Nisa. gadis yang tidak sengaja bertemu dengan laki-laki yang bernama Aslan. dan keduanya dalam kondisi terpuruk.
Nisa yang mendapati kenyataan, kalau kekasih hatinya lebih memilih perempuan lain merasa sangat terpukul, padahal hari itu Mereka sudah berjanji akan pergi mendaftarkan pernikahan mereka.
dan ketika melihat laki-laki yang didorong keluar dan sampai terjatuh itu, dan kejadian yang tepat di depan matanya membuatnya langsung berpikir dan bertindak. Nisa langsung mengajaknya menikah, walaupun dia tahu kalau laki-laki itu adalah orang asing.
lalu bagaimana kelanjutan mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. diusir
saat itu, ada banyak sekali warga yang datang menyapa Aslan dan Nisa. tapi ada beberapa warga juga yang tentu saja ikut nyinyir, melihat Nisa pulang membawa suami. mereka mengklaim, kalau Nisa tidak berbakti kepada orang tuanya karena Nisa menikah diam-diam, tanpa melibatkan keluarga besarnya di desa ini.
"lihat tuh nek. Nisa pulang bawa suami, dia bener-bener tidak menghargai keluarganya di sini." tiba-tiba anak perempuan yang sembahya dengan Nisa bersuara.
tuk
"nenek tahu!! ini tidak bisa dibiarkan. mereka sedang mempermalukan keluarga besok kita." tutur nenek tua itu dengan geram.
"betul Nek! kita harus ke sana. nenek harus memarahi mereka habis-habisan. jangan sampai masalah ini menyangkut pautkan kita dan membuat kita semua jadi malu.!!" seru yang lain.
"hais.. kalian jangan begitu. walau bagaimanapun, Nisa itu adalah saudara sepupu kalian. dia juga adalah cucu nenek dan kakek.." laki-laki paruh baya itu langsung mengeluarkan suaranya.
"apa-apaan kamu Pak!! kamu ingin anaknya Salma itu mempermalukan keluarga kita!! bukankah sudah kukatakan!! jangan berikan mereka kelonggaran!! begini akibatnya kan ? mereka semakin ngelunjak dan tak pernah memandang kita.!" ucap nenek tua itu.
"Apa karena Salma itu adalah anak kandungku sendiri Bu ? makanya kamu begitu benci padanya. selama ini aku sudah bersabar padamu.. tapi kamu selalu mempermasalahkan hal ini. dia memang lahir dari perempuan yang kamu benci. tapi dia adalah anak kandungku!!" seru kakek tua itu, yang dikenal nama dengan Pak Surya.
"kamu sudah membencinya dan bahkan mengabaikannya selama ini. kalau bukan karena kesalahan yang tidak disengaja di masa lalu, dia juga tidak akan mau lahir. kalau bukan untuk menebus kesalahanku padamu, Aku tidak akan mengabaikan putriku selama ini." ucap pak Surya dengan suara yang parau.
selama ini Pak Surya abai terhadap Salma seorang, tetapi hatinya selalu terpaut dengan putrinya itu. diam-diam, Surya menemui putrinya dan menanyakan kabarnya. bahkan Pak Surya diam-diam memberikan uang untuk kebutuhan hidup putrinya itu.
"betul!! kalian jahat sekali tahu nggak!! di keluarga kita, cuma kalian yang benci dengan bibi Salma!!" tutur salah satu anak laki-laki yang tampak seusia dengan anak pertama Ibu Salma.
"diam kamu Aron!! kamu tidak tahu apa-apa!!" ketus ibu Sarmi.
"sudahlah! males banget ngumpul di sini. lebih baik aku pergi ke rumah Nisa ajalah." ujar Aron. Aaron pun langsung bangkit dari posisi duduknya.
"tunggu nak!!" Aaron yang mendengar suara lemah kakeknya langsung berhenti.
"ada apa kek..?" tanya Aron acuh tak acuh. selama ini Aron cukup jengkel dengan keterdiaman kakeknya. tapi, Aaron yang sering datang ke rumah kakek dan neneknya ini, juga karena kakeknya.
"tunggu Kakek nak!! kita pergi sama-sama ke rumah bibimu.." ucap pak Surya. Aaron yang mendengar itu menyipitkan matanya.
"ada apa kek..?"
"kalau kamu keluar dari rumah ini satu langkah, maka kamu tidak usah kembali ke rumah ini Surya!! Jangan harap, aku bisa menerima Putri haramu itu!!" seru Ibu Sarmi dengan marah. Pak Surya yang mendengar itu langsung mematung.
dia bertahun-tahun, selalu diancam dengan kata-kata ini. bertahun-tahun, dia menahan diri agar keluarganya tetap utuh dan tidak bercerai-berai. tapi tampaknya, hal ini tidak bisa dia sembunyikan lagi.
sudah bertahun-tahun lamanya, dan bahkan anaknya itu sudah beranak dan bercucu, dan sudah bertahun-tahun pula, dia menemui putrinya dengan sembunyi-sembunyi.
dia sudah tidak tahan. Pak Surya sudah tidak mau sembunyi-sembunyi lagi untuk menemui anaknya. kalaupun harus berpisah dengan ibu Sarmi, dia masih punya rumah kecil di pinggiran desa ini. tidak apa-apa kalau dia tinggal sendirian di sana. lagipula, rumah dan tanah itu adalah murni miliknya semata. walaupun halaman rumah itu tidak luas.
"baiklah kalau begitu! baiklah kalau itu keputusanmu. aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.." Ibu Sarmi yang mendengar itu semakin marah. sementara Aron yang mendengar penuturan kakeknya hanya bisa diam membisu.
"kakek.. Kakek yakin ngomong seperti itu ? kalau Kakek keluar dari rumah nenek, Kakak yakin bisa hidup dengan baik! selama ini, kakek hidup menumpang di tempat nenek!!" tutur salah satu cucunya yang bernama anggun itu. Aaron yang mendengar itu langsung menatap dengan marah.
"kenapa kamu berbicara seperti itu mbak anggun!! jadi selama ini kalian meremehkan kakek !! ingat ya, kalau bukan karena kerja keras kakek, Kalian juga tidak akan hidup enak di tempat ini!!" seru Aron dengan marah. jujur saja, walaupun dia merasa jengkel kepada kakeknya yang selalu mengalah, tetapi dia tidak terima kalau kakeknya direndahkan seperti itu.
bugh
"kalau begitu silakan angkat kaki dari sini Surya!! bawa semua barang-barang murahan kamu dan jangan pernah datang kemari lagi!!" Aaron yang melihat buntalan yang dilemparkan oleh neneknya di hadapan kakeknya langsung mengepalkan tangannya marah.
"nenek!! apa-apaan ini!!" Pak Surya langsung menahan lengan cucunya itu.
"sudah Aron.. kakek tahu, kakek sudah tua dan tidak bisa bekerja keras lagi. kakek tinggal di sini pun sudah tidak ada gunanya lagi. ayo, ayo antar kakek pulang." Aaron yang mendengar itu langsung berkaca-kaca.
"tapi kakek..? kakak tidak boleh diinjak-injak seperti ini. kalaupun kakek harus keluar dari rumah ini, tapi tidak diusir seperti binatang saja!! aku tidak terima kek!!" seru Aron kepada kakeknya. Pak Surya mengusap lengan cucunya itu dengan penuh perhatian.
"anggap saja nak.. anggap saja ini adalah balasan untuk kakek. karena dulu kakek sudah melakukan kesalahan tanpa sengaja. anggap saja, ini adalah karma untuk kakek. ayo. bantu kakek pergi.." Ibu Sarmi terlihat sangat marah dan emosi. sementara cucu-cucunya yang lain yang ada di sana menatap dengan tampang acuh tak acuh.
"kalau keluar dari rumah ini, Kakek jangan menyesal ya!!" ujar Putri sambil membersihkan kuku-kukunya. Aaron menatap mereka satu persatu, dan dia mendapati kalau tak ada tatapan kasihan untuk kakeknya.
"kalian semua benar-benar kelewatan!! ya sudah, ayo kek. kita tinggalkan saja tempat ini. di sini, kita tidak dihormati sama sekali.!!" tutur Aron dengan ketus.
"jangan lupa Aron!! Kamu adalah cucu nenek. kamu tidak seharusnya berpihak kepada kakekmu saja!!" Aaron yang mