NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:161.8k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Mencintaimu

Langit-langit tinggi, lampu kristal terang, dan aroma herbal yang menenangkan, menyatu dengan suara alat makan di ruang VIP salah satu restoran di bawah naungan Montgomery Group. Meja bundar dengan empat kursi kulit bersandar tinggi menunggu para pewaris yang nyaris tidak pernah benar-benar punya waktu untuk duduk bersama akhir-akhir ini.

Ethan, Celine, Raga, dan Rega memasuki ruangan dengan kebiasaan yang sudah melekat meski tampak nyaris tidak disengaja. Celine duduk di sisi kiri Ethan sementara Raga dan Rega duduk berseberangan. Pelayan segera menyajikan hidangan tanpa perlu ditanya; mereka sudah tahu menu Montgomery sejak bertahun-tahun lalu.

Celine membuka sumpitnya dengan gerakan anggun, menyentuh lengan Ethan sebentar sebelum berkata pelan.

“Kau belum makan apa pun sejak pagi, bukan?”

Ethan tidak mengonfirmasi, namun tidak juga membantah. Ia hanya memberi anggukan singkat yang cukup untuk menunjukkan bahwa Celine benar.

Rega berdeham kecil. “Sudah kuduga,” gumamnya sambil menyandarkan tangan ke meja. “Kalau bukan Celine yang memaksa keluar dari ruangan, kau baru makan saat matahari terbenam.”

Ethan tidak menanggapi, dan Rega tidak menunggu jawaban.

Celine mengambil sepotong hidangan dari piringnya lalu mengulurkannya ke bibir Ethan. Gerakan itu tidak dibuat-buat, bahasa tubuh mereka telah lama berbicara lebih jelas daripada kata-kata.

“Buka mulutmu, Ethan.” kata Celine pelan, nada yang tidak tinggi namun mengandung tekanan.

Ethan menatapnya sebentar lalu menerima tanpa suara. Ia membuka mulut, membiarkan Celine menyuapinya dan menelan makanannya tanpa mengalihkan pandangan darinya.

Raga menyesap air mineralnya lalu kembali makan bersama Rega tanpa banyak komentar. Tidak ada yang istimewa, Celine dan Ethan memang sudah begitu sejak dulu.

Rega meletakkan sumpitnya sejenak. “Pistol yang kau pesan sudah datang,” katanya sambil mengusap sudut bibirnya dengan tisu linen.

Ethan menoleh tipis menunggu lanjutan.

“Sambo sudah menerimanya di markas,” lanjut Rega.

Ethan mengangguk pelan. “Bagus.”

Raga menelan makanannya sebelum berkata datar, “Dia bisa diandalkan.”

Rega mengangguk cepat. “Untungnya dia tidak hidup sebagai biang onar di tim kita.”

Celine menggerakkan kakinya di bawah meja, dan menendang betis Rega tepat sasaran. “Jangan mengejeknya.”

Rega meringis. “Belakangan ini kau mulai pilih kasih padaku dan Sambo.”

Celine menghela napas, lalu bersandar di bahu Ethan. Ia membuka mulut kecil, seperti sudah menjadi rutinitas. Ethan mengambil sepotong makanan dari piringnya dan menyuapkannya padanya tanpa mengatakan apa pun.

“Aku kasihan padanya,” kata Celine setelah menelan makanan itu. “Aku belum pernah bertemu orang yang sudah nakal, melarat, dan maaf… kondisi fisiknya tidak cukup oke, ditambah keluarganya juga berantakan.”

Gadis itu mengangkat bahu tipis. “Setelah kupikir-pikir, dia tidak tumbuh nakal. Hanya saja keadaan yang membuatnya begitu.”

Raga mengulurkan tangan dan menarik ujung poni Celine dengan santai. “Jangan membuat aku berpikir kau menyukainya. Kau memperhatikannya lebih dari Ethan, Celine.”

Kalimat itu dilontarkan setengah bercanda, tetapi dampaknya tidak ringan. Wajah Ethan menegang instan, gerakan kecil namun tajam seperti retakan pertama di kaca.

Celine langsung menggandeng lengan Ethan erat, seolah ingin menegas­kan batas yang sudah ia tetapkan sejak dulu.

“Aku hanya menyukai Ethan. Hanya Ethan.”

Rega berdehem pelan, suasana ruangan merunduk dalam hening yang berat.

Ethan menatap pucuk kepala Celine yang bersandar di pundaknya. Ekspresinya nyaris datar, namun ada ketegangan samar yang tersimpan di garis rahangnya. Entah itu penerimaan atau penolakan, hanya ia sendiri yang tahu.

