Ali, seorang pemuda berusia 23 tahun, terjebak dalam kebuntuan hidup—menganggur dan bermimpi membangun bisnis, tetapi tak memiliki modal. Namun, segalanya berubah ketika tanpa sengaja ia membangkitkan kekuatan untuk menjelajahi dunia paralel. Di sana, ia menemukan teknologi canggih, harta tanpa batas, serta buku-buku seni bela diri yang dapat ia bawa kembali ke dunia nyata. Dengan kecerdasan dan tekadnya, Ali memanfaatkan semua yang ia peroleh untuk menaklukkan dunia. Uang, teknologi, dan keterampilan bertarung kini ada di tangannya. Inilah kisah seorang pemuda yang melangkah dari nol menuju kejayaan—mengubah takdir dan menapaki jalan menuju puncak dunia!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyligh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 kejar kejaran part II
Di depan kantor galeri marketing permata Senayan, mereka berdua berdiri di depan kantor tersebut. Kemudian Ali menyuruh elsan untuk menunggunya di motor Karena Ali tidak mau elsan tau kalau dirinya sebenarnya punya banyak uang.
"San kamu tunggu saya di luar saja yah!".ucap Ali.
"ok Al! saya nunggu kamu di luar aja, lagian saya gak punya kepentingan di dalam".ucap elsan.
Ali mulai berjalan masuk ke kantor tersebut, sesampainya ke dalam ia langsung di sambut sales nya.
"permisi ada bisa di bantu pak?".ucap seorang sales.
"oh begitu pak saya mau menanyakan harga ruko no 75!".kata Ali.
"tunggu sebentar pak! Saya Carikan duluh harga ruko no 75.". kata sales tersebut
kemudian Ali duduk di kursi tamu dan menunggu sales mencarikan harga ruko yang dia pilih. Beberapa saat kemudian sales tersebut, berjalan ke arah Ali dan memberitahukan harga ruko tersebut.
"ini pak! Harga rukonya, harga 8 miliar pak dengan fasilitas lengkap, coba bapak cek duluh".kata sales tersebut.
Kemudian Ali melihat lihat spesifikasi ruko yang ingin dia beli. karena ali yang hanya membawa uang 2 miliar di cincinnya. Dia meminta ruko itu di sewakan kepadanya.
"pak bisa gak saya hanya menyewa saja rukonya".kata Ali
"mohon maaf pak! kami tidak menyewakan ruko kami dan kami hanya menjualnya".kata sales tersebut.
Ali mulai berfikir karena di wilayah permata Senayan sangat banyak orang yang datang untuk nongkrong, di sana juga banyak juga cafe dan restoran atau tempat makan.
Ali berfikir kalau dia tidak mengambil ruko tersebut maka itu sayang sekali kalau tidak mengambilnya. setelah berfikir lama, dia memutuskan untuk membeli ruko tersebut.
Tapi dia tidak langsung membelinya malahan dia hanya memboking ruko itu terlebih dahulu.
"pak dikarenakan saya tidak membawa uang banyak! Bagaimana kalau saya boking duluh ruko itu".kata Ali
"Iyya bisa, tapi uang boking nya 100 juta bagaimana?".kata sales tersebut.
"baiklah pak saya boking aja duluh".kata Ali
"jadi kapan anda mengambilnya?".kata sales itu.
"mungkin besok pak!".kata ali
Sales itu terkejut mendengar perkataan kata Ali dan bergumam "besok! bagaimana caranya mengumpulkan uang hanya waktu dalam sehari" kemudian sales itu pergi mengambil dokumen ruko no 75 dan menulis nama Ali di dokumen tersebut sebagai tanda jadinya. Dan Ali mengeluarkan kartu debitnya untuk melakukan pembayaran.
Setelah selesai melakukan pembayaran, Ali kemudian berpamitan dengan sales tersebut dan keluar dari kantor itu. Melihat Ali yang keluar dari kantor tersebut kemudian elsan berkata.
"Al bagaimana? Kamu menyewa ruko itu?".tanya elsan.
"saya membelinya karena ruko itu tidak di sewakan".kata Ali.
"jadi! Harganya berapa?".tanya elsan.
"harga 1 miliar dan saya mencicilnya?"kata Ali
Ali berbohong kepada elsan, supaya elsan tidak terlalu terkejut dengan harga aslinya. Kemudian mereka berdua naik ke motor dan menghidupkannya, kemudian mereka pergi meninggalkan permata Senayan. Tapi kali ini bukan Ali yang menyetir motor, dan mereka tidak langsung pulang tetapi Ali mengajak elsan pergi ke coffee shop karena Ali mau membicarakan tentang bisnis yang dia ingin jalankan dan dia ingin juga mengajak elsan untuk membantunya menjalani bisnisnya nanti.
Mereka kemudian menuju ke coffee shop bernama filosofi kopi di jln Melawai. Beberapa saat kemudian mereka berdua telah sampai di filosofi kopi. Mereka berdua berjalan memasuki coffee shop tersebut.
"Al ngapain sih kita pergi di cafe ini?".ucap elsan.
"yah kita santai santai duluh lah! Mumpung lagi libur". ucap Ali.
"tapi kan kamu tau kalau saya harus berhemat".kata elsan.
"tenang aja saya yang teraktir kamu".kata Ali
"gak enak sama kamu, udah numpang Tinggal terus di teraktir lagi".kata elsan yang malu malu.
