Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANCAMAN JOVAN
" Kamu." Leira mematung begitu melihat siapa yang datang. Rupanya Jovan, sang paman.
" Halo keponakan om yang cantik, lama tidak bertemu kamu semakin cantik saja. Om semakin terpesona padamu." Ucap Jovan mengelus pipi Leira.
Plak...
Leira menepis tangan Jovan. " Jangan sentuh aku!" Ketus Leira. " Dan tolong jaga sikap om padaku!" Imbuh Leira.
" Om makin suka sama gaya kamu yang begini, galak galak gimana gitu." Ujar Jovan menggoda Leira.
" Ngapain kamu ke sini?" Tanya Leira tidak meladeni godaan Jovan.
" Tentu saja om mau menjenguk keponakan ipar om, suami kamu yang katanya tidak peduli padamu dan malah peduli pada kekasih masa kecilnya itu." Jovan melewati Leira begitu saja menuju ranjang Bima.
" Eh om." Leira langsung mengejar Jovan.
" Hah sayang sekali kamu malah menikahi pria lumpuh ini." Cibir Jovan tersenyum sinis sambil menatap Bima.
" Kamu... " Bima menghentikan ucapannya.
" Ah iya kita belum kenalan." Ujar Jovan. " Aku Jovan, om nya Lei yang paling menyayangi Lei dari dulu sampai sekarang. Bahkan mungkin untuk ke depannya aku akan selalu menyayangi Lei. Sama seperti kamu." Imbuh Jovan penuh arti.
" Terima kasih telah menyayangi istriku. Tapi yang membuat aku tidak mengerti, kalau kamu sayang sama Leira, kenapa kamu bekerja sama dengan Gio untuk merebut semua saham di perusahaannya? Itu bentuk kasih sayang atau keserakahan?" Sindir Bima.
" Aku menyayanginya selama dia berpihak padaku, kalau dia berontak maka aku bisa melakukan apapun untuk menjatuhkannya. Bahkan akan aku buat dia jatuh seperti jatuh ke dalam jurang yang terlalu dalam." Sahut Jovan. Ia menatap Leira, " Bukan begitu sa.. yang." Sambung Jovan.
Glek...
Leira menelan kasar salivanya. Bima menatap Leira dengan tatapan menuntut. Ia merasa setiap ucapan Jovan menyimpan makna tersembunyi.
" Sebenarnya apa tujuanmu ke sini om?" Ujar Leira menatap Jovan.
Pria berkepala tiga itu memang sangat rupawan. Selain wajahnya yang licin bak porselen, ia memiliki tingga seratus delapan puluh centi. Banyak wanita yang begitu mendambakannya, namun entah wanita seperti apa yang ia suka.
" Ah iya, melihat wajahmu yang begitu cantik membuatku lupa akan tujuanku datang ke sini." Ucap Jovan. " Sebenarnya aku ingin tahu apa hubunganmu dengan Gio sampai sampai dia berbalik arah menyerangku. Entah dengan cara apa dia berhasil merebut sahamku di perusahaan daddymu. Bukan kah selama ini kalian bermusuhan? Bahkan dia sendiri yang menawarkan kerja sama kepadaku untuk mengusirmu dari perusahaan itu." Selidik Jovan.
Leira tersenyum smirk. " Oh jadi ceritanya sekarang om ku yang tampan ini mendadak jadi miskin. Terus ke sini mau apa? Mau minta bekas kasihan dariku, begitu?" Bukannya menjelaskan kepada Jovan, Leira justru mengejeknya.
" Kamu mengejek om?" Ujar Jovan melotot. " Om tidak akan jatuh miskin hanya karena kehilangan saham itu. Sebenarnya saham itu memang om siapkan untukmu. Akan om berikan setelah kamu mau menikah dengan om. Tapi rupanya kau lebih tertarik melanjutkan perjodohan konyol itu."
Mata Leira melotot menatap Jovan. Berbeda dengan Bima yang cukup terkejut dengan ucapan Jovan. Sudah bisa ia tebak dari tadi kalau Jovan menyimpan perasaan terhadap istrinya.
" Leira keponakan kamu, kenapa kamu tidak malu membicarakan pernikahan dengannya." Cibir Bima.
" Kami tidak punya hubungan darah sekali, lalu kenapa aku tidak boleh membicarakan pernikahan? Aku jatuh cinta pada Lei sejak dia masih kecil. Aku yang selalu menjaganya, aku yang melindunginya, aku yang mengajarinya cara bermain tembak, memanah, bahkan aku yang mengajarinya bela diri. Kemana pun aku pergi dia selalu ngekorin. Salah sendiri dia yang buat aku begini. Andai saja bukan karena nenek tua itu, aku pasti sudah menikahi Leira sebelum dia menikah dengan kamu." Ungkap Jovan dengan penuh percaya diri.
