Seorang pria yang mempunyai kekuatan supranatural yang mana kekuatan tersebut tidak dapat diidentifikasi asal dan jenisnya bahkan oleh dirinya sendiri.
Namun dunia dimana ia berada saat ini, sangat jarang atau mungkin hanya dia seorang diri yang mempunyai kekuatan supranatural.
Sehingga bagi mereka yang telah mengetahui kekuatannya, merasa takut dan menjauhinya bahkan keluarga terdekatnya termasuk orang tuanya.
All hasil, ia terpaksa menjadi seorang penyendiri menjalani hidup yang membosankan dan tak berwarna.
Sampai suatu ketika saat ia sedang tidur di kamarnya, terjadi sebuah fenomena aneh yang membawanya ke dunia yang sama sekali tidak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shiran vs Sekushi
Di salah satu ruangan medis pada arena pertarungan kerajaan ras demi human, mengenakan ekspresi khusuk Ryugen menatap Ryugo yang baru saja sadarkan diri.
"Apakah kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan ?"
tanya Ryugen dengan nada mengintrogasi kepada Ryugo.
Menanggapi pertanyaan itu bukannya menjawab, Ryugo malah terdiam dengan tatapan kosong menatap ke arah yang berbeda seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Apa sebenarnya yang kau rencanakan hingga membuatmu hendak melakukan tranformasi ?
Bukankah kau sangat mengetahui bahwa itu merupakan pelanggaran dalam kompetisi ?"
tanya Ryugen sekali lagi yang langsung ke intinya dengan nada lebih tegas.
Memahami makna dari nada tegas dalam suara Ryugen, Ryugo pun berbalik menatapnya sembari berkata
"Aku mempunyai alasan untuk melakukan itu !
Apakah ayah hanya akan diam saja saat spesies kita, spesies naga dihina ?"
Katanya dengan ekspresi dendam yang jelas di tujukan pada Sekushi.
"Apa maksud dari pernyataanmu itu ?
Tidakkah kau sadar dengan pernyataan itu kau bisa dianggap sebagai pengadu domba ?
Apakah kau mempunyai bukti ?"
balas Ryugen lagi-lagi dengan nada mengintrogasi sembari mengenakan ekspresi bingung dan keraguan.
"Humph,,, aku yakin jika ayah yang berada di posisiku, ayah akan melakukan hal yang sama !
Tahukah ayah, bahwa wanita b*t*h itu telah secara terang-terangan mengatakan kepadaku bahwa spesies naga hanyalah spesies yang menganggap diri mereka sebagai yang terkuat namun kenyataan malah sebaliknya !
Bahkan dia juga mengatakan bahwa kita sangat lemah hingga tidak pantas untuk disebutkan.
Dengan itu, apakah ayah masih berpikir bahwa aku telah melakukan kesalahan ?"
jelas Ryugo dengan nada menahan amarah sembari melebih-lebihkan pernyataan Sekushi.
Seperti yang diharapkan saat mendengar spesies naga telah dihina, emosi Ryugen seketika melunjang.
Mencoba mengendalikan emosinya, Ryugen mengklarifikasi
"Apakah kau sangat yakin dengan apa yang kau katakan ?"
tanyanya dengan nada penekanan agar Ryugo menjawab dengan sejujur-jujurnya.
Sebenarnya Ryugen belum benar-benar yakin akan hal itu sebab menilai dari karakter pendendam yang dimiliki Ryugo, ia yakin bahwa Ryugo akan melakukan apa pun untuk membalas dendam tersebut.
Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa Ryugo hanya ingin memanfaatkannya untuk melakukan itu.
"Mengapa ayah tidak tanyakan saja kepada wanita b*t*t itu secara langsung ?"
Jawab Ryugo santai dengan nada meyakinkan.
Menyaksikan kepercayaan diri Ryugo, Ryugen akhirnya percaya dan segera beralih ke salah seorang penjaga yang berada dalam ruangan tersebut sembari menyatakan
"Segera selidiki semua informasi tentang Shiran dkk nya !
Secepatnya !"
perintahnya dengan nada geram teredam.
