NovelToon NovelToon
Tritagonis

Tritagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Poligami / CEO / Cintamanis / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Girl_Rain

Setelah kesalahan yang dilakukan akibat jebakan orang lain, Humaira harus menanggung tahun-tahun penuh penderitaan. Hingga delapan tahun pun terlewati, dan ia kembali dipertemukan sosok pria yang dicintainya.

Pria itu, Farel Erganick. Menikahi sahabatnya sendiri karena berpikir itu adalah kesalahan diperbuat olehnya saat mabuk, namun bertemu wanita yang dicintainya membuat Farel tau kebenaran dibalik kesalahan satu malam delapan tahun lalu.

Indira, sang pelaku perkara mencoba berbagai cara untuk mendapat kembali miliknya. Dan rela melakukan apapun, termasuk berada di antara Farel dan Humaira.

Sebenarnya siapa penjahatnya?

Aku, Kamu, atau Dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girl_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Menutup Aurat

  Akhirnya makan malam yang direncanakan akan makan bertiga di satu meja menjadi dua orang. Indira tidak bergabung dan bersemayam dalam kamarnya, sehingga Humaira mengantarkan nampan berisi makanan ke kamar Indira.

 Humaira mengetuk pintu. "Indira. Ayo, makan. Penyakitmu bisa kambuh kalau tidak makan."

 Tidak ada sahutan. Humaira menghela napas. "Baiklah. Aku meletakkan kembali makanannya di meja makan. Nanti kalau lapar, turunlah ke bawah. Jangan lupa shalat isya ya."

 Humaira menyerah dan membawa nampan ke dapur. Di sana Humaira bertemu Farel yang duduk anteng di meja makan. Pria itu fokus pada laptop.

 "Farel, apa terjadi sesuatu antara kamu dan Indira? Mendadak Indira tidak mau makan. Aku mencemaskan kondisinya," tutur Humaira.

 Suara Humaira menyentak kesadaran Farel. Lantas Farel menutup laptop. "Kamu nggak perlu khawatir. Nanti kalau lapar, dia pasti ke sini untuk makan. Dia bukan anak kecil yang perlu dibujuk supaya mau makan."

 Farel berdiri dari kursi. Memegang laptop diantara lengan dan pahanya, lalu berjalan mendekati Humaira. "Ayo, kita shalat isya. Setelah itu tidur."

 Farel menggenggam tangan Humaira dan mengajaknya ke kamar.

 Dan mata Humaira menatap pintu kamar Indira sebelum pintu kamarnya tertutup sempurna.

 Keesokan harinya.

 Humaira meraih dasi di atas kasur dan mengalungkannya pada leher Farel. "Bagaimana cara pakainya?"

 Farel menunjukkan caranya pelan-pelan dengan memakai dasinya sendiri. "Bisa kamu lakukan?"

 Humaira mencerna. "Kayaknya bisa."

 Lantas Farel melepas dasi dan menyodorkan lehernya pada Humaira. Meski agak lamban Humaira akhirnya berhasil memasang dasi.

 "Tapi nggak rapi. Kayaknya kamu perlu memasangnya lagi," gerutu Humaira.

 "Nggak papa. Ini udah bagus kok." Farel mengelus rambut Humaira.

 "Yaudah. Yuk, turun. Nanti kamu telat." Humaira mengambil tas kantor dan menggandeng Farel ke bawah menuju pintu utama.

 Farel mengambil tasnya dari Humaira dan memberikannya pada Fedrik. Menipiskan jarak dengan Humaira dan mencium kening Humaira sambil bershalawat. "Maaf ya. Padahal ini masih masa pengantin kita, tapi aku harus berangkat kantor. Sudah sebulan kebanyakan aku menyerahkan urusan kantor pada Fredrik, setelah ini mungkin aku bakal pulang malam. Tidur duluan ya, jangan menungguku."

 "Baik." Humaira menyalami Farel dan bershalawat juga.

 Farel keluar dari rumah, dan Humaira memerhatikannya di pintu utama sampai mobil Farel telah melewati gerbang.

 Saat memutar raga, Humaira dikejutkan akan sosok Indira yang turun dari tangga. Bukan masalah baru melihatnya setelah semalam mengurung diri di kamar, tapi rambut panjang terurai, kemeja dibaluti jas, dan celana panjang. Iya, pekerja kantoran.

 Buru-buru Humaira menghampiri Indira. "Kamu mau keluar?"

 "Iya. Aku mau kerja," ketus Indira, hendak melewati Humaira. Namun lengannya ditahan wanita itu.

 "Terus, kenapa pakaian kamu begini? Kemarin aku membelikan beberapa gamis untuk kamu pakai keluar rumah." Humaira menghadapkan diri pada Indira.

 "Memangnya kenapa? Aku biasanya juga pakai pakaian begini ke kantor," balas Indira memandang tajam.

 "Iya, biasa itu pas kamu belum masuk Islam. Sekarang status kamu muslimah, kamu wajib menutup aurat kamu," papar Humaira.

