NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Anakku

Hidup Kembali Untuk Anakku

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Wanita / Fantasi / Tamat
Popularitas:227.1k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.

Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.

Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.

Apakah Rose berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klarifikasi

*Jangan lupa like dan vote nya dulu🫣

Seperti tidak pernah terjadi apa-apa, Aurora dan Rose mengobrol ringan sambil jalan santai menuju tempat tinggal Rose yang ada di belakang restoran.

"Aku tidak menyangka Tante Sarah bisa baik padamu." ujar Aurora yang dibalas anggukan oleh adik iparnya.

Sesampainya mereka di emm hunian Rose, wanita itu sangat terkejut saat melihat keberadaan keluarga besarnya dan juga keluarga Vale disini.

"Kenapa kalian kesini?" tanya Rose yang menatap penuh tanya Marcus, suaminya itu berdiri didepan, tapi tatapannya tertuju pada Aurora. Dan wanita itu tahu jika pria itu sudah mengetahui semuanya..

...

Di ruang tamu yang tidak terlalu besar ini, semua orang terdiam, hawanya benar-benar tidak enak. Noah dan juga Sophia dengan kompak menggandeng tangan Rose. Meminta perlindungan dari wanita itu karena didepan mereka, Marcus, terlihat sangat mengerikan..l

Rose mendengus kesal karena saat ini dia seperti domba yang berada di kerumunan serigala. Kenapa semua orang menatapnya seperti ini.

Srak....

Marcus mengeluarkan sebuah kertas lalu menyerahkannya pada Rose yang duduk dihadapannya.

Wanita itu dengan ragu menerimanya, lalu membacanya dengan seksama.

"Kenapa kau tidak memberitahuku jika Noah adalah anak kandungku?" tanya Marcus yang membuat semua orang terkejut.

Catherine langsung mendekat ke arah anaknya. "Kau bicara apa Marcus?" tanya wanita itu meminta penjelasan.

"Nanti Bu, sekarang aku butuh penjelasan Rose dan juga...." dia beralih menatap Aurora, kakaknya yang sedang menunduk disamping istrinya.

"Kak Aurora."

Semua orang langsung memusatkan perhatiannya pada Aurora. Wanita itu menelan ludahnya paksa, dia takut jika dia akan dihakimi disini.

"Jujurlah kak." pinta Marcus dengan nada tenang tapi terasa menusuk bagi Aurora.

"Sebenarnya aku... Aku em aku maaf." Aurora merasa tercekik saat ini. Dia tidak bisa menceritakan tentang apa yang sudah dia lakukan, baru kemarin dia berbaikan dengan ibunya, jika wanita itu sampai tahu perbuatannya di masa lalu, pasti dia akan di usir dari rumah.

Grep....

Aurora menoleh ke arah tangannya yang saat ini sudah digenggam oleh Rose. Wanita itu mengelusnya pelan seolah ingin menenangkannya, dan yah, itu berhasil.

"Duduk." pinta Rose pada Marcus yang masih berdiri di hadapannya. Dia jadi tidak nyaman dengan posisi itu.

Marcus mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi marah di wajah istrinya, tapi dia segera mundur lalu duduk di sofa yang ada dihadapan wanita itu.

Rose menoleh ke arah orangtuanya dan juga orangtua Marcus, ada Jesper dan Mia, juga Nathan dan Camila. Rumah ini terasa sesak karena ramainya orang yang datang.

"Jangan menyela ucapan ku, dan jangan menghakimi kak Aurora." pinta Rose dengan sungguh-sungguh, Marcus ingin sekali menyela ucapan istrinya.

Tapi ia urungkan demi keberlangsungan rumah tangannya karena demi apapun Rose terlihat seperti ingin menelannya hidup-hidup.

Rose mengambil nafas dalam-dalam, dia menatap sekilas kertas hasil DNA yang diberikan Marcus padanya, tanpa bertanya pun dia sudah tahu jika pria itu diam-diam melakukan tes DNA pada Noah.

"Memang benar Noah adalah putra kandungku." ucapnya sambil mengangkat kertas itu dan mengarahkannya pada semua orang yang ada disana, suasana langsung ricuh.

"Jadi anakmu kembar?" tanya Nathan penasaran.

Rose menggelengkan kepalanya. Dia melirik ke arah Sophia yang menunduk dengan ekspresi sedih.

"Satu lagi, aku minta pada kalian untuk tetap tenang sampai ceritaku selesai." pintanya lagi dan keadaan mulai kondusif, semua orang diam hingga suasana kembali hening. Rose menyenggol lengan Aurora.

Wanita itu mengangguk, paham maksud adik iparnya. Dia mengangkat wajahnya, lalu menatap satu persatu orang yang ada disini hingga tatapannya terhenti pada Marcus. pria itu masih melayangkan tatapan tajam ke arahnya, wajar Marcus marah padanya. Karena perbuatannya ini bisa dikatakan sangat keterlaluan.

"Sebelum aku mengatakan semuanya, aku ingin meminta maaf pada semua orang terutama Rose dan juga Marcus." dia menghentikan ucapannya sejenak.

Mencoba menenangkan dirinya sendiri.

"Sebenarnya, Sophia anakku."

Deg....

"Apa!"

"Jangan bicara sembarangan Aurora!"

"Kau gila!"

Rose menenangkan kakak iparnya yang sepertinya sedikit tertekan karena respon mereka yang terkejut dengan ucapan wanita itu.