Celine melangkah cepat, hak sepatunya beradu halus dengan lantai saat ia mengejar langkah panjang Ethan. Begitu jarak mereka cukup dekat, ia meraih tangan Ethan dan menggenggam jemarinya tanpa ragu.

“Pulanglah,” kata Ethan tanpa menoleh, suaranya rendah dan tegas.

“Tidak, Ethan. Aku ingin diantar olehmu, please…” katanya memohon.

Ethan menghela napas, napas panjang yang menunjukkan ia sudah kalah sebelum sempat berdebat. Ia berbalik, menatap Raga dan Rega yang mengikuti mereka dari belakang.

Keduanya langsung mengangguk sebelum Ethan sempat bicara. “Kami kembali ke kantor,” kata mereka bersamaan.

Celine melambaikan tangan kecil. “Hati-hati, Twins.”

“Kami duluan, Celine,” balas mereka dengan senyum singkat sebelum berbalik.

“Cepatlah,” ujar Ethan pelan namun tidak sabar.

Wajah cantik Celine merengut. “Kau selalu begini.”

Ethan tidak menanggapi. Ia hanya melangkah menuju pintu utama lobi, langkah aristokrat yang tidak pernah kehilangan wibawanya. Begitu mereka tiba, seorang pengawal membuka pintu mobil hitam yang berkilau.

“Selamat siang, Tuan Muda,” sapa Jerry, pengawal setia yang sudah berdiri di sisinya sejak kecil.

“Hmm,” jawab Ethan pendek.

“Selamat siang, Paman,” kata Celine jauh lebih cerah.

“Siang, Nona Muda,” balas Jerry dengan senyum tipis penuh penghormatan.

Pintu tertutup perlahan. Mesin berderu pelan, mobil meluncur keluar dari area Montgomery Corp, menembus jalan-jalan kota dengan irama yang rapi. Gedung-gedung tinggi memantulkan bayangan pada kaca mobil seperti gerigi perhiasan raksasa.

Celine menyandarkan kepala di bahu Ethan, tersenyum kecil, dunianya terasa lengkap ketika berada di sisi pria itu.

Drrtt… drrtt… drrtt…

Suara ponsel Ethan berdering. Pria itu mengangkatnya tanpa mengubah posisi tubuh.

“Selamat siang, Mama,” katanya tenang. Hening sesaat saat terdengar suara lain menjawab dari seberang.

“Ya, aku bersamanya.”

“Aku mengerti, Mama.” katanya sebelum memutus panggilan tanpa ekspresi.

“Ada apa?” tanya Celine tidak bergerak dari bahunya.

“Kita pulang ke mansion Montgomery. Papa dan Mamamu ada di sana,” jawab Ethan datar.

Celine mengangguk pelan, wajahnya tidak menunjukkan reaksi berarti. Tidak ada kekecewaan, tidak ada kegembiraan. Orang tuanya datang dan pergi seperti musim yang tidak pernah sepenuhnya menetap. Ia sudah terbiasa sendirian, tapi selama Ethan ada di sisinya ia tidak pernah merasa butuh siapa pun.

Jerry mendengar percakapan keduanya dari kursi kemudi, tanpa bertanya lagi ia mengubah arah mobil menuju tempat yang diinginkan tuannya.

“Ethan…”

“Hmm,” jawab Ethan, hampir tanpa infleksi.

Celine menengadah. Matanya yang bening, bulat dan penuh keyakinan menyatu dengan mata Ethan tanpa keraguan sedikit pun.

“Aku mencintaimu,” ucapnya, tenang namun tak terbantahkan. “Jangan tinggalkan aku.”

Ethan menatapnya lama, terlalu lama untuk seseorang yang terbiasa menjawab cepat dan tegas.

Celine mengangkat tangannya, menyentuh pipi Ethan dengan kelembutan.

“Ethan…” Ia menunggu jawaban yang ia harapkan.

Tatapan Ethan turun sedikit, lalu perlahan mengangguk. Gerakan kecil itu cukup untuk memberikan ketenangan dalam diri Celine. Senyum tipis menjalar di bibirnya. Ombak dan badai tidak akan mempengaruhinya, selama ia bersama Ethan.

Wanita itu kembali bersandar di bahunya, memejamkan mata dengan napas yang teratur. Baginya, anggukan itu lebih berarti daripada seribu janji.

Mobil terus melaju membelah kota, membawa dua sosok yang terlihat begitu selaras, namun tidak satu pun dari mereka benar-benar tahu ke mana hati akan membawa langkah berikutnya.

