NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Ramuan Awet Muda

Laboratorium di Hutan Larangan tampak seperti ruang mesin kapal uap yang sedang bekerja lembur. Uap berwarna perak mengepul dari tabung distilasi kaca Pyrex milik Bara.

Di luar, hujan turun rintik-rintik, membasahi pagar Jelatang Api yang tumbuh semakin ganas.

Bara berdiri di depan pot besar berisi "Bunga Cendana Nirwana", tanaman purba yang bibitnya ia temukan di ceruk tebing paling dalam.

Meskipun Bara sudah menyiramnya dengan Serum Pertumbuhan Super dan pupuk kotoran kelelawar mutan, bunga itu hanya bereaksi sedikit. Ia hanya mekar satu kelopak setiap 3 bulan, seolah sedang melakukan aksi mogok kerja terhadap ambisi Bara.

"Sialan. Bisa-bisanya tanaman ini tidak terpengaruh serum pertumbuhanku" gerutu Bara sambil menyeka keringat di pelipisnya.

Bara menyadari satu hal: Alkimia bisa mempercepat proses, tapi tidak bisa menciptakan keajaiban dari ketiadaan. Bahan baku ini terlalu langka.

Setelah melalui proses ekstraksi yang sangat presisi selama 48 jam tanpa tidur, Bara hanya berhasil menciptakan 10 botol kecil cairan berwarna emas transparan yang kekentalannya mirip madu, namun aromanya bisa membuat orang yang menghirupnya merasa sedang berada di taman surga.

"Sepuluh botol. Hanya sepuluh," Bara menatap botol-botol itu dengan mata merah. "Lima untuk pribadi, lima untuk menghancurkan kewarasan para miliarder kota."

Malam harinya, di lantai dua ruko Nusantara Glow yang sudah disterilkan, berkumpullah lima orang yang akan menjadi eksperimen hidup paling mahal di abad ini.

Bara, Alisa, Viona, Clara, dan Rani

"Bara, kamu yakin ini tidak akan membuat kami tumbuh tanduk atau ekor?" tanya Viona, menatap botol emas di tangannya dengan ragu namun penasaran.

" Viona, saya juga akan meminumnya duluan jadi jangan kawatir, saya tidak pernah mencelakai orang-orang yang berhubungan baik dengan saya," jawab Bara dengan wajah serius. Walaupun bara tau viona hanya bercanda.

"Ini adalah Elixir Nirwana. Dia bekerja di tingkat seluler, membuang radikal bebas, dan mengunci kolagen pada posisi paling prima."

Bara meminum ramuan itu dengan sekali teguk dan diikuti Alisa, sebagai tunangan yang paling percaya pada kegilaan Bara.

Glek.

Disusul oleh Viona, Clara, dan Rani.

Hening sejenak.

Tiba-tiba, suhu ruangan terasa naik. Wajah mereka semua memerah seperti sedang demam tinggi. Bara merasakan sensasi seperti ada jutaan semut yang menggelitik kulit wajahnya.

"ADUH! PANAS!" teriak Rani sambil memegang pipinya.

Namun, rasa panas itu hanya bertahan satu menit. Digantikan oleh sensasi dingin yang menyegarkan, seolah mereka baru saja mencuci muka dengan air es dari puncak gunung tertinggi.

Perubahan itu terjadi di depan mata mereka.

Viona melihat ke arah Clara, dan dia menjerit kecil. "Clar! Kulitlu jadi bagus... pori-porilu hilang, wah gila"

Clara segera mengambil cermin. Dia ternganga. Wajahnya yang tadi tampak lelah karena kurang tidur, kini berubah menjadi sangat halus, cerah, dan kenyal. Garis-garis halus di sudut matanya lenyap total.

Viona sendiri tampak seperti kembali ke usia 18 tahun, namun dengan sorot mata wanita dewasa yang matang. Wajahnya menjadi Baby Face yang sangat menggemaskan namun tetap memancarkan aura otoritas.

