Hana gadis tolaki berparas cantik yg menjadi incaran para pemuda,namun budaya nya yg yg masih sangat kental dengan mistis membuat para lelaki itu menjadi ciut,tapi tidak dengan danu yg mengejar cintanya hingga titik darah penghabisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Try yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kanibal
Nahar dan bidin telah tertangkap, bukan berarti sudah aman.masih banyak misteri yg belum terpecahkan hingga sekarang.
kabar menakutkan dari masyarakat tentang arwah mustar yang gentayangan,,membuat suasana kampung itu mencekam .
Disudut kampung itu, terdapat sebuah gubuk yg dihuni seseorang yg nyaris tak pernah beradaptasi dengan masyarakat,namanya Kamba.
Lelaki tua misterius itu,jarang keluar rumahnya,saya saya yg boleh dikata penduduk asli disini, belum pernah melihatnya.
Namanya pun kudengar karena cerita dari mulut ke mulut
"Semalam kulihat Kamba melintas depan rumah kita", ucap papaku.
"Orang cuma lewat saja kok pa,kenapa heran begitu?", Sahutku.
Papa terlihat gelisah,raut wajah nya menegang,seperti sedang ada masalah.
"Saya takut,Kamba punya niat yg tidak baik hana,tak biasanya keluar begitu,papa kan sangat hafal karakter nya Kamba,ia penganut ilmu hitam ", ucap papa dengan nada gusar.
Kegusaran papa masuk akal ,Kamba yg jarang terlihat,malah simpang siur gak jelas,menurut saksi mata,Kamba terlihat begitu semenjak kematian lani.
Saya berusaha mencari informasi yg akurat,tidak boleh gegabah menuduh orang begitu saja
**********
Sore ini,saya sengaja keliling kampung dengan alasan menemui warga yang terdata penerima bansos.langkah kakiku terhenti saat melewati rumah Kamba Yg nampak sepi.
"Cari siapa Bu Hana?", tanya seorang anak kecil yg sedang bersepeda.
"Saya sekedar mau sensus penduduk yang kurang mampu, saya lihat rumah ini juga pantas mendapatkan bansos, tapi orangnya sepertinya tak ada dirumah", ucapku.
Anak itu turun dari sepeda,ia meletakkan telunjuknya diatas mulutnya dan menyuruhku segera pergi dari tempat ini.
"Kenapa memangnya?", tanyaku penasaran,saat sudah agak menjauh dari depan rumah Kamba.
"Kamba itu sangat berbahaya bu,ia bisa membunuh tanpa menyentuh.ia memiliki banyak piaraan Yg suka memangsa manusia", ucap anak kecil itu.
Kutatap anak kecil itu,dengan tatapan kurang percaya,melihatnya berbicara dengan sungguh sungguh, nembuatku yakin akan kata kata nya,apalagi papa juga mengatakan hal yg sama .
********
Kamba sebenarnya belum begitu tua,tapi penampilan nya yg selalu memakai sarung dengan kopiah hitam, membuatnya kelihatan lebih tua dari umurnya.tatapan matanya tajam dan kosong,
Kamba yg selalu kuhindari,hari ini bertemu denganku secara tak sengaja.
"Hana", Kamba membuatku kaget setengah mati.
Ia tiba tiba saja berdiri didepanku, membuatku gelagapan,tubuhnya sangat dekat dengan tubuhku,hingga tercium aroma tak sedap dari tubuhnya,bau bacin seperti bau mayat yg bermalam,hampir saja kumuntah jika tak menyadari Kamba akan tersinggung.
Aku mundur beberapa langkah kebelakang,terasa takut menyergapku kala tak sengaja beradu pandang dengan Kamba
"Jangan takut hana,saya tidak pernah makan orang,tapi saya biasa memberi makan para piaraan ku dengan jantung dan hati manusia cantik sepertimu", ucap Kamba penuh rasa percaya diri
Sedikitpun ia tak menyesali perkataannya barusan.
"Jangan jangan kamu yg telah membunuh adikku Kamba?", ucapku penuh kebencian.
Kamba melangkah mendekatiku,tapi Aku terus mundur ke belakang.
"Kamu tidak hanya cantik hana,tapi juga sangat cerdas,seperti adikmu,kamupun akan mengalami nasib Yg sama dengan adikmu", ucap Kamba
Tiba tiba kakiku terasa ada rantai yg mengikatnya,Kamba berhasil mendekatiku.
Baru saja tangannya terulur hendak mencabik dadaku
Dorr!!!
