NovelToon NovelToon
Single Mom

Single Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Single Mom / Identitas Tersembunyi / Dendam Kesumat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:67.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Saat keadilan sudah tumpul, saat hukum tak lagi mampu bekerja, maka dia akan menciptakan keadilannya sendiri.

Dikhianati, diusir dari rumah sendiri, hidupnya yang berat bertambah berat ketika ujian menimpa anak semata wayangnya.

Viona mencari keadilan, tapi hukum tak mampu berbicara. Ia diam seribu bahasa, menutup mata dan telinga rapat-rapat.

Viona tak memerlukan mereka untuk menghukum orang-orang jahat. Dia menghukum dengan caranya sendiri.

Bagaimana kisah balas dendam Viona, seorang ibu tunggal yang memiliki identitas tersembunyi itu?

Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Ibu! Ibu!"

Di rumah mewahnya, Feny berlarian ke lantai bawah sambil berteriak memanggil ibunya. Ia baru saja membaca berita kematian Aditya saat melihat video-video kekasihnya yang viral itu. Dia yang awalnya marah karena merasa dikhianati, harus bersedih dengan berita menggemparkan tersebut.

"Feny, ada apa?" Sang ibu nampak bingung melihat putrinya yang berlarian sambil menangis.

Di tangan Feny memegang ponsel yang masih memberitakan kematian Aditya.

"Ibu!" Feny berhambur memeluk ibunya yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.

Feny tergugu, menangis tersedu-sedan pilu. Ibunya yang tidak mengerti hanya bisa diam sambil mencoba menenangkannya. Ia kira permasalahan di sekolah lagi, padahal Feny belum ke sekolah lagi sejak bermasalah dengan Viona.

Ia melepas pelukan, dengan tersedu-sedu menceritakan tentang Aditya yang berselingkuh dan video-videonya tersebar di seluruh media sosial.

"Kurang ajar! Beraninya dia menyakiti putri kesayanganku. Kau ikut Ibu, kita pergi ke rumahnya sekarang juga. Ibu tidak terima dia mengkhianatimu," ucap sang ibu murka.

Ia beranjak sambil menarik Feny agar ikut dengannya melabrak Aditya. Namun, Feny menggelengkan kepala, tangisannya semakin menjadi teringat bahwa Aditya telah pergi untuk selamanya.

"Hei! Kenapa kau menangis, sayang?" Ia duduk kembali, mengusap rambut anaknya.

Feny menggeleng, tangisannya masih terdengar pilu.

"Aditya ... dia ... dia mati bunuh diri, Bu," katanya yang kembali memeluk sang ibu.

Wanita itu menganga tak percaya, ia kehilangan napas untuk beberapa saat. Tak menduga bahwa laki-laki bajingan yang sudah menyakiti anaknya itu sudah mati bunuh diri.

"Itu hal bagus. Lalu, kenapa kau harus menangis? Kau tidak perlu menangisinya, sayang? Dia memang pantas untuk mati!" ucap sang ibu kejam.

Feny menggelengkan kepala, dia harus tahu penyebab kematian Aditya. Tak mungkin hanya karena video-video itu tersebar Aditya melakukan bunuh diri. Ah, pasti ada kaitannya dengan Merlia. Kejadian malam itulah yang memicu Aditya untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

"Bu, aku harus ke rumahnya. Aku ingin tahu kenapa Aditya sampai mengakhiri hidupnya," ucap Feny seraya beranjak dari sofa.

Ia menyambar kunci mobil dan pergi tanpa membawa apapun.

"Feny! Tunggu, sayang! Kau tidak bisa pergi seorang diri!" teriak ibunya panik.

Terburu-buru ia menelpon suaminya memberitahukan tentang Aditya dan Feny. Ia berlari ke depan, dan melihat mobil Feny yang melaju dengan kecepatan tinggi.

"Feny! Akhir-akhir ini kau sedikit aneh. Ada apa denganmu?" gumamnya menatap jauh ke luar gerbang yang lengang.

Ia menghela napas panjang, duduk menunggu suaminya pulang. Akhir-akhir ini kehidupannya terasa tidak tenang, Feny sering bertingkah aneh tanpa sebab. Masalah di sekolah pun belum bisa diselesaikan ayahnya. Ia memutuskan untuk pergi sendiri ke sekolah Feny menemui petugas kebersihan yang mengganggu anaknya.

"Sepertinya memang aku sendiri yang harus datang untuk menyelesaikan masalah itu. Dasar orang-orang tak berguna, mengatasi satu petugas kebersihan saja tak becus," geramnya penuh tekad.

