NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:683
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27. kok aneh rasanya.

Di dalam hotel bintang lima suasana sangat panas. Pasangan pengantin saling menyerang dan saling menyesap.

"Sayang lampunya jangan dimatikan gelap gulita sekali.Mas tidak bisa melihat wajah cantik mu saat Maas sodok." Ucap Rudi frontal..Kamila cemas ia tidak mau lampu dinyalakan.

" Aku malu Mas kalau terang benderang.. malam ini mati lampu saja ya. " Ucap Kamila ia langsung menyerang Rudi secara brutal.

Rugi kaget di serang secara tiba-tiba. Ia tak berdaya ketika senjata pamungkas dalam kekuasaan Kamila.

Rudi lemas ia hanya bisa merintih, dan mendesah sangking nikmatnya. Kepalanya geleng kanan dan kiri.dan geleng-geleng Rudi menggelepar hanya hitungan 10 menit.

Kamila tersenyum puas karena telah menumbangkan Rudi dalam babak pertama.

"Kamu kok lincah sekali seperti sudah berpengalaman?"ucap Rudi sambil terengah-engah.

Rudi pun bukan laki-laki yang polos ia sudah sering melakukan kegiatan bercocok tanam itu. Bersama Zahra tunangannya dulu.

Oleh karena itu Rudi seperti orang gila ditinggal kabur oleh Zahra.ia tidak bisa melupakan apa yang mereka lalui dan mereka lakukan setiap harinya.

"Aku wanita dewasa yang sudah biasa melakukannya. Jangan mengharapkan lebih seperti anak gadis yang baru beranjak dewasa. Kamu tahu lah wanita dewasa dan matang Seperti apa permainannya."jawab kamilah dengan suara serak.

"Kamu suaranya kenapa tiba-tiba seperti suara laki-laki,Apa sedang sakit tenggorokan? Karena kelelahan berkaraoke tad?"tanya Rudi penuh khawatir dan juga heran.

"Ya begitulah. Micnya terlalu besar sehingga suaraku serak - serak basah."Rudi tersenyum bangga dipuji oleh istrinya.

"Ayo kita teruskan pertarungan yang sesungguhnya.. aku sudah tidak sabar melihatmu menjerit keenakan."suasana kamar hotel tambah hot. Desahan terdengar dari bibir keduanya.

Dan kedua anak manusia sejenis itu berlomba-lomba memberikan kepuasan dan kenikmatan..

Sampailah pada acara inti, Rudi mengeluarkan kekuatannya untuk menembus sesuatu yang sangat keras dan aneh menurut Rudi.

"Kenapa tidak ada rambut sama sekali. Dan sangat keras."Gumamnya dalam hati.

"Keras sekali sayang.. Apa aku salah lubang?"Kamila tidak menjawab ia membantu Rudi untuk menembus lorong terlarang itu.

"Perasaan aku sudah mengoleskan pelumas Kenapa masih keras ya. Namanya juga apem buatan."  Gumam Kamila dalam hati.

"Semangat sayang ! Aku memang wanita dewasa yang bergerilya di luar sana. Untuk kehormatan dan keperawananku aku pertahankan untuk suamiku. Wajar saja jika keras karena aku masih perawan."ucap Kamila sambil teriak-teriak kesakitan saat Rudi mencoba menancapkan tongkatnya.

"Awwww... Sakit Mas pelan-pelan."teriak kamila Manja.

Rudi tidak memperdulikan teriakan istrinya. Ia terus menekan dengan kekuatan tinggi.

Akhirnya benteng keperawanan Kamila buatan Cina itu bisa ia jebol.

"Bleesss.!"Rudi kaget saat benda pusakanya berhasil menembus apem buatan cina milik Kamila.

Rudi menghentikan kegiatannya ia tercengang Setelah ia berhasil menembus gua Hiro itu tapi ia tidak merasakan denyutan apa-apa di dalam sana.

Sunyi dan senyap tidak ada getaran dan tarikan dari dalam.

