Elysia Sylphy, seorang siswi SMA biasa dari Bumi yang mahir kendo, tiba-tiba terlempar ke dunia fantasi ketika ia pulang dari kegiatan ekskul kendo nya, di dunia fantasi itu, ia harus selalu waspada dengan yg ada di sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raphiel-Viel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3.1 Tugas Proyek dari Akademi
Caeril Fulvus duduk di tepi tempat tidurnya di kamar asrama Akademi Luminiella. Malam sudah larut. Lampu minyak di meja belajar menyala redup. Cahaya oranye samar menerangi kertas-kertas catatan sihir yang berserakan di lantai. Ia menggosok mata dengan punggung tangan. Mata terasa panas setelah seharian membaca buku tebal tentang aliran angin dasar. Napasnya pelan. Dada terasa berat.
Suara ketukan di pintu membuatnya tersentak. Ia bangkit perlahan. Lutut terasa kaku setelah duduk terlalu lama. Ia membuka pintu. Seorang pelayan asrama berdiri di depan, memegang gulungan kertas dengan segel resmi akademi.
“Surat tugas dari Guru Lumina,” katanya pelan. “Untuk Nona Caeril.”
Caeril mengangguk. Ia menerima gulungan itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Pintu ditutup kembali. Ia kembali ke tempat tidur. Duduk di tepi. Menatap gulungan itu sejenak. Segel lilin biru muda dengan lambang angin melingkar masih utuh. Ia membukanya perlahan. Kertas di dalamnya tebal. Tulisan rapi dari Guru Lumina.
*Nona Caeril Fulvus,*
*Untuk memenuhi syarat ujian akhir semester ini, Anda diwajibkan mengerjakan proyek kelompok: “Kolaborasi Sihir Buff dan Teknik Berpedang yang Digabungkan dengan Sihir Menyerang dalam Praktik Nyata”. Anda bebas milih dua anggota kelompok lainya dari siswa atau siswi mna saja di akademi (ataupun luar akademi dengan persetujuan guru pembimbing). Proyek ini harus diselesaikan dalam waktu dua minggu. Hasil presentasi akan menentukan nilai akhir Anda. Kegagalan akan berakibat pengulangan semester. Detail lebih lanjut ada di ruang guru besok pagi.*
*Guru Lumina*
Caeril menutup gulungan itu perlahan. Dada terasa lebih sesak. Ia menarik napas dalam-dalam. Uap putih keluar dari mulut. Ia menggosok lengan. Kulit terasa kasar karena kering. Ia menatap jendela kecil asrama. Langit malam gelap. Bulan purnama tersembunyi di balik awan.
Tugas proyek. Kolaborasi sihir buff dan teknik berpedang yang digabungkan dengan sihir menyerang dalam praktik nyata. Ia bebas memilih anggota kelompok. Pikirannya langsung tertuju pada dua nama: Ely dan Nyx. Ely dengan teknik berpedang yang presisi dan kemampuan buff yang kuat. Nyx dengan buff peningkatan indra pendengaran yang terlihat di festival akhir tahun lalu, serta buff-buff dasar lainnya yang sudah terlihat saat Nyx melindungi Ely dari serangan bayangan. Mereka berdua sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagian yang tidak bisa ia lepaskan.
Ia menutup mata. Dada terasa sesak. Ia ingat wajah Ely. Yang selalu tenang meskipun situasi kacau. Ia ingat Nyx. Yang sekarang sudah berubah. Tubuh lebih tinggi. Mata penuh cahaya perak samar. Mereka berdua sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagian yang tidak bisa ia lepaskan.
Ia membuka mata. Ia berdiri perlahan. Kaki terasa berat. Ia berjalan ke meja belajar. Mengambil pena. Kertas kosong. Ia duduk. Pena menyentuh kertas. Tulisan rapi mulai mengalir.
