NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vs Jörmungandr (9)

Peristiwa tidak terduga itu telah berakhir.

"TUANN!" Ucap seorang wanita dari kejauhan.

"WOOAH, Melissa! Kau menyusulku ya?" Tanya Nolan pada Melissa, ajudannya.

"Bukan cuma aku tuan, tapi.."

Rombongan Savior dalam jumlah besar mulai terlihat. Savior elite Ibu Kota Khanox, semuanya memakai zirah perang yang megah dengan lambang bintang bermahkota. Pasukan itu adalah pasukan savior dibawah pimpinan Komandan Besar Nolan Constantine. Jumlahnya sekitar 20.000, dan itu belum semuanya datang.

"Sialan.. Kenapa kalian semua mengikutiku.." gumam Nolan khawatir.

"Dasar boss koclok! Kenapa kau pergi sendirian??" Renji Tozar-Wakil Komandan / Komandan Divisi 1 Unit Nolan.

"Jangan diulangi lagi boss.. Kami sangat khawatir mendengarmu pergi sendirian untuk melawan Typhon.." Kenji Tozar-Wakil Komandan / Komandan Divisi 2 Unit Nolan.

"Walah-walah, Tozar bersaudara juga datang toh.. Kemana wakilku yang satu lagi?" Tanya Nolan.

"Yah.. Si Vergil itu.. Dia bilang tidak peduli dan malah pergi entah kemana.." balas Kenji.

"AHAHA! Seperti yang kuduga.. Karena kalian sudah disini, aku minta tolong.." Ucap Nolan.

"Minta tolong apa boss?? Kau kan telah mengalahkan si Typhon? Pencapaianmu ini mungkin akan bisa membuatmu naik peringkat! AHAHA!" Ucap Renji

"Bodoh.. Aku tidak melakukan apapun. Typhon sudah sangat lemah ketika aku datang. Dan yang berhasil melemahkan monster itu adalah.. Mereka."

Nolan menunjuk kelompok Given.

"Hah, serius? Sekumpulan anak kecil ini?"

"Ya memang terdengar tidak masuk akal, tapi itulah yang terjadi. Tolong pergi dan bantu lah mereka. Melissa, obati yang terluka. Pastikan mereka semua pulih total. Aku perlu berbicara pada mereka.. Terutama 2 anak itu (Given dan Kai)." Ucap Nolan.

"Baiklah boss."

Unit Savior milik Nolan datang dan membantu pemulihan party Given. Bukan cuma itu, mereka juga mengamankan jasad Typhon, menyerahkannya pada pihak Kerajaan untuk diteliti dan dikembangkan menjadi senjata/armor magis. Disisi lain, Nolan tetap mendapat sanksi karena bertindak sendiri tanpa persetujuan sang pemimpin Nemesis.

FYI: Nolan adalah manusia yang ragu pada para dewa. Ia merasakan ada yang aneh dengan pola peperangan dalam benua Nirenva, seolah semuanya telah dirancang menggunakan sistem yang tidak ia mengerti. Sejak kecil, ia tumbuh didalam keluarga yang sangat memuja Dewa/i. Jadi ia selalu berpura-pura taat, padahal jauh dalam hatinya, ia tidak yakin sepenuhnya bahwa Dewa/i adalah sosok baik yang mau memberikan berkah tanpa menuntut apapun. Namun mencela Dewa/i adalah dosa terbesar, dan kematian adalah ujung yang pasti secara hukum kerajaan. Oleh sebab itu, ia berusaha keras menjadi savior dan naik jabatan hingga menjadi Komandan Besar. Membentuk kelompok saviornya sendiri, yang sama-sama meragukan 'kebaikan' Dewa/i tanpa takut diketahui.

Six Nemesis atau 6 Komandan Besar mendapat kepercayaan tertinggi oleh keluarga Raja dan bangsawan untuk mengatur militer negara. Dengan kata lain; kebebasan. Oleh karena itu, tidak akan ada yang secara langsung akan mengawasi setiap aktivitas dari 6 Nemesis. Itulah sebabnya setiap pergerakan pasukan Nolan bisa bebas.

1 Minggu berlalu, kini Given, Kai, Ingrid, Isabella dan Raamez telah pulih sepenuhnya. Mereka pergi menghadap Nolan secara pribadi.

Basecamp Unit Nolan.

"Ada apa ini.. Nemesis memanggil kita secara pribadi.. Apakah kita akan dihukum?? Hiii, aku takut!" Ucap Bella.

"Tidak mungkin. Seharusnya kita hanya akan dimintai detail pertarungan dan semacamnya." Balas Raamez.

"Kalian bisa masuk ruangan sekarang." ucap Melissa, ajudan Nolan.

Mereka berlima pergi memasuki ruangan.

*Set!

Semuanya menundukkan kepalanya dihadapan Nolan.

"Terpujilah Dewa" ucap mereka semua.

