NovelToon NovelToon
Zylvanca

Zylvanca

Status: tamat
Genre:Mafia / Teen Angst / Romansa / Roman-Angst Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: RR

Ketika seorang gadis yang hidupnya hanya untuk membalaskan dendam kematian keluarganya, tapi hati gadis itu ditakdirkan untuk mencintai pembunuh keluarganya. Akankah gadis itu memilih memaafkan pembunuh keluarganya atau terus pada tujuan utamanya yaitu balas dendam? Ikuti keseruannya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Setelah dari rumah makan tersebut mereka pulang naik bus. Kebetulan sedang sepi penumpang, hanya ada satu lansia, satu ibu hamil dan anaknya yang masih balita. Raka dan Zylva duduk bersampingan walaupun banyak tempat duduk yang masih kosong. Zylva duduk di pinggir yang dekat dengan jendela, gadis itu memandang ke luar jendela. Menatap langit sore hari yang berwarna orange. Sedangkan Raka di sampingnya tidak bisa melepaskan pandangannya dari Zylva.

"Apa gue boleh bilang dia cantik?" batin Raka mengamati wajah Zylva yang nyaris sempurna. Ya, cowok itu tidak bisa berbohong. Wajah Zylva memang secantik itu. Kulit yang putih bersih, rambutnya yang panjang terurai berwarna coklat gelap, bibir yang merah alami dan mata berwarna coklat terang.

Sesaat kemudian Raka langsung mengalihkan pandangannya dan menampar pelan pipinya sendiri. "Sadar Ka. Dia musuh Lo!" ucap cowok itu di dalam hati.

 

"Jangan lihatin gue. Jatuh cinta gue tebas leher Lo." ucap Zylva yang sadar dirinya diperhatikan Raka sejak tadi.

Raka langsung mematung mendengar perkataan Zylva. Bagaimana gadis ini bisa tahu dia memperhatikannya sejak tadi?

"Lo mau pulang?" tanya Raka.

"Hm."

"Sama gue juga mau pulang." sahut Raka sambil melihat ke langit yang sudah mulai gelap.

Zylva mengerutkan keningnya. Nada bicara Raka sedikit berbeda. Gadis itu menatap ke arah Raka. Benar saja tatapan cowok itu menerawang jauh ke langit. "Jangan mati!" ucap Zylva yang sudah tahu apa maksud kata 'pulang' yang diucapkan Raka.

Raka terkekeh. "Nggak." ucapnya kemudian.

Bus terus melaju. Bahkan sudah melewati rumah Zylva. Raka yang tidak tahu dimana rumah gadis disampingnya itu bertanya-tanya dalam pikirannya. Sejauh apa jarak rumah gadis itu dari rumah makan tadi? "Perasaan sudah jauh..." gumam Raka.

"Gue gak pulang." sahut Zylva tiba-tiba yang mendengar gumaman Raka.

"Lo dengar gue bilang apa?" tanya Raka tidak percaya. Padahal dia tadi berbicara begitu pelan.

"Gue nggak budek." jawab Zylva sambil menatap sinis Raka.

"Rumah Lo dimana?" Raka memberanikan diri untuk bertanya.

"Udah kelewat."

Raka semakin bingung dengan jawaban Zylva. "Terus? Mau kemana?" tanya Raka.

"Healing. Terserah Lo ikut apa nggak." ujar Zylva. Memang kesannya tidak mengajak. Tetapi di dalam kalimat yang Zylva ucapkan barusan mengandung ajakan secara tersirat.

"Emang boleh ikut?"

"Terserah."

*

Disisi lain Matthew tidak habis pikir dengan Zylva yang malah mengajak Raka healing. "Kurang kerjaan!" celetuk cowok itu. Tangannya merogoh saku jasnya untuk mengambil handphonenya. Cowok itu berniat menelepon adiknya agar segera pulang. Tapi niatnya dihentikan oleh Varrel.

"Biarin." ucap Varrel.

"Lah? Susah-susah dibikin sedih kenapa malah di hibur?" tanya Reygan protes.

"Hm, harusnya biarin terpuruk gitu aja." sahut Matthew membenarkan Reygan.

"Kalau dia terpuruk ntar bunuh diri kita juga yang repot nggak sih?" tanya Gibran mengeluarkan pendapatnya.

"Tuh adek Lo cerdas." ucap Varrel yang ditujukan kepada Reygan.

Walaupun begitu Matthew tetap menggenggam erat handphonenya. Dirinya begitu ingin menghubungi adiknya dan menyuruhnya pulang. Ada rasa tidak rela di dalam hatinya melihat adiknya jalan dengan cowok yang merupakan pembunuh keluarganya.

"Taruh!" perintah Varrel.

Matthew masih menggenggam handphonenya.

"Taruh handphone Lo!" perintah Varrel lagi. Tetapi nada bicaranya kali ini lebih tegas hingga akhirnya Matthew menurut.

"Yang baby psycho lakuin benar. Dia bawa Raka jalan-jalan tujuan utamanya bukan untuk menghibur. Tapi agar cowok itu tidak terlalu terpuruk. Dia tidak ingin Raka mati sebelum waktunya. Simpelnya siksa, obati, siksa, lalu obati. Dia di obati agar bisa di siksa lagi. " tutur Varrel panjang lebar.

Matthew langsung terdiam jika Varrel sudah ngomong panjang begini. Artinya sepupunya itu serius dengan ucapannya. Dia tidak akan berani membantah Varrel. Ya, Matthew tidak takut dengan siapapun. Kecuali Varrel, kakak sepupunya yang dilatih bersamanya di Alaska.