Menyaksikan itu, seolah telah meraih kemenangan besar Ryugo berpikir
"Humph,,, sekarang apa yang akan kau lakukan wanita b*t*h !
Aku sangat menantikan untuk melihat ekspresi memelas seperti apa yang akan kau tunjukan padaku nantinya !
Hehe !"
dengusnya dalam hati.
Di waktu yang bersamaan !
Saat ini Shiran dkk sedang berkumpul di loby arena pertarungan sembari menunggu waktu di mulainya pertarungan final.
Di tengah-tengah percakapan santai diantara mereka, Sekushi tiba-tiba menyatakan
"Ehem,,, tuan !
Apakah sebaiknya aku mengundurkan dari dari pertarungan ini ?
Bukankah dengan begitu pertarungan anda dan raja Ryugen akan di mulai lebih cepat ?"
tanyanya sedikit ragu karena telah membuat keputusan seenaknya.
"Hmmm ?
Tidak perlu, lagi pula aku juga ingin menguji sejauh mana kau menguasai "unlimited upgrade".
Untuk itu, sebaiknya dalam pertarungan nanti kau harus mengerahkan semua kekuatanmu !"
jawab Shiran santai namun tegas.
"Tapi tuan---"
ucapan Sekushi tiba-tiba berhenti saat hendak menolak.
"Tidak ada tapi-tapian, ini adalah perintah !
Jika kau mencoba untuk melanggarnya, maka bersiaplah menanggung konsekuensinya !"
potong Shiran dengan nada lebih tegas dan penekanan.
"Ugggh,, baiklah tuan !"
jawab Sekushi dengan nada lemah sembari pasrah mengiyakan perintah tersebut.
Dengan itu, mereka kembali bercakap santai diantara mereka.
Waktu berlalu tanpa terasa hingga akhirnya Ryugen kembali ke podium hakim dan mengumumkan pertarungan final akan segera dimulai.
Saat Shiran dan Sekushi telah berada di tengah arena, Ryugen mengamati mereka dengan tatapan mendalam seolah sedang mencari tahu sesuatu.
Shiran yang mempunyai insting yang sangat kuat, spontan berbalik sembari berpikir
"Hmmm ?
Sepertinya hal yang dinantikan akan segera terjadi !"
gumamnya dalam hati.
Menepis pemikiran itu, Shiran kembali fokus pada pertarungan dan menatap Sekushi sambil berkata
"Majulah dengan semua yang kau punya dan jangan mencoba untuk menahan sedikitpun bila kau tidak ingin terluka !"
serunya santai.
Menanggapi seruan itu, sangat jelas terlihat dari tingkah Sekushi yang masih ragu untuk melakukannya tanpa menunjukan tanda-tanda pergerakan sedikitpun.
"Hmmm,, baiklah !
Jika kau masih ragu untuk melakukan itu, maka aku yang akan memaksamu melakukannya !"
Seru Shiran sekali lagi dan segera melancarkan serangan.
Dari pandangan pengamat, mereka melihat serangan itu layaknya sebuah serangan santai yang dilakukan oleh Shiran.
Namun bagi Sekushi yang menerimanya, entah mengapa ia tiba-tiba merasakan tekanan yang sangat besar hingga membuatnya cukup sulit untuk bergerak.
Untungnya saat serangan Shiran hendak mengenainya, Sekushi berhasil menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya.
Sebagai hasilnya, ia hanya terhempas kurang lebih sepuluh meter tanpa mengalami cedera sedikitpun.
Hal ini tentu saja telah direncanakan oleh Shiran yang sengaja menurunkan frekuensi serangannya pada detik-detik terakhir.
Jika tidak, entah apa yang akan dialami Sekushi saat ini.
Sementara itu Sekushi yang baru saja terhenti dari hempasannya, akhirnya tidak lagi tenang karena berpikir bahwa Shiran sangat serius akan perkataannya.
Tidak berani menanggung resiko atas keraguannya, Sekushi pun memutuskan untuk membalas.
Sayangnya bagi Shiran yang telah memperhitungkan hal itu, dapat menghalau serangan tersebut dengan sangat sempurna tanpa menimbulkan efek apapun kepadanya.
