pertemuan dua tokoh yang berjuang melawan masalah nya masing-masing. dimana, seorang pria tampan yang hampir kehilangan harapan hidupnya. namun siapa sangka ia bertemu dan jatuh cinta kepada wanita cantik yang telah dikuasai oleh ilmu hitam dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL Chnl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Yang Suram
Waktu terus berputar, dan cahaya matahari mulai meredup yang menunjukkan hari mulai sore. Suasana kantor mulai sepi. Hanya ada Joo Han dan Teyong dalam ruangan yang berbeda. Pandangan Joo Han selalu mengarah pada suasana kota di balik jendela, entah apa yang ada dalam pikirannya. Teyong yang merasa bosan dengan suasana nya pun beranjak dari ruangannya. Ia kemudian menghampiri Joo Han.
"Hey! Apa kau tidak ingin pulang? Hari sudah mulai gelap." Tanya Teyong kepada Joo Han.
"duluan saja" Jawab Joo Han dengan pelan sambil terus memandangi suasana kota.
"Baiklah, aku duluan ya." ucap teyong. Namun Teyong pergi dengan sedikit ragu-ragu. Sesekali ia menoleh kepada Joo Han yang sedang duduk termenung dalam kesendiriannya. Kemudian ia pun pergi meninggalkan Joo Han.
Dan disisi lain, suasana kampus mulai nampak sunyi, beberapa siswa akhir masih berada dalam lingkungan kampus. Mereka sibuk mempersiapkan diri untuk tugas akhir. Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Lee Ya yang telah selesai dengan jam kuliahnya pun beranjak dari kelas setelah beberapa waktu duduk berdiam. Seperti biasa, ia akan menunggu keadaan kelas kosong terlebih dahulu sebelum ia akan meninggalkan kelas.
Tiba-tiba handphonenya bergetar. Ia pun mengambil dan melihat handphone tersebut dari saku Hoodie nya. terlihat pesan dari Do-Ri yang memberitahukan bahwa ia akan balik duluan karena urusan mendadak. namun, Lee Ya hanya melihat dan mengabaikan pesan tersebut. setelah itu, ia pun beranjak menuju perpustakaan kampus untuk mempersiapkan tugas akhir.
Sesampainya Lee Ya di perpustakaan, Ia menyadari keberadaan Soo Ram dan teman-temanya di dalam perpustakaan. Lee Ya sempat ragu-ragu untuk melangkah masuk. namun Soo Ram dan teman-temannya meledek.
"Oh? Ada si kuah panas. Masuklah!. Tak perlu takut. Hanya kamu yang paling menyeramkan disini! Hahaha" Ucap Soo Ram sambil tertawa bersama teman-temannya dan beberapa mahasiswa yang ada didalam juga ikut tertawa. Mendengar hal itu pun Lee Ya memberanikan diri untuk tetap melangkah maju memasuki ruangan perpustakaan dengan kebiasaannya yang berjalan sambil menundukkan kepalanya. Kemudian Ia pun segera menuju ke rak buku bagian seni. Disana ada beberapa mahasiswa yang terkejut dengan kehadiran Lee Ya. dan mereka pun segera menjauh karena ketakutan. Lee Ya yang menyadari hal itu, segera mengambil satu buku dan bergegas pergi menjauh dari orang-orang tersebut. Ia memilih duduk di pojok ruangan.
melihat hal itu, Soo Ram dan beberapa temannya pun saling melirik satu sama lain, seperti sedang merencanakan sesuatu.
tiba-tiba seember air kotor tertumpah tepat di atas kepala Lee Ya yang sedang duduk melihat bukunya. kemudian sekeranjang sampah juga tertumpah kepadanya. sejenak ia hanya terdiam sambil mendengar suara Soo Ram dan teman-temanya yang sedang tertawa lucu di balik rak buku di belakangnya.
"Wah dia akan jadi seperti apa yah sekarang? hahahaha" ucap salah satu teman Soo Ram sambil tertawa.
"tentu saja dia akan bau dan makin j*l*k hahahaha" Jawab Soo Ram sambil tertawa.
Lee Ya yang mendengarkan perkataan tersebut hanya terdiam sambil mengepalkan kedua tangannya menguatkan dirinya.
kemudian ia pun berdiri dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut menuju Toilet.
dalam kesibukan Soo Ram dan beberapa temannya tertawa mengejek Lee Ya, salah satu teman Soo Ram yang bernama Ye Na memisahkan diri. terlihat ia sedang menelpon seseorang seperti sedang merencanakan sesuatu yang kedua.