"Sayang Kenapa diam saja ?rasa sakitnya sudah hilang ayo digoyang."ucap Kamila manja.

Jantung Kamila berdebar-debar saat Rudi menghentikan kegiatannya.

"Kamu kok beda rasanya aneh rasanya.sangat dingin dan tidak ada denyutan."tanya Rudi penuh keheranan.

Kamila sedikit Panik ia mencoba menggoyang-goyangkan  pinggulnya memancing Rudi.

Benar saja Rugi terpancing ia ikut menggerakkan tubuhnya maju dan Mundur. Sementara Kamila dengan actingnya menjerit-jerit kesakitan.

Satu jam pertempuran sengit itu berlangsung dan akhirnya keduanya tumbang dengan  peluh yang membasahi  sekujur tubuh sesama jenis itu.

Rudi diam ia masih bertanya-tanya dalam hati kenapa kepunyaan kamila berbeda dengan kepunyaan Zahra mantan tunangannya.

Karena malas bertanya dan berpikir Rudi memilih untuk tidur. Ia akan mengecek punya Mila besok pagi.

Kamila tidak bisa memejamkan matanya. Perasaannya was-wasan. Ia sangat khawatir Rudi memintanya melakukan dalam keadaan lampu menyala..

**

Amelia dan kasih lebih awal sampai kantor. Mereka menghindari kemacetan jalan menuju stasiun karena sedang ada galian..

Kedua perempuan itu berangkat lebih awal supaya tidak terlambat.

"Hemmm.. tumben kamu pagi-pagi sudah di kantor?"Amelia terlonjak kaget dengan kehadiran Reza yang tiba-tiba.

"Di kampung saya sedang banyak galian, sehingga jalan menuju  stasiun sangat macet jika Saya berangkat agak siang. Makanya saya dan Kasih lebih subuh berangkatnya.."jawab Amelia.

"Bagaimana acara pernikahan mantan suamimu? Berjalan dengan lancar? Kamu tidak menangis darah kan? menyaksikan pernikahan mereka?" Tanya Reza sambil meledek.

"Bapak bertanya apa ngeledek saya? Maaf ya air mata saya sangat mahal. Untuk menangisi pria seperti Rudi."jawab Amelia sewot. Tiba-tiba Amelia traveling otaknya kemana-mana. Membayangkan malam pertama Rudi dan Kamila, jeruk makan jeruk.

Amelia bergidik ngeri, Reza memperhatikan gerak-gerik janda kampung yang telah menepati posisi di hatinya itu.

"Kenapa kamu bergidik seperti itu? Jangan-jangan kamu menghayal yang enggak-enggak?"wajah Amelia bersemu merah.

Kepergok oleh atasannya sedang membayangkan Rudi dan Kamila.

"Amit-amit Saya punya pikiran yang tidak-tidak. Yang ada saya itu sedang geli membayangkan sesuatu yang sama bersatu."ucap Amelia ia keceplosan. Lia menutup mulutnya seketika.

"Apa maksud dari ucapanmu sesuatu yang sama bersatu? "Tanya Reza penuh keheranan.

"Oh tidak apa-apa.. Saya hanya asalnya ngomong saja." Ucap Lia

"Kamu ada foto bersama dengan pengantin baru itu? Saya mau lihat tampanan mana mantan suamimu dengan saya."tanya Reza. Amelia mencibir. Ia mengambil ponselnya dan memperlihatkan fotonya beramai-ramai bersama pengantin..

Reza tercengang bibirnya sedikit menganga saat melihat foto pengantin baru itu?

Ia sangat tidak asing dengan wajah pengantin perempuan.

"Ini istri mantan suamimu? Demi perempuan ini ia menceraikan, diri mu? Apa yang dilihat oleh mantan suamimu pada perempuan seperti ini?"tanya Reza sambil menatap Amelia. Amelia mengangkat kedua bahunya.

