NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Sensitif

"Ah!" Sebuah pukkulan melayang ke arah punggung Sophie hingga wanita itu hampir jatuh. Ternyata Lana memukkulnya dengan bantal kursi. Kesempatan itu digunakan Fian untuk mendorong Sophie hingga jatuh tersungkur ke lantai.

"Kalian sudah gila ya. Aku hanya mengecek tanda lahirnya saja kok, tapi itu benar. Kamu memang Alessandro," sahut Sophie sambil beranjak berdiri.

"Apa?" Fian yang mengusap kedua pergelangan tangannya, menunduk ke bawah. "Tanda lahir?"

"Iya. Alessandro punya tahi lalat kembar di pinggangnya." Sophie merapikan bajunya.

"Bagaimana kamu tahu itu?" Fian masih membayangkan bagaimana hebatnya Sophie menguncinya dengan satu tangan hingga tak bisa bergerak. "Kamu kenapa cengkraman tangannya keras sekali sih, seperti tukang batu," keluhnya.

"Memang aku tukang batu. Aku kadang memahat patung."

"Apa!? Banyak sekali pekerjaanmu," gumam Fian heran pada wanita inj. Cantik dan pekerja keras.

Terdengar bel berbunyi.

"Oh, itu pasti makanannya datang. Cepat juga." Sophie bergerak ke pintu. Ia menerima beberapa bungkusan makanan dan kemudian menutup pintu. "Ayo kita makan."

Ketiganya berkumpul di meja makan. Sophie membagikan makanan yang dibukanya.

"Mesti pakai piring kali ya." Lana beranjak berdiri.

"Untuk apa? Makan saja begini. Kalo mau tinggal comot. Ini 'kan makanan cina," ucap Sophie melirik Lana.

"Oh, tapi sayang kalo ada sisa."

"Kamu mau cuci piring? Aku gak masalah. Kalau aku biasanya, kalo ada masakan sisa, aku masukkan kulkas. Kalo mau makan lagi tinggal di-mikrowave."

Lana terdiam dan akhirnya kembali duduk.

"Lebih baik begitu, Lana. Daripada kamu capek," imbuh Fian.

Mereka kemudian mulai makan. Lana memperhatikan Fian dan Sophie. Ada garis kemiripan di antara keduanya walau tidak kentara. "Apa kalian ada hubungan saudara?" tanyanya penasaran.

Sophie dan Fian saling pandang. Sophie malah menunggu Fian yang tampak bingung tapi pria itu tak tahu harus bicara apa. Sophie akhirnya mengalah. "Eh, aku keluar sebentar ada yang ingin aku beli."

Lana heran melihat tingkah Sophie, begitu juga Fian.

"Sophie ...," panggil Fian tapi wanita itu malah makin bergegas pergi dan mengambil kunci mobilnya.

Sophie sudah tak tahan. Ia membuka pintu pagar dan mengeluarkan mobil.

Sepanjang perjalanan ia menangis. Air matanya berderai hingga akhirnya menepikan mobil di dekat tanah lapang karena pandangannya mengabur oleh derasnya air mata. Ia bersandar pada stir dan menumpahkan segenap perasaan. "Mom, untuk apa kau buat aku seperti ini ...? Kau membuat aku menghilang tapi tak satu pun yang berusaha mengingatku .... jadi untuk apa aku ada!? Untuk apa!?"

Sementara itu di rumah, Fian melirik istrinya. "Kenapa kamu bilang aku dan Sophie bersaudara? Memangnya kita mirip?"

"Wajahnya sih tidak, tapi kulit dan warna rambut kalian sama."

"Tapi bukan berarti kita bersaudara 'kan? Wajah kami berbeda. Banyak orang Itali juga seperti itu, kulit dan warna rambutnya."

"Iya, sih ...."