Rani? Polwan galak itu kini tampak seperti siswi SMA yang sangat cantik, namun dengan postur tubuh yang tetap atletis (dan tentu saja, aset "boba"-nya tetap terjaga.

"Efeknya... luar biasa," desah Alisa sambil mengelus kulit lengannya yang kini seputih porselen dan selembut bayi "Bara, kita tidak bisa menjual ini dengan harga normal"

"Tepat, sekali" Bara menyeringai. "Lima botol sisanya... akan kita lelang terbuka, tiga bulan 1 botol. Dan kalian berempat adalah bukti hidupnya."

Beberapa hari setelah di lakukan pengumuman lelang produk terbaru, Ruko Nusantara Glow tidak lagi menerima antrean rakyat biasa, Di depannya terparkir belasan mobil mewah, mulai dari Lamborghini hingga Rolls-Royce.

Para konglomerat, istri pejabat, dan sosialita papan atas berkumpul di aula lantai satu yang sudah diubah Alisa menjadi ruang lelang elit.

Viona berdiri di depan sebagai pembuka acara. Dia memakai gaun backless yang memamerkan punggungnya yang kini mulus tanpa noda seujung jarum pun.

"Hadirin sekalian," suara Viona kini terdengar lebih jernih dan berwibawa. "Apa yang Anda lihat pada kulit saya, asisten saya, dan COO kami hari ini bukan hasil operasi plastik atau filter kamera. Ini adalah hasil dari Elixir Nirwana, produk baru kami"

"Produk ini adalah hasil evolusi dari produk sebelumnya, kalau produk sebelumnya bisa menghasilkan kulit cerah glowing, tapi tetap harus dijaga dan pemakaian rutin minimal sekali seminggu, kalau ini dengan meminumnya saja akan menciptakan awet muda selama ratusan tahun"

Empat wanita itu berdiri berjajar di atas panggung.

Alisa: Sang Kecantikan Klasik.

Viona: Sang Ratu yang Awet Muda.

Clara: Sang Gadis Porselen.

Rani: (Yang terpaksa hadir dengan masker tipis tapi matanya memancarkan kesegaran yang luar biasa).

Massa di bawah panggung gaduh. Mereka melihat bukti nyata. Wajah-wajah yang tampak sangat muda, segar, bertenaga, namun tetap memiliki kematangan seorang wanita dewasa. Impian setiap manusia yang terobsesi dengan keabadian visual.

Bara naik ke panggung. Dia memakai jas biru tua tanpa kemeja, hanya kaos dalam putih, tapi penampilannya yang kini sangat tampan membuat kegilaan kostumnya dimaafkan oleh para wanita di sana.

"Satu botol!" seru Bara, mengangkat sebuah peti kayu kecil berisi 1 botol emas. "Hanya satu botol yang tersisa untuk saat ini karena bahan bakunya sudah habis. Saya tidak tahu kapan tanaman akan mekar lagi. Mungkin tahun depan, atau mungkin beberapa tahun lagi." Kata-kata manis untuk pancingan di lemparkan, untuk menarik antusias orang yang hadir.

"Kita mulai lelangnya!" teriak Alisa dari meja panitia. "Harga pembukaan: 1 milyar "

"Dua Miliar!" teriak seorang istri menteri dari barisan depan tanpa ragu.

"Lima miliar!" sahut pemilik jaringan hotel internasional.

"Sepuluh miliar!" teriak seorang aktor pria yang takut kariernya redup karena keriput.

Bara berdiri di pinggir panggung, mengamati kegilaan itu sambil mengunyah permen jahe. Dia melihat perwakilan Darmawan di pojok ruangan, wajah mereka tampak pucat dan penuh dengki. Mereka ingin menawar, tapi bara tidak akan membiarkan mereka mendapatkannya.

"Gila, Al..." bisik Bara. "Manusia kalau sudah takut tua, akal sehatnya beneran pindah ke dompet."