Ya, Jovan memang sudah jatuh hati dengan Lei sejak kecil. Tidak ada wanita yang berani mendekatinya, hanya Leira yang selalu ada di sampingnya. Mungkin karena alasan itu lah Jovan jatuh hati pada Leira.
" Kau... Kau memang tidak tahu malu." Ucap Bima mengepalkan erat tangannya. Andai saja kakinya normal, ia pasti sudah menghajar Jovan habis habisan meskipun nantinya kemenangan entah milik siapa.
" Kenapa? Apa kamu mau marah? Kau mau pukul aku? Silahkan saja kalau bisa. Buat gerak saja kamu butuh bantuan Lei. Kau memang tidak berguna Bima. Cerai saja dari Lei dan berikan Lei padaku. Aku akan menjaganya sama seperti sebelum sebelumnya. Gimana?" Jovan membungkuk di depan Bima lalu tersenyum mengejek Bima yang tak berdaya.
" Stop Om! Jangan buat masalah di sini. Lebih baik om pergi sekarang juga dari sini." Ucap Leira.
Jovan membenarkan posisinya, ia berdiri menghadap Leira.
" Bukan om yang membuat masalah, tapi kamu sayang." Ucap Jovan mengelus pipi Leira.
" Menjauhlah dariku!" Ucap Leira menepis tangan Jovan.
" Jangan galak galak begitu donk sayang. Om semakin suka dengan kamu yang galak begini. Om pasti akan melakukan semua cara agar aku bisa mendapatkanmu. Akan om buat kamu bertekuk lutut di hadapanku dan menerima syarat dariku." Ucap Jovan tersenyum smirk.
" Apa yang akan om lakukan?" Leira tahu betul bagaimana perintah sang paman. Jovan akan melakukan apa saja demi mencapai tujuannya. Leira ingat bagaimana Jovan menentang nyonya besar Rosse atas perjodohan Leira saat itu. Dia marah besar hingga membuat seluruh isi rumah berantakan. Jika bukan tuan Rosse yang turun tangan langsung, bisa bisa Jovan sudah membunuh nyonya tua itu.
Meskipun Jovan terkesan nakal, namun ia sangat patuh dengan kakak angkatnya. Ia begitu segan dengan pria yang telah memberinya kehidupan yang layak. Sampai ia mendengar kalau yang di jodohkan dengan Bima adalah Leika, ia merasa sangat senang. Ia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada sang kakak kala itu. Ia menerawang kejadian beberapa tahun lalu.
Flashback on
" Kak, aku jatuh cinta pada Lei."
Prang....
Sebuah gelas melayang mengenai pintu kaca almari di ruangan kerja tuan Rosse. Siapa pelakunya? Tentu saja tuan Rosse sendiri.
" Ma.. Maaf kak." Ucap Jovan.
" Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan hah? Lei putriku, keponakanmu. Bagaimana bisa kamu jatuh cinta pada keponakanmu sendiri hah? Aku tidak mau mendengar hal seperti ini lagi. Lupakan tentang perasaanmu! Jangan sampai ada orang yang mendengarnya karena sampai kapan pun aku tidak merestui perasaanmu. Tutup rapat rapat masalah ini karena ini akan menjadi aib keluarga kita." Ucap tuan Rosse penuh penekanan.
" Kalau aku berontak?" Ujar Jovan.
" Itu namanya kamu tidak tahu diri." Sahut tuan Rosse.
Cukup dengan satu kalimat itu membuat Jovan mengerti. Mengingat bagaimana kebaikan tuan Rosse padanya, akhirnya Jovan hanya bisa memendam perasaannya sendiri. Sampai satu hari sebelum pernikahan Leira dan Bima, Jovan memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Leira namun Leira menolak.
" Rupanya kau tidak memahami ucapan daddy waktu itu."
Deg...
" Kamu tahu?" Tanya Jovan.
" Aku tahu karena sebenarnya aku mendengar percakapan kalian berdua. Mulai sekarang, jangan pernah temui aku lagi. Karena kita tidak sedekat dulu om."
Flasback off
" Om." Ucap Leira mengguncang lengan Jovan. Jovan tersadar dari lamunannya.
" Apa yang akan om lakukan? Jangan berani macam macam om! Atau aku akan... "
" Lakukan apapun sesuka hatimu jika kau bisa melawan aku. Aku akan membuat perusahaan Bima hancur sehancurnya dan membuatnya terpuruk begitu lama."
Jeduarrrr....
TBC....