NovelToon NovelToon
Eleanor Hasrat Sang Penguasa

Eleanor Hasrat Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Romansa / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Gadis berdarah suci ditemukan oleh sang penguasa. Eleanor tidak akan pernah bisa kabur.

Arthur tersenyum menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Tidak Mampu Mendengar

Arthur telah kehilangan seluruh kekuatannya, hujan yang terjadi di kota New Kingston malam itu bukan Art yang buat, tapi Tuhan yang menurunkannya.

Semua radio menyiarkan tentang cuaca malam ini, mengatakan jika hujan akan semakin deras dan orang-orang diminta untuk tetap tinggal di rumah.

Tapi Art dan Eleanor punya rencana untuk makan malam di luar. Malam yang mereka yakini akan jadi malam terakhir. Masing-masing dari mereka telah menyiapkan perpisahan yang paling indah.

Berharap setelah kematian dan perpisahan, masih ada kenangan manis yang bisa di kenang.

Eleanor telah bersiap, menggunakan gaun malam terbaiknya. Berwarna merah kesukaan Art, berbentuk sabrina hingga memperlihatkan pundaknya yang mulus. Melekat di tubuhnya denga begitu pas.

Tapi suara hujan yang turun sejak sore membuat Eleanor merasa cemas. Terlebih saat Art masih berada di kantor.

Rencananya mereka akan langsung bertemu di tempat makan malam itu, di restoran Agner Vip.

"Bagaimana ini Art? diluar sedang hujan deras," ucap Eleanor dalam sambungan telepon dengan sang suami. Berulang kali melongok ke arah jendela kamarnya, melihat hujan yang sepertinya tidak akan reda hingga pagi.

Siang tadi mereka merencanakan tentang makan malam bersama, siapa yang tahu jika malam ini hujan turun cukup deras.

"Minta Haldez untuk mengantar mu sayang, bawa payung, aku akan menunggu di luar restoran, sedikit basah masuk kesana akan membuat mu ingat terus tentang hujan malam ini. Hujan bukanlah pertanda buruk, itu berkah dari Tuhan."

Jawaban Art berhasil membuat Eleanor tersenyum, berhasil membuang semua cemas yang sejak tadi menyelimuti hatinya.

Ya, Art benar. Sederas apapun hujan turun itu adalah berkah dari Tuhan, jika ada banjir yang mereka ditemui di jalan itu pula sebagai pengingat bahwa di dunia ini tak ada yang kekal tanpa kehendak Tuhan.

"Apa kamu sudah berada di restoran?"

"15 menit lagi sampai, datanglah kemari, aku akan menunggu mu." jawab Art, setengah bohong.

Karena sebenarnya dia sudah berada di restoran ini, sudah lebih dulu menembus hujan untuk tiba disini.

Menyiapkan makanan untuk Eleanor yang mengandung daging. Tak berselang lama setelah Eleanor menyantap hidangan itu, permatta succi dalam tubuhnya akan berubah jadi hitam.

Tanpa disadari El, permatta succi itu perlahan akan hilang bersamaan pula dengan hilangnya Art.

Namun dengan begitu, Eleanor akan selamat.

"Jangan sampai aroma daging terasa begitu kuat, alihkan dengan aroma bumbu dan sayuran. Tidak perlu banyak-banyak, yang penting ada daging dalam makanan itu," ucap Art, perintah yang dia berikan pada sang koki yang hendak menyiapkan hidangan makan malam itu.

"Baik Tuan."

Ketika Art hendak kembali menuju mejanya, tiba-tiba dia melihat Priska ada di hadapan.

Priska dengan kedua mata yang dimiliki oleh Hera.

Deg!

"Apa maksudnya ini Art? apa yang sedang kamu rencanakan?" ucap Hera, tatapannya kecewa bercampur marah. Kedua mata itu nampak gamang.

Dengan memberi Eleanor daging, Hera sangat tahu apa yang akan terjadi pada Art. Pria itu akan menghilang dan membuat rencana mereka selama ini hancur.

Bukankah Art bilang sangat mencintai dia?"

Bukankah Art bilang bahwa Eleanor lah yang akan lenyap?

Bukankah Art bilang bahwa setelah ini mereka akan bersama?

Tapi apa ini semua? di hari ke 99, Art seper merubah rencana dan pilih menyelamatkan nyawa manusia itu.

"Kenapa kamu datang? ini belum 100 hari."

"Firasat ku tak baik dan ternyata benar, apa kamu mencintai Eleanor Art? sampai rela menukar dengan hidup mu?"

Arthur menggeleng, tapi Hera menggeleng juga.

"Kamu hanya sedang ragu Art, biar aku yang melenyapkan Eleanor sekarang juga."

Hera berlari keluar ...

"Hera!!" Art mengejar dengan langkah kaki lebar, namun saat tiba di luar restoran itu, dia tidak melihat siapapun disana ...

"Sial!"

Arthur berlari keluar dengan tergesa, pikirannya begitu kacau menerka apa yang akan dilakukan oleh Hera.

Aku mohon Hald, lindungi Eleanor, aku mohon! pekiknya di dalam hati, sementara kedua kakinya terus berlari, hingga berhasil keluar dari restoran ini.

Disambut dengan hujan yang begitu begitu lebat.

Dan tatapanya makin nanar, saat dia melihat Eleanor ada di ujung jalan sana, menggunakan payung siap menyeberang jalan dengan bibir yang tersenyum ...

"TIDAK EL!!! MASUK KE DALAM MOBIL MU DAN TETAP BERSAMA HALD!!!" Teriak Arthur.

Tapi Eleanor tidak mampu mendengarnya ...

1
Maya Ratnasari
yaoloh, drama bet, wkwkwkk
Tira Aneri
suukaaa
Nur Bahagia
wkwkwk modus 🤣
Nur Bahagia
sandiwara mu berhasil thur 😅
Nur Alifa
bagus bangeeeet
Auryn
Singa raja gurun bukan raja hutan🤭🤭
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😍
Anik Suwarni
katanya rubah binatang paling setia sama pasangan kok Arthur malah gitu sih 😪😪🤦
mety
ku menangissssss
Atiah arini
good
Kustri
hera palsu knp g bw in makanan dr daging"an kan bs cpt musnah tuh kekuatan art
Kustri
dewi hera gk bs menghalangi yaa
Kustri
si daddy koq gk nanya ttg klga arthur dmn,
Kustri
naruto
🔵◌ᷟ⑅⃝ͩ●Maldini●⑅⃝ᷟ
congrats🎉🎊
🔵◌ᷟ⑅⃝ͩ●Maldini●⑅⃝ᷟ
/Sob//Sob//Sob//Sob/
🔵◌ᷟ⑅⃝ͩ●Maldini●⑅⃝ᷟ
baca lagiii
RusNa ANtox DEwi
baguss
Mazree Gati
ga lanjut end
16/06/1977
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!