NovelToon NovelToon
Setelah Kita Berpisah

Setelah Kita Berpisah

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kebangkitan pecundang / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Ariel tak menyangka pernikahannya dengan Luna, wanita yang sangat dicintainya, hanya seumur jagung.

Segalanya berubah kala Luna mengetahui bahwa adiknya dipersunting oleh pria kaya raya. Sejak saat itu ia menjelma menjadi sosok yang penuh tuntutan, abai pada kemampuan Ariel.

Rasa iri dengki dan tak mau tersaingi seolah membutakan hati Luna. Ariel lelah, cinta terkikis oleh materialisme. Rumah tangga yang diimpikan retak, tergerus ambisi Luna.

Mampukah Ariel bertahan ataukah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;👇

"Setelah Kita Berpisah" karya Moms TZ bukan yang lain.

WARNING!!!
cerita ini buat yang mau-mau aja ya, gaes.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32#. Fitnah

Di ruang kerjanya yang megah, Pak Raymond duduk dengan wajah serius. Di hadapannya, tergeletak ponsel yang menampilkan pesan dari Luna. Pria paruh baya itu, menghela napas panjang lalu memijat pelipisnya. Beberapa hari terakhir ini, kinerja Ariel memang sedikit menurun, tetapi dia tidak menyangka masalahnya akan separah ini. Apalagi, ada berita miring yang beredar tentang Ariel di media sosial.

Pak Raymond meraih interkom di mejanya dan menekan sebuah tombol.

"Nina, tolong panggilkan Ariel ke ruangan saya sekarang!"

*

Sementara itu, Ariel memasuki lobi kantor dengan perasaan aneh. Beberapa orang berbisik-bisik, menatapnya dengan pandangan penuh selidik. Dalam hati dia bertanya-tanya, "Ada apa? Kenapa mereka melihatku seperti itu?"

Akan tetapi, Ariel mencoba mengabaikannya. Baru saja dia masuk ke dalam ruangannya, ponselnya berbunyi. Tampak beberapa pesan dari Dian.

Ariel membuka pesan dari Dian. Jantungnya berdebar kencang saat membaca isi pesan tersebut.

"Ariel, aku minta maaf mengganggu pagimu. Tapi kamu harus lihat ini. Ada berita buruk tentang kita beredar di internet. Aku... aku tidak tahu harus berbuat apa." Emoji menangis.

Dian mengirimkan screenshot beberapa artikel serta komentar negatif tentang mereka berdua. Ariel terkejut dengan tatapan matanya yang tajam pada layar ponselnya.

Dengan perasaan campur aduk antara bingung dan khawatir Ariel membaca satu per satu artikel yang dikirimkan Dian. Berita-berita itu menuduhnya tidak profesional, memanfaatkan fasilitas kantor untuk bisnis pribadi, bahkan ada yang menyinggung tentang kehidupan pribadinya yang dianggap tidak bermoral. Komentar-komentar netizen pun tak kalah pedas, menghujatnya dengan kata-kata kasar dan menyakitkan.

"Ya Tuhan, berita apa ini? Siapa yang tega memfitnahku begitu kejam?" Ariel merasa seperti disiram dengan air cabe. Dia tidak menyangka masalah ini akan menjadi sebesar ini. Dan ini bisa berdampak buruk bagi karirnya, bahkan bagi hubungannya dengan Dian.

Tiba-tiba, interkom di mejanya berbunyi.

"Pak Ariel, diminta menghadap Pak Raymond ke ruangannya sekarang," suara Nina terdengar dari interkom.

"Astaghfirullah, kenapa masalah datang bertubi-tubi begini?"

Ariel meraup mukanya kasar, jantungnya berdebar semakin kencang. Dia merasa, ini bukan pertanda baik. Dengan langkah gontai, dia pun meninggalkan ruangannya dan menuju ke ruangan Pak Raymond. Dengan ragu, Ariel mengetuk pintu ruangan Pak Raymond.

"Masuk!" suara Pak Raymond terdengar dari dalam.

Ariel membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.Dia melihat Pak Raymond duduk di kursinya, wajahnya tampak dingin dan tanpa ekspresi.

"Silakan duduk, Ariel," kata Pak Raymond, menunjuk kursi di depan mejanya.

