NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

"Apa...! Jadi pacarmu...? Dasar GILA...!"

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update gak nentu..?


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

"WHAT?! Aku tidak mau Bos! " ucap Michelle menolak David mentah-mentah.

"Lebih baik aku dipecat daripada harus jadi pacarnya meskipun hanya berpura-pura !" gumam Michelle dalam hati.

"Apa? Kamu pikir saya beneran ingin kamu jadi pacarku ? Jangan ngawur kamu! Seorang CEO besar seperti saya tidak mungkin pacaran dengan mu!" ucap David dengan suara yang sedikit rasa tersinggung.

David tidak menyangka bahwa permintaannya akan ditolak mentah-mentah oleh seorang karyawan biasa seperti Michelle.

"Saya hanya ingin kamu berpura-pura jadi pacarku hanya di depan kakek ku !" ucap David

"Emm... Maaf Bos... Saya tetap saja tidak mau dan saya tidak akan pernah mau menjadi pacar Anda bahkan hanya untuk berpura-pura saja! Saya tidak peduli kalau Anda memecat saya dari perusahaan!" ucap Michelle dengan suara yang tegas dan penuh keberanian.

Setelah mengatakan kata-kata tersebut, dia langsung berjalan keluar dari ruangan CEO sambil membanting pintu dengan sangat keras hingga terdengar suara benturan yang sangat jelas.

BRUGGG!

"Apa dia menolak ku mentah-mentah ? Siapa dia berani menolak permintaan seorang CEO seperti saya?" ucap David.

Dia melihat arah pintu yang baru saja dibanting oleh Michelle dengan sangat kuat.

Dia merasa sangat tersinggung dan tidak bisa mempercayai bahwa seorang karyawan biasa seperti dia bisa memiliki keberanian untuk menolaknya seperti itu.

Yuda yang sedang berada di sampingnya hanya bisa tertawa kecil dan memberikan senyum yang sedikit menyakitkan hati kepada David.

Dia merasa bahwa ini adalah hal yang wajar terjadi mengingat bagaimana cara David menyampaikan permintaannya kepada Michelle yang sangat tidak sopan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Michelle dengan cepat berjalan kembali ke ruangan kerja bagian administrasi dengan hati yang masih sangat berdebar dan penuh dengan emosi yang bercampur aduk.

Dia merasa sangat marah namun juga sedikit takut dengan apa yang baru saja dia lakukan kepada sang CEO.

"Apa? Apa yang tadi aku katakan pada si gila itu? Bagaimana ini kalau dia benar-benar memecat aku dari perusahaan ini? "

" Haaaa... Aku sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi!" bisik Michelle.

Dia memegang kepalanya dengan kedua tangan dan merasa khawatir.

"Tenang saja Michelle... Jangan panik dulu ya! Untuk jaga-jaga lebih baik aku mulai mencari informasi tentang lowongan pekerjaan!" gumamnya pelan.

Dia mulai mencari berbagai situs web pekerjaan dan juga grup media sosial yang membahas tentang lowongan kerja di berbagai perusahaan.

Di sisi lain, Tasya sedang berada di sebuah apartemen.

Dia telah melihat beberapa unit apartemen sebelumnya namun tidak menemukan yang sesuai dengan keinginan dan anggarannya, namun saat dia memasuki unit apartemen ini, dia langsung merasa suka dan merasa bahwa ini adalah tempat yang tepat untuknya untuk tinggal.

"Apartemen ini memang sangat cocok dengan apa yang aku cari! Ruangannya cukup luas, fasilitasnya juga sangat lengkap, dan lokasinya dekat dengan kontrakan Michelle," ucap Tasya.

Tanpa berlama-lama lagi, dia langsung memutuskan untuk menyewa unit apartemen ini dan segera melakukan pembayaran uang muka serta membuat perjanjian sewa dengan pihak manajemen apartemen.

Setelah menyelesaikan semua proses administrasi yang diperlukan, Tasya mulai merencanakan bagaimana cara mendekorasi apartemen barunya agar terlihat lebih nyaman dan sesuai dengan seleranya.

Dia mulai membuat daftar barang-barang yang perlu dia beli seperti perabotan rumah tangga, perlengkapan dapur, dan juga dekorasi ruangan yang bisa membuat apartemennya terlihat lebih menarik dan hidup.

Dia juga segera menghubungi beberapa toko furnitur dan memesan berbagai jenis perabotan yang dia butuhkan dengan janji bahwa semua barang tersebut akan dikirim ke apartemennya pada hari berikutnya.

"Untuk hari ini mungkin cukup begini saja dulu ! Besok pagi aku akan segera pindah ke sini dan mulai menyusun serta menghias apartemen baruku agar bisa segera pindah ke sini! " ucap Tasya.

Saat dia sedang akan pergi meninggalkan apartemen untuk kembali ke kontrakan Michelle, pandangannya secara tidak sengaja jatuh pada pintu apartemen sebelahnya yang selalu tertutup rapat dan tidak ada tanda-tanda adanya orang yang tinggal di sana.

Dia merasa sedikit sedikit takut karena berpikir bahwa dia akan tinggal sendiri di lantai tersebut tanpa ada tetangga lain yang bisa dia ajak berbincang atau sekadar bertukar sapaan setiap hari.