Lelang berlangsung panas. Satu botol saja harganya sangat fantastis: 50 Miliar Rupiah.

Setelah lelang selesai dan para miliarder itu pulang, ruko kembali sepi. Namun, ada masalah baru.

Efek Elixir Nirwana bukan cuma pada wajah, tapi pada tingkat energi tubuh.

Viona tiba-tiba mulai melakukan push-up di tengah aula. "Bara! Kenapa badanku rasanya mau meledak?! Aku merasa sanggup lari marathon ke seluruh kota sekarang juga!"

Clara mulai membersihkan seluruh ruko dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Dia menyapu, mengepel, dan mengelap kaca dalam waktu sepuluh menit tanpa berkeringat.

" Bara! Saya merasa pinter banget! Saya bisa hafal seluruh daftar harga obat dalam sekali liat!" seru Clara sambil terus berlari membawa sapu.

Alisa sendiri mulai menghitung laporan keuangan dengan kecepatan kalkulator super. Tangannya bergerak seperti bayangan di atas tablet.

Bara memegang kepalanya. "Aduh, maaf... aku lupa bilang. Efek sampingnya adalah peningkatan metabolisme mendadak. Kalian akan jadi sangat aktif selama 5 jam ke depan."

Rani yang sejak tadi diam, tiba-tiba memukul tiang ruko yang terbuat dari beton. BUM! Tiang itu sedikit retak.

"Bara..." Rani menatap tangannya dengan ngeri. "Kalau saya patroli dengan energi begini, saya bisa nangkep maling sekalian sama motor-motornya saya angkut..."

Bara tertawa terbahak-bahak. "Bagus, Rani! Itulah yang namanya Polwan Super! Tapi tolong, jangan hancurkan rukoku, ini masih sewa—eh, maksudku ini pemberian Viona!"

Malam harinya, saat mereka berlima sedang "downtime" di lantai tiga (setelah lelah karena terlalu aktif), seorang pelayan masuk membawa undangan.

"Maaf bos mengganggu waktu istirahatnya, ini ada kiriman katanya dari Bapak mantan Pejabat yang Mas sembuhkan beberapa hari yang lalu di rumah sakit."

Isinya adalah undangan makan malam mewah di rumah pribadinya sebagai tanda terima kasih. Orang itu juga mendengar tentang suksesnya lelang Elixir Nirwana dan ingin menawarkan "perlindungan politik" untuk bisnis Bara.

Bara menatap keempat wanita di sekelilingnya. Mereka semua tampak sangat bercahaya. Wajah-wajah mereka yang kini Baby Face membuat Bara merasa sedang memimpin sebuah kelompok idola daripada perusahaan farmasi.

"Gimana? Kalian mau ikut?" tanya Bara.

"Tentu saja ikut!" sahut Viona disertai anggukan dari Clara

"Aku harus ikut untuk mengawasi kontraknya," kata Alisa.

"Saya ikut untuk keamanan," tambah Rani

Bara berdiri "Oke. Tapi satu syarat. Jangan ada yang pakai baju yang terlalu ketat. Saya tidak mau pejabat itu mati serangan jantung karena melihat perubahan drastis kalian."

"Bara," panggil Alisa pelan. "Kenapa kamu nggak pernah betul pakai sendal, ada gak sih ramuan untuk itu? "

Bara melihat ke arah kakinya yang masih setia dengan sandal Swallow beda warna. "Ah, ini namanya fashion, ini ciri khas dari diriku sang tabib gila."

Mereka tertawa bersama. Di tengah kesuksesan dan kecantikan yang abadi, Bara tetaplah si "Tabib Gila" yang lebih mencintai sandal karetnya daripada kemewahan yang ia ciptakan.

Darmawan mungkin masih berkuasa di gedung pencakar langitnya, tapi malam ini, Bara adalah penguasa wajah dan raga seluruh elit kota. Dan itu hanyalah awal dari rencana besarnya untuk membeli kembali kehormatan keluarganya.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!