Pernikahan adalah sebuah rumah bagi setiap pasangan yang telah menikah untuk berpulang. namun apa jadinya kalo Seorang suami tidak menginginkan dirinya. sedangkan di hatinya masih belum bisa melupakan wanita lain yang sudah bahagia dengan suami dan anaknya tersebut.
Itu lah yang di alami oleh Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Kunjungan Bimo ke rumah lintang
Setelah sampai di kamar Rania pun langsung mengambil air wudhu di dalam kamar mandi untuk melaksanakan salat magrib, karena azan sudah berkumandang beberapa menit yang lalu.
Setelah selesai mengambil air wudhu di dalam kamar mandi Rania pun mengambil sajadah dan mukena serta membentangkannya menuju arah kiblat.
Dengan khusyuk Rania melaksanakan salat magrib 3 rakaat selama kurang lebih 10 menit akhirnya Rania pun telah menyelesaikan shalatnya dan ini tengah berzikir.
Setelah selesai berdzikir beraninya pun meletakkan kembali dzikirnya di atas meja samping tempat tidur dan berdoa di dalam hati untuk dilancarkan segala urusan pekerjaan rumah tangganya kesehatan kedua orang tuanya dan juga dikuatkan dirinya untuk melewati segala cobaan yang pastinya akan datang kepada dirinya setelah ini tentang rumah tangganya tentunya.
*
Sedangkan di lantai bawah terlihat Lintang tengah kedatangan temannya ke rumahnya yang membuat Lintang terkejut. karena temannya itu datang secara tiba-tiba tanpa mengabari dirinya kalau mau datang ke rumahnya tersebut.
”Lo kok nggak ngabarin gue kalau mau ke sini." banyak Lintang dengan tatapan intimidasi dan penuh was-was.
”Ya kalau gue datang ke sini tanpa ngomong ataupun ngabari lo berarti itu kejutan dong, kenapa sih kayak nggak boleh aja gue main ke rumah lu." Tanyak pria tersebut sambil duduk di kursi ruang tamu tanpa dipersilakan oleh tuan rumahnya.
”Ya bukan gitu maksud gue, cuman kan seenggaknya lu ngabari kalau mau main ke sini nggak secara tiba-tiba jadi kan gue punya persiapan."kata Lintang yang ini juga duduk di hadapan temannya tersebut
” Yaelah pakai persiapan kayak sama siapa aja, Oh ya ngomong-ngomong rumah lu bagus juga ya, nyaman lagi." lanjut pria tersebut yang melihat rumah Lintang.
namun Lintang tidak menjawab hanya tersenyum saja sampai temannya tersebut diikutin bahasa saja berkata yang membuat bintang terkejut.
” Oh ya Lintang gue boleh nggak nginep di sini malam ini aja soalnya gue males pulang ke rumah tempat kakak gue."
" Apa Lo mau menginap di sini Bimo!" kata lintang dengan perkataan dari sahabat yang tidak lain adalah Bimo.
”Iya gue boleh gak nginap di sini, kenapa kaya terkejut gitu sih gue mau menginap di sini. apa jangan-jangan Lo menyembuyikan orang ya di rumah ini." tebak Bimo dengan bercanda pada Lintang.
”Apaan sih Lo ngomong gitu, siapa juga yang menyembunyikan orang di sini. tapi gue malam ini ada kerjaan di kantor yang harus di selesaikan makanya lu nggak bisa nginep di sini." elak lintang dengan wajah setenang mungkin agar bimo tidak curiga.
”Pelit banget sih loh jadi temen, gue kan pingin ngerasain nginep di sini aja gak boleh." kata Bimo dengan kesal pada lintang yangtidak mengizinkan dirinya untuk menginap di sini karena Lintang ada pekerjaan di kantor padahal waktu juga sudah malam hari.
”Ya gimana lagi pekerjaan gue gak bisa di tinggal. lagian lo juga kaya gak punya rumah aja pakai menginap di tempat orang lain." timpal lintang yang berdiri dari tempat duduknya untuk naik keatas tangga Supaya bimo percaya kalo dirinya ada pekerjaan di kantor malam ini.
”Jadi Lo mah pergi sekarang?" tanya Bimo pada lintang yang sudah mau pergi.
