NovelToon NovelToon
Kembali Ke Umur 19 Tahun

Kembali Ke Umur 19 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.

Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.

"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"

"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"

"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"

"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Guci Palsu

Perjalanan menuju kediaman keluarga Sanjaya begitu singkat sampai akhirnya Jessica tiba di kediaman tersebut.

Begitu turun dari mobil, mobil lain pun menyusul datang, yang mana merupakan mobil yang ditumpangi oleh Nolan.

"Sayang," Nolan tersenyum menghampiri Jessica, segera memeluk Jessica dengan hangat dan tidak bisa menahan rasa bahagia terpancar dari seluruh tubuhnya.

Jessica tersenyum, dia bisa melihat perasaan tulus sang suami, namun tidak ada yang tahu perasaan tulus itu akan bertahan sampai kapan, tetapi seenggaknya saat ini ketulusan Nolan masih menjadi miliknya.

"Aku sedikit gugup," ucap Jessica berbalik mengambil hadiah yang sebelumnya disiapkan Luna untuknya.

Luna terbakar api cemburu melihat kemesraan dua orang itu, dengan tangan terkepal, ia menatap kotak hadiah yang ada di tangan Jessica, 'bersenang-senanglah sekarang, tetapi sebentar lagi kau akan mempermalukan dirimu sendiri!' pikir Luna dalam hati sebelum melangkah meninggalkan dua orang di sana, lebih dulu memasuki rumah Sanjaya.

"Kau membawa hadiah," ucap Nolan memperhatikan kotak di tangan Jessica yang diberikan pita pembungkus yang rapi.

"Sebenarnya aku tidak tahu hadiah apa yang cocok untuk kubawa di pertemuan pertama ini, karena terlebih aku juga tidak memiliki kemampuan untuk memberikan hadiah yang layak untuk keluargamu. Tapi Luna sangat pengertian, dia menyiapkan hadiah ini untuk kubawa hari ini," ucap Jessica membuka tutup kotaknya, dan memperlihatkan isinya pada Nolan.

'Dulu Aku membawa hadiah ini dengan penuh kesenangan, dan ketika diketahui bahwa gucinya palsu, maka semua orang langsung membenciku tanpa mau mendengarkan penjelasanku bahwa bukan aku yang menyiapkan hadiah ini. Kali ini akan kupastikan Nolan dan semua orang mengetahui bahwa hadiah ini disiapkan Luna untuk aku bawa,' ucap Jessica dalam.

"Kakek memang menyukai barang antik, tapi dia tidak suka jika barang itu adalah barang antik yang palsu, tapi karena Luna yang memilihnya, jelas dia akan memilih dengan teliti dan tidak mungkin membiarkanmu membawa yang palsu," kata Nolan tidak mengecek lebih lanjut guci tersebut, membiarkan Jessica menutupnya.

Nolan pun membantu Jessica membawa kotak hadiah itu.

"Aku percaya jika Luna yang memilihnya, Dia pasti sudah mencari tahu keasliannya. Lagi pula selama ini dia dekat dengan keluargamu, jadi dia pasti tahu betul bagaimana keadaan keluargamu," kata Jessica sambil tersenyum.

"Kau benar," ucap Nolan.

Begitu memasuki rumah, keduanya sudah disambut oleh kepala pelayan yang langsung mengantar mereka menuju meja makan.

Saat tiba di meja makan, semua orang sudah berkumpul di sana kecuali kakek Sanjaya yang belum muncul.

Karena Luna bukan hanya sekedar sekretaris Nolan tetapi dia juga sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga Sanjaya, maka dia ikut duduk di meja makan, tatapannya tertuju pada Jessica dan Nolan, menyembunyikan emosinya.

"Sudah datang," nyonya Sanjaya berdiri, memperhatikan jessica dan tersenyum ketika ia melihat Jessica berpenampilan dengan sangat baik, sopan dan tenang, cocok sekali bersanding dengan Nolan.

Mereka basa-basi sementara untuk perkenalan sebelum akhirnya Kakek Sanjaya datang dan semua orang duduk mengelilingi meja makan.

"Selamat datang di keluarga kami Jessica, kau akan menjadi bagian dari keluarga ini, jadi mulai sekarang biasakan dirimu untuk beradaptasi di rumah ini," kata Kakek Sanjaya dengan senyuman yang ramah menatap Jessica.

"Terima kasih kakek," ucap Jessica.

"Jessica terlihat begitu dewasa meski umurnya baru 19 tahun, Oh ya Jessica, bukankah kau membawa hadiah untuk kakek?" Luna berbicara sambil menatap Jessica.

"Ah, iya," Jessica tersenyum, kemudian mengambil kotak hadiah yang sebelumnya ia bawa, melangkah mendekati sang kakek dan menyerahkan kotak hadiah itu.

Wajah Luna dipenuhi dengan ketidaksabaran, tidak sabar melihat Jessica diusir dari kediaman keluarga Sanjaya sebelum sempat mencicipi makanan di atas meja.

"Mungkin hadiah ini bernilai kecil di mata Kakek, tapi saya berharap Kakek bisa melihat ketulusan hati pada hadiah ini, bukan pada nilainya," ucap Jessica.