"bagaimana? apa kalian sudah siap? Aku tidak mau tau. Kalian harus benar-benar menghancurkan hidupnya" ujar Ye Na.
malam pun hampir tiba. Selang beberapa waktu Joo Han termenung dalam kesendiriannya, Ia pun beranjak dan keluar dari kantor menuju kampus Lee Ya. Sesampainya Disana, Ia pun berdiri di depan kampus yang sangat besar dan luas.
"Wah ternyata seperti ini yah kampusnya, hmmm masih cukup ramai walaupun hari sudah mulai gelap" Ucap Joo Han sambil mengamati suasana kampus. Kemudian ia terus berjalan menuju fakultas seni.
"hmm dan ini fakultasnya ya" lanjut Joo Han. ia pun terus mengamati sambil melangkahkan kakinya. Hingga tiba lah dia di halaman perpustakaan.
"wah perpustakaannya bagus sekali ternyata" Ucap Joo Han dengan kagum. dalam kesibukannya mengamati suasana, tiba-tiba ia tak sengaja melihat dan mendengar empat pria dengan berpenampilan seperti preman yang ada di sekitar perpustakaan.
"Tenang saja, Akan kami lakukan sesuai perintahmu" Ucap salah seorang preman tersebut dalam telepon. Kemudian ke empat pria tersebut beranjak dan bergegas menuju ke lantai atas. Mendengar hal itu, Joo Han merasa heran namun ia hanya mengabaikan hal tersebut.
"Disini cukup indah untuk menenangkan pikiran" Ucap Joo Han. Kemudian ia duduk di taman perpustakaan sembari menikmati suasana kampus yang ada di hadapannya.
Di dalam toilet, Lee Ya yang telah selesai membersihkan pakaiannya dan menyeka air matanya, ia pun menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya. Namun, ketika hendak keluar, Ia menyadari bahwa pintunya telah di kunci. Ia pun hanya terdiam di depan pintu dalam toilet.
tiba-tiba di saat itu juga, lampu dimatikan. sehingga membuat suasana menjadi gelap. Ia pun kemudian duduk menyender ke diding dan menarik nafas panjang untuk menenangkan kembali dirinya. Setelah itu, Ia mengeluarkan handphone dalam saku Hoodie nya untuk menyalakan senter dari handphone tersebut kemudian memasukkan kembali kedalam sakunya.
Setibanya para preman di lantai atas tempat tujuan mereka, Disana mereka pun bertemu Ye Na.
"Dia ada didalam toilet. Ini kuncinya. Ingat! Lakukan seperti yang ku perintahkan!" tegas Ye Na kepada para preman sembari memberikan kunci toilet.
"Siap! Tenang saja" jawab ketua preman sambil tersenyum jahat.
selang beberapa waktu Lee Ya berada dalam kegelapan di dalam toilet, tiba-tiba pintu terbuka. Hal tersebut membuat Lee Ya beranjak untuk berdiri. dibalik pintu, terlihat beberapa pria masuk kedalam. dan disaat lampu dinyalakan, ia pun segera menundukkan pandangannya.
"Hello Nona manis!" ucap salah seorang pria. Namun Lee Ya hanya mengabaikan suara tersebut. ia pun berjalan keluar dari toilet tanpa memperdulikan pria yang ada disekitarnya.
Namun tiba tiba langkahnya terhenti karena di hadang oleh empat pria tersebut.
"ku dengar kau sangat Jelek ya? Hahaha kalau begitu, biarkan kami melihatnya untuk memastikan" Ucap salah seorang ke empat pria dengan meledek dan tertawa sambil mencoba untuk melihat wajah Lee Ya yang sedang menunduk. Namun Lee Ya berusaha untuk memalingkan wajahnya dari mereka.
"Tolong jangan sentuh aku" ucap Lee Ya dengan pelan.
"Menyentuhmu? Hahaha... Kami Juga jijik dengan wanita j*l*k!" tegas salah seorang pria. Lee Ya hanya terdiam.
orang-orang di sekitar pun hanya mengabaikan kejadian tersebut.
"maka dari itu, biarkan kami memastikan. Oke?" lanjutnya lagi. Kemudian salah satu dari mereka berusaha untuk mengangkat wajah Lee Ya. Namun Lee Ya juga berusaha untuk tetap bertahan menundukkan pandangannya.
lelah dengan tindakan Lee Ya tersebut, ternyata mengundang amarah salah satu dari mereka. Ia pun menampar Lee Ya dengan keras hingga membuat Lee Ya terjatuh ke lantai.