NovelToon NovelToon
The Detective Is My Wife

The Detective Is My Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cerai / Eksplorasi-detektif / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ressa ♡

Andriana sallasya (32) seorang ketua detektif terkenal di New york yang sudah banyak memecahkan kasus pembunuhan yang janggal dan sulit di pecahkan hingga sering kali orang memanggilnya dengan sebutan detektif "G" yang berarti genius. Selain pintar menangani kasus dia juga pintar dalam menyembunyikan identitas nya termasuk masa lalu kelam yang membuat dirinya kini menjadi detektif.

Regan nathaniel (34) seorang pengusaha dan anak sulung dari seorang konglomerat. Ia menjadi sosok tertutup setelah istrinya andriana sallasya meninggalkannya 10 tahun lalu membawa penyesalan dan keterlambatan di hatinya menyadari bahwa dia mencintai andriana.

Sampai akhirnya Andriana mendapatkan tugas untuk ke indonesia dan itulah awal dari semua kasus rahasia terbongkar termasuk jati diri Red sun ax yang selama ini menghantuinya?

pertemuan yang tidak di inginkan Andriana terjadi di sana. Mempertemukan dirinya dengan Regan nathaniel yang masih menyandang status sebagai suaminya.

Dan bagaimana cara Regan untuk menahan Riana agar tetap berada di sisinya? Dengan sifat Riana yang kini sudah berubah 180° dari Riana yang dulu ia kenal.

⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!

First publish: 29-5-2019

Ikuti kisahnya!
Typo bertebaran.
Cover By Rziyyh_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ressa ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

7 tahun yang lalu...

Daniel yang seorang pelajar terlihat sedang menunggu bus jemputan nya ke sekolah menengah atas. Ia menunggu di tempat pemberhentian bus seperti pelajar lain nya. Topi hitam bertender manis di kepalanya membuat wajahnya tak terlihat.

"Daniel.. Itu kamu?" Seorang pelajar perempuan memanggilnya.

Daniel melirik perempuan tersebut sekilas, lalu membenarkan topinya agar lebih menutup pandanganya. Bisikan demi bisikan para pelajar yang ada di sana di dengarnya. Membuat darahnya seketika mendidih.

'Bukan nya dia sudah di keluarkan."

'Ah iya. Itu benar dia bukan? Daniel vernonil."

'Apa-apaan ini lucu sekali, seorang pembunuh sepertinya masih di perbolehkan bersekolah,'

'Pembunuh,'

'Sudah..sudah nanti dia mendengarnya, lagi pula itu hanya dugaan yang belum tentu benar.'

Suara bus sekolah yang berhenti, membuat semua para pelajar menghentikan aksi gosip mereka .Daniel segera menaiki bus sekolah itu dan mencari tempat duduk paling belakang, ia menghela nafasnya sambil melihat ke luar jendela.

Di kelas Daniel tidak memiliki teman, ia lebih suka menyendiri di mejanya sambil menikmati musik yang di dengarnya lewat earphonenya. Ia menyenderkan tubuhnya ke kursi, dan melipat tangan di dada. Matanya hanya terpejam bukan tertidur.

Dugh..dugh..

Seorang menendang mejanya bekali-kali. Membuatnya terusik.

"Hey! Buka mata mu." Ia membuka matanya sambil menaikan alisnya melihat wanita dengan setelan hitam di depannya.

Wanita itu tersenyum miring sambil melepas kacamata hitamnya."Kita bertemu lagi anak muda.." Ujarnya.

"Kau siapa?" tanya Daniel heran.

Wanita itu menghela nafasnya lelah lalu mengambil posisi duduk di depan meja Daniel. Untungnya siswa yang lain sedang tidak di kelas. Ia menunjukan lencena yang ada di bahu kirinya kepada Daniel.

"Kau seorang polisi?" Wanita itu mengangguk pelan.

