NovelToon NovelToon
SARANG

SARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Single Mom / Janda / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Shikacikiri

"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.

Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.

Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Sarah menatap mereka setelah menunggu cukup lama karena tak ada jawaban.

"Kenapa? " tanyanya.

"Oppa? " Ki Yong mengulang.

"Ya, kau yang mengigau semalam" tunjuk Sarah pada Ki Yong.

Ki Yong terkejut, merasa malu karena mengigau dan takut mengatakan hal yang lain lain.

"Mengigau apa? " tanya Jae Suk.

Sarah memperagakan diri seperti sedang tidur.

"Baiklah, aku tau kalian kakak nya, tapi benar ya Ji Min itu hanya adik! " ucapnya.

Wajah Ki Yong memerah, dia menelan salivanya merasa malu.

Jae Suk menyeringai dan menatapnya sinis. Ki Yong menunduk menghindari kaca spion.

"Jadi ku putuskan memanggil mu Oppa! Atau Hyung? " Sarah mulai bingung.

"Hyung lebih baik" jawab Jae Suk. b

"Ok Hyung" Sarah mengedipkan sebelah matanya.

***

Sampai di Gudang.

Sarah menatap mengelilingi sekitar.

"Semuanya masih sama" ucap Sarah.

"Ya, belum ada yang memakai gudang ini lagi. Mereka cukup takut dan bilang terlalu seram" jawab Jae Suk bersiap untuk masuk.

Ki Yong berjalan setelahnya, diikuti Sarah.

Jae Suk menunjukkan tempat dimana mereka melihat Sarah merangkak menghindari Jin Hyuk yang hendak membawanya.

"Di sini? " tanya Ki Yong menunjukkan tempatnya, memastikan satu kali lagi.

Sarah pergi ke dalam dapur.

"Dia terlihat sedang menendang Ji Hyuk, meronta seolah benar-benar akan dimakannya hari itu" jelas Jae Suk.

Ki Yong melihat punggung Sarah yang lenyap masuk dapur. Jae Sum ikut menatap.

"Hei... di sini kau tidak takut ya! " seru Jae Suk yang akhirnya ikut masuk.

Ki Yong menyusul.

"Aku belum sempat masuk ke dalam sini" Sarah membuka pintu kamuflase ini " Sarah masuk.

Kosong, tak ada apapun disana. Mereka bertiga diam sejenak. Ki Yong membayangkan ucapan Jae Suk yang menceritakan bahwa banyak freezer berjejer berisi kotak-kotak organ dalam manusia.

Bayangan orang orang hilir mudik mengemas terlihat, Ki Yong sudah dapat gambaran seperti apa nantinya scene yang akan diambilnya.

**

Ki Yong dan Sarah berlari menuju boarding pass yang sudah mulai akan ditutup.

"Ahhh, jangan dulu di tutup! " seru Ki Yong.

Mereka mempersilahkannya masuk, sementara itu Sarah tertinggal karena tersandung dan mencoba terus lari.

Ki Yong menunggu kemudian akhirnya dia melihat Sarah. Dia melebarkan satu tangannya, Sarah langsung meraihnya.

Mereka saling menatap, kemudian tersenyum.

"Untung ga ketinggalan! " ucap Sarah lega.

Mereka duduk di kursi masing-masing, yang masih beriringan. Kali ini Ki Yong duduk dekat jendela. Sarah melirik, mau bertukar tempat.

"Mau tukar tempat? " tanya Ki Yong.

Sarah tersenyum dan mengangguk.

"Mau! " jawabnya.

Saat hendak bangun, pramugara menegurnya.

"Tolong duduk dan kencangkan sabuk pengaman" ucapnya dengan sopan.

Sarah kembali duduk, mereka belum bisa bertukar tempat sampai lepas landas selesai.

Ki Yong sadar Sarah mulai panik, demam lepas landas. Dia menengadahkan tangannya ke arah Sarah.

Mata Sarah menatapnya.

"Apa? " tanyanya.

"Pegang tanganku, biar ga gugup" ucap Ki Yong.

"Haha, ga masalah, udah berapa kali terbang masa gugup terus" Sarah berusaha memberanikan diri.

Ki Yong memperhatikannya, Sarah menutup matanya, namun tetap gemetar. Ki Yong langsung memegangi tangannya.

Mata Sarah terbuka, dia menatap Ki Yong yang sekarang menutup matanya. Dalam hati, Sarah akui, dia sedikit merasa tenang saat menggenggam tangannya.

"Terimakasih" ucap Sarah.

"Nevermind" jawab Ki Yong.

Sarah tersenyum, kali ini memang tidak ada topik pembicaraan, jadi mereka hanya diam memejamkan matanya, hingga akhirnya tertidur.