 "Tapi banyak kok perempuan beragama Islam yang enggak menutup tubuhnya," bantah Indira sampai melotot kan mata.

 Humaira mendengus. Otaknya berputar agar dapat berkilah tentang hal ini. "Y-ya kamu 'kan masuk Islam untuk menarik perhatian Farel, dan Farel tertarik padaku karena aku yang kek gini. Cantik, bukan?"

 Humaira berputar sedikit kanan-kiri membuat gamisnya mengikuti gerakannya.

 "Benarkah?" tanya Indira ragu. Dia mulai terpengaruh.

 Humaira tersenyum. "Iya. Makanya kita sebagai istrinya harus menuruti selera suami kita."

 Humaira menggenggam tangan Indira dan menarik Indira untuk mengikutinya. Namun tangannya malah disentak, Humaira berbalik. Ada sosok Indira yang napasnya tersengal-sengal disertai dada naik-turun.

 "Enggak, rasa tertarik itu ada bila ada rasa menyukai seseorang apa adanya. Bukan dari pakaian atau hal lainnya?" kilah Indira berbalik dan bergegas menjauh menuju pintu utama.

 "Apa segini saja usahamu?" teriak Humaira dan berhasil menghentikan langkah Indira. "Kamu sudah bersama Farel selama bertahun-tahun, tinggal serumah dengannya, apa ada perubahan dari teman menjadi orang yang terkasih? Aku membantumu karena aku mau bertanggung jawab atasmu yang baru masuk Islam, tidakkah kamu ingin memanfaatkan kesempatan ini? Aku bisa mengusirmu kalau kamu tidak menurutiku."

 Akhirnya Humaira mengeluarkan kartunya. Ancaman berupa tuan rumah yang membelalakkan mata Indira. Terserahlah ia memaksakan kehendaknya pada orang lain, dia telah terdidik sebagai pejuang dari kecil. Jadi, diam saat keburukan punya celah agar bisa dirubah bukanlah jalannya.

 Namun kaki Indira tetap melangkah keluar hingga sosoknya terhalang oleh pintu yang ditutup.

 Humaira menghela napas.

 Di dalam taxi Indira terbengong. Kalimat Humaira berputar di kepalanya selayaknya kaset rusak.

  "Kamu sudah bersama Farel selama bertahun-tahun, tinggal serumah dengannya, apa ada perubahan dari teman menjadi orang yang terkasih?"

Indira meraup wajahnya.

  "Aku membantumu karena aku mau bertanggung jawab atasmu yang baru masuk Islam, tidakkah kamu ingin memanfaatkan kesempatan ini?"

 "Heh, dia mau membantuku mendapatkan perhatian Farel? Sangat munafiq. Atau dirinya saja yang tidak terlalu mencintai Farel, maka mudah baginya menyerahkan Farel kepada perempuan lain."

"Aku bisa mengusirmu kalau kamu tidak menurutiku."

"Dan dia juga mengancamku. Aku tidak percaya ini."

 Jejeran toko yang terlihat dibalik jendela kaca mobil menarik minat Indira. Entah bagaimana kebanyakan pakaian yang dipamerkan di depan toko adalah gamis, atau.... matanya yang sedang fokus terhadap pakaian itu.

  "Berhenti."

  Dan supir taxi melakukan yang di dengarnya.

  "Ah, tidak. Jalan saja, Pak."

  Mobil pun kembali melaju.

  "Berhenti."

  Mobil kembali menepi.

  "Ah, sial. Kenapa aku menghentikannya? Terus jalan, Pak."

  Dan pak supir mengangkat injakan sepatunya.

  "Berhen--"

  "Apa ada tempat yang mau ada kunjungi, Mbak? Saya bisa menunggu," potong pak supir yang merasa perlu dipertanyakan keadaan penumpangnya.

  Indira mengerang, dan rambutnya diacak-acak. "Baiklah. Berhenti, Pak."

Setelah mengambil cuti dadakan dan menghilang tanpa kabar selama dua hari, sosok tersebut telah memasuki perusahaan dan berhasil menghentikan pandangan orang-orang.

...🌾🌾🌾🌾...

1
kalea rizuky
ini Farel ma Indira nikah gt kah
@Girl_Rain67: Nggak, nggak ada ikatan apa-apa soalnya Indira bukan Yahudi yang berpegang teguh agamanya.
total 1 replies
kalea rizuky
hmmmm gass mp
kalea rizuky
anakmu yg jalang kok nyalahin orang oh tua bangka
kalea rizuky: tau ih sebel bgt liat modelan aki2 tolol
total 2 replies
kalea rizuky
Farel ma Indira selama jd istri sering tidur bareng gk thor
@Girl_Rain67: Nggak pernah 😄
total 1 replies
kalea rizuky
Farel uda tau bukan anak nya np g cerai oon amat
kalea rizuky
uda tau kn berarti Rifka bukan anak mu jd jangan sok baik
kalea rizuky
Indira jahat amat lu
@Girl_Rain67: Cinta, Mbak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!