Seketika wajah Daniel berubah panik, ia berdiri dari duduknya."Apa kau kesini untuk menangkap ku? Tunggu! Aku bersumpah aku tidak membunuh Laury, aku hanya melihatnya saat dia sudah terjatuh dari atas atap..—"

Wanita itu berdiri dari duduknya dengan wajah merah padamnya ia mendekati Daniel dan menari kerah seragamnya dengan kasar.

"Apa maksud mu bicara seperti itu!?" Geram wanita itu dengan dada naik turun akibat emosi.

Daniel merasa terimidasi melihat wanita itu. Nafasnya tercekat.

"Jawab pertanyaan ku bocah!?" Bentaknya.

"Ak..u aka..n menjaw..abnya tapi tolong lepaskan dulu tangan mu dari kerah ku." Minta Daniel memelas.

Wanita itu melepaskan tangannya dari kerah Daniel dengan kasar, Sedangkan Daniel bisa bernafas lega.

"Siapa yang mendorong gadis itu hingga terjatuh dari atap?" tatapan tajam dilayakan sang wanita.

Keduanya saliang bertatapan.

-OoO-

Daniel melempar botol minuman ke paha wanita yang ia tau sebagai polisi itu. Wanita itu menatap Daniel jengkel.

Kini mereka berdua berada di taman sekolah.

"Hah.. Dasar bocah berani sekali kau melempar minuman dengan kasar seperti tadi!," Ujar wanita itu dengan tangan yang di angkat seakan untuk memukul Daniel.

Daniel menahan tangan wanita itu dengan senyum miringnya."Oke aku minta maaf, aunty."

Wanita itu bersiap untuk memukul Daniel kembali tapi kalah cepat dengan Daniel yang membekap mulutnya.

"Oke..oke aku hanya bercanda tadi, kau tidak harus memukul ku," ucap Daniel sambil memanyunkan bibirnya.

"Ck..ck..ck hah.. Wahh bagaimana bisa kau berubah seketika menjengkelkan seperti ini? Bocah." Tanya wanita itu.

Daniel terkekeh polos sambil memamerkan giginya."Ah ya.. Kita belum berkenalan, aku Daniel vernonil, dan kau?"

"Andriana sallasya, dan ingat aku lebih tua dari pada mu bocah." Kesal Riana.

"Aku bahkan sudah mempunyai anak,"  gumam Riana pelan tapi dapat di dengar oleh Daniel dengan baik.

"Apa jadi kau.. Maksud ku kakak sudah mempunyai anak, wah amazing!" Antusiasnya.

Riana mendelik tak suka dan menatap tajam Daniel membuatnya diam seketika.

"Maaff." cicit Daniel.

"Cepat beritau aku siapa yang mendorong gadis mu itu?"

"Aish Laury bukan gadis ku, dia hanya gadis menjengkelkan yang selalu mengganggu ku." Gerutunya.

"

Bodoh!" ucap Riana datar membuat Daniel menoleh tak suka kearahnya.

"Kau bodoh, ck..ck aku tau kau menyukai gadis itu bukan? Terlihat sekali dari wajah mu bahwa kau sedang menahan amarah, kesedihan, dan kerinduan." Ujar Riana sambil mengangkat dagu Daniel dan memiringkan wajahnya kanan dan kiri.

"Tau apa kau?!" Marah Daniel sambil menghentakan tangan Riana dari dagunya.

Riana menarik ujung bibirnya sambil menggeleng,"Aku.. Tau semuanya."

"Tidak..! Kau tidak tau apapun tentang ku, bahkan kau menuduh ku juga sebagai pembunuh Laury..! Berapa kalipun aku memberitau kalian bahwa bukan aku pembunuhnya, kalian para polisi tidak akan mempercayai ku. Kalian hanya bertumpu dengan apa yang di bicarakan orang tentang diriku." Teriaknya.