FYI: Kata 'terpujillah dewa' menunjukkan loyalitas tinggi manusia pada para dewa. Dan saat ini,anak-anak itu berdiri tepat dihadapan Komandan Besar; mereka berfikir Nolan adalah seorang yang taat dan loyal pada para Dewa. Namun kebenarannya..

"Angkat kepala kalian. Dan.. jangan mengucap salam atas Dewa dihadapanku."

Sontak semuanya kaget, bagaimana bisa seorang Komandan Besar Kerajaan tidak memperbolehkan salam yang sakral ini?

"Baik, Pak!" ucap kelima anak muda itu dengan bergetar.

"BWHAHAA! Sudah cukup formalitasnya, perkenalkan namaku Nolan Constantine, Komandan Besar kalian, Nemesis peringkat 5. Aku ingin kalian menceritakan detail pertarungan dengan Typhon.. Apa yang terjadi.. Dan apa yang dia (Typhon) katakan pada kalian?"

Lalu secara bergantian, mereka bercerita satu persatu; saling melengkapi cerita. Mulai dari awal tujuan mereka menyelesaikan misi S hingga secara mendadak Typhon datang dan berniat membunuh Kai dan Given.

"Wah, jadi kalian semua ini Hunter Rusville toh.. Pantas saja bisa menahan Typhon selama itu."

"Kami hanya beruntung pak.. Sejujurnya, sangat mustahil menghadapi Typhon salah satu monster sihir kuno secara mendadak tanpa persiapan.. Kami sangat tertolong berkat kehadiranmu pada saat itu.." Ucap Raamez.

"Jangan rendahkan diri kalian sendiri. Meskipun mayoritas anak-anak tapi kalian ini kuat sekali. Aku cukup terkejut melihat kalian saat itu.. Benar-benar kacau.. Tapi anehnya masih bisa bertahan."

*set! Nolan berdiri dari kursinya, lalu menundukkan kepala pada anak-anak itu.

"Terima kasih atas kerja keras kalian, dan aku meminta maaf karena harus mengambil alih pencapaian besar ini.. Masyarakat akan kacau jika mengetahui anak-anak dibiarkan melawan Monster sihir kuno sendirian.. Sekali lagi aku meminta maaf."

"E-EHH!! PAK NOLAN BERDIRI TEGAKLAH.."

"Itu benar tuan.. Kami tidak mengharapkan apapun selain keselamatan kami saat itu..

"Kami yang seharusnya berterima kasih pada anda."

"Sungguh anak-anak berhati mulia.. Aku ingin tahu.. Apakah kalian percaya pada Dewa?" Tanya Nolan.

Semuanya bingung, pertanyaan yang tampak tidak membutuhkan jawaban karena hasilnya sudah pasti.

Kelima orang itu masih terdiam.

"Kalau aku tidak." Lanjut Nolan.

Kelima orang itu benar-benar terkejut, mereka tahu apa yang diucapkan Nolan adalah kriminalitas tinggi yang bisa membuatnya dieksekusi.

"A-apa.. Maksud anda.. Pak? Mungkin barusan kami salah mendengar.." Ucap Raamez ragu.

"Sudah kubilang, aku tidak percaya sepenuhnya pada Dewa dan Dewi. Apa alasan kalian mempercayai mereka?" Nolan kembali bertanya.

Satu persatu anak itu mulai menjawab, Bella dengan semangat bilang karena berkah yang diberikan Dewi Solmeryn sudah membantunya dalam banyak hal dan bisa membuatnya menolong orang lain.

Ingrid menjawab percaya karena sudah sewajibnya kita percaya sepenuhnya pada Dewa yang telah menjaga dan memberikan kita berkah.

Raamez juga percaya sebab ia tumbuh dikeluarga yang sangat taat dan percaya Dewa. Selain itu tidak ada alasan untuk meragu.

Semuanya percaya penuh pada Dewa/i kecuali 2 anak.. Kai Jhoven dan Given Rhaos.

"Hei ada apa dengan kalian berdua.. Kai, Given.." bisik Raamez.

"Lalu, kalian berdua.. Apa pendapat kalian? mengapa percaya pada Dewa?" Tanya Nolan pada 2 anak itu.

Namun, dalam hati kecilnya.. Kedua anak itu mulai meragukan dewa. Mereka adalah orang yang diincar oleh monster sihir kuno. Tidak mungkin secara tiba-tiba, Typhon datang mengincar anak kecil seperti mereka. Pasti ada entitas yang lebih tinggi yang memerintahkan dia, dan entitas itu sudah pasti Dewa. Kai dan Given menyadari itu, tapi mereka tidak tahu alasannya. Apa salah mereka hingga dewa menargetkan mereka?

Tidak ada.. Kamu tidak bersalah apapun pada Kami, Kai.. Semuanya hanya.. Aku tidak bisa mengatakannya padamu sekarang.. Mungkin dalam hati kecil, kamu mulai meragukan dewa. Tapi tolong percayalah padaku, aku yang akan melindungi perjalanan hidupmu Kai.