"Entahlah saya tidak tahu.. mungkin perempuan tersebut hampir mirip dengan mantan tunangannya yang menghilang . Sama-sama wanita karir. Padahal aku tahu siapa perempuan itu? Ia hanya penjual bumbu di pasar rumor. Ternyata mertuaku tidak kurang jauh mainnya. Masa ia tidak mengenali wanita penjual bumbu yang sangat terkenal di pasar rumor itu." Amelia menceritakan semua rahasia yang ia ketahui pada Reza.

Entah mengapa ia sangat nyaman bercerita dengan Reza.

"Astaghfirullahaladzim! Aku sering melihat wanita ini bersama dengan para kolega-kolegaku. Mungkin ia wanita panggilan, yang di booking oleh salah satu kolegaku untuk menemaninya saat meninjau proyek di luar kota.. Apa mungkin mereka tahu ya, kalau wanita ini wanita jadi-jadian?" Reza sudah tidak kaget lagi jika sesama jenis saling menyukai.ia sudah sering menemukan pasangan aneh itu.

"Aku pun heran pernikahannya sangat mewah spektakuler. Pasti menelan uang ratusan juta, dari mana Kamila uang sebanyak itu ya? Masa hanya menjual bumbu dapur ia bisa kaya raya. Bahkan ia memanjakan mertuaku dengan uang yang cukup banyak. Sehingga mertuaku itu tega mendepak menantu kesayangannya istri dari anak laki-laki pertama." Reza menatap Amelia dengan tatapan tajam.

Amelia yang sangat antusias bercerita tidak sadar dengan tatapan horor dari Reza.

"Apa mertua?? Kamu masih mengharapkan jadi menantu di keluarga itu?"Amelia yang tidak sadar dengan ucapannya menyebut Ainun mertua. Menatap heran Reza.

"Amit-amit enggak ya? Jauh-jauh saya masih mengharapkan menjadi menantunya. Menikah dengan putranya musibah terbesar dalam hidupku." Jawab Amelia sewot.

"Kamu tadi memangil mertuaku!! Itu artinya kamu masih mengharapkan menjadi menantu Ibu tersebut."ucap Reza tepat di muka Amelia.

"Masa sih aku menyebutnya mertua? Bapak salah dengar kali? Aku menyebutnya mantan kok?"Amelia ngeles.

"Ngeles saja kamu seperti bajaj.. nyata-nyata saya mendengarnya dengan jelas. Kamu menyebut mertuaku itu, sampai mendepak menantu kesayangannya."Reza mengulang kembali ucapan Amelia dengan nada yang sangat sewot dan Ketus.

Amelia tertawa cekikikan melihat muka Reza yang sangat kesal.

"Ya Allah bapak hanya karena salah ucap saja. Bapak Sampai segitu sewotnya." Sahut Amelia dengan senyum manisnya ia menatap Reza yang sedang kesal.

"Sudah ya Pak kita lanjut lagi pembahasan tentang mantan suami saya... Jadi Bapak kenal dengan istrinya mantan suami saya itu?"tanya Amelia dan dijawab anggukan oleh Reza.

"Kenal sih enggak? Hanya pernah bertemu beberapa kali, wanita jadi-jadian itu selalu dibawa oleh teman bisnis saya.. minggu depan kamu ikut saya untuk melihat proyek di luar kota, kontraktor yang mengerjakan proyek ini. yang sering membawa Kamila kemana-mana.. kita akan lihat bertemu tidak kamu dengan Kamila istrinya mantan suamimu."PT. Reza entertainment.. banyak bekerja sama dengan kontraktor kelas atas..

" Kontraktor Bima pelangi.. Kamu kenal kan dengan Pak Bima? Tetapi bukan Pak Bima yang suka membooking Kamila.. Asistennya yaitu Pak Abbas. Mereka sedang mengerjakan proyek periklanan di bawah naungan PT. Reza entertainment. Minggu depan finishing Saya mau meninjau hasil kerja mereka. Kamu ikut dengan saya."PT. Reza entertainment meminta PT.Bima pelangi kontraktor mengerjakan iklan atau reklame di berbagai titik kota.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!