Ariel duduk dengan canggung. Dia merasa seperti seorang terdakwa yang sedang menunggu vonis.

Pak Raymond menatap Ariel lekat-lekat. "Ariel, saya ingin bicara serius denganmu."

Ariel menelan ludah, mencoba menenangkan diri. "Tentang apa ya, Pak?"

"Saya sudah mendengar banyak hal tentang kamu akhir-akhir ini. Kinerja kamu menurun, dan ada berita miring yang beredar tentang kamu di media sosial. Apa kamu bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"

Ariel menghela napas panjang. Dia berpikir mungkin inilah saatnya untuk menjelaskan semuanya.

"Saya minta maaf, Pak. Kinerja saya memang sedang tidak maksimal. Tapi semua berita yang beredar di media sosial itu tidak benar. Saya tidak pernah memanfaatkan fasilitas kantor untuk bisnis pribadi. Dan semua tuduhan tentang kehidupan pribadi saya itu fitnah belaka."

Pak Raymond mengangkat sebelah alisnya. "Lalu, bagaimana kamu menjelaskan semua bukti yang ada di internet? Artikel-artikel itu, komentar-komentar netizen? Itu semua bukan tanpa alasan, kan?"

Ariel merasa terpojok. Namun, untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah itu tidak lah akan mudah.

"Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan berita bohong itu, Pak. Tapi saya yakin, ada orang yang sengaja ingin menjatuhkan saya," kata Ariel berusaha membela diri.

"Apakah saya harus percaya padamu, Ariel? Lalu bagaimana dengan bukti-bukti yang sudah jelas ada di depan mata saya?" tukas Pak Raymond dengan tatapan tajam ke arah Ariel.

Ariel terdiam tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia merasa seperti sedang menghadapi tembok besar yang tidak bisa ditembus.

"Saya mohon, Pak, beri saya kesempatan untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Saya akan bekerja lebih keras lagi, dan saya akan membersihkan nama baik saya," kata Ariel dengan nada memohon.

Pak Raymond terdiam sejenak, tampak berpikir keras. "Baiklah, Ariel. Tapi saya tidak yakin. Dan ingat, ini adalah kesempatan terakhirmu. Jika kamu gagal membuktikan bahwa kamu tidak bersalah, maka saya tidak punya pilihan lain selain memberhentikanmu dari perusahaan ini."

Ariel mengangguk cepat, merasa lega sekaligus terbebani. "Terima kasih banyak, Pak. Saya tidak akan mengecewakan Bapak."

"Saya harap begitu, Ariel. Sekarang kamu boleh kembali bekerja," kata Pak Raymond sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursinya.

Ariel bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan Pak Raymond dengan perasaan berkecamuk. Dia merasa lega karena masih diberi kesempatan, tetapi juga takut jika dirinya gagal membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

*

Di ruko D'Style, tampak Dian berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya sambil menggigit kuku-kuku jarinya. Perasaan tak tenang menyelimutinya. Reputasi bisnis yang susah payah dibangunnya kini dipertaruhkan.

"Ya Tuhan, sebenarnya apa salahku? Kenapa bisa begini? Aku merasa tidak punya musuh? Tapi, mengapa mereka tega memfitnahku sedemikian rupa?"

Pertanyaan itu bermunculan di benak Dian. Dia memijat pelipisnya, merasakan kepalanya yang tiba-tiba berdenyut nyeri. Migrain menyerang di saat yang tidak tepat.

Nita, salah seorang karyawan D'Style mengetuk pintu ruangan Dian dengan pelan, lalu masuk ke dalam ruangan. Gadis itu menghampiri Dian, mencoba memberikan dukungannya. "Mbak Dian, maaf mengganggu. Mbak nggak apa-apa?" tanyanya dengan nada khawatir.

Dian menghentikan langkahnya dan menatap Nita dengan mata sayu. "Aku nggak tahu, Nit. Aku bingung, dan takut. Semua berita ini... semua fitnah ini... bisa saja menghancurkan D'Style."

Nita memegang bahu Dian dengan lembut. "Mbak jangan khawatir. Kita semua di sini percaya sama Mbak Dian. Kita tahu Mbak Dian orang baik dan kita pasti bisa melewati masalah ini bersama-sama."