Catherine menghampiri anak itu, mengangkat wajah Aurora agar menghadap ke arahnya. "Kamu bohong kan?" tanyanya memastikan.

Tapi Aurora menggeleng, "Sophia anakku ibu, aku hiks." tangisnya langsung pecah. Memori kelam itu kembali muncul dan menghantuinya.

Catherine dengan cepat memeluk anak itu, mencoba menenangkan Aurora yang entah kenapa terlihat sangat menyedihkan.

Rose menggenggam tangan Sophia erat. Dia menoleh ke depan.

"Aku akan melanjutkan cerita kak Aurora, jadi ku mohon dengarkan baik-baik."

"Sophia memang bukan anakku, dia anak kandung kak Aurora, tapi...." dia kembali menoleh ke arah anak itu.

"Aku akan merawatnya seperti anak kandung ku sendiri dan untuk kak Aurora, tolong jangan memakinya atau menyalahkannya." pintanya dengan sungguh-sungguh.

Tapi Marcus langsung menyela, pria itu berdiri lalu menujuk Aurora dengan ekspresi marah. "KENAPA KAU MASIH MEMBELANYA ROSE, DIA MENUKAR ANAK KITA, DAN MEMBUANGNYA KE PANTI." teriaknya penuh amarah.

Aurora kaget, Catherine menatap anaknya tidak percaya. "Apa benar yang dikatakan Marcus?" Aurora mengangguk.

"Maaf ibu saat itu aku benar-benar takut jika di usir dari rumah karena hamil di luar nikah, jadi aku berencana untuk menukarkan anakku dengan anaknya Marcus agar anakku memiliki kehidupan yang baik."

Hati Catherine terasa sakit saat mendengarnya. Dia mengambil tangan anak itu dan menggenggamnya. "Jadi siapa yang menghamili mu?" tanyanya ingin tahu.

"Ayah Damian." jawab wanita itu lirih.

Mata Robert seketika memanas, dia langsung berdiri dan menghampiri anaknya itu. "KATAKAN DI MANA BAJINGAN ITU AURORA!" teriak pria itu murka. Dia tidak terima anaknya dilecehkan seperti ini, dia tidak menyangka jika Aurora akan mengalami hal yang mengerikan seperti ini.

"Ayah, hiks aku takut." dan untuk pertama kalinya, Aurora mendapatkan pelukan hangat dari ayah kandungnya sendiri. Robert memeluk anak itu dengan tatapan kosong. Dia gagal, dia sudah gagal menjaga anaknya.

"Ayah janji akan memberikan pelajaran kepada Damian brengsek itu." Dia menyesal karena mengabaikan anak pertamanya ini.

"Terimakasih ayah, dan Marcus." Aurora terlihat pasrah saat menatap ke arah adiknya, dia tahu jika Marcus masih emosi.

"Aku siap bertanggung-jawab atas semua perbuatan ku, kau pasti punya bukti kejahatan ku." pria itu mengangguk ragu.

Rose terlihat resah saat ini, di satu sisi dia senang karena Aurora mau mengakui kesalahannya, di sisi lain dia tidak mau jika wanita itu dimasukkan ke dalam penjara karena mau bagaimana pun hanya Aurora keluarga yang menerimanya disaat yang lain membencinya.

"Ma." Sophia menatap lekat pada Rose dan seakan tahu maksud tatapan anak itu.

"Aku sudah memaafkan nya, jadi tidak perlu melaporkannya ke polisi." ucap Rose yang membuat semua orang terperangah.

"Rose." Aurora menatap tidak percaya ke arah wanita itu. Dia tidak menyangka Rose mau memaafkannya, maksudnya semudah itu dia dimaafkan.

"Iya, asal Sophia tetap menjadi anakku."

1
Fahreziy
👣👣👣
Atoen Bumz Bums
kan masih tunangan belum nikah jadi ibaratnya sudah saling memaafkan nggak perlu diungkit-ungkit lagi lah
Atoen Bumz Bums
sayang kali kartu yang lama dikasih Markus nggak dicari
Atoen Bumz Bums: untukku aja kalau gitu🤭
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
udah lumutan baru minta jatah 😁🤭
Atoen Bumz Bums
entahlah🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
13 tahun makan asem sama garam aja
giliran ditawari gula y jelas gak lgsg diterima
meowww
aku suka happy ending
meowww
bagussss
Dhatu Lukita
⭐ 5 dan mawar buatmu thoorr 💪💪💪
waya520: aaaa terimakasih banyakk
total 1 replies
Arlis Wahyuningsih
baik dan menarik..teruskan thor dgn karya baru yg lebih baik
Atmita Gajiwi
/Rose//Rose//Rose//Heart/
Liana Simon
Akhirnya sampai End, Ceritanya Menarik semangat Thor
waya520: terimakasih banyakk 🙏🤭
total 1 replies
mbok e bocah
bagus cerita nya semangat ya nulisnya
waya520: terimakasih 🤭🙏
total 1 replies
Wawasan Ilmu NgertiYuk
mampir lagi nihhhh
Happy Kids
yg nyeret juga sophia. bukan noah. kenapa seolah noah yg monopoli.
Happy Kids
ya kan kue yg dikasih serena ada racun. krn yg makan ga hanya catherine tp anak dia sndiri
Happy Kids
kayanya catherine itu di racuni
Happy Kids
kayanya di dlm cookies ada campuran ntah apa yg buat catherine sakit kalo
Siti Fatimah
sangat bagus
Uthie
kocak 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!