*Ely, Nyx,*
*Aku harap kalian baik-baik saja setelah kembali dari Nocturne. Aku tidak bisa ikut karena tugas akademi, tapi aku selalu memikirkan kalian.*
*Hari ini aku mendapat tugas proyek kelompok dari Guru Lumina. Tema “Kolaborasi Sihir Buff dan Teknik Berpedang yang Digabungkan dengan Sihir Menyerang dalam Praktik Nyata”. Aku bebas memilih dua anggota kelompok dari luar akademi jika diizinkan. Aku langsung memikirkan kalian berdua. Ely dengan teknik berpedang dan buff yang luar biasa. Nyx dengan buff peningkatan indra pendengaran dan buff-buff dasar yang sudah terlihat di festival. Aku tahu kalian baru saja pulang, tapi aku butuh bantuan kalian. Proyek ini penting untuk nilai akhirku. Tanpa kalian, aku tidak yakin bisa menyelesaikannya dengan baik.*
*Aku akan menunggu jawaban kalian. Datanglah ke akademi besok pagi jika kalian mau. Aku akan menjelaskan detailnya di sana. Aku percaya pada kalian. Terima kasih.*
*Cae*
Ia melipat kertas. Menutup amplop. Ia berdiri. Berjalan ke jendela. Menatap langit malam. Bulan mulai muncul dari balik awan. Cahayanya perak samar menerangi ruangan.
[Perspektif Ely & Nyx – Di The Golden Inn]
Ely duduk di kursi kayu di ruang tamu kecil The Golden Inn. Nyx duduk di sebelahnya. Meja kayu sudah disiapkan dengan dua mangkuk sup dan roti segar. Di sampingnya ada amplop putih dengan segel lilin biru muda — lambang angin melingkar dari Akademi Luminiella. Tulisan di amplop rapi. Ely langsung mengenali huruf Cae.
Ely membuka amplop dengan hati-hati. Kertas di dalamnya tebal. Tulisan Cae jelas dan teratur.
*Ely, Nyx,*
*Aku harap kalian baik-baik saja setelah kembali dari Nocturne. Aku tidak bisa ikut karena tugas akademi, tapi aku selalu memikirkan kalian.*
*Hari ini aku mendapat tugas proyek kelompok dari Guru Lumina. Tema “Kolaborasi Sihir Buff dan Teknik Berpedang yang Digabungkan dengan Sihir Menyerang dalam Praktik Nyata”. Aku bebas memilih dua anggota kelompok dari luar akademi jika diizinkan. Aku langsung memikirkan kalian berdua. Ely dengan teknik berpedang dan buff yang luar biasa. Nyx dengan buff peningkatan indra pendengaran dan buff-buff dasar yang sudah terlihat di festival. Aku tahu kalian baru saja pulang, tapi aku butuh bantuan kalian. Proyek ini penting untuk nilai akhirku. Tanpa kalian, aku tidak yakin bisa menyelesaikannya dengan baik.*
*Aku akan menunggu jawaban kalian. Datanglah ke akademi besok pagi jika kalian mau. Aku akan menjelaskan detailnya di sana. Aku percaya pada kalian. Terima kasih.*
*Cae*
Ely menutup surat itu pelan. Dada terasa hangat sejenak. Ia menoleh ke Nyx. Nyx sedang menatapnya dengan mata yang penuh pertanyaan.
“Proyek kelompok,” kata Ely pelan. “Cae minta kita bantu. Dia bebas memilih anggota. Dan dia memilih kita.”
Nyx tersenyum kecil. Ekornya melengkung lebih tinggi. “Aku mau,” katanya. “Cae sudah banyak membantu kita. Sekarang giliran kita.”
Ely mengangguk. Ia menatap surat itu lagi. Tulisan Cae rapi, tapi ada goresan kecil di akhir kalimat. Seperti tangan yang ragu sejenak sebelum menulis. Ely tahu Cae sedang menghadapi sesuatu. Tapi ia tidak bilang apa-apa. Ia hanya meminta bantuan untuk tugas proyek.
Ely menarik napas pelan. Dada terasa lebih ringan. Mereka sudah pulang. Mereka sudah selamat dari Nocturne. Mereka sudah punya janji baru. Dan sekarang… ada tugas baru.
“Kita bantu dia,” kata Ely. “Besok pagi kita ke akademi.”
Nyx mengangguk. Ia menggenggam tangan Ely pelan. Tangan yang sekarang lebh panjang dan lebih hangat.
“Kita bareng,” bisiknya.
Ely tersnyum kecil. Ia mengangguk.
Mreka bareng.
Malam masih panjang. Tapi kali ini, Ely tidak merasa sendirian.
Dan Nyx… Nyx sudah menjadi bagian dari keluarga yang lebih besar.