di sini? Cuacanya sedang musim dingin, cuacanya seperti ini tidak lah cocok untuk kondisi ayah? Apa yang sedang ayah pikirkan? " ucap Grace.

Ia terkejut saat melihat mertua-nya itu, malah berdiam diri di balkon kamarnya. Johan menoleh. Lalu menjawab'

    " Aku menunggu cucu menantu ku, dia pasti datang kan? " yang di maksud adalah menunggu kedatangan Carlin yang sangat dia sayangi itu, Grace mengangguk-angguk.

" Tentu saja Carlin! pasti sedang dalam perjalanan. menuju kemari! Mungkin sebentar lagi dia, akan datang. Ayo kembali."

Grace Membantu memapah tubuh mertua-nya. Untuk mengimbangi pria tua itu yang memakai tongkat.

" Istirahat lah ayah' setelah Carlin datang,aku akan langsung membawanya kemari! " ujar Grace sekalian membantu pria tua itu berbaring, di atas kasurnya.

    Johan hanya mengangguk kepalanya, dia menatap punggung Grace yang sudah menghilang dari pandangannya.

" Aku memiliki 3 orang anak! 4 orang menantu

7 orang cucu! dan 2 Orang cucu menantu! Tapi hanya Grace, dan Carlin. yang perduli dengan orang tua ini. " ucap Johan sambil terkekeh sinis. Mengingat para anak-anaknya dan menantu serta cucu-cucu-nya. Tidak pernah perduli dengan-nya.

*****

Mood Carlin hancur lebur, karena mobil yang seharusnya menuju langsung ke mansion utama Alexander, harus mampir dulu ke markas Axel! terlebih dahulu. karena suami laknat-nya, mau pergi bersama.

     " Si brengsek itu' semakin hari, semakin banyak tingkah-nya! " geram-nya, sambil menatap tajam ke arah Axel yang sedang menuju ke arah mobil-nya.

Klik~

Pintu mobil terbuka, hal pertama yang terjadi di antara pasangan suami-istri itu, adalah saling mengatai dengan tatapan tajam-nya masing-masing. Meskipun sudah berpisah hampir 2 Minggu tidak bertemu, seperti-nya tidak ada kerinduan sedikitpun, di antara mereka berdua.

    " Bajingan ini kenapa nggak pergi sendiri sih? " Carlin masa bodoh dengan sopir yang sedang berdiri kaku,di samping mobilnya begitu juga dengan juan' yang sedang memegangi payung untuk tuan-nya, karena cuacanya sedang hujan deras.

" Kamu mau pergi mengajar? Atau mau pergi menjenguk kakek ku! " Axel mencibir,setelah duduk di samping istrinya.

  " berisik! "

Lea langsung bergeser dan memalingkan wajahnya. Menghindari bibit-bibit konflik yang bisa saja terjadi. Dia terlalu malas untuk menanggapi Axel. Meskipun Axel tampan rupawan, dan kaya-raya tapi Axel bukanlah tipe nya.

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!