"Tapi gue nggak rela dia jalan bareng si kampret!" ucap Matthew menyuarakan isi hatinya. Cowok itu sangat tertutup. Tetapi akan menjadi terbuka hanya kepada Varrel dan Zylva.

"Dia adik Lo. Bukan pacar Lo. Ngapa nggak rela?" tanya Varrel dengan wajah datarnya.

Matthew langsung kicep.

"Lagian gue kalau jadi Matthew juga nggak rela adik gue jalan sama pembunuh." ujar Reygan.

"Serius? Gak rela gue jalan sama pembunuh?" tanya Gibran sambil menaik turunkan alisnya.

"Bukan Lo tolol!" semprot Reygan sambil menyentil kening adiknya tersebut.

"Sialan, Lo sama gue kdrt mulu! Gue laporin tahu rasa!" celetuk Gibran sambil mengelus-elus keningnya.

"Sebelum Lo laporin, gue gantung Lo duluan." sahut Reygan.

"Sebelum Lo gantung gue. Lo di mutilasi mami duluan!" timpal Gibran tidak mau kalah.

Varrel dan Matthew kompak menghela napas melihat pertengkaran kakak beradik tersebut yang tidak pernah ada habisnya.

Disisi lain, Raka dan Zylva sampai di sebuah pasar malam. Ada banyak permainan dan juga makanan. Mereka berjalan bersama keliling lokasi pasar malam tersebut. Ya, walaupun tidak bergandengan tangan tetapi mereka tetap terlihat dekat dan serasi. Orang yang tidak tahu bisa saja mengira mereka adalah sepasang kekasih.

"Lo yang bikin gue sedih, Lo juga yang hibur gue." ucap Raka tiba-tiba.

"Gak usah kepedean Lo! Gue hibur Lo biar Lo nggak gila." cetus Zylva.

Raka tersenyum tipis mendengar penuturan Zylva.

Zylva pergi ke salah satu kedai makanan. Tepatnya kedai yang menjual pan cake. Gadis itu memesan dua porsi. Satu untuk dirinya dan satu untuk Raka.

"Nih makan." ucap Zylva sambil memberikan pan cake kepada Raka.

"Thanks."

Mereka duduk di meja yang telah disediakan oleh kedai tersebut. Tidak ada percakapan diantara keduanya. Tetapi juga tidak ada suasana canggung diantara mereka berdua.

"Zylva." panggil Raka dengan suara lembut.

Deg. Entah apa yang terjadi. Jantung Zylva berdetak lebih cepat ketika Raka memanggil namanya dengan lembut. Ya, Raka belum pernah memanggil Zylva dengan nada bicara yang lembut. Biasanya cowok itu memanggilnya dengan keras atau bentakan.

"Apa?"

"Lo pernah naik bianglala?" tanya Raka sambil menatap bianglala yang tidak jauh dari tempat mereka.

Zylva mengikuti arah pandangan Raka. Melihat bianglala yang tinggi, besar, dan indah bersinar dihiasi lampu warna-warni. "Nggak pernah." jawab Zylva dengan jujur. Dia tidak ada waktu untuk itu. Selama di Alaska gadis itu menghabiskan sebagian waktunya untuk berlatih beladiri dan menggunakan senjata.

"Gue juga nggak pernah. Katanya itu mainan orang lemah." ucap Raka sambil mengingat apa yang dikatakan mamanya ketika dia ingin naik bianglala waktu kecil.

"Lo kan lemah, kenapa nggak naik?" tanya Zylva.

"Nggak ada teman. Lo mau temenin gue naik bianglala?" tanya Raka sambil beralih menatap Zylva disampingnya.

...***...

...Bersambung......

1
Vvirgo☆
extra part thorr
prist dapet reygan ya thor 😁✌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: sok ambil😌
total 1 replies
jatuh cinta sama novel ini😩, crazy up thor 😁☝🏻
hohoh, 😌
Memang pengecut,,,, heh, setidaknya tunggu sampai bawahan lo dateng, malah di tinggalin itu mayat orang kesayangan lo.... kgak punya otak memang di Raka ini🤦‍♀️
hohoh, 😌
Lanjutkan kerjs kerasmu thor!!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: siappp
total 1 replies
hohoh, 😌
tidk up kah hari ini??
hohoh, 😌: gak sabar nunggu kelanjutannya 😋
total 2 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
bagus
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
SELIR!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Terserah mo oleng ke siapa aja, asal jangan ke list suami aku😊👍 cukup a'a Sunghoon:)
total 3 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
PUNYA SAYA TITIK!! NO DEBAT
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Ga nyampe gaplokannya 🤣✌️
total 3 replies
hohoh, 😌
bukanya Matthew ya yng memutuskan telepon nya
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: oh iya salah😭
total 1 replies
hohoh, 😌
gitu amat sih 😆
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
Gilang punya saya 😌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎: ahh iya tau 😗
total 4 replies
hohoh, 😌
telinganya aja yang tajam, tapi bukan otaknya😆😆
hohoh, 😌
lanjut kak !...
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
yang di sensor itu "jalang"
hohoh, 😌
bukan cewek lagi itu mah 😆
hohoh, 😌
marah ko bilang bilang🤣
hohoh, 😌
nge-JJ?
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: tanya aja gapapa, uthor malah seneng kok kalau ada pembaca yang aktif berkomentar nanya ini itu😌
total 4 replies
hohoh, 😌
beuh😖
hohoh, 😌
Wah.... benar benar tak pandang Umur😌😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!