NovelToon NovelToon
Gigolo Terakhir

Gigolo Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Romantis / Komedi
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: @120

kisah seorang Pria yang berdedikasi menjadi lebih keren namun salah jalan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpacaran

Gemrisik es batu yang terciduk dan benturan yang dibuat es dan saling bertabrakan didalam gelas terasa sangat menyakitkan,

Runa tidak berhenti berfokus dengan pekerjaannya yang mulai dia kuasai.

Tatapan tsuki tidak lepas pada runa yang setengah hati melakukan pekerjaan itu.

"apa kau ada masalah..runa??

Pandangan runa seketika tersadar saat tsuki memanggilnya,pikirannya terus terbayang-bayang oleh perkataan dan sikap naoya yang menyakitkan.

"oh...maaf apa aku membuat kesalahan..?!!

Dengan nada yang sedikit jengkel,runa melampiaskan amarahnya pada minuman yang dibuatnya dan pada tsuki.

"apa kau marah kepadaku..??

Runa meletakan gelas ditangannya dan menatap tsuki dengan serius.

"maaf mas tsuki.,sepertinya aku tidak enak badan, apa aku boleh istirahat sebentar..??

"baiklah..,,kau boleh gunakan ruanganku untuk istirahat runa...,,

"tidak perlu....,,aku akan istirahat digudang saja"ucap runa sambil berjalan.

pikiran runa sedang sangat kacau,banyak yang harus dia pikirkan banyak juga yang harus dia kerjakan,saat didepan gudang runa mendengar percakapan yuka dengan naoya yang terdengar akrab dan saling bergurau satu sama lain.

dengan langkah yang pelan dan tidak meninggalkan suara,runa pergi ke ruangan tsuki dan duduk meringkuk di atas sofa.

"bukankah ini sangat keterlaluan..??dia hanya membohongiku saja, bajingan..!! Sejak awal dia benar-benar bajingan..!!!kenapa aku merasa sangat kesal..!!!"

Berkali-kali runa memikirkan naoya semakin runa merasa sakit karena dibohongi,dan rasa simpatinya itu dibuat mainan oleh naoya.

"ceklek...,,

Suara pintu yang terbuka membuat runa terkejut dan langsung mengusap air matanya,tsuki yang melihat tingkah aneh runa langsung menghampirinya.

"apa kau sangat kesakitan..?? Dimana..??

Tsuki bersimpuh didepan runa dan memeriksa runa yang meringkuk dan menangis di kegelapan ruangannya itu dengan wajah yang sangat panik.

"kenapa kau sangat khawatir, mas tsuki?

"kau bertingkah sangat aneh,..runa,apa yang terjadi...!!

"apa kau selama ini memperhatikanku..?bisa bisanya kau tau aku bertingkah aneh..??

Runa menyandarkan kepalanya dilutut yang dia tekuk dan berpaling ke arah lain,

"i...itu....,,,

"aku sedang merasa kesal,jadi....-

"aku menyukaimu runa....!!

Runa berhenti bicara sambil masih memalingkan wajahnya pada tsuki, tsuki duduk disebelah runa dan melihat wajah runa yang masih sedih.

"aku menyukaimu......,,

"kenapa kau bisa menyukaiku mas tsuki..,aku bukan wanita yang menarik kan..??

"menarik atau tidak itu dilihat dari mata,kalau hatiku melihatmu sangat menarik, dan aku tertarik kepadamu...."

"apa kau sedang berbohong sekarang..??

"untuk apa aku membohongimu..??

Tsuki membelai rambut runa yang menutupi wajahnya yang masih meringkuk dan mengelus kepalanya dengan lembut.

belaian tangan besar tsuki membuat runa merasa nyaman,meskipun tangan itu terasa sedikit kasar namun dengan penuh hati-hati tsuki membelai runa dengan lembut.

"hatiku terasa damai...,,rasanya sangat nyaman"gumam runa

Sesekali runa memejamkan matanya karena merasa sangat damai dalam belaian tsuki dan hatinya menjadi tenang.tsuki yang menatap runa merasa ikut senang karena runa memberi respon yang baik untuknya.

"apa kau tidur sekarang..??

"emm...aku ingin selalu seperti ini...."ucap runa lirih.

"baiklah...kita berpacaran sekarang dan aku akan membelaimu setiap hari."

"iya.."