****

Sementara di jalan, Feny melaju dengan cepat. Ia melihat sosok Viona sedang berjalan dari rumah Aditya. Matanya yang menyipit menandakan ia tengah tersenyum. Feny tahu meski wajah itu ditutupi oleh masker.

Viona menoleh saat sebuah mobil melintas pelan. Ia menyipitkan mata, melirik tajam pada Feny yang tengah memperhatikan dirinya. Feny menghentikan mobil, berbalik ke belakang menatap punggung Viona yang terus berjalan menjauh.

"Apa kematian Aditya ada hubungan dengannya? Tapi apa?" gumamnya seorang diri sembari mengusap air mata yang jatuh di pipi.

Ia kembali melihat jalanan, dan sosok Viona telah menghilang entah ke mana. Feny mendesah, ingin dia bertanya langsung pada Viona, tapi sosoknya begitu cepat menghilang.

"Ke mana perginya? Cepat sekali," umpat Feny seraya menjalankan kembali mobilnya. Dahinya mengernyit dalam, melirik ke samping kiri di mana rumah Aditya berada.

Rumah itu telah ramai didatangi sanak saudara, ada juga fans-fans Aditya yang tidak diizinkan masuk. Bahkan, awak media masih berkumpul di sana. Tak satu pun dari mereka yang dapat melangkah masuk ke dalam gerbang.

Berselang, sebuah motor melintas di samping mobil Feny. Melemparkan sebuah batu yang dibungkus oleh secarik kertas menembus kacanya yang tertutup.

Prang!

"Argh!" Feny menjerit ketakutan. Ia membungkuk takut terkena serpihan kaca yang pecah.

Angin yang melintas di depan wajahnya benar-benar membuat Feny syok. Ia mengangkat kepala, menatap jendela mobil yang bolong.

"Sial! Woy!" Dia berteriak sambil mengeluarkan kepalanya dari pintu.

Pemotor itu mengangkat tangan kirinya, mengacungkan jari tengah dan melaju semakin cepat.

"Brengsek!" umpat Feny seraya masuk kembali ke mobil.

Ia memungut batu kerikil itu dan membuka kertasnya. Membaca setiap huruf yang tertuang, sebuah ancaman dan peringatan.

Tunggu bagian mu. Giliranmu akan menjadi bagian yang sangat menyenangkan bagiku.

Tangan Feny bergetar, tubuhnya gemetar. Kertas itu jatuh, ketakutan terus saja merundung hatinya.

"Tidak! Tidak mungkin!" gumamnya sembari menatap sekitar dengan waspada.

"Feny!"

"Argh!"

Teguran seseorang mengejutkannya, ia terlonjak sampai nyaris berpindah tempat duduk. Menoleh dengan mata melebar, kepanikan jelas terlihat di kedua maniknya. Di sana Dicky berdiri di luar mobil, menatap heran kepada Feny.

Laki-laki itu berjalan, membuka pintu, masuk dan duduk di sisi kemudi. Ia menatap aneh pada Feny yang berwajah pucat pasi.

"Kudengar Aditya mati bunuh diri? Apa itu benar?" tanyanya segera.

Feny menghela napas panjang, memejamkan mata menormalkan perasaannya. Kemudian, menatap Dicky dan mengangguk pelan.

"Aku juga tidak tahu, untuk itu aku datang ke sini hanya ingin memastikan penyebab kematiannya," jawab Feny dengan bergetar.

Ia memegangi dadanya yang terasa sesak tiba-tiba.

"Apakah ini berkaitan dengan kejadian malam itu? Perasaanku tak enak. Setiap malam aku selalu dihantui rasa bersalah. Hidupku kini tak setenang dulu," ujar Dicky dengan ekspresi yang meyakinkan.

Feny tertegun, mencerna setiap kata yang diucapkan laki-laki di sampingnya. Benar, sejak kejadian itu kehidupan mereka menjadi tak tenang. Bayang-bayang Merlia yang menangis sambil memohon, menjadi momok menakutkan bagi mereka.

"Tidak! Kurasa ini semua tidak ada kaitannya dengan kejadian itu," tolak Feny tak ingin dihantui rasa bersalah telah mengorbankan Merlia.

"Kau memang bisa hidup dengan tenang karena tidak melakukannya, tapi aku pastikan kau adalah orang yang paling bersalah atas kejadian itu. Aditya sudah menjadi korban keegoisan mu, selanjutnya siapa? Aku menyesal karena sudah termakan rayuanmu!" sengit Dicky seraya membuka pintu dan pergi meninggalkan Feny.