Dewa Astraezas mulai berbicara pada Kai.

"Apakah kau benar-benar bisa kupercaya.. Apakah aku bisa yakin bahwa serangan kemarin itu bukan ulahmu yang bersekongkol dengan 'boss' si Typhon?" tanya Kai dalam hati.

Jika aku ingin kamu mati dan celaka, sudah ku biarkan kamu mati ditangan orang-orang Vladmir beberapa bulan yang lalu. Kai.. Aku tidak sembarangan memilih pewaris berkah. Aku bahkan tidak pernah mewariskan berkahku sejak 2000 tahun yang lalu.. Kau adalah yang pertama. Aku mempercayakan kekuatanku padamu, kamu juga harus percaya padaku.

Kai tersenyum, ia menegakkan kepalanya;

"Setidaknya ada 1 Dewa yang bisa saya percaya pak.. Dia adalah dewa yang memberikan saya berkah tepat disaat saya sedang terpuruk. Dengan dewa ini, saya akan mengarungi dunia yang rusak dan mengejar puncak militer.. Ya.. Saya akan menjadi Nemesis! Komandan Besar kerajaan Khanox!!" ucap Kai dengan tegas.

Pernyataan Kai mengguncang teman-temannya bahkan Nolan sendiri terkejut.

"HAHHA! Semangat yang bagus! Siapa nama lengkapmu nak?"

"Kai pak.. KAI JHOVEN!"

Nolan dibuat terkejut lagi oleh pernyataan Kai.

"Jhoven.. Kau keluarganya Veteran Garo Jhoven? Aku turut prihatin atas kematiannya di Desa Mooire itu.. Senno sialan tidak bisa menahan pasukan Vladmir hingga akhirnya Komandan mereka; Vitalii Aizen memasuki wilayah Khanox dan membantai beberapa desa secara bersamaan. Itu berarti kau warga yang berhasil selamat dari kekejaman Aizen?"

"Saya hanya keluarga angkat dari Tuan Garo Jhoven pak.. Dan benar, saya berhasil selamat dari kekejaman Vitalii Aizen. Bahkan saya sendiri yang menyaksikan kematian Garo ditangan Aizen.. Oleh karena itu saya sangat membencinya dan Ingin membunuhnya suatu saat!" Balas Kai bersemangat.

"Aku tertarik padamu nak.. Seusai misi S mu ini masuklah kedalam Unitku. Aku akan menyambutmu!" Lanjut Nolan tersenyum.

"Kai.." gumam Raamez.

"Izinkan saya bergabung juga Tuan Nolan!" Sela Given berbicara serius.

"Given juga??" tanya Bella.

"Hoo.. Apa alasanmu ingin bergabung juga.. Nak Given?"

"Saya.. Saya ingin mengerti dunia ini. Saat ini.. saya belum punya jawaban apakah saya percaya atau tidak pada Dewa-Dewi. Awalnya saya sangat mempercayainya. Namun setelah peristiwa ini, saya diincar oleh mereka dan hendak dibunuh.. Saya jadi meragu.. Oleh karena itu, saya ingin menemukan jawaban dengan menjadi Savior!" Jawab Given tajam.

Kai tersenyum.

"Bagus, tapi sayangnya undanganku hanya untuk 1 orang. Kai, jika kau menerima Given untuk ikut juga, berarti kesepakatan tadi batal.. Kalian harus berusaha lolos tes akademi Savior dan belajar disana hingga lulus. Setelah itu, barulah Aku, Nolan Constantine akan menerima kalian dalam reguku! Masih ada waktu bagi kalian.. Akademi Savior membuka tes masuk bagi mereka yang berusia 15 tahun. Sampai saat itu tiba, tetaplah saja api semangat kalian."

"SIAP PAK!"

Dan pertemuan itu berakhir.

Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju Wellhaiz.

"Kamu serius gak mau gabung menjadi Savior bang? Tanya Kai.

"Tidak. Sejak awal memang aku ingin menjadi Hunter. Tidak usah cemaskan aku, Kai.. Kalian berdua, pergilah, aku yakin kalian bisa menjadi Savior yang hebat!" Balas Raamez menahan air mata.

"Eh.. Masih 3 tahun lagi sih tesnya bang.. Aku kan 12 tahun.. Masih banyak waktuku bersamamu dan yang lain di Rusville." Lanjut Kai.

"Owh benar juga.. Kalau begitu aku akan membimbingmu selama ada di Rusville !!"

"YOSSHHAAA!!"

"BERISIKK!!" (Ingrid)

"WKAKAA!"

Mereka pun terus melanjutkan perjalanan untuk mengalahkan Jörmungandr , kali ini semuanya benar-benar mulus tanpa hambatan. Persiapan mereka lebih matang timbang saat melawan Typhon beberapa minggu yang lalu. Apakah saat ini mereka bisa dengan mudah mengalahkan Jörmungandr ?

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!