"Kamu jangan sembarangan tanya. Sophie kayaknya dia sangat sensitif mengenai dirinya. Kita tidak bisa memaksa kecuali dia membagikan informasi kepada kita." Ingat Fian.

Lana menunduk sambil menggigit ujung garpu plastik. "Maaf, Mas."

Fian kembali melanjutkan makannya.

"Tapi kenapa dia menolong kita ya, Mas?"

"Itulah yang aku tidak tahu. Hidupnya banyak rahasia."

Lana berpikir sebentar sambil memiringkan kepala. "Bagaimana kalau kita panggil "Kak"? Dia kayaknya lebih tua dari kita."

"Iya, gak papa." Fian juga tampak termenung. "Tapi kenapa kebisaannya banyak sekali ya. Dia saja pintar bahasa Indonesia tanpa cela. Pasti dia sangat cerdas." Tiba-tiba ia melihat jam di dinding. "Eh, udah solat ashar belum ya. Aku tidak tahu jadwal solat di sini."

"Tapi aku gak punya mukena untuk solat, Mas."

"Kita seadanya saja solat. Bajumu juga cukup tertutup kok."

***

Sophie sibuk merokok di dalam mobil. Ia melakukannya saat sedang banyak pikiran. Asapnya mengepul keluar dari jendela yang ia buka sedikit di samping. Tiba-tiba terdengar dering telepon. Ia mengambil ponselnya dari saku celana jeans dan kaget melihat nama yang tertera di layar. Ia membuka komunikasi dan meletakkannya di telinga.

Terdengar suara seorang pria yang berbicara dalam bahasa Rusia. "Agen 777, Anda diminta ke kantor pusat karena ada misi baru."

"Eh, baiklah." Wanita itu mematikan ponselnya. "Sialaan, aku harus kembali ke Moskow, lagi. Gak tau balik kapan. Bagaimana dengan Fian dan Lana? Ah, pesan katering aja!" Kembali ia membuka ponsel.

Beberapa saat kemudian, Sophie pulang. Ia bergegas masuk. "Mana mereka?" Dilihatnya makanan di meja baru di makan sedikit. Ia mengetuk kamar Fian tapi tak ada jawaban. Saat dibuka, keduanya tampak sedang solat. "Ini solat 'kan ya. Do'anya orang islam. Kenapa pula Fian masuk islam? Ck, ah! Bagaimana bapak tua itu melihat anaknya begini ya? Pasti dia tercengang." Ia pun menutup pintu. "Ah, sebaiknya aku beres-beres dulu."

Selagi menarik koper keluar, ia melihat Lana dan Fian tengah makan. Keduanya terkejut mengetahui Sophie ada di rumah.

"Sophie ...." Fian menoleh.

"Kak Sophie, maaf ya. Apa tadi kata-kataku jahat? Maaf ya. Aku sungguh minta maaf." Lana datang menghampiri. Wajahnya tampak menyesal.

"Oh, tidak apa-apa. Kenapa kamu memanggilku "Kak"?" Sophie merapikan tas selempangnya.

"Oh, karena Kakak lebih tua dariku dan Fian. Kamu tak masalah, kan?"

Sophie terharu. Belum pernah ia merasakan seterharu ini. Matanya bahkan mulai berkaca-kaca.

"Eh, Kakak mau ke mana?"

"Oh, aku harus pergi ke Moskow, sekarang."

"Moskow?" Fian mengerut dahi.

"Tapi Kakak 'kan belum makan? Apa tidak sebaiknya Kakak makan dulu? Tidak buru-buru, 'kan?" bujuk Lana.

"Tapi ...."

"Kakak tidak suka makan dengan kami?"

"Bukan begitu ...."

"Ayo, Kak, makan. Nanti Kakak sakit lagi di jalan."

Bujukan Lana ampuh. Sophie melihat ketulusan Lana yang membuat ia merasa dibutuhkan. "Ya sudah, aku makan ya."

Lana tampak senang.