Gadis itu mendengus tak peduli, beruntung malam itu dia tidak ada di tempat kejadian. Jadi, Merlia tak tahu jika dialah dalang dibalik peristiwa malang yang menimpa dirinya.

Di kejauhan, di tempat tersembunyi, Viona masih berdiri memperhatikan. Dari atas motornya dia menyaksikan pertemuan dua penjahat itu. Ia tersenyum sinis, menatap tajam mengancam.

"Tunggu giliran kalian! Cepat atau lambat, kalian akan mendapat bagian," ancamnya dengan tangan terkepal kuat.

Ia tak peduli dengan status Dicky sebagai keponakan Ghavin. Bersalah tetap harus dihukum, dan Ghavin tak dapat menghalanginya untuk menghukum Dicky. Viona memakai helm, menaiki motor dan pergi.

Malam itu ada balap liar yang akan diikuti oleh Dias dan Dicky. Ia tersenyum sinis, ke sanalah tujuannya.

1
Khusnul Khotimah
jg jadi sok tahu dan malah membahayakan orang lain yg benar dan menguntungkan orang orang jahat itu,,
Aisy Hilyah: iya bener ih
total 1 replies
Dian Susantie
wah... wah.. wah... Merlia.... jgn sembarangan pake sesuatu yg km ga tau...!! apa mau ke tempat si Kendi ya...?? emang ayah lucknut.. hrs dibasmi nya Mer..!! 🤪🤪🤪
Aisy Hilyah: hahah iya bener banget
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
merlia mau blas dendam mnkinkah merlia mau menemui ayah atau ibu tirinya? ,hati2 merlia muda2hn suksess
Aisy Hilyah: terimakasih pasti dia hati-hati
total 1 replies
ria sufi
lanjutkan
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
halu halu viu
kira" apa yg ada di dalam otak kecil Merlia 🤔
Aisy Hilyah: hayooo apa hayooo
total 1 replies
kaylla salsabella
wah pasti mau ke feny
Aisy Hilyah: bisa jadi
total 1 replies
Nanin Rahayu
hati hati merlia jgn smpe merugikan ibumu...
Aisy Hilyah: semoga saja tidak
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
Sdh berkurang tinggal menghadapi kumpulan2 para penghianat lainya,,alhamdulillah ya Allah vioana tdak knp2 lanjutkan perjuanganmu viona untuk membasmi manusia2 yg gk tau berterimaksih itu
Liana CyNx Lutfi: Q seneng bngts bca novelmu thor ,tetap smangat muda2hn tmbh suksesss
Aisy Hilyah: terimakasih banyak semangatnya
total 2 replies
ria sufi
aparat busuk biarkan ja JD buntang di jalan, itu ganjaran mrk yg menyalah gunakan kekuasaan
Aisy Hilyah: ya, bener banget
total 1 replies
Ara
👍👍👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Dian Susantie
tinggal urusan ama si Lucknut Kendi + istrinya + Peni.. trus Ketua Agen, Ghavin + kakaknya dan ponakan bejatnya..!!
haiisshh.. masih banyak Vi..!! semangaaattt...!! ✊🏼✊🏼💪🏼💪🏼🔥🔥
Aisy Hilyah: hehe masih panjang yaaa
total 1 replies
Nanin Rahayu
semangat Viona 🥰🥰
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
vj'z tri
🥳🥳🥳🥳🥳🥳 keren Thor
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
Begitu tragis kehidupn viona ayahnya dibunuh krn menegakkan keadilan Sungguh jd orang baik dan jujur adalah nyawa taruhanya sungguh miris,,,jngn menyerah vi habisi smuanya blaskan dendam ayahyamu
Aisy Hilyah: betul sekali
total 1 replies
Dian Susantie
yah.. gitu deh.. bahkan di dunia nyata pun masyarakat udh ga percaya.. 🤭🤭
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 makin seruuuuuuuuu 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Nanin Rahayu
Viona pasti kuat BS menghancurkan semuanya... jangan d gantung Thor
Aisy Hilyah: sudah pasti itu hehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
semoga viona baik" saja
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
vj'z tri
wow kerenn 🥳🥳🥳🥳
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Agus Tina
Para penegak hukum yg bodoh. Hanya untuk menyelamatkan 1 atau 2 anak ingusan bodoh mereka harus mengorbankan pukuhan anggotanya juga kerugian material yg tidak sedikit.
Aisy Hilyah: bener banget bodoh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!