Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.Menciummu sekarang!
Itulah Steven yang tidak pernah puas membuat Arana merasa kesal,
karna bagi Steven membuat Arana merasa kesal akan membuat kesenangan tersendiri
baginya.
Arana berjalan masuk ke dalam lif dan tampa sengaja kakinya
menendang sesuatu dan itu membuat kakinya terkilir dan itu membuat hampir
terjatuh. Namun beruntun Steven dengan segera memegan pinggul Arana yang
rampin.
Steven yang melihat Arana hampir terjatuh berkata “Bandel
sih! Suami ingin mengendong tidak mau, ini kan hasilnya kamu hampir terjatuh
seperti ini.” Steven tersenyum jail ketika selesai mengatakan itu kepada Arana.
Arana tidak memperdulikan apa yang tengah Steven katakan
padanya, bahakan melepas paksa tangan Steven yang tengah memegan pinggulnya. Dan
melanjutkan langkahnya ingin masuk ke dalam lip, namun saat melangkah masuk.
Arana hampir terjatuh kembali karna kakinya tarasa begitu sakit.
“Ao. Stev.” Meringgis “Kakiku sakit.” Arana membungkukkan
tubuhnya memegan kakinya yang terasa sakit.
Dan Steven yang melihat Arana hampir terjatuh kembali dengan
sigap menangkap pinggu Arana, dan ikut membungkuk ketika Arana tengah memijat
pergelangan kakinya.
“Mana yang sakit?” Steven ikut menyentuh pergelangan kaki
Arana.
“Ini yang sakit.” Menunjuk pergelangan kakinya “Ao, Stev ini
sangat sakit.” Arana kembali meringgis ketika Steven mulai memijat pergelangan
kakinya.
Steven yang melihat Arana kembali meringgis kesakitan,
bingun hingga akhirnya berdiri dan berkata “Nanti aku akan memijat kakimu
setelah kita sampai di ruangan Ayah. Karna aku tidak mungkin memijat kakimu
jika kamu dalam keadaan berdiri.”
Mendengar ucapan Steven, Arana mengangukkan kepala setuju
dengan usul yang Steven katakan. Arana kembali berdiri dan itu membuatnya
kembali meringgis.
Steven yang melihat Arana kembali meringgis, tampa bertanya
dan tampa berkata apapun, lansung mengankat tubuh Arana dan mengendonya dengan
gaya ala brydal Style.
Arana yang melihat Steven mengankat tubuhnya tampa
mengatakan apapun berkata. “Apa yang kamu lakukan?” Arana menatap wajah Steven
yang kini tengah menatap ke arahnya “Turunkan aku!”
Seteven yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut
Arana berkata. “Diam! Kalau kamu tidak mau diam! Aku akan menciummu sekarang!”
Steven melihat ke arah wajah Arana ketika mengatakan itu. Dan itu membuat Arana
memilih diam dan bahkan membenamkan wajahnya di dada bidan Steven setelah
mendengar ancaman yang keluar dari dalam mulut Steven.
Steven yang melihat Arana terdiam, tersenyum jail sambil
berkata. “Nah, begitu, jadilah anak yang baik. Karna anak yang baik sepertimu
akan terlihat sangat lucu dan imut kalau terdiam seperti ini.” Tersenyum “Ah, melihatmu
seperti ini, kamu itu terlihat seperti anak Abg yang masih berumur enam belas
tahun, udah badan kecil, pendek. Benar-benar seperti anak Abg.” Steven terkekeh
setelah mengatakan itu.
Dan itu membuat Arana merasa sedikit kesal, dan meskipun
semua yang Steven katakan benar adanya.
“Memangnya kenapa kalau badan aku kecil dan pendek? Masalah buat
kamu?” Arana menatap wajah Steven yang kini tengah melihat ke arah pintu kamar
lip.
Steven yang melihat pintu lip kini beralih melihat ke arah
Arana yang berada di atas gendongannya sambil berkata. “Tidak jadi masalah,
cuman aku heran saja, kenapa ada gadis sepertimu sudah kecil pendek lagi.”
Steven kembali terkekeh setelah mengatakan itu.
Arana yang mulai terlihat begitu sangat kesal mendengar
ucapan Steven, berkata. “Stev, kamu nyebelin.” Berteriak sambil memukul pelan dada Steven.
