NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aurora

Cinta Untuk Aurora

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anna LA

Berawal dari sebuah pertemuan secara kebetulan dalam sebuah insiden, ternyata mereka telah dijodohkan oleh kakeknya sejak mereka masih belia. Dan sebuah insiden semalamlah yang menjadi awal pertemuan mereka.
Saling mengenal tetapi tidak sadar jika mereka yang telah dijodohkan. Dari sebuah keterpaksaan perjodohan hingga muncul benih cinta yang tak mereka sadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna LA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Malam ini mungkin akan menjadi salah satu malam yang tak pernah Devan lupakan dikarenakan kebodohannya. Tapi juga dia bersyukur karena gadis yang dijodohkan adalah gadis yang memang selama ini ia cari-cari. Selama di perjalanan pulang dia merutuki kebodohannya sendiri.

“Aahhh bodoh sekali mengapa aku tak membuka amplop dari kakek sebelumnya, jika aku membukanya terlebih dahulu mungkin aku bisa lebih maksimal untuk mendekati Ara, dan tak mungkin ada kata canggung yang seperti tadi.” batin Devan.

“Apa sebaiknya sekarang aku kirim pesan kepada Ara ya? Ahh jangan dulu kali ya, baru saja kita berpisah jika aku mengirimkan pesan sekarang pasti kesan Ara kepadaku adalah aku seorang pria posesif, astagaaaa! Apa perasaan apa ini?” Devan yang masih membatin ucapannya.

“Kakek, mengapa dulu kakek tak memaksaku untuk segera membuka amplop dari kakek itu siih?” tanya Devan pada kakek yang kebetulan duduk di sebelahnya.

“Laahh mau menyalahkan kakek begitu?”

“Bukan begitu kek, tapi coba saja jika dulu kakek memaksaku untuk segera membukanya pasti aku akan lebih giat untuk dekat dengan Ara kek.”

“Mana kakek tahu jika kalian sudah saling mengenal dan akrab. Dan juga memang kakek tidak mau memaksamu untuk membuka amplop itu tetapi kakek sudah mengingatkan bukan untuk segera membukanya.”

“Ya ya ya semua salah Devan sendiri kek.”

“Ya memang salah kamu sendiri, iya kan Rud?”

“Iya tuan.” ucap Rudi mendukung kakek Sanders. Dan berhasil juga membuat Devan semakin kesal sendiri.

Di lain tempat Ara dan keluarganya baru saja sampai di rumah, sejak di perjalanan tadi Ara terlihat sumringah dan tidak terlihat tegang seperti saat berangkat tadi. Ara sangat lega ternyata pria yang dijodohkan dengannya adalah pria yang sudah beberapa hari ini dia kenal dekat.

“Sayang kamu sehatkan? Tidak sedang tertekan sampai kamu stres bukan?” tanya mama memastikan.

“Iiihhh mama, masa anak sendiri dibilang stres.” kata Ara yang kemudian memanyunkan bibirnya.

“Kamu terlihat senyum-senyum sendiri dari tadi sayang, mama kan jadi takut jika kamu kenapa-kenapa.”

“Mama iihh ngeledek Ara terus.”

“Hahaha!” tawa kakek dan mama.

Malam semakin larut, kali ini Ara masih duduk di balkon kamarnya. Ara masih memandang indahnya bintang di langit malam ini.

“Ting ting!!” suara dari ponsel Ara.

“Siapa malam-malam begini masih mengirimkan pesan? Laaahh! kak Devan, ada apa ya?” monolog Ara sambil membaca pesan Devan.

Kak Devan

Selamat malam Ara, Berlian Aurora. Apakah sudah tidur?

Ara 🌼

Malam juga kak, lengkap sekali ya kak. Belum niih kak masih duduk di balkon kamar.

Kak Devan

Sedang apa malam-malam begini duduk di balkon, lekas masuk udara di luar dingin Ara tak bagus untuk tubuh.

Ara 🌼

Sedang memandang bintang kak, sebentar lagi Ara masuk kok kak.

Kak Devan

Segera masuk Ara beristirahatlah, bukankah besok harus pergi kerja?

Ara 🌼

Baiklah kak, Ara masuk niihh. Besok masih hari Minggu loh kak.

Kak Devan

Laaahh iya ya besok masih minggu. Mengapa aku jadi lupa hari ya Ra?

Ara 🌼

Mungkin bibit kepikunan mulai tumbuh di kakak. Eehh iya kakak tadi chat Ara ada perlu apa kak?

Kak Devan

Bisa gitu ya Ra?? by the way eemm besok ada waktu enggak Ra, keluar yuukk

Ara 🌼

Sepertinya besok Ara free, boleh juga kak.

Kak Devan

Oke, besok sedikit siangan kakak jemput Ara.

Ara 🌼

Oke siap kak. 😉

Kak Devan

Baiklah sekarang Ara istirahat dulu giih, selamat malam dan mimpi yang indah yaa

Ara 🌼

Iya kak, selamat malam dan terima kasih.

Setelah membalas pesan Devan, Ara meletakkan ponselnya di nakas, dan mematikan lampunya kemudian dia tertidur.

Di kamar Devan setelah berkirim pesan dengan Ara, dia teringat amplop yang diberikan kakeknya. Dia mengambil dan membuka amplop tersebut kemudian melihat isinya. Sungguh Devan sangat terkejut dengan isi dari amplop itu.

“Astaga!!!! Mengapa tak dari dulu aku buka amplop ini, di sini tersusun lengkap informasi tentang Ara, bahkan juga keluarganya.”

“Mengapa aku bodoh sekali dengan tak segera membuka amplop ini, jika segera kubuka pasti saat tadi makan malam aku tak perlu malu-malu dan canggung, dan pasti sudah lebih mengenal Ara.” ucap Devan yang masih merutuki kebodohannya.