Saat Sekushi telah mundur untuk kembali menjaga jarak, Shiran lagi-lagi berkata
"Hmmm ?
Bukankah sebelumnya aku telah memerintahkanmu agar tidak menahan ?
Sepertinya kau masih perlu sedikit pelajaran lagi !"
katanya dan sekali lagi melancarkan serangan yang serupa.
Hanya saja kali ini sedikit berbeda, dimana saat mereka melakukan kontak fisik, Sekushi merasakan kesemutan yang cukup menyetrum pada anggota tubuh yang ia gunakan untuk menghalau serangan tersebut.
Menanggapi itu, akhirnya semangat bertarung Sekushi berkobar secara perlahan.
Menyadari hal itu, dengan nada provokasi Shiran berseru lagi
"Hufh,,, apakah hanya ini yang kau miliki ?
Jika benar, maka jujur aku merasa sangat kecewa !"
Serunya sembari mendengus lemah.
Benar saja, setelah mendengar provokasi tersebut bukan hanya semangat bertarung, bahkan emosi Sekushi ikut melunjang secara dramatis.
Tidak membiarkan kesempatan itu berlalu, Shiran terus mengucapkan kalimat-kalimat provokasi seperti, ketidaklayakan Sekushi menjadi pelayannya, mengatainya sebagai spesies terendah, dll, hingga Sekushi benar-benar melupakan hubungan diantara mereka saat ia mulai melancarkan serangan habis-habisan kepada Shiran.
Sungguh mencengangkan akibat intensnya pertarungan mereka, bahkan membuat seluruh arena bergetar layaknya gempa bumi.
Namun bukannya ketakutan, penonton malah lebih bersemangat lagi menyorakkan seruan mereka saat mendukung Shiran dan Sekushi.
Bahkan bagi Yugana dan Kirei yang mempunyai cukup pengetahuan terhadap kekuatan keduanya, tidak luput dari keterkejutan saat mengamati pertarungan tersebut dengan sangat serius.
Di sisi lain pada podium hakim, Ryugen yang telah membangkitkan kecurigaan terhadap Shiran dkk, mulai merasakan emosi bercampur aduk dalam hatinya.
Entah itu keterkejutan, penasaran, maupun keresahan saat memikirkan Shiran sebagi kawan atau lawan.
Sedangkan di sisinya, Ryugo hanya dapat menatap kosong pada pertarungan seakan-akan tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.
"Ini pasti hanyalah sebuah mimpi buruk !
Tidak mungkin mereka berdua lebih kuat dariku !
Akulah yang terkuat diantara generasiku !"
pikir Ryugo mencoba mengingkari kenyataan bahwa telah sangat jelas terbukti, ia tidak layak dibandingkan dengan keduanya.
Sementara itu di tengah arena, tanpa menghiraukan situasi di sekitar mereka, Shiran dan Sekushi benar-benar bertarung layaknya menghadapi seorang musuh tulen.
Tentu saja hal itu hanya berlaku bagi Sekushi yang benar-benar telah melupakan status Shiran sebagai tuannya dan tidak sungkan melancarkan serangan dengan segenap kekuatannya.
Berbeda dengan Shiran yang hanya menanggapi pertarungan tersebut dengan terus menjaga keseimbangan kekuatan diantara mereka.
Meskipun saat ini Shiran telah cukup puas dengan kemampuan Sekushi, ia tetap bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan Sekushi dengan cara memberikan beberapa tekanan saat daya serangan Sekushi mulai menurun.
Sebagai hasilnya, pertarungan itu pun berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Bahkan saking intensnya pertarungan itu, para pengamat tidak lagi dapat melihat sosok Shiran dan Sekushi yang sangat cepat dengan gerakan mereka.
Sebagai gantinya, mereka hanya dapat melihat timbulnya fluktasi benturan yang sangat keras hingga membuat seluruh Arena bergetar tak terkendali.
Bahkan Ryugen yang mempunyai kekuatan terbesar diantara mereka, hanya dapat menahan nafas sambil berpikir
"Apakah dengan kekuatan terbesarku saat masih dalam wujud demi human bahkan bisa mengimbangi mereka ?"
tanyanya dalam hati saat rasa sedikit frustasi mulai tumbuh dalam benaknya.