'Heh! Terlalu pandai menjilat,' Luna tertawa dalam hati.

"Sudah sudah, kau bahkan tidak perlu membawa hadiah, kakek lah yang mengundangmu kemari, jadi sudah datang saja merupakan kehormatan bagi kakek karena kau memenuhi undangan kakek," ucap sang kakek.

"Terima kasih banyak kakek," ucap Jessica lalu kembali ke tempat duduknya.

Kakek Sanjaya pun segera membuka kotak yang dibawa oleh Jessica, ia mengeluarkan isinya dan tersenyum melihat guci yang dihadiahkan oleh Jessica.

"Guci Apa yang kau hadiahkan untuk kakek Sanjaya?" Tanya Luna pada Jessica.

"Katanya itu adalah guci antik, Tapi aku tidak tahu menahu soal barang antik, jadi aku mempercayakan seseorang untuk menyiapkannya, semoga saja sesuai dengan selera kakek," kata Jessica dengan penuh semangat.

Nolan diam-diam menggenggam tangan Jessica di bawa meja, tampak bangga pada Jessica.

Jessica menatap Nolan, semakin melebarkan senyumnya, mereka berdua tampak menggebu-gebu dalam cinta.

"Ah,, begitu ya," ucap Luna diam-diam menggertakkan giginya, 'Nolan, aku harap kamu tidak akan kecewa setelah tahu perempuan pungut ini hanya membawa guci palsu yang murahan!' pikir Luna dalam hati.

"Gucinya sangat bagus," kata kakek Sanjaya yang bisa mengetahui bahwa guci itu palsu, tetapi dia tidak ingin merusak pertemuan pertama mereka sehingga meletakkan gucinya ke samping dan mengangkat tangan, "ayo makan," kata kakek Sanjaya membuat Luna sangat kecewa.

'Kenapa dia tidak marah! Jelas-jelas dia bisa dengan mudah melihat kepalsuan di guci murahan itu! Apakah karena Kakek Sanjaya tidak memakai kacamatanya?' pikir Luna dalam hati, sangat kecewa.

Dia segera mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan pada ibunya supaya segera datang ke keluarga Sanjaya.

Jessica juga terkejut Kakek Sanjaya tidak mempermasalahkan gucci palsu itu, 'Kenapa Kakek biasa saja? Apa karena dia ingin melidungi ku?' tiba-tiba Jessica merasa bersalah pada Kakek Sanjaya karena tak seharusnya ia membawa gucci yang memang dia tahu kalau barang itu palsu.

Makan malam pun berlangsung sampai akhirnya di tengah makan malam mereka, Ibu Luna tiba-tiba muncul sambil membawa semangkok.

"Ah, Selamat malam, ternyata kalian sedang makan malam, kebetulan sekali waktunya sangat pas, aku datang membawa sup kepala ikan," ucap Nyonya Balisa sambil memberikan sub kepada ikan pada Nyonya Sanjaya yang sudah berdiri menyambut tetangga mereka.

"Bergabunglah dengan kami," kata Nyonya Sanjaya.

"Terima kasih banyak, aku sebenarnya sudah makan malam," kata Nyonya Balisa.

"Setidaknya makanlah sedikit," kata Nyonya Sanjaya diangguki Nyonya Balisa, perempuan itu berjalan mengitari meja untuk duduk di samping putrinya, namun ketika ia melewati guci yang sebelumnya diletakkan kakek Sanjaya ke samping, dia menghentikan langkahnya.

"Lho, di sini ada guci. Apa ini guci antik?" Tanya Nyonya Balisa sambil memperhatikan gucinya.

"Itu hadiah Jessica untuk kakek Sanjaya," kata Luna.

"Jessica?" Nyonya Balisa menatap Jessica, dan Jessica hanya membalasnya tersenyum lalu Nyonya Balisa kembali melihat guci yang ada di hadapannya dan mengerutkan keningnya sambil berkata, "tapi sepertinya guci ini palsu. Bahkan kepalsuannya diukir secara terang-terangan di sini," kata Nyonya balita sambil menunjuk kode produksi yang ada pada guci.

Wajah semua orang langsung berubah.

'Wah,,, aku pikir gucci palsu ini akan terlewat begitu saja, tapi ternyata.... Terima kasih banyak Luna, jangan salahkan aku jika kali ini aku akan mengulitimu!' pikir Jessica dalam hati sambil berpura-pura terkejut dengan ucapan Nyonya Balisa.

1
Dew666
👍👍👍👍👍
partini
aku mumet ini 🤭
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
Miaaaoowww😸
eaaa....eaaa.....
maling teriak maling😎
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
👄👄👄👄👄
partini
apa Nolan juga kembali seperti Jessica ko kaya antisipasi sekali
Miaaaoowww😸
semakin dihindari malah makin deket gak tuh jess😎😎😎
Nung_che
Thor,, baru bab 2,,tp udah ada typo ☹️ dr pemeran Nolan jd Alvin 😁
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
ayo jesika, beraksilah....
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
hm.... ayok kita lanjutkan...
MataPanda?_
bagus kak semoga cwe y jdi badas pertahankan 😀
Kayla Callista
awal yang menarik😍
semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!