Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Pantas saja jika Dylan tidak bertemu dengan Niken di rumah sakit, karena wanita itu kebetulan hari ini mendapatkan jadwal shift malam.
Setelah semalam memuaskan Pram, Niken mendapatkan bayaran tambahan dari pria itu. Kini dia merasa memiliki uang yang cukup berlimpah. Bukannya hanya dari gaji, tapi dari Pram juga.
Karena itu, dia membawa ibunya jalan-jalan dengan menggunakan mobil yang baru saja dia beli, lalu membeli banyak pakaian dan barang-barang mewah, untuk berpoya-poya. Dia benar-benar ingin menikmati uang dari hasil kerja kerasnya.
"Jadi, kamu sudah putus dengan si tukang galon itu?" tanya Sinta pada putrinya sambil tersenyum lebar.
Niken yang sedang menikmati makan siangnya, dia langsung menghela nafas saat ibunya tiba-tiba membahas Dylan. Padahal dia sedang berusaha melupakan pria itu. "Iya, Bu."
Sinta sangat terlihat bahagia mendengarnya. "Baguslah. Ibu dari dulu memang tidak setuju kamu berpacaran sama dia. Kamu itu cantik, Niken. Apalagi kamu telah menjadi seorang dokter. Kamu pasti bisa mendapatkan pria kaya raya yang bisa menjamin masa depan kamu."
Niken pun tersenyum, dia menjadi teringat pada Pram. Meskipun hubungan mereka hanya sebatas ranjang, tapi dia akan berusaha mendapatkannya. "Sebenarnya aku lagi dekat dengan direktur rumah sakit tempat aku bekerja, Bu. Dia anak pemilik rumah sakit itu. Bukan hanya itu, ayahnya juga memiliki perusahaan yang cukup besar."
Sinta ternganga mendengarnya. Tanpa berpikir panjang, dia langsung setuju. "Ibu sangat setuju kalau kamu berpacaran dengan dia. Apalagi kalau sampai menikah. Kamu akan menjadi nyonya besar, Niken."
Niken menghela nafas. "Tapi, aku dengar dia sudah dijodohkan."
Sinta menyemangati putri sulungnya itu. "Jangan menyerah. Ibu yakin kamu pasti akan mendapatkannya. Ibu bosan hidup miskin terus. Karena itu, kamu harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkannya."
Sinta menambahkan, "Ibu benar-benar sangat merasa lega, kamu sudah putus dengan si Dylan. Dia tidak pantas mendapat kamu, yang nantinya akan diajak hidup melarat setiap hari."
...****************...
Sementara itu, di sebuah restoran mewah, terlihat Antonio yang sedang makan siang bersama dengan Bobby dan Vera, untuk membahas tentang rencana pernikahan Bianca dan Pram.
"Anda tahu sendiri kalau penyakit yang saya derita semakin parah. Saya harap Pram bisa menikah dengan Bianca dalam waktu cepat," pinta Bobby.
Begitu pula dengan Vera, dia mendesak Antonio untuk segera menentukan tanggal pernikahan. "Saya harap mereka menikah di bulan ini, Tuan Antonio. Anda tahu sendiri kan, selama ini Pram sangat mencintai Bianca, sampai tidak mau dekat dengan wanita pun. Dia sangat setia menunggu Bianca membuka hatinya."
Antonio terdiam sejenak seakan sedang memikirkan sesuatu. Kemudian dia menjawab, "Emm... sebagai seorang ayah, saya tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak. Saya akan merundingkannya dengan Bianca."
Setelah mengatakan itu, Antonio menghela nafas dalam-dalam. Mungkin karena dia teringat dengan tantangan yang dia berikan pada Bianca. Saat itu dia terpancing emosi, sehingga menantang Bianca untuk membawa calon suami ke hadapannya.
Bagaimana jika dalam waktu kurang satu minggu, Bianca benar-benar membawa seorang pria ke hadapannya?
Tapi Antonio tahu putrinya itu sangat gila kerja. Dia tidak memiliki waktu untuk berkencan dengan seorang pria. Bahkan dia selalu bersikap dingin kepada pria manapun yang mencoba mendekatinya. Rasanya sangat mustahil jika Bianca telah memiliki seorang kekasih.
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