NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelas

"Assalamu'alaikum... Eh lagi ada tamu ya." seru Shafira ketika memasuki rumah dan bersikap seolah baru saja tiba.

"Baru pulang?" suara Bu Ratna terdengar ketus, tanpa menjawab salamnya.

"Iya, Bu." jawab Shafira santai, sambil membuka masker dan menggantungnya di telinga.

"Sudah jadi istri, tapi kerjaannya keluyuran aja. Nggak jelas ke mana-mana, pulangnya juga suka sore. Ngurus rumah aja ogah-ogahan." sambung Bu Ratna dengan nada lebih tinggi, tak peduli ada tamu di sampingnya.

Shafira menoleh ke arah Fela, lalu melempar senyum manis. Setelahnya ia langsung melenggang kekamarnya, tidak ingin meladeni sindiran ibu mertuanya itu.

"Huh.. dasar menantu gendeng. Kamu lihat sendiri kan gimana sifat istrinya Aris. selalu melawan sama ibu. Nyesel ibu dulu kasih restui Aris nikah sama dia." gerutu Bu Ratna.

"Ibu tenang aja, nanti kalau aku udah jadi istrinya Mas Aris dan tinggal disini, kita buat mas Aris menceraikan Shafira."

"Ibu udah nggak sabar, semoga Aris bisa cepat sadar kalau Shafira perempuan gak bener dan cuma bisa jadi beban aja." ucap bu Ratna kesal.

"Ya udah Fela pulang dulu, ini udah waktunya Mas Aris pulang kerja." ucap Fela bersiap untuk pulang sambil cipika-cipiki dengan Bu Ratna.

Fela pun berjalan ke arah motornya dengan diantar oleh Bu Ratna.

"Loh, kok ban motornya kempes sih, perasaan tadi kayaknya gak kempes gini. Mana dua-duanya lagi." Fela melotot syok, saat melihat keadaan ban motornya.

"Kamu gak sadar kali kalau habis ngelindes paku dijalan. Tunggu Aris aja, nanti minta diantar pulang. Sebentar lagi kayaknya Aris juga pulang ini." ucap Bu Ratna sambil memeriksa ban motor milik Fela yang memang sudah kempes sempurna.

"Aduh... Nanti Mas Aris bisa marah kalau tahu Fela kesini, Bu. Apa bengkel yang di depan masih buka ya jam segini." Fela gelisah sendiri sambil melirik jam tangannya.

Ia sudah diwanti-wanti oleh Aris untuk tidak datang kerumahnya. Takut membuat Shafira curiga dan membuat rencana pernikahan mereka batal.

"Kayaknya masih, kalau ramai biasanya sampai malam masih buka." jawab Bu Ratna.

"Ya udah, Fela bawa kebengkel aja langsung." Fela pun segera mendorong motornya menuju bengkel yang jaraknya sekitar lima rumah dari rumah mertuanya.

Shafira yang mengintip dari jendela kamarnya, cekikikan melihat Fela yang mendorong motornya yang kempes.

"Rasain Lo pelakor, emang enak dikerjain!" ucapnya puas.

"Bu, bapak pergi ngeronda dulu." ucap pak Agus saat hendak keluar.

"Loh, bukannya kemarin malam giliran bapak udah, kenapa sekarang ngeronda lagi?" tanya bu Ratna heran, padahal jadwal ronda suaminya tadi malam. Sekarang mau ngeronda lagi.

"Iya, bapak mau gantiin pak Pur yang lagi sakit.

Karena kekurangan orang jadi bapak temenin yang lain jaga malam, kasihan Bu." ucap pak Agus.

"Oh, ya udah. Bapak udah bawa kunci rumah kan?"

"Udah, Bapak udah bawa kunci cadangan ini, ya udah Bapak pergi dulu."

Bu Ratna melanjutkan menonton acara televisi favoritnya bersama yang lain. Shafira juga ada disana, tapi bukan menonton seperti yang lain. Tapi sedang melipat baju milik semua orang.

Esoknya...

"Eh ibu ibu, udah pada denger belum kalau semalam Bu Romlah dan suaminya lihat pak Agus lagi nongkrong sama janda kampung sebelah loh." seru Mak Tati, si pemilik warung sayur yang terkenal tukang gosip.

"Ah, masa iya. Pak Agus kelihatan lempeng-lempeng gitu orangnya, ramah juga kalau ketemu dijalan. Gak kayak istrinya, Bu Ratna, selalu ketus kalau ketemu orang." timpal ibu-ibu yang lain tidak percaya.

"Eh iya, saya juga pernah sekali lihat pak Agus bonceng perempuan. Masih mudah, kayaknya lebih tua sedikit dari Neng Shafira." ujar ibu-ibu yang lain.

"Waah... Diam-diam menghanyutkan juga bapak mertua kamu itu, Ra. Tapi biar aja, bair tahu rasa itu si Ratna gimana rasanya suami selingkuh. Lah dia sendiri mendukung anaknya si Aris untuk selingkuh. Emang bener kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." celetuk Mak Tati kesal, dan ibu-ibu yang lain pun mengangguk setuju.