"Nanti kalo aku pergi, mungkin agak lama, tapi jangan takut. Aku sudah pesan katering untuk makan pagi-siang-malam selama sebulan, jadi kalian tidak akan kekurangan makanan."

"Terima kasih, Kak."

Senyum Lana mencairkan hati Sophie yang kesepian.

"Oh, iya, apa kamu bisa belikan kami sajadah dan mukena," imbuh Fian. Ia sebenarnya enggan, tapi ia punya uang yang tak bisa ia gunakan. Ia terpaksa meminta tolong Sophie.

"Apa itu? Pakaian solat agamamu?"

"Nanti aku ganti," sahut Fian sedikit canggung.

"Oh, tidak apa-apa. O iya, nanti kalian pakai saja pakaian yang ada di dalam lemari ya." Sophie menarik kursinya.

***

"Bagaimana ini? Kenapa mereka bisa menghilang!?" Adrian gemas sendiri.

Eugine hanya bisa diam di samping bosnya. Ia juga tidak mengerti bagaimana anak tuannya itu bisa lenyap begitu saja seperti asap. Ia sudah mencari ke toilet tempat keduanya pergi tapi tak ada siapa pun di sana. Kalau ada penculikan, setidaknya ada teriakan hingga mereka sadar, tapi itu pun tidak ada. Apakah istri anak bosnya itu diculik sehingga sang anak majikan mengikuti si penculik? Tapi sejauh ini tidak ada tanda-tanda mencurigakan di bandara itu sehingga sulit menyimpulkan kejadian itu. "Saya sudah cari ke seluruh rumah sakit di Sicilia ini, Tuan, tapi kami tak bisa menemukannya."

"Apa mungkin ada yang mengetahui hal ini dan menculik anakku!?" Adrian yang gemas, berbisik dengan Eugine. Ia tidak ingin ada orang lain tahu tentang hal ini walau mereka saat ini ada di ruang kerjanya di lantai satu.

Bersambung ....

1
Uthie
ditunggu lagiiii 💪
erviana erastus
kalo kamu curiga knp anteng2 aza adrian menyebalkan
Rahma Inayah
lnjutkn thir
Uthie
lanjutttt 💪💪💪
Rahma Inayah
cerita Sophie semasa kecil panjg juga
Baby_Miracles: heum, iya
total 1 replies
erviana erastus
flashback nya panjang banget thor 🤭
Uthie: betullll sekali 🤭
total 1 replies
Rahma Inayah
oh bgtu cerita hidup Aurora bearti penjahat nya salh tangkap .untung Aurora mau bertukar baju klu TDK nyawa nya melayang sdh
Uthie
Lagiiiiii 🤩
Rahma Inayah
up LG penasaran dgn ceritanya
Uthie
Lagiiii dong 😍👍
Uthie
Duhhh... kapan sihh tuhhhh si Vivian dan anaknya ke bongkar 😌
Rahma Inayah
kan bnr semua nya rencana viviana dan gorgio ank nya bgtu pun dgn ledakan di bandara .semoga Fian BS membongkr penghianatan viviana dan anknya juga selingkhn viviana juga tentg kematian ibunya
erviana erastus
pak tua tolol 🤣 .... vivian cs nggak lama terbongkar semua ulahmu
Rahma Inayah
lnjut Thor, ayo.sohie bongkar kebohongan ale palsu
Rahma Inayah
siap kah yg nyuruh nya JD Ale palsu mkn penasaran ceritanya
Rahma Inayah
sejaht apa pun Linda ttp istri Fian yg tlh menemani nya 5 THN LM nya walaupun perrilku dan pribadinya TDK spt Lana
Rahma Inayah
km GK tau aja Adrian klu meteo SDH di door oleh gorgio sendri
erviana erastus
adrian tolol suka kali dijadikan boneka vivian dan georgio 😏😏😏
Rahma Inayah
lanjut thor
YuWie
mafiaa apaa fian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!