”Iya." jawab lintang yang naik keatas untuk mengambil kunci mobil di dalam kamar.
Tak lama kemudian lintang pun datang dengan wajah lega setelah turun dari lantai atas. karna tadi sebenarnya lintang memastikan kalo wanita itu tidak keluar dari dalam kamar di saat temenya masih ada di bawah.
Dan benar saja kalo Bimo masih berada di sana di saat dirinya turun kebawah.
”Kenapa masih di sini. apa Lo gak mau pulang, gue udah mau pergi ini." lontar lintang pada Bimo yang masih duduk di sana.
”Isst, loh ini emang tega ya lintang, gue udah jauh jauh datang kesini dari Jakarta malah di usir begitu saja." kata bimo dengan kesal. dan mau tidak mau Bimo pun terpaksa pergi dari sana saat lintang sudah sampai di luar.
” Gue bukannya nggak boleh enak di sini tapi kan gue Ada urusan dan kali aja lagian rumah kakak lu nggak juga nggak jauhkan dari sini." ujar Lintang sampai di luar dan hendak masuk ke dalam mobil. padahal itu hanya Akting saja supaya Bimo segera pergi dari sana.
”Ya udahlah kalau gitu mau pergi dulu Emang lu nggak kasihan sama sekali sama gua." kata Bimo yang masuk ke dalam mobilnya dengan wajah kesal dan meninggalkan lintang begitu saja.
Hingga tidak lama kemudian mobil hilang dari pandangan lintang yang membuat lintang begitu lega. lalu lintang pun turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam rumah.
Namun tiba-tiba saja saat sampai di depan pintu Lintang terkejut melihat wanita tersebut yang tidak lain adalah Rania yang sudah berdiri di hadapannya sambil melihat ke arah depan.
Apakah wanita itu melihat keberadaan Bimo Hingga melihat arah luar yang membuat lintang khawatir telah sampai wanita itu tahu.
” Barusan ada siapa dari sini?" tanya Rania kepada pria tersebut yang berdiri tidak jauh dari dirinya.
” Siapa! bukan siapa-siapa kok." jawab lintang dengan tenang dan datar, seolah-olah tidak terjadi sesuatu apapun.
” Masa sih nggak ada siapa-siapa, kayaknya tadi aku mendengar suara suara orang lain deh selain pria dingin ini." batin Rania dalam hati yang masih tidak percaya dengan ucapan pria itu.
Sebenarnya Rania saya tidak peduli Siapa yang datang namun Rania hanya penasaran saja apakah wanita sombong itu serta Ibu mertuanya yang datang atau orang lain setelah drama pengusiran yang dilakukan oleh lintang.
Melihat wanita itu setelah Ia menjelaskan apa yang terjadi membuat lintang terus-terusan menatap wanita tersebut dengan tatapan datar.
”Oh gitu." jawab Rania yang hanya mengiyakan apa yang dijawab oleh orang tersebut lalu keluar dari rumah namun Baru beberapa langkah Rania berjalan pria tersebut menghentikan langkahnya.
” Mau ke mana kamu malam-malam begini?" tanya Lintang sambil memutar tubuhnya untuk menghadapi wanita tersebut yang berada di belakangnya.
” Saya mau pergi ada urusan pekerjaan." jawab dengan singkat tanpa membelikan tubuhnya dan menatap pria tersebut.
” Kenapa harus malam-malam begini apa tidak bisa besok saja?" lontar lintang dengan tegas pada wanita itu.
” Kenapa Anda melarang saya pergi bukankah kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing!" jawab Rania dengan cepat membuat Lintang terdiam seketika mendengar ucapan wanita tersebut.
” Jadi kemanapun saya pergi tidak ada urusannya dengan anda. lagian lagian saya pergi juga masih sore bukan larut malam." sambung Rania dengan semua melanjutkan langkahnya menuju rumah dengan mengenakan pakaian yang sudah rapi dan menjinjing tas yang lumayan besar.
saking banyaknya list cerita yg di baca 😁😁
rajin up dong 🙏🙏🙏
dan ternyata sy jatuh cinta sama cerita nya.. dan suka alur seperti ini 👍👍🤗🤗🤗
gak sabar saat si Lintang malah berubah haluan dalam memperhatikan Rania 👍🤩😁😁