NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sampai pagi martabak manis itu tidak kusentuh sama sekali. Apalagi saat Om Abi bilang itu dari putranya.

Moh Aku, moh!

Belum apa-apa dia sudah mencari masalah denganku. Awas aja dia!

“Din, martabaknya beneran nggak mau dimakan?” tanya ibu untuk kesekian ratus kali.

Aku menggeleng, “Itu rasanya pahit, sepahit empedu.”

Ibu seketika terkejut, “Masa sih?” katanya dan langsung mencicipi makanan lembut itu. Kuperhatikan ibu seperti berpikir.

Tapi Aku tahu apa yang ibu pikirkan.

Ceklek!

Ayah datang bersama mas dokter.

“Ibu kenapa?” tanya Ayah heran melihat ekspresi ibu.

Ibu menatap Ayah dengan alis hampir menyatu, “Coba Ayah yang cicip—” kata ibu menyuapi Ayah martabak. “Apa rasanya, Yah?”

“Ya rasa martabak.” jawab Ayah cepat.

Aku memutar bola mata.

“Kenapa, Bu?” tanya Kim Taehyung kw. Hari ini dia memakai pakaian rapi. Syukurlah sepertinya hari ini dia kembali bekerja, dan tidak di kamarku lagi seharian.

“Coba mas Aydan yang cicip,” ibu pun menyuapi lelaki itu. “Menurut mas Aydan rasanya manis apa pahit?”

Mas dokter menelan martabak itu terlebih dahulu sebelum menjawab, “Manis.” jawabnya seraya menatapku.

Hei maksudnya apa? Aku memang begitu, manis.

“Memangnya ada apa, Bu?” Ayah bertanya.

“Ini loh si Dinda,” ibu menatap mas dokter, “Mas Aydan, kalau pemeriksaan ada gangguan di lidah ke spesialis apa ya?”

Lelaki itu menatapku lagi, “Memangnya lidahnya kenapa?”

Aku menggeleng.

“Kata Dinda martabak ini rasanya pahit sepahit empedu, padahal kita semua makannya terasa manis ‘kan?” tanya ibu kepada dua lelaki beda generasi itu.

“Bukannya ini makanan favoritmu?” tanyanya.

Aku menggeleng lagi, “Makanan favoritku sudah ganti.”

“Oh... Jadi itu alasannya.” seru ibu, “Mas Aydan, ibu perhatikan sepertinya Dinda sekarang lebih suka makan oatmeal di campur buah gitu loh!”

Allahu Akbar... Penelitian terngawur dari ibu Elyana dalam sepanjang hidupku. Aku bukan suka dengan itu, tapi memang hanya itu yang diberikan padaku selama Aku sakit. Di mana letak kamera? Aku mau melambaikan tangan, mau menyerah.

“Bagus. Kalau begitu nanti Aku belikan lagi oatmeal berbagai rasa biar Dinda nggak bosan.” ujar mas dokter.

Mbuh lah! Terserah!

Aku memilih membaringkan tubuhku yang masih sakit, dan berbaring membelakangi ketiga orang itu. Lebih baik Aku tidur saja, semalaman Aku tidak bisa tidur karena memikirkan nasib nonton konser yang kemungkinan batal karena pernikahan gaib itu.

\*

Aku di bangunkan oleh suster untuk makan siang. Seperti yang diucapkan mas dokter, berbagai jenis macam oatmeal sudah tersedia di atas nakas samping ranjang. Pasti dia lah tersangkanya.

“Mbak, Dinda mau makan lontong sayur aja bisa nggak? Itu ‘kan lembut juga.” kataku dengan netra memohon pada suster yang menjagaku.

“Nanti mbak tanya dokter Aydan dulu.” jawabnya dan hendak menghubungi lelaki itu dengan telepon kamar, tapi Aku langsung menahan tangannya.

“Nggak usah, Mbak.” sahutku cepat.

Kenapa apa-apa harus nanya dia sih?