Waktu berlalu, tanpa terasa pertarungan telah berlangsung hingga kurang lebih 45 menit dimana intensitas pertarungan mulai menurun secara perlahan.
Hal ini disebabkan oleh Sekushi yang telah mengalami kelelahan cukup berat serta beberapa cedera kecil yang diberikan oleh Shiran saat mencoba mendesaknya.
Namun hal itu sama sekali tidak menurunkan semangat bertarungnya, melainkan semakin geram saat ia mencoba melakukan transformasi.
Tidak ingin rahasia dan rencana mereka terbongkar, Shiran tidak tinggal diam dan segera melancarkan yang sangat cepat.
Sekushi yang tidak mampu mengimbangi, hanya dapat pasrah menerima serangan Shiran yang telak mengenai perutnya.
Saat kesadaran Sekushi mulai buyar akibat efek serangan tersebut, ia sempat mendengar suara Shiran yang berbisik padanya
"Sangat bagus, kau tidak mengecewakanku sedikitpun dan aku sangat bangga mempunyai pelayan sepertimu.
Namun untuk sekarang tenangkan lah pikiranmu sembari beristirahat sejenak !"
bunyi suara itu yang seketika menyadarkannya kembali pada realitas lalu terjatuh tidak sadarkan diri dengan senyum kepuasan dan kebanggaan.
Saat fluktasi yang disebabkan oleh serangan itu mulai lenyap secara perlahan, para pengamat akhirnya dapat melihat sosok keduanya yang sukses membuat mereka terkejut sesaat, sebelum bersorak ria.
ATTENTION !!!
"***Assalamualaikum wr.wb dan salam sejahtera bagi para pembaca "UNKNOWN" (baik yang setia maupun hanya hanya lewat).
Pada kesempatan ini, pertama-tama aku sebagai author ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian yang telah memberikan masukan, saran, serta kritik namun tidak mendapat tanggapan dariku.
Sejujurnya, tanggapan kalian tersebut tidak pernah aku abaikan sedikitpun.
Melainkan aku menjawabnya dengan melakukan beberapa perubahan pada chapter2 terbaru pada karya ini sesuai dengan tanggapan yang kalian berikan.
Contohnya, seperti pendeskripsian situasi dan kondisi yang terlalu berbelit-belit.
Untuk itu, aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk memperbaikinya yang hasilnya dapat kalian saksikan pada chapter2 terbaru.
Namun, aku hanyalah seorang manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
Sehingga aku tidak berani mengklaim bahwa perbaikan tersebut sesuai dengan harapan kalian.
Mengenai itu, aku hanya berharap agar kalian tidak pernah jenuh untuk terus membaca dan memberikan tanggapan kalian baik masukan, saran, serta kritik sekalipun.
Sesungguhnya semua tanggapan kalian itu adalah motivasi bagiku untuk terus meningkatkan diri.
Diakhir kalimat, aku ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian serta dukungan yang kalian berikan dengan semua kontribusi yang sangat bermakna bagiku.
Dan tak lupa pula aku berharap, mohon terus berikan dukungan bagi kalian yang menyenangi karya ini dengan memberikan LIKE, COMENT, DAN VOTE seikhlas kalian !
Karena sesungguhnya, semua itu sangatlah berperan penting dalam meningkatkan semangatku untuk terus berkarya.
Ok, cukup sekian yang dapat aku sampaikan pada kesempatan ini, sampai jumpa pada chapter2 selanjutnya !"🙏👍👌🖐️***
up up up up
up up up
up up
up
Satu hal lagi, kalau sudah pakai kata 'berkata' gak perlu lagi pakai kata 'katanya' itu adalah pemborosan kalimat. Lagipula pada dasarnya arti kedua kata itu sama saja. Intinya terlalu banyak pemborosan kata. Kurang lebihnya mohon maaf, aku juga pemula. Tapi saling membagi ilmu tidak ada salah bukan? Sekian, semoga bisa direvisi jadi lebih baik lagi.