Terdengar letusan senjata tepat bersarang di kepala Kamba rupanya perbuatannya telah diketahui aparat kepolisian.tubuh Kamba tumbang didepanku, berlumuran darah.
"Hana,untung saja kamu cepat diselamatkan dari kanibal itu", ucap asri,polisi Yg sudah lama mengintai gerakan Kamba cs.
"Terimakasih banyak pak,jantungku hampir copot karena rasa takut", hana bergidik ngeri.
Mayat Kamba segera dievakuasi selayaknya manusia.
"Kamba tak usah di sholatkan,ia sesungguhnya sudah murtad", ucap kepala kampung disitu
Kamba pengabdi setan yang telah bersekutu dengan para iblis yg selalu haus darah perawan.
Jenazah Kamba tergeletak tak bernyawa.sekujur tubuhnya dalam sekejap melepuh dikerumuni lalat, membuat seluruh pelayat menutup hidung, beberapa diantaranya malah muntah muntah.
"Cepat kuburkan mayat Kamba, tidak ada lagi yg bisa menahan baunya yg menyebar kesatu kampung", usul salah seorang diantara mereka.
Karena permintaan warga yg terus menerus,Kamba terpaksa tidak dimandikan langsung kafani saja,karena tubuhnya telah penuh belatung,darah dan nanah terus mengalir ditubuh nya.
"Beginilah azab bagi pendosa",Ucap seorang ibu ibu yg terus menjauh karena tak tahan bau busuk.
"Jangan berkata begitu,kita berdoa saja,semoga kita semua dijauhkan dari api neraka", ucap seorang lelaki yg nampaknya seorang ustadz.
Jenazah Kamba dibawa ke pemakaman,entah kenapa ditengah perjalanan datang angin yg sangat kencang menerbangkan tandu yg berisi mayatnya Kamba dan terjatuh dikubangan kerbau Yg cukup dalam.
"Laa Ilaaha Illallaahh", Ribut suara orang mengucapkan tahlil,tahmid dan takbir.
**********
Saya cukup lega,satu persatu kejahatan bisa terungkap.
Ketakutan mulai berkurang karena beberapa dalang kejahatan berhasil ditangkap dan terbunuh.membuat sebagian warga kampung menjadi tenang,seolah tak ada masalah lagi.tapi mereka lupa jika wilayah di sini masuk zona merah,oleh kentalnya klenik yg beredar di masyarakat
Ilmu hitam yg dijual seperti larisnya kacang goreng.
"Suasana makin mencekam Hana,tadi pagi beberapa warga kehilangan hewan ternaknya,katanya dimangsa mahkluk aneh", ucap papa.
Ia kelihatan sangat resah,mungkin karena memiliki beberapa hewan ternak juga
"Jangan jangan dimangsa binatang buas pa,tidak baik terlalu berprasangka buruk", ucapku sekedar ingin menetralisir keadaan.
"Itu bukan karena binatang buas hana,setan Dalu bangkit lagi setelah sekian tahun vakum,tak ada kabar berita", paman Leka, membenarksn ucapan papa
"Setan Dalu itu darimana emangnya, kenapa baru kudengar nama itu?", Tanyaku pada paman Leka
Paman Leka menatap papa,seperti meminta persetujuan untuk ia ceritakan,papa hanya mengangguk kecil.lalu keluarlah cerita dari mulut paman Leka.
"Dalu,sebanarnya hanya wanita biasa hana,ia besar dan tumbuh dibawah asuhan dan didikan dari ibunya yg single parents,Dalu mencintai seorang pemuda yg justru mencintai wanita lain,karena lelaki yg dicintainya itu tahu,jika ibunya dalu menjadi kaki tangan mahkluk penghuni hutan larangan,yg akan mengorbankan nyawa menantu nya sendiri,sebagai wujud pengabdiannya", paman Dalu berhenti bercerita,ia menyeruput kopinya dan mulai bercerita lagi.
"Dalu yang tergila gila pada pria idamannya,meminta bantuan ke ibunya,untuk bisa memikat hati pria idamannya, ternyata sang ibu keberatan,karena tak mampu mengorbankan pria itu,jika jadi menantu nya,karena sesungguhnya pria itu,masih ponakannya juga.melihat ibunya Seperti tak merespon permintaan nya,Dalu melarikan diri,masuk ke hutan larangan,dan bertemu seorang wanita tua yg memiliki ilmu pelet luar biasa,syaratnya Dalu jika siang tak boleh menampakkan diri,rupanya Dalu mengingkari janjinya,hingga membuat berang wanita tua itu,dan mengutuk Dalu menjadi mahkluk pemakan jantung ", tutur paman panjang lebar
"