Mereka pernah melihat Aris membawa perempuan lain kerumahnya. Dan disambut hangat oleh ibu mertuan dari Shafira itu.

Dan mereka bisa dengan mudah menebak kalau suami Shafira memiliki hubungan dengan wanita itu.

"Kamu nggak tersinggung kan, Neng. Kalau kita-kita ngomongin mertua kamu?" tanya Mak Tati lagi.

"Tenang aja Mak, Shafira nggak ngerasa tersinggung kok" ucap Shafira tersenyum lebar walaupun ia juga merasa sedikit syok.

Karena selama ini bapak mertuanya itu terlihat pendiam. Tak seperti ibu mertuanya yang setiap hari selalu merepet. Tapi hanya sedikit, ia tak heran lagi karena kedua anaknya juga memiliki sifat yang sama.

"Kamu selalu bisa memuaskan Mas, sayang. Tidak seperti istri Mas yang sudah kendor sana sini." ucap Bram setelah melampiaskan nafsunya.

"Iya dong, beda lah sama istri Mas yang udah tua." jawab Tia dengan bangga.

'huh gak sadar diri apa, kalau dia juga udah kisut. Kalau nggak karena bayarannya, gue juga ogah tidur sama bandot tua'. umpat Tia dalam hati.

Saat ini keduanya sedang berada dirumah kontrakan yang sengaja disewa oleh Bram untuk melampiaskan nafsunya. Memiliki istri yang sudah berumur membuat Bram tak merasa puas dan mencari daun muda yang tentunya masih fresh untuk melampiaskan nafsu liarnya.

Dan ketika ia sedang berada di cafe, ia tidak sengaja melihat Tia yang saat itu datang bersama teman-temannya.

Bram yang tertarik karena Tia memiliki paras yang cantik, berusaha mendekati dan langsung disambut baik oleh Tia.

"Kamu hebat, Sayang." ucap Bram memeluk Tia setelah selesai dengan kegiatannya.

"Kamu jangan lupa tambahin bonusnya, Mas. Aku capek lho, kamu mainnya sampai nambah-nambah. Aku mau perawatan supaya kulitku makin glowing dan keset, kan nanti kamu juga yang senang." ucap Tia dengan manja.

"Kamu tenang aja, Sayang. Nanti Mas kasih bonus, asalkan kamu selalu siap kapan pun Mas butuh kamu."

Ditempat lain seorang wanita sedang memperhatikan beberapa foto yang di dapat oleh orang suruhannya, kemudian menyunggingkan senyum sinis.

"Kamu sudah berani bermain api dibelakang ku Mas, dan mengambil keuntungan cafe untuk bersenang-senang dengan gundik kamu ini. Aku tidak sebodoh itu kamu tipu dengan mengatakan omset cafe menurun padahal kamu gunakan untuk membayar gundik-gundik kamu ini." ucap seorang wanita yang masih terlihat cantik walau usianya sudah hampir memasuki kepala lima.

Anita, istri Bram pemiliki cafe yang selalu ramai pengunjung dan sudah mempunyai beberapa cabang. Karena Anita sudah malas keluar mengontrol cafenya dan lebih suka bermain dengan cucunya dirumah, maka ia menyerahkan segala urusan cafe miliknya pada suaminya. Ia hanya datang sesekali saja jika ada yang penting.

Anita yang tidak percaya dengan laporan suaminya yang mengatakan jika omset cafe beberapa bulan ini menurun, akhirnya diam-diam menyuruh orang kepercayaannya untuk mengawasi seluruh cabang cafenya. Bukan menurun seperti laporan Bram, malah pengunjung cafe semakin ramai setiap harinya.

Dan Anita juga menyuruh orang diam-diam mengawasi suaminya. Anita sudah curiga dengan gelagat Bram yang selalu pulang malam, dan kadang sampai tidak pulang seharian dengan alasan sibuk dicafe.

"Jadi bagaimana sekarang bos, apa saya seret saja pak Bram ke hadapan ibu atau laporkan langsung karena sudah menggelapkan dana cafe punya bos." ucap pak Andre orang kepercayaan bu Anita yang juga geram dengan tingkah suami dari bosnya itu.

Padahal Bram dulu hanya orang biasa yang beruntung mendapatkan istri dari keluarga kaya. Andre sudah lama bekerja dengan Anita semenjak sebelum menikah, jadi ia sudah menganggap Anita sebagai adiknya, begitu pun dengan Anita yang sudah menganggap Andre sebagai kakanya.

"Biarkan dulu, nanti ada saatnya Mas Bram dapat balasan. Saya sudah punya rencana sendiri, dia akan tahu sedang berurusan dengan siap." cap Anita sambil menatap sinis foto sang suami yang sedang memasuki rumah kontrakan sambil merangkul pinggang seorang wanita muda.

Andre hanya menghela nafas, ia ingin sekali menyeret Bram sekarang juga karena tak terima Anita yang sudah dianggapnya adik itu disakiti.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!