"eh....!!!!

runa terkejut dengan jawabannya sendiri karena terhanyut dengan ketenangannya yang dibuat oleh tsuki.

"kenapa berteriak..?apa kau sudah sembuh sekarang..??

Tsuki menatap wajah runa dengan dekat sambil membelai pipinya yang mulai memerah.

"su..sudah...,,,sebaiknya kita bekerja kembali mas tsuki."

runa memegang tangan tsuki dipipinya dan melepaskannya perlahan.

Tsuki menggandeng tangan runa dan berjalan keluar ruangan beriringan,mata runa selalu tertuju pada tangannya yang digenggam oleh tsuki sepanjang perjalanan dilorong.

"kenapa..??kenapa aku seperti ini..??

Runa mengikuti tsuki berjalan dibelakangnya sambil bergandeng tangan,namun tsuki memasuki ruangan manager.

"kenapa kesini mas tsuki..??

Tsuki tidak menghiraukan runa dan langsung berbicara pada murayama.

"manager...,,aku akan mengantar runa pulang,dia tidak enak badan..."

Murayama yang sedang menatap laptopnya,melirik kearah tsuki yang masih menggandeng runa,

"oh...pergilah...."

"gila...,kenapa dia mengizinkannya..?aku bahkan tidak bisa membungkam mulutnya untuk tidak mengatakan apapun pada bibi"gumam runa yang bersembunyi dibalik badan tsuki.

"terimakasih..."

Tsuki memegang pundak runa dan menu runya keluar ruangan murayama.

"kau bisa bersiap dulu,aku akan berganti pakaian,,kau mengerti...??

"ba..baik...,,"

Runa masih merasa malu dan hanya tertunduk dengan wajah yang tersipu.

Setelah menaiki kereta satu kali mereka sampai di sebuah lingkungan dekat rumah runa dan bibinya,mereka hanya memerlukan waktu 15 menit berjalan kaki.

"sampai sini saja mas tsuki...,,aku bisa pulang sendiri.,,"

"apa kau tidak lihat disini sangat sepi.?apa kau tidak takut..?

"siapa yang akan melihatku mas tsuki.?mereka tidak akan tertarik dengan wanita sepertiku."

Tsuki menarik tangan runa dengan keras sampai menjatuhkan tasnya.

"buk..."

Runa mendarat dengan aman didekapan tsukisima.

"a..apa yang kau lakukan mas tsuki..?

"aku sangat kesal !! Kau terus saja mengucapkan kata-kata yang aku benci..!! Kau sekarang miliku, bagaimana bisa aku membiarkanmu berkeliaran sendiri seperti ini..??

"a..anu...,,

"diam...!! Kau selalu saja membuat alasan,kau bahkan tidak bisa mengutarakan perasaanmu sendiri,jadi diamlah..!!

runa merasa bingung dengan perkataan tsuki,sebenarnya dia membicarakan apa dan siapa,runa hanya terdiam didalam dekapan tsuki dan mulai menundukan kepalanya.

"apa kau tertidur...??

"ti..tidak..,,kenapa kau memeluku mas tsuki..?

"apa kau keberatan..??

"ti..tidak...,,

"kalau begitu,aku akan terus memelukmu seperti ini...,,

"untuk apa..??

"untuk membuatmu nyaman..,,,

Tanpa disadari runa tersenyum tipis mendengar ocehan tsuki,memang benar adanya,runa merasa lebih baik dan merasa nyaman didalam dekapannya.

Waktu semakin larut,tsuki memutuskan untuk mengantar runa kedepan rumah bibinya.

"terimakasih sudah mengantarku...."

"em...masuklah..."

Runa memasuki rumah dengan hati-hati dan menutup pintu sambil memandang tsuki dibalik pintu yang mulai tertutup.

"meskipun mas tsuki sudah membuatku nyaman,tapi rasa kecewaku pada naoya tetap masih ada dan aku akan membuktikannya dengan berjalan bersama mas tsuki,dia akan merasakan akibat dari perkataan jahatnya itu."

"kenapa aku tidak menolak mas tsuki saat mengajaku berpacaran,karena untuk sesaat aku ingin membalas perkataan naoya kepadaku,dia harus menerima akibatnya."

Dengan melihat langit-langit kamarnya runa mengutuk naoya dengan segala perkataan jahatnya pada runa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!