Riana mendekat lalu memegang kedua bahu Daniel sambil menatap mata Daniel tajam,"Aku beda dengan mereka, aku tidak pernah mengatakan kau adalah pembunuhnya. Justru di sini aku sedang mencari pembunuh sebenarnya." Jelas Riana memberi ketegasan dalam dirinya.

"Aku tidak bisa percaya dengan mu," Lirih Daniel sambil menggeleng.

"Kau bisa, kau harus percaya pada ku! Aku berjanji akan menemukan pembunuh sebenarnya dan mengembalikan nama baik mu!" Tegas Riana.

Daniel menatap sayu ke mata Riana yang menyiratkan ketegasan.

"Percuma.." lirih Daniel.

"Dia juga tidak akan kembali ke sisi ku, gadis menjengkelkan itu tidak akan kembali mengikuti ku sepulang sekolah seperti dulu," lanjut Daniel sambil menuruhkan tangan Riana dari kedua bahunya.

Riana menatap tak percaya dengan anak itu,"Lalu kau mau hidup dalam kebohongan?! Kau mau hidup mu terus-menerus dalam situasi seperti ini hah?!"

Daniel berhenti lalu membalikan tubuhnya ke Riana,"Lebih baik orang-orang mengira aku sebagai pembunuhnya dengan begitu aku bisa menghilangkan rasa bersalah ku terhadap Laury karna sudah mengecuhkannya selama hidup."

Riana tertawa.. Ya dia tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Daniel yang menurutnya sangat menjengkelkan jika di dengar di telingannya. Sedangkan Daniel mengerutkan dahinya melihat Riana tertawa terbahak-bahak seperti itu.

"Aku suka dengan cara bicara mu, tapi aku tidak suka dengan cara pemikiran mu, anak muda. Kau tau kenapa? Karna kau berkata seakan hidup mu sudah berhenti sampai di sini, kau bahkan rela mengorbankan nama baik mu di rusak oleh orang lain tanpa bertidak apapun. Kau membiarkan orang lain menginjak-injak harga diri mu begitu saja dan aksi diam mu itu.. Itu kau jadikan bukti sebagai rasa bersalah mu dan menyesal mu karna mengacuhkan gadis itu selama hidupnya."

Daniel terdiam, benar apa yang di katakan Riana tentang dirinya yang diam tanpa bertidak atau marah kepada orang yang merusak harga dirinya karna diamnya dia itu berati  dirinya sendiri sedang meratapi penyesalan nya dengan menghukum dirinya sendiri dan menghancurkan nama baik nya yang di cap sebagai pembunuh.

"Kau tau? Kau membuatku teringat dengan pria bodoh yang pernah ada di kisah ku dulu. He'eh.. Pria yang lebih memilih dan membela selingkuhan nya di banding istrinya sendiri. Kalian berdua mirip sama-sama mengacuhkan wanita kalian, tapi ada yang berbeda dari kau dan 'dia' jika dia mengacuhkan istrinya karna wanita yang di cintainya, kau mengacuhkan gadis mu karna takut dia terluka jika di dekat mu." Riana bercerita sambil menundukan wajahnya ke bawah, hatinya terasa teriris saat menceritakan kisahnya 2 tahun lalu.

Entah sejak kapan Daniel menangis di depannya. Bahu anak bocah itu bergetar mendengar ucapan Riana. Ia seketika teringat perlakuannya terhadap Laury dulu.

Riana mendongkak menatap Daniel yang masih menangis, Riana ikut meneteskan air mata."Paling tidak kau sudah mencoba untuk menjaga gadis mu walau sekarang gadis itu telah meninggalkan mu." ucap Riana.

"Hiks..hikss.. Seharusnya aku tidak terlambat! Seharusnya aku datang saat ia menelpon ku..hiks..bodoh..bodoh!" Tangis Daniel pecah bersamaan dengan Riana yang memeluknya erat.

"Kau sudah melakukan yang terbaik untuk menjaganya," ucap Riana mencoba menenangkannya.

"Tidak! Aku bodoh seharusnya aku tau bahwa 'dia' selalu mengawasi gerak-gerik ku."

