NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembicaraan sederhana namun penuh makna

...Halaman Istana Lili...

Selir Yu dengan wajah sumringah keluar dari kamarnya.

Di halaman taman Lili, ada setidaknya empat puluh dua pekerja pria telah berjejer menunggu perintah.

"Emmm... tubuh mereka terlihat cukup sehat dan kekar. Bagus." Di tangannya ada puluhan lembar gambar rangka untuk membangun taman impiannya. "Ketua pekerja bisa maju." Selir Yu masih memperhatikan. Dia duduk di kursi yang ada di halaman.

Seorang pria usia lima puluh tahunan maju. Namun dia juga memberikan jarak yang cukup agar wanita mulia di depannya tidak merasa risih.

Selir Yu mengerutkan keningnya. "Lebih dekat. Jika jarak kita terlalu jauh. Bagaimana aku menjelaskan pekerjaan yang harus anda tangani."

"Baik." Ketua pekerja itu mendekat dengan rasa takut. Dia tentu mengetahui sifat dari wanita di depannya. Jika benar sesuai rumor yang beredar. Sedikit saja kesalahan yang ia perbuat kepalanya menjadi taruhannya. "Selir Yu." Memberikan hormatnya dengan kagok.

"Duduk. Ada banyak hal yang harus aku perjelas. Agar pekerjaan kalian juga tidak terkendala." Selir Yu menata setiap lembaran secara berurutan.

Ketua pekerja masih mematung diam.

"Apa aku semenyeramkan itu? Sehingga kalian semua takut kepada ku?" Selir Yu memperlihatkan setiap wajah pekerjaan yang terus menunduk.

"Tidak, tidak. Saya hanya merasa tidak pantas duduk di dekat anda," jelas Ketua pekerja.

Selir Yu tersenyum lembut. "Sesama manusia. Tidak ada yang tidak pantas. Tuan, anda bisa duduk. Agar percakapan kita jauh lebih nyaman."

"Baik." Ketua pekerja itu memberanikan diri untuk duduk.

"Aku sudah membuat gambar setiap rangka bangunan yang aku inginkan. Kalian bisa membuatnya mengikuti gambar. Jika ada yang tidak anda mengerti. Bisa membicarakan dengan ku," ujar Selir Yu.

"Selir Yu, maaf sebelumnya. Apa saya boleh memberikan saran!" Kata Ketua pekerja meski dengan rasa takut di hatinya.

Kedua mata cerah Selir Yu berbinar. "Tentu saja. Aku sangat ingin mendengarkan saran dari ahlinya."

"Bagaimana jika bangunan ini di tempatkan di samping danau kecil yang ada di sana." Menunjuk kesalah satu gambar. Itu adalah gambar Paviliun. "Kita juga dapat menambahkan jembatan kecil sebagai penghubung. Di saat santai anda bisa menikmati waktu menaburkan pakan ikan." Ketua pekerja itu menjelaskan.

"Ide yang bagus. Aku setuju. Tuan, anda bisa membuatnya seperti yang anda katakan." Selir Yu semakin bersemangat.

Diskusi hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Setelahnya pekerjaan di mulai dengan pemetakan untuk menentukan lebar kecilnya bangunan. Setelah beres para pekerja langsung memulai pekerjaan.

Selir Yu memperhatikan dari kejauhan. "Di sini terlalu panas." Dia bangkit. Dia berniat memindahkan kursi sendiri. Dua pelayan wanita segera mengambil alih.

"Selir Yu, untuk pekerjaan berat seperti ini. Biarkan kami saja yang melakukannya. Jangan melukai diri anda," kata salah satu pelayan wanita. "Kemana anda ingin berpindah tempat?"

Selir Yu menunjuk. "Di bawah pohon mangga itu."

"Baik." Kedua pelayan wanita segera memindahkan kursi dan meja ke tempat yang diinginkan.