“Ao, ao, ao. Arana hentikan! Kalau kamu tidak berhenti aku
benar-benar akan menciummu.” Steven mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah
Arana, namun dengan sengera Arana mendorong bibir Steven dengan ke dua tangannya.
Steven berhenti mendekatkan wajahnya ketika pintu Lip sudah
terbuka dan memilih berjalan keluar dan melangkah menuju arah dimana arah
ruangan Ayah mertunya.
Arana mengetuk pintu ruangan Papanya lalu masuk. Wirawan
yang melihat putriya di gendong masuk oleh menantunya yang tidak lain adalah
suami Arana sendiri, masuk ke dalam ruangannya terkejut. Karna merasa begitu
sangat terkejut dengan segera Wirawan
beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah putrinya yang kini tengah duduk di
sopa yang ada di dalam ruangannya.
“Kamu kenapa Nak?” itulah pertanyaan utama Wirawan ketika
melihat Arana masuk ke dalam ruangannya di gendong oleh suaminya.
“Aku tidak kenapa-napa Pa. Cuman kaki aku terkilir di depan
pintu lip.” Arana menjelaskan sambil melihat ke arah wajah papanya yang
terlihat khawatir.
Sementara Steven, setelah mendudukkan tubuh Arana di tempat
duduk. Ia membungkukkan tubuhnya lalu membuka sepatu yang tengah Arana gunakan
dan kembali memijat pergelangan kaki Arana yang terkilir barusan. Pelan-pelan
Steven mulai memijat pergelangan kaki Arana dan itu membuat Arana tidak berheti
meringgis karna merasa kesakitan. Karna kesakitan Arana terus berpegangan di
bahu Steven.
Wirawan yang melihat putri dan menantunya nampak sangat
bahagia menurutnya, karna melihat perhatian Steven kepada putriya tersenyum.
“Arana, Steven. Papa benar-benar bahagia melihat kalian
berdua seperti ini.” Wirawan duduk di hadapan Arana dan di belakan Steven karna
saat ini Steven masih memijat pergelangan kaki Arana.
Arana yang mendengar kata keluar dari mulut Papanya hanya
tersenyum, sambil berkata. “Oya, pa, kenapa Papa memanggilku? Apa ada sesuatu
yang penting! yang ingin papa katakan?” Arana melihat ke arah Wirawan ketika
mengatakan itu.
“Iya, Nak, Papa ingin memberitahukanmu sesuatu yang penting!”
menatap wajah Arana.
“Apa yang ingin Papa katakan!?”
“Michel akan segera menikah.”
“Menikah! Menikah dengan siapa Pa?”
“Dengan Aditya. Mereka akan segera menikah minggu depan.”
Wirawan menatap wajah putrinya ketika mengatakan itu. Karn Wirawan ingin
melihat apa Arana masih menyimpan perasaan untuk Aditya. Namun di saat melihat
wajah Arana terlihat baik-baik saja ketika mengatakan semuanya Wirawan merasa
lega.
“Kenapa cepar sekali? Atau rencana pernikahnnya sudah lama? Dan
baru sekarang Papa baru sempat mengatakannya.”
“Tidak! Rencana pernikahannya baru semalam di putuskan.” Wirawan
kembali menatap wajah putrinya.
“Lalu kenapa acara pernikahnnya cepat sekali?” Arana mulai
bingun mendengar acara pernikahan Michel yang begitu mendadak.
“Michel, hamil!”
“Auuu, Hamil!?” terkejut sekaligus merasa kesakitan di saat
Steven tampa sengaja memijat kaki Arana dengan sangat kencan.
“Maaf, Ara aku tidak sengaja.” Steven berdiri dan duduk di
sampin Arana ketika mendengar Ayah ucapan Ayah mertuanya yang menyatakan Michel
hamil dan itu anak Adiya.
Steven nampak sangat kesal dan marah mendengar itu dan itu
membuat Steven mengumpat kesal dalam hati.
Dasar Aditya berensek! seenaknya menghamili kedua saudari tiri ini.
hebat sekali dia, Tidak! Aditya harus tau kalau Arana juga pernah hamil atas
perbuatannya itu. Arana hampir bunuh diri. iya Aditya harus tau
yang sebenarnya dan besok aku sendiri yang akan menemuinya di perusahaannya.
Guman Steven dalam hati.
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