1
Fizao imut
keputusan yg bijaksana celine.. sungguh dewasa sekali pemikiran x😍
semangat berjuang mendapatkan kepercayaan celine lagi etan.. 👍💪
Feli
lanjut thor, semangat 👏🏻
Arieee
celine 💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
nyonya
paling si ethan entr jadi uring²n saat ditinggal celine atau kebalikannya menjelajah cinta🤣
Fazira Aisyah: kayak nya perlu di coba juga kak, Ethan dekat cewek" yg lain, biar dia bisa merasakan perbedaan antara Celine dan cewek" yg lain itu, mungkin dgn begitu Ethan akan menyadari perasaan nya terhadap Celine slm ini, Cinta atau hanya sekedar nyaman karena terbiasa dgn hadir nya Celine dr kecil yg selalu ada disisinya.
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
baru ngeh klo sinopsis di depan diganti🤭
Fazira Aisyah: iya bnr, habis baca komenan anda barusan tak cek 😅
total 1 replies
Seela New
waktu yg akan menjawab..
siapa pemilik takdir mereka ..
kalea rizuky
nah gini donk celine jangan lemah
kalea rizuky
nunguin nup berasa nungguin dpet arisan lama bgtttt
itin
karna faktanya rasa ketakutan kehilangan setelah baru menyadari bahkan belum sepenuhnya nyatanya keraguan itu masih ada. masih abu abu cuman menipis. dan ethan belum yang benar benar mencintai celine.
Elin Erliana
perasaanku JD ikut gamang thor
Irma Luthfah
iya itu yg lebih baik untuk kalian
Fazira Aisyah
part Celine dan Ethan yg mengandung bawang 😭😭, part yg aku tunggu" dr lama, Celine mengambil sikap yg tegas dgn cara yg lembut dan dewasa, Kalian memang butuh ruang untuk sendiri" , Terutama tuk Ethan, untuk menguji sedalam mana rasa Cinta di hatimu tuk Celine,... Bertemu lah kembali dengan versi yg lebih matang dan dewasa , (Di tunggu nikah part duanya ya Thor, tentunya dengan mempelai yg sama , ETHAN ❤ CELINE)
Felycia R. Fernandez
naaaah bener nih...
menguji seberapa dalam hati kalian masing masing
Fazira Aisyah: klo tuk Celine aslinya mah sudah sedalam samudera kak, tapi karena Ethan yg aga labil, jadi lama" Celine merasa hubungan mereka ga sehat lagi klo trs di pertahankan, Pasti lelah bgt Mencitai sendirian dan Ethan juga laki" yg ga Peka
total 1 replies
olyv
Hhhmmm berat bgt yaa cel.. kamu hebat... sampai bertemu di versi yang lebih terbaik 😢💪👍
astr.id_est
see you at the best point according to destiny 👍🥺
SL
mau Thor cerita Celin dan Ethan mirip dengan cerita sekawan kami...dalam kelompok pertemanan kami adacyang pacaran dr SMP dulu sampai kuliah...cew nya yang dulunya setengah mati kecintaan nah cow nya kaya biasa aja..pas PPL beda tempat si cow mulai beda dan ada perhatian ke cew lain nah gadoh tu dianggap sicow selingkuh tp teman cew sadar klo selama ni dia yang over protektif maka dibebaskanlah...sebulan kayanya cow nya datang mohon ampun GK bisa pisah padahal kawanku bilang " udah GK papa..aku GK maksa lagi ketimbang nti kita dah nikah trus kamu nyalahkan aku Krn belum puas masa2 remaja.gt lah..pkoknya aku lupa dulu..😄", cow nya setuju tp tetap berteman katanya...eh ..si cow kepanasan klo kawanku ni setiap Deket cow lain...ada ulahnya...sampe pas siap wisuda Dateng kerumah temanku ngelamar keortunya...Krn ortu DA kenal ya udah kawanku akhirnya Nerima...padahal saat terakhir putus GK ada status apapun cuma berteman tp lagaknya itu 🤭🤭😄...intinya klo jodoh pasti kembali...
keren karyamu Thor...ditunggu kelanjutannya..👍👍
yuna
celine kamu bijak banget. karakter celine ini kasian loh padahal. tapi dia punya mental yg bagus. sekarang tinggal Ethan mau gimana. 😓
astr.id_est
bawang ny banyak euy 🥺😢🤧🤧🤧
Rani Saraswaty
akirnya kluarlah kebijakan yg penuh air mata dan kelembutan🥹🥹
JR Rhna
sedihnya thor😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!