"Sepertinya bagi mereka semua putri bangsawan adalah wanita terlemah. Hanya mengangkat kursi saja dapat membuat luka di tubuh mereka." Gumam Selir Yu, sembari menggelangkan kepalanya. Heran dengan sikap semua pelayan yang ada di istana.

Pelayan Guyi datang membawa nampan berisi kue bunga persik juga buah-buahan. "Selir Yu, kue bunga persik masih hangat. Anda pasti menyukainya."

Sebelum melangkah pergi Selir Yu mencicipi kue yang masih hangat. Senyuman di wajahnya telah menunjukkan rasa kue yang ia makan. "Guyi, minta dapur membuat kue seperti ini. Kira-kira cukup untuk para pekerja dan semua pelayan di halaman taman Lili."

Mendengar itu pelayan Guyi cukup terkejut. "Anda yakin?"

"Tentu saja." Berjalan menuju ke tempat kursinya berada. Yaitu di bawah pohon mangga dengan dahan dan ranting yang sangat lebat. Dia duduk santai tanpa gangguan lain.

"Sejak hilang ingatan. Selir Yu menjadi seseorang yang hangat dan penuh perhatian," ujar Pelayan Guyi.

"Selir Yu juga menjadi pribadi yang lebih ceria," saut Pelayan Nuan Nuan.

Pelayan Guyi memberikan anggukan setuju.

"Biar aku saja. Kau bisa pergi menjelaskan tugas baru dari Selir Yu," kata Pelayan Nuan Nuan. Mengambil alih nampan berisi kue dan buah-buahan.

"Baik."

Setelahnya Pelayan Guyi berjalan pergi untuk memberikan tugas baru kepada pihak dapur.

Sedangkan pelayan Nuan Nuan mendekat kearah Selir Yu. Dia meletakkan nampan di atas meja. Menuangkan teh hangat ke dalam cangkir bersih. Lalu meletakkan cangkir yang telah penuh di hadapan Selir Yu.

Dari arah lain seorang pelayan wanita berjalan mendekat.

Melihat itu Selir Yu langsung bersiap. Dia duduk lebih tegak.

"Selir Yu." Memberikan hormat.

"Kau sudah mendapatkan berita yang aku inginkan?" Ujar Selir Yu.

"Iya. Semua berita yang ada di istana aku mengetahuinya tanpa ada yang kurang." Pelayan wanita itu mendekat. Dia adalah mata dan telinga Selir Yu. Yang siap menceritakan semua gosip panas yang ada di istana.

"Kau bisa memulainya," kata Selir Yu. Kue bunga persik di kunyah perlahan sembari mendengarkan cerita yang ia inginkan.

"Saya akan memulainya dari aula istana. Hari ini Tuan Putri Li Kexin dari negara Meixiang datang untuk pernikahan aliansi. Tapi Yang Mulia menegaskan, jika dia tidak memiliki tempat di istana dalam sebagai Selir Kekaisaran." Pelayan wanita memulai ceritanya.

"Tuan Putri negara lain!"

"Ya."

'Apa dia tokoh utamanya?' Mengambil buah aprikot lalu memakannya. 'Karena banyaknya masalah yang harus aku hadapi. Aku bahkan melupakan tokoh terpenting. Tokoh utama wanita yang akan bersanding dengan Xiao Chen.' Gumam Selir Yu dalam hati. "Lanjut."

Pelayan Nuan Nuan dan beberapa pelayan lainnya ikut mendekat. Mereka juga terlihat antusias.

Pelayan wanita itu berbicara sepelan mungkin. "Hari ini di halaman taman kaktus, tempat Selir Zhang tinggal. Terdapat keributan besar. Selir Cheng datang membawa pedang di tangannya. Mereka berdua bertengkar hebat. Karena Selir Cheng membawa dua Selir lainnya. Yaitu Selir Mei dan Selir Xing. Selir Zhang kalah dengan mengenaskan. Salah satu matanya mengalami lebam. Bahkan darah keluar dari hidung juga bibirnya terkelupas cukup parah."