“Tadi dokter Aydan sudah datang kunjungan ke kamar ini waktu kamu masih tidur, trus dia pesan kalau Dinda butuh sesuatu bilang padanya.” jelas suster, btw suster ini sudah Aku masukan ke dalam list temanku. Teman baru di rumah sakit.

Aku mendengus pelan.

Untuk sekarang siapapun jangan mencari masalah denganku, Aku sedang dalam mode senggol batcok saat ini.

“Nggak usah, Mbak. Dinda makan MBG dari rumah sakit aja.” kataku malas.

Kalau bukan untuk cepat sembuh, Aku tidak akan dengan suka rela makan makanan rumah sakit yang rasanya sangat hambar ini.

Kalau kata Aira, kita tuh anak micin banget.

Brak!

Baru saja disebut, Aira datang dengan wajah khas merajuknya anak orang kaya.

Bawa masalah apalagi nih anak! batinku.

“Mbak sus, Dinda boleh ditinggal aja, sudah ada sahabat Dinda di sini.” ucapku pada suster yang Aku lupa namanya. Aku tahu wanita itu berada di dalam kamarku atas perintah mas dokter. Sebab setelah Ayah dan ibu pulang, dia tidak bisa menjagaku karena harus bekerja. Sesuai tebakanku.

Suster itu mengangguk, “Mbak bilang sama dokter Aydan dulu—”

“Nggak usah Mbak, nanti sahabatku aja yang sampaikan melalui dokter Adikara, dia pacar dokter obgyn itu soalnya.” ucapku pada suster membuat Aira bersungut kesal.

“Mantan.” sahut Aira cepat.

Aku dan suster saling lirik sekilas.

“Kalau gitu, Mbak keluar sekarang ya, Din. Itu mbak sudah tinggalin nomor Mbak di buku catatan dalam laci. Kalau kamu butuh Mbak, langsung hubungi nomor itu dan Mbak pasti akan langsung datang.” katanya dan keluar dari kamarku, sebagai sesama perempuan Mbak suster itu pasti sangat mengerti.

“Ra, tolong dekatkan dulu makanan dan minumanku sebelum kamu cerita.” ujarku kepada gadis yang bibirnya dia majukan melebihi hidung mancungnya.

Aira pun patuh.

“Jadi, gue sama Ayang sudah putus.” Aira memulai ceritanya yang membuatku tidak terkejut.

Tapi bagaimana pula ceritanya sudah putus tapi masih manggil Ayang? Kalau gitu bisa nggak ceritanya langsung end saja? Aku sudah pusing duluan soalnya.

“Masa dia bilang, Aku mirip dengan Song Hye-kyo?” kata Aira tidak terima.

“Terus?” Aku pura-pura menanggapi.

“Ya yang benarkan Aku lebih mirip sama mantan istrinya siapa tuh aktor Korea yang sekarang nikah sama aktris Inggris itu?”

Benar ‘kan tidak usah ditanggapi.

Aku menjawab setelah berhasil mengunyah makanan dalam mulutku, “Song joongki.”

“Nah itu.”

“Terus?” tanyaku lagi.

Aira terdiam. Aku tahu pasti dia bingung dengan pikirannya sendiri.

“Jadi lo sekarang mau nikah sama mas Agustd lagi bukan dengan Kak Jonie?” tanyaku seraya mengelap bibir dengan tisu. Aku sudah selesai makan tapi tidak habis, makanannya bukanlah seleranya Kim Dinda.

“Iya dong. Cuma mas Agustd yang tidak—”

“Jon, bawa pacarmu keluar.” ujar mas dokter yang berdiri di ambang pintu.

Kak Jonie menghela, ia berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar dan mendekati Aira, “Sayang, Song Hye-kyo dan istrinya Song Joongki itu orang yang sama.”

Aira menjawab, kak Jonie juga menjawab lagi dan begitulah seterusnya.

“Dari tadi Aku nyariin kamu loh, Sayang. Kata kamu mau makan siang di cafe depan, ‘uhm?” drama sudah setengah jalan.