Dian tersenyum tipis, mencoba tegar. "Terima kasih ya, Nit. Di saat seperti ini kalian tidak meninggalkanku sendiri. Aku bersyukur memiliki kalian."

"Mbak Dian ngomong apa, sih? Kita ini kan, sudah seperti keluarga. Dan kita pasti akan bantu Mbak Dian sebisa kita. Jangan sampai kita menyerah begitu saja, kita akan buktikan bahwa semua berita itu bohong," kata Nita dengan penuh semangat.

Dian mengangguk, merasa sedikit terhibur dengan dukungan dari Nita. "Kamu benar, Nit. Aku nggak akan menyerah, aku akan buktikan bahwa mereka tidak akan bisa menghancurkan D'Style."

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hahh...
akhirnya... plong.
selamat, bestie. yuk gas karya baru.
semoga mengikut jejak Daren
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, tengkyu semangat dan doanya/Kiss/
total 1 replies
ora
Bagus dan sangat banyak emosinya membaca ini🤭😌

Luna definisi wanita tidak tahu cara bersyukur. Di beri suami baik dan bertanggung jawab, bahkan finansial mereka bisa di bilang stabil. Namun, rumah tangga yang sebenarnya adem ayem harus berantakan, karena tuntutan yang nggak pernah ada habisnya.

Walau bab nya sedikit, tapi cukup puas karena pada akhirnya yang jahat tetap mendapat hukumannya.

Semangat selalu untuk Ibu. Semoga cerita satunya bisa panjang. Semangat dan sukses selalu💪❤❤❤🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya, makasih juga suportnya /Kiss/🫶🫰
total 1 replies
Patrick Khan
trimakasih ceritanya bu..q tunggu karya br nya😍😍😍
Patrick Khan: hehehe..iya ya..kirain ada lagi
total 2 replies
Patrick Khan
orang tua luna agak lain ternyata anak nya salah masih aja di elem ..
.apa dengan begitu luna tobat gk ya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak tahu, mungkin tobat kali🤭
total 1 replies
Sunaryati
Terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kembali, 🫰🫶
total 1 replies
Sunaryati
Semoga penjara membuat sadar dan jera untuk berbuat salah
ora
Semangat selalu untuk cerita satunya ibu💪💪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu🫰🫶
total 1 replies
ora
Udah tamat aja.
Padahal Ariel nya masih jadi duda😭😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gak papa, gak harus semua cerita hapy ending🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
cepat sekali tamatnya
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aditya hp/ bunda Lia
weeh, ... tamat yah kirain masih lanjut dengan kisah cinta Ariel dan Dian ... 🤭
tapi Ariel dan Dian emang cuma partner kerja kan yah ... makasih Moms kita fokus ke Darrel dan anak kembarnya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 💪💪💪💪💪
total 3 replies
Nar Sih
kok udah end momz ,😭pdhl blm puas bca nya ,tpi ending yg bagus 👍💪🥰momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dipaksakan tamat🤭
total 1 replies
Esther Lestari
lho sudah tamat.
aku pikir akan ada cerita Ariel dan Dian menemukan pasangan hidup atau malah mereka berdua jadi pasangan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah gak ada ide lagi, ini pun dipaksakan jd ditamatkan saja, sudah garing🤭
total 1 replies
Darmawansah
terima kasih atas ksryamu ini thor ...wassalam 🙏🙏🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih udah mau baca cerita abal abal ini🫰
total 1 replies
Darmawansah
tapi jujur thor klu babnya yang di lihat karyamu pendek.tpi klu dibaca setiap bab agak panjang
Darmawansah
yang aku tunggu itu ariel dan Dian memiliki pasangan masing2
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kelamaan, ibu mau fokus sm cerita darrel nancy
total 1 replies
Darmawansah
aduh...kenapa cepat sekali tamat..👍👍👍
harusnya Luna tau klu Ariel dan Dian tdk ada hubungan selain partner kerja.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kenapa dilama lamain, wong cuma dpt hikmahnya doang ini, pembaca dikit, retensipun ambyar, boro boro dpt bonus🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 🤲🤲🤲
total 5 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... tamat ... ciyussss😳😳😳
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apaan itu?
total 9 replies
ora
Yakin sadar kah dia/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!