"Seseru itu?" Kata Selir Yu. Semua pelayan langsung memperlihatkan dirinya. Seketika wanita itu menatap kearah lain. "Tapi apa masalah yang membuat mereka bertengkar?"

"Hanya karena satu gulungan kain sutra kesukaan Selir Cheng. Kain sutra yang seharusnya di kirim ke halaman Melati. Justru di tarik menuju halaman kaktus. Karena Selir Zhang juga menyukai motif kain sutra itu." Jelas pelayan wanita itu.

"Lanjut, lanjut." Satu buah aprikot telah habis. Selir Yu mengambil segerombol anggur merah yang manis. Memakannya satu demi satu dengan penuh kenikmatan. "Kalian juga bisa memakannya. Jangan sungkan."

Mendengar itu para pelayan ikut memakan hidangan di meja. Sembari mendengarkan gosip panas yang ada di istana.

"Di istana tempat Ibu Suri berada." Suara pelayan wanita berbisik sangat pelan. Membuat semua orang mendekat semakin lekat. "Empat pria muda telah di eksekusi mati lagi."

Semua orang menatap tegang.

"Tapi saya tidak dapat mengetahui alasannya."

"Yahhh..."

Kekecewaan terdapat di wajah semua orang.

"Penjagaan di sana sangatlah ketat. Sangat sulit mendapatkan informasi lebih terperinci," kata Pelayan wanita itu.

"Informasi apa? Sehingga kau begitu serius mendengarkannya." Suara Kaisar Xiao Chen membuat semua orang terkejut.

Semua pelayan wanita langsung menjauh. Dan menempatkan diri mereka ke posisi semula. "Yang Mulia." Memberikan hormat.

Selir Yu bangkit. "Yang Mulia."

"Kau terlihat tidak senang aku datang,' ujar Kaisar Xiao Chen. Dia duduk di kursi yang kosong.

Selir Yu berusaha tersenyum meskipun dengan kesal. "Bagaimana mungkin. Aku selalu berharap Yang Mulia datang di tempat ku."

"Benarkah?"

Senyuman di wajah cantiknya menghilang seketika. "Tentu tidak." Selir Yu duduk. "Kau selalu datang di waktu yang tidak tepat."

Kaisar Xiao Chen hanya tersenyum mendengar jawaban dari wanita di depannya.

"Kenapa kau datang? Bukankah ada begitu banyak tugas di istana. Seharusnya kau tidak akan memiliki waktu untuk bersantai di tempat ku." Selir Yu menuangkan teh hangat di cangkir kosong. Lalu memberikan cangkir itu kepada pria di depannya.

Pandangan matanya melihat ke arah para pekerja. "Aku dengar di istana Lili sedang ada perbaikan taman. Aku hanya merasa penasaran," jawab Kaisar Xiao Chen. "Bukankah taman ini sudah cukup bagus. Kenapa harus di ubah!"

"Memang bagus. Tapi terlalu menonton. Menambah beberapa hal di dalamnya tentu akan membuat taman jauh lebih hidup." Selir Yu menyandarkan tubuhnya di pembatas kursi. "Terkurung di dalam istana saja sudah sangat membosankan. Tanpa hal baru hanya akan membuat hidup menjadi hambar. Sedikit sentuhan akan membuatnya jauh lebih menarik."

Kaisar Xiao Chen memperhatikan lebih dalam wanita di depannya. Wajah cantik dengan tatapan lembut terlihat sangat menenangkan. Tanpa ia sadari detak jantungnya berdegup lebih cepat. Saat sadar dia mengalihkan pandangannya. "Kau tidak menyukai istana?"

"Terlalu banyak kemunafikan di dalamnya. Tentu aku tidak menyukainya," ujar Selir Yu.

"Kau terlalu berani."

"Apa ucapan ku salah?" Wanita itu melihat kearah pria di depannya.

"Tidak," jawab Kaisar Xiao Chen. "Hanya saja kejujuran tanpa batasan akan membuat mu tersingkir terlalu cepat."