***

Sampai di penjara.

Go He Jin melambaikan tangannya, sudah menunggu mereka.

"Loh! " tunjuk Sarah mengira dia takkan datang.

"Aku hanya malas pergi ke Jeju" ucap He Jin menjawab apa yang ada dibenak Sarah.

Mereka berjalan bersama, masuk ke dalam penjara.

Petugas meminta mereka untuk mengisi daftar tamu. Lalu menunggu persetujuan narapidana untuk mau atau tidak mau menemui mereka.

Petugas penjara datang sambil menggelengkan kepala.

"Dia tak mau bertemu" ucapnya.

"Ahhh, lupa! " He Jin baru teringat.

Sarah dan Ki Yong menatapnya.

"Katakan kalau Sarang ada di sini" lanjutnya.

Sarah membulatkan matanya, berpikir berarti dia harus masuk dan bicara dengan Jin Hyuk.

Ki Yong melihat reaksi Sarah.

"Apa itu akan berhasil? " petugas malah bertanya sambil melihat Sarah.

"Pasti" jawab He Jin yakin.

Sarah mendelik, tak suka dengan He Jin yang sangat percaya diri dengan mengorbankan dirinya.

He Jin melirik Sarah yang cemberut.

"Tenang, aku beri lebih" bisik He Jin.

Sarah tersenyum, Ki Yong menyeringai menertawakan perubahan sikap Sarah hanya karena akan ditambahkan uangnya.

Petugas itu kembali sembari tersenyum.

"Kau benar, dia mau" ucapnya sambil membukakan pintu.

Mereka berjalan melenggang ke ruang khusus.

Jin Hyuk sudah duduk menunggu di sana, dengan tangan yang masih di borgol yang diletakkannya di atas meja. Menunggu dengan tegang, dimana kakinya terus bergerak dan matanya menatap ke arah pintu.

Sarah menelan ludahnya, menggosok tangannya dan seluruh tubuhnya dengan cepat, berbicara paada dirinya sendiri.

"Ok, Sarah, tidak masalah, ini di penjara, dia takkan bisa melakukan apapun padamu"

Ki Yong tersenyum mendengarkan.

He Jin membuka pintu, dia masuk terlebih dulu. Kemudian Ki Yong lalu Sarah di urutan paling belakang.

Jin Hyuk melihat kakinya, sedangkan tubuhnya terhalang Ki Yong.

Sarah sengaja berjalan tepat di belakang Ki Yong, jelas untuk bersembunyi. Langkahnya pun terbata-bata, tak berani memunculkan diri.

Ki Yong menatap Jin Hyuk yang memang tampan dan bersih, beberapa tato menghiasi tangan dan lengannya. Dia melirik ke belakang, merasa heran karena Sarah bisa setakut itu padanya.

"Kau datang? " ucap Jin Hyuk.

Sarah terkejut, seperti tersengat listrik. Bulu romanya berdiri, tangannya refleks memegangi jaket Ki Yong.

"Hai Jin Hyuk, aku Go He Jin, kau.... "

Belum selesai He Jin memperkenalkan diri, Jin Hyuk berdiri dan mendekati Sarah yang masih bersembunyi di belakang Ki Yong. Tak sabar menunggu mereka duduk.

Tangan Ki Yong langsung menghalangi, mata Jin Hyuk menatap sadis pada Ki Yong.

"Minggir, aku mau melihatnya dulu" ucap Jin Hyuk.

Ki Yong merasakan, genggaman tangan Sarah semakin kuat di jaketnya.

"Duduk dulu, biarkan dia duduk" ucap Ki Yong menenangkan.

"Setidaknya bicara, agar aku tidak marah karena kalian membawa wanita lain untuk berpura-pura, dan aku tidak akan bicara sedikitpun" jelas Jin Hyuk.Sl

Sarah mengerutkan dahinya, dia tak mau kembali ke sini dua kali. Dia harus menyelesaikan ini hari ini.

Dengan memejamkan matanya kuat kuat, dia memberanikan diri bersuara.

"Ya, ini aku" ucap Sarah.

Ki Yong melirik, Sarah hanya bicara belum mau beralih dari punggungnya.

Jin Hyuk tersenyum mendengar suaranya, dia duduk dengan riang.

"Baiklah, duduk dan perlihatkan wajah mu" ucap Jin Hyuk.

Ki Yong berjalan perlahan, tangannya meraih tangan Sarah yang menggenggam jaketnya kemudian mengarahkannya untuk duduk di sampingnya.

Jin Hyuk melihat tangan mereka yang saling berpegangan.

He Jin memperhatikan drama ini, dan dia suka dengan situasinya.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!