"Apa apartemen ini kosong ? Apakah aku akan tinggal sendiri di lantai ini ? Hiii... Rasanya sedikit menakutkan juga kalau tinggal sendirian seperti itu. Lebih baik aku segera pergi kembali ke kontrakan Michelle saja sekarang ini," bisik Tasya.

Dengan suara yang sedikit gemetar karena rasa takut yang muncul tiba-tiba, segera mengambil tasnya dan berjalan keluar dari apartemen barunya dengan cepat untuk kembali ke kontrakan Michelle yang terletak tidak terlalu jauh dari sana.

Setelah sampai di kontrakan Michelle, Tasya segera menghubungi beberapa kurir untuk mengatur pengiriman semua barang dan perabotan yang dia pesan tadi agar bisa dikirim ke apartemen barunya pada hari berikutnya.

Dia juga mulai menyiapkan beberapa barang pribadinya yang akan dia bawa ke apartemen barunya besok pagi agar proses pemindahan bisa berjalan dengan lancar dan cepat.

Di kantor, beberapa jam setelah peristiwa di ruangan CEO terjadi, Michelle tiba-tiba mendapatkan panggilan melalui telepon kantor memberitahu bahwa dia diminta untuk segera datang ke ruangan CEO.

Hatinya langsung berdebar kencang dan merasa sangat takut bahwa David akan segera memecatnya karena telah menolaknya tadi.

"Aduhh... Si gila itu lagi memanggilku! apa lagi yang dia mau dari ku ? Apakah dia benar-benar sudah memutuskan untuk memecat ku dari perusahaan ?" bisik Michelle.

Dia berjalan dengan langkah yang sangat pelan dan hati-hati menuju arah ruangan CEO yang terletak di lantai atas.

Setelah sampai di depan pintu ruangan CEO, Michelle mengambil napas dalam-dalam sebelum mengetuk pintunya dengan lembut dan kemudian masuk dengan hati-hati.

Dia melihat David dan Yuda yang sedang duduk di sofa yang terletak di sudut ruangan dengan wajah yang tampak sangat serius dan tidak bisa ditebak apa yang mereka pikirkan.

"Ada apa Bos?" tanya Michelle dengan rasa takut, mendekati mereka dengan langkah yang sangat pelan dan hati-hati.

"Kamu kenapa berani menolak ku? Apakah kamu tidak tahu siapa aku?" ucap David dengan kesal.

Dia merasa sangat tidak percaya bahwa seorang karyawan biasa seperti dia bisa memiliki keberanian untuk menolaknya seperti itu.

"Apa dia tidak tahu siapa yang mau jadi pacarnya ! bahkan hanya untuk berpura-pura? Dasar gila!" gumam Michelle dalam hati.

"Ini adalah kontrak perjanjian yang telah saya buat. Jika kamu mau menerima permintaanku untuk berpura-pura menjadi pacarku hanya di depan kakek ku saja, maka semua isi kontrak ini akan berlaku untukmu".

"Dan ingat jangan sampai ada seorang pun yang tahu tentang kondisi kesehatan ku yang sebenarnya karena itu adalah rahasia yang sangat penting dan tidak boleh tersebar ke mana pun!" ucap David.

Dia memberikan sebuah amplop berisi dokumen kontrak kepada Michelle dengan hati-hati.

Michelle dengan ragu-ragu mengambil kontrak tersebut dan mulai membacanya. Dia membaca setiap kalimat dan setiap poin yang tercantum di dalamnya dengan sangat teliti.

Saat dia sampai pada bagian yang membahas tentang kompensasi yang akan dia terima jika menerima kontrak ini, matanya langsung membesar dengan kejutan yang luar biasa dan tidak bisa dipercaya dengan apa yang dia baca.

"APA?! SERATUS JUTA ?" teriak Michelle matanya terbuka lebar.

Bersambung....

1
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
jangan dibejeg bejeg laa...kasian.
minimal di cakar cakar gitu wkwkwk
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
keceplosan eh😂
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
Awas loh Cindy nanti ada yang denger loh wkwkwk
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
waaa ama bosnya sendiri loh itu. karyawan nya minta di reset keknya nih😂
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
weleh bentar lagi pasti juga ketemu lagi😂
bunga JK
bagus banget ceritanya 🤭
Tulisan_nic
Alamak, dari segi mana aja tipe aku banget
only siskaa
mntap thorr jngn lupa mmpir juga yaa😍
— Ravindra —
Bang. ?
Hans_Sejin13: ia,ada apa we
total 1 replies
— Ravindra —
IYA. ini si David ngapain tiba² kyk gitu /Sweat//Sweat/
Mina
ini author kayaknya somplak seh 🤣🤣
Hans_Sejin13: bukan kayaknya tapi ia🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mina
lah🤣
Mina
suka suka kamu aja David
Greta Ela🦋🌺
Kakeknya awet muda kah? Aaowkwowowk
Greta Ela🦋🌺
Dipukuk tapi kok lembut, kek mana ini/Facepalm/
Greta Ela🦋🌺
Kakeknya galat bener we
Drian
parah oii
Drian
malah gelut
Hae Ni
lagi ketawa malah di buat sedih.
Hae Ni
nih orang kena tendang mulu prasaan
Mina: /Facepalm//Slight/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!