"Bukankah kau sendiri yang bilang. Jika aku memiliki banyak wajah. Yang Mulia, saat ini dapatkah kau mengetahui wajah seperti apa yang aku tunjukkan?" Selir Yu mendekatkan wajahnya.

Pria itu diam. Melihat mata indah yang terlihat penuh kejujuran. Ia berkata, "Semua topeng kau lepaskan. Hanya kejujuran yang bisa aku lihat."

"Ada yang salah dengan kedua mata mu. Aku sarankan kau segera berobat." Selir Yu mengalihkan pandangan matanya.

Tawa kecil terdengar dari pria dingin yang terlihat menikmati waktu santainya.

Sepanjang siang keduanya membicarakan masalah yang cukup sederhana. Yang mungkin bagi sebagian orang adalah masalah yang tidak terlalu penting untuk di bicarakan. Namun untuk Pria dengan jubah mulianya. Semua pembicaraan sederhana itu adalah bagian yang telah hilang dari dirinya. Dan kini ia temukan di dalam diri wanita di depannya.

Hanya di dekat Selir Yu. Dia dapat melepaskan topeng kemuliaan yang telah melekat kuat di wajahnya. Dan ia dapat menjadi dirinya sendiri. Bukan Kaisar Xiao Chen yang harus bersikap penuh wibawa.

1
Dian Haerani
sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada sang selir fenomenal ini, tapi jalan mereka tidak mudah semoga kekuatan cintanya dapat meruntuhkan semua penghalang itu...
semangat dan sehat terus kak 🤲
Sri wulandari: siap kk. 🌹❤️🤗
total 1 replies
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
kaisar benar2 sdh jatuh cinta sekarang, tapi sayang nya yg dicintai nya bukan orang yg sama.
Susilawati
wow bagus selir Yu, kalo orang lain bisa bermain licik maka bals mereka dgn kelicikan juga
Ai
ayo kaisar xiao chen yakinkan istrimu kalau km bnr2 mencintainya
Ai
bagus.. aku suka selir yu yg hebat 💪
Dian Haerani
semangat selir yu, seperti othornya selalu berusaha untuk update diantara kesibukan kehidupan nyata dan dunia halu ini /Determined//Determined/
thanks Thor, lanjut
Sri wulandari: siap kk. 🤗
total 1 replies
Susilawati
ayo lanjut lagi thor 👍
Susilawati
semangat selir Yu, tunjukkan pada ayah mu yg jahat itu kalo kamu bukan boneka yg bisa di mainkan dan atur seenaknya.
Ai
ayo selir yu kamu hrs menjadi lbh kuat gunakan otak dan latih otot mu.. 💪
Dian Haerani
hehehe jadi ingin tau mode cemburu kaisar yang mulai bucin, jika mendengar pertemuan selir tercinta dengan sang mantan /Chuckle/
Ai
ayo semakin kuat selir yu pake licik jg gpp jgn terlalu lurus 🤣
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
apa rencan selir Yu sebenarnya
Susilawati
cie cie kaisar ternyata bisa juga cemburu
Dian Haerani
hidup adalah pilihan, apapun itu akan menghasilkan resiko yang harus dihadapi dan menjadikan kita hancur atau kuat, itulah warna kehidupan jadi tetap semangat menjalani jangan pernah menyerah juga putus asa, karena takdir itu pasti datangnya /Determined/
Susilawati
kaisar gelisah karena sedang kangen selir Yu
Ai
ayo selir yu jadilah kuat tp jgn cm mengandalkan otot.. kekuatan otot tanpa otak itu bodoh.. cerdas dan kuat itu baru top bgt💪
Ai
kalo suka tuch ngomong kaisar jgn diem diem bae salah phmkan jadinya😄
Dian Haerani
cemburu artinya cinta, meskipun istilah itu umum tetap aja jadi terasa manis saat sang penguasa begitu lemah dihadapan sang pujaan hatinya /Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!