Aku hanya menonton drama live depan mataku dengan mulut terbuka alias melongo, karena seru tanpa sadar ternyata mas dokter menatapku saat tanpa sengaja Aku menoleh ke arahnya.

Aku seketika menatap ke segala arah kecuali tempat dia berdiri.

Dan lelaki itu pun berjalan mendekatiku, lalu menarik kursi ke samping ranjang. Membuka plastik yang dia bawa yang baru aku sadari.

Mataku melebar ketika mas dokter membuka mangkok plastik itu, harumnya sangat sopan di indera penciumanku.

Kim Taehyung kw membawa lontong sayur sesuai pesananku. Pasti mbak suster yang mengadu padanya.

“Terima kasih, mas dokter.” ucapku senang, ku cium pipinya sebagai ungkapan terima kasih.

Suara drama antara kak Jonie dan Aira mendadak berhenti, Aku sontak menoleh ke arah mereka.

“Dinda, apa yang barusan lo lakuin?” tanya Aira dengan ekspresi terperangah membuatku menaikkan sebelah alis.

Memangnya Aku melakukan apa?

\*\*\*

1
Sari Saputri
suami suami yang kehilangan para istrinya 😄
Sari Saputri
apa itu libur kim dinda 🤣
Sari Saputri
pusing2 kepala baca nya kakanda /Chuckle/
Sari Saputri
sedikit banget thorr, double up dong thorr
Sari Saputri
kim dinda lihat Ayah Danu dan ibu El obrolan mereka udah bahas cucu aja, siap2 mandinya sebelum subuh trus karena kakandamu ada tim support nya /Facepalm/
❥Aiyuiy☘︎: wkwkwkwkw habislah Dinda
total 1 replies
Sari Saputri
hei kim dinda jangan menolak ingat sudah ada kakanda 🤭 nanti kakandamu ngadu ke lakinya Aira
Sari Saputri
aaaiiihhhh..... pancing trosssss buk El 😄 lebih bagus lagi kalau di depan kim dinda /Grin/
Sari Saputri
ayah Danu mas Aydan ini dokter loh yah mosok mandiin embek suruh kim dinda ajalah yah lebih mumpuni 🤣
Sari Saputri
cepat sehat pak luruh sebelum istrimu bebas bisa2 mencak2 nanti istrimu jika tahu penyakitmu
Sari Saputri
dasar kakanda gombal gembel trossss
❥Aiyuiy☘︎: wkwkwk gombal gembel🤣
total 1 replies
Sari Saputri
ampun dah kakanda suka kali minta imbalan
Sari Saputri
bukannya enak kim dinda menikah, makanan selalu tersedia 🤭
Sari Saputri
hahahhahhaa.... kum dinda mau ngibuli kakanda, keknya gak berhasil 😄 gagal maning gagal maning /Facepalm/ siap2 kim dinda habis sudah dirimu malam ini /Joyful/ apa gak ada plan 2 kim dinda 🤣
Sari Saputri: terima nasib ajalah kim dinda 😄
total 2 replies
Sari Saputri
seperti apa kim dinda tolong di perjelas jangan buat yang baca jadi pinisirin
Sari Saputri: okeh thor
total 2 replies
Sari Saputri
berarti yang boleh jadi ARMY hanya yang gadis2 ajeh nih kim dinda 🤭
Sari Saputri: hahahhahahaaa...../Smirk/
total 2 replies
Sari Saputri
comot aja ibu El mulutmya kim dinda kayak lagi buat tekwan, mumpung kakandanya lagi gak ada kalau ada kan ibu El-nya jadi gak enak hati 🤣
❥Aiyuiy☘︎: wkwk🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Rajin banget si Ayah
Blueberry Solenne
Manusia masker dong wkwkwkwk
❥Aiyuiy☘︎: hehe🤭
total 1 replies
Blueberry Solenne
Waduh piye bacanya ini tu hahahahahahahaha
Blueberry Solenne
wkwkwk baru juga baca udah komedi, Dinda haw ayu? 🤣🤣🤣
Blueberry Solenne: Aku mau PC gak bisa kak😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!