Devan merebahkan tubuhnya dengan masih memegang amplop yang telah dia buka dan akhirnya juga dia terlelap.

Tuhan menambah satu hari lagi dalam hidupku bukan karena aku membutuhkannya. Tetapi, karena orang lain mungkin membutuhkanku.

Embun yang hadir di pagi ini dingin sebelum mentari datang, seperti halnya hatiku yang belum menyapamu pagi ini

Dan kamu adalah hal pertama yang memasuki pikiranku di pagi ini, juga hal terakhir yang meninggalkanku semalam sebelum tidur lelapku.

Hari sudah mulai berganti, mentari pun mulai merajai semesta. Devan masih terlelap dan suara alarm jam di nakas yang membangunkan tidur lelapnya. Masih berusaha mengumpulkan kesadarannya Devan teringat lagi bagaimana kejadian di restoran saat semalam.

“Astaga jam berapa ini, aku sudah ada janji dengan Ara dan malah masih asyik melamun.” Devan teringat janji dengan Ara lantas bergegas ke kamar mandi dan bersiap.

09:55 Devan melirik jam di nakasnya, dan bergegas keluar kamar. Keadaan rumah saat ini sepi, mungkin kakek masih berada di club senam pagi bersama kawan-kawannya, dan bibi mungkin juga masih berbelanja di pasar. Devan menyempatkan untuk menyeduh kopi dahulu dan memanggang dua lembar roti gandum yang kemudian dioles selai kacang favoritnya. Setelah menyantap sarapannya, Devan segera ke garasi untuk mengeluarkan mobilnya dan berangkat ke rumah Ara. Baru keluar pagar Devan teringat jika dirinya belum mengetahui alamat rumah Ara karena semalam hanya membaca sekilas informasi tentang Ara pada amplop yang diberikan kakek.

“Nah kan! Aku belum tahu dimana alamat rumah Ara, kenapa bodoh sekali aku saat ini.”

Akhirnya Devan menelepon Ara, sekalian memberi tahu Ara untuk bersiap.

“Iya Ra, aku tahu, tunggu sebentar dan ini aku langsung tancap gas, see you!” Devan mengakhiri telepon dan segera melajukan mobilnya. Devan tampak bersemangat sekali untuk bertemu dengan Ara.

Mahendra Devan Sanders, pria tampan, yang memiliki karakter sifat bagai gunung es, cerdas, CEO sebuah perusahaan besar yang memiliki segudang prestasi dalam bidangnya, pria idaman banyak wanita. Tapi tak pernah sekalipun tertarik dengan godaan macam-macam wanita yang pernah dia temui. Bahkan saat masih di luar negeri ada seorang gadis yang selalu mengejarnya, yang akhirnya membuat Devan ingin cepat menyelesaikan studinya dan segera pulang ke tanah air karena merasa risih jika kemana-mana terus di ikuti.

Dan sekarang justru Devan lah yang diam-diam menyukai sosok gadis yang dulu dia tolong, bahkan Devan lebih terlihat sedang berjuang untuk cintanya, setelah dia tahu ternyata mereka dijodohkan. Ya, Berlian Aurora adalah gadis yang mencairkan bongkahan gunung es.

...****************...

...Hai hai hai kami datang lagi, semoga bisa lanjut lagi sampai tamat kisah Ara dan Devan. Terima kasih untuk dukungan dan yang masih setia menunggu update Ara dan Devan.. Selamat Tahun Baru 2023...

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
🙈ya ampuuun emosi kok di pake si Devan gara2 cemburu ampe makan yg Ara bawa pun gk mau km sentuh🤭
jangan sampai emosi mu menghancurkan hati Ara ingat baru bertunsngsn loh bisa bubar apa kg yg udah nikah aja aja yg cerai
jangan sampai ego merusak segala2 y Devan🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
buat pesta pertunangan Devan ❤ Ara aja dah meriah mengundang para rekan kolegan apalg pesta pernikahannya bisa2 presiden n para pejabat nya banyak yg diundang semakin senang nya 🤭
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Kinerja yang membawa hasil, Ara punya talenta 👍👍
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ara malu ketemu dengan Devan 😁
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
percayalah km pasti akan mêndapat kejutan dr ayank🤭🥰
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
makanan paling simple. n makanan sejuta umat🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ada aura kasih eh auro jodoh nih🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ketipu rudi.. dipikir py ayank yg lain🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
duh py kesayangan yg lain kah devan🤔
🍁Rina❣️💋🅽🅸🆃🅰️👻ᴸᴷ
tetap semangat kak
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Momen sekamar berdua masih hadir dalam ingatan Devan ketika Aurora dalam pengaruh obat menabrak Devan saat di Cafe.. Sekarang mereka akan dijodohkan oleh para kakek.
Semoga berhasil dan lancar acaranya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
belum jodoh mereka berdua tiap ada Devan bertemu Bu Mayra si Aurora malah di toilet
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wahh terbayang-bayang di mata, dikasih uang jajan jadi keinget terus ama Ara
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
para kakek kolaborasi menjodohkan cucu-cucunya, pake modus nganter kue jahe lagi
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kakek-kakek pada antusias menjodohkan cucunya, kalo ketemu kayaknya lucu nih
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
ohh ternyata emang dari kecil udah barengan dan dijodohin dari kecil
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Ara ketemu terus sama Asistennya tapi sayangnya Ara gak ingat soalnya lagi mabuk
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Salah pilih teman jadi jadi banyak teman yang hanya mengambil keuntungan dan memanfaatkan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah kan disuruh cepat-cepat menikah.. usiamu emang udah matang buat menikah
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
untung ketemu lelaki baik coba kalo lelaki hidung belang udah digerayangin dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!