"sudah jangan bahas lagi, ayo duduk".kata ali sambil duduk.
mereka berdua duduk di kursi dan memesan kopi, dan menunggu pesanannya. Sambil menunggu pesanan Ali berbicara kepada elsan tentang bisnisnya.
"San saya mau bicara sama kamu!".kata Ali.
"ada apa Al?".tanya elsan.
"saya mau menjalankan bisnis nih mau ikut juga gak menjalankannya!,".kata Ali .
"boleh tapi modal dari mana Al?".tanya elsan.
"tenang! kalau masalah modal kamu gak usah khawatir, yang penting kamu bisa bantu saya menjalankan bisnis saya!".kata Ali.
elsan menyetujui tawaran Ali dan sementara mereka berbincang bincang, pesanan mereka sudah datang. Kemudian Ali mengatakan kepada elsan kalau ruko yang ingin dia beli sebenarnya untuk bisnisnya dan juga Ali mengatakan kalau dia ingin membuat cafe and resto di ruko itu.
"bagaimana setuju gak kalau kita bikin cafe and resto di ruko itu?".tanya Ali.
"yah saya ikut kamu aja".kata elsan.
"jadi sepakat kita buat cafe anda resto dan kita harus cari karyawan duluh".kata Ali.
Mereka sudah sepakat dan Selang waktu sekitar jam 4 mereka berdua berjalan ke luar dan ingin kembali ke apartement. kali ini gantian Ali yang menyetir.
Ditengah perjalanan pulang ada segerombolan motor yang mengejarnya. Elsan melihat ke belakang Sekitar 10 motor yang mengejarnya dan elsan menyuruh Ali untuk mempercepat motor.
"Al ada segerombolan motor yang mengejar kita".kata elsan yang panik.
"dari mana kamu tau kalau mereka mengejar kita?".tanya Ali.
"barusan di menunjuk ke arah kita dan ada sepuluh motor! Ayo percepat motonya".kata elsan dengan panik.
Karena motor mereka, motor vespa sementara motor yang mengejarnya adalah motor sport, kemudian salah satu motor yang mengejarnya mendekati mereka berdua.
elsan melihat motor tersebut mulai mendekat. Tiba-tiba pemilik motor itu membuka kaca helmnya dan pemilik motor itu ketawa sontak Ali melihat ke samping dan ternyata yang mengejarnya adalah Rio dan teman temannya.
"hahahaha mau kemana kalian! Kali ini gw habisi loh".kata Rio yang mengancam Ali.
kemudian teman teman Rio menyusul Ali dan elsan dan mengepungnya.
"hahahaha Mau kemana kalian berdua, Rio kita hanya sisakan nyawanya si bajingan ini".teriak Randy.
"semuanya tenang!kita dempetin terus, biar mereka merasakan putus asa".kata Rio yang memberitahu ke teman-temannya.
Mereka terus mendepetkan motornya. Ali berfikir kalau kondisinya yang sekarang tidak bisa menghadapi 10 orang itu karena dia bersama dengan elsan.
Elsan sudah muak dengan kondisinya yang tidak menguntungkan. Kemudian dia menyuruh Ali untuk berhenti dan melawan mereka.
Tapi beda apa yang di pikiran Ali, Ali memikirkan untuk mencari kantor polisi terdekat karena Ali berfikir kalau dia pergi ke kantor polisi pasti Rio dan teman temannya tidak berani memukulnya.
"Al kita berhenti saja dan melawan sudah tidak tahan lagi di kejar terus".kata elsan yang emosi.
"tenang saya punya ide! Kamu cepat bukan hp mu dan mencari kantor polisi di dekat sini".kata Ali.
Mendengar kata Ali elsan mulai paham maksud Ali kemudian elsan membuka maps dan mencari kantor polisi yang terdekat.
"Al di depan sana sekitar 400 m ada kantor polisi".kata elsan yang bersemangat.
Sontak Ali langsung menancap gas menuju ke kantor polisi. Melihat Ali yang menancap gas Rio semakin bersemangat karena dia mengira kalau Ali dan elsan masih belum putus asa, kemudian Rio dan teman temannya mempercepat lagi kendaraannya.
Tetapi dia tidak tau kalau di depan sana ada kantor polisi. Mereka terus mengejar Ali dan elsan, sekitar 150 m, salah satu teman Rio melihat kalau di Depan ada kantor polisi sontak temannya meneriaki Rio kalau di depan ada kantor polisi.
Mendengar itu Rio langsung menancap gas dan menyusul mereka berdua kemudian ingin menendang motor nya. Melihat Rio yang mendekat dan mengangkat kakinya elsan memberitahukan Ali kalau Rio ingin menendangnya.
"Al cepat menghindar ke arah kiri, Rio ingin menendang kita".kata elsan.
Mendengar elsan berteriak Ali langsung membanting motornya ke kiri, untung Rio tidak mengenainya, kemudian Rio dan teman-temannya meneriaki mereka berdua "lain kali pasti gw habisin loh".
kemudian Ali berhenti di depan kantor polisi dan menunggu Rio dan teman temannya pergi menjauh dari mereka.
...----------------...
...bagaimana kelanjutannya tunggu saja bab selanjutnya....
...----------------...
...Terimakasih telah membaca, jangan lupa like komen dan berikan dukungan yah gaisss....
...Terimakasih ✌️...
BELEUNG BELENG....