Riana menepuk punggung Daniel sambil merenungkan tentang 'dia' yang selalu di ucapkan Daniel di sela tangisnya.

-OoO-

Daniel sedang melihat rekaman CCTV di leptopnya, Riana memberikan tadi di sekolahnya, ia terkadang masih ragu terhadap Riana karna apa ada polisi yang tau tentang dirinya bahkan perasaannya dirinya terhadap gadis yang di cintainya. Itu sangat aneh bukan, mana ada polisi mencari tau identitas seseorang sampai ke masalah percintaaannya.

Tanpa mau berlama-lama lagi Daniel membuka rekaman tersebut dan mulai menontonnya.

Rekaman itu memperlihatkan Laury yang sedang berdiri di gerbang sekolah, seperti dia sedang menunggu Daniel seperti biasanya. Sebuah mobil mewah bewarna putih berhenti di depan Laury. Daniel terkesiap mobil yang ia percaya milik ayahnya William Vernonil, melihat papahnya turun dari mobil mewah itu dan bicara dengan Laury membuat Daniel naik pitam yang menontonnya.

"Ayah! Kau benar-benar keterlaluan!" Geram Daniel yang menonton video itu sambil mengepalkan tanganya dia atas meja.

Laury terlihat ketakutan sambil menunduk di depan ayahnya Daniel. Setelah ayahnya Daniel pergi kini video itu di lanjutkan dengan Daniel yang baru sampai di depan gerbang sekolah, di video itu Laury terlihat tersenyum sambil menyapa Daniel tapi sayangnya di acuhkan oleh Danielnya sendiri.

Daniel tersenyum masam melihat perlakuannya pada Laury di video itu.

"Bodoh.. Dasar bodoh!" runtuknya pada dirinya sendiri.

"Besok aku harus menanyakany lebih lanjut, maksud dari vidio yang di berikan kak Riana." Batinnya

TBC. Jangan lupa like dan komen!

1
xndermalfoyyyy
/Doge/
Caramel
Novel ini sangat bagus!! Dari segi penulisan, alur, dan lainnya sangat menarik!!
Manda Citra Yusud
udah selingkuh mau balik lagi?, geram aku.

tapi karna cerita aku, aku smpai donwlod aplikasi ini, cuman mau baca lanjutannya aja🤣
Manda Citra Yusud
akhirnya ketemu lanjutanya, Riana terlalu berfikir positif yah, terlalu berfikir positif sampai di manfaatkan
ariess99
lumayan bagusss iniiii
lafingga
ceritanya mantap👍👍👍👍
Tri luchi
luar biasa
Hafiz Raditya
ini novel bagus banget. apalagi kalo pake soundtrack Menanti-JKT48
kerasa parah feel-nya
Hafiz Raditya
Luar biasa
Hafiz Raditya
thanks udh jadi bahan literasi
Ririn Nursisminingsih
kereen thor
Maya Ratnasari
rearrange better thor, than restart
Maya Ratnasari
he always loves you.

kalo ada kata kerja nya yaitu: love, maka He nya ngga pake is, karena love nya jadi loves.
Maya Ratnasari
meregang nyawa thor, bukan merenggang nyawa
Maya Ratnasari
loudspeaker
Maya Ratnasari
bastard thor, bukan bastrad
Maya Ratnasari
kembaran nya regan lah. jadi mereka ada keturunan kembar itu ya dari garis regan.
Maya Ratnasari
mendongak thor, bukan mendongkak
Maya Ratnasari
mungkin maksudnya kakak author dari kata "menyerit" adalah "mengernyit" ya?

mengernyitkan dahi.

kalo mengernyitkan dahi ada di KBBI
Maya Ratnasari
thor, kata "menyerit" itu artinya apa si?
saya baca di kamus besar bahasa Indonesia, menyerit artinya menyisir rambut dgn serit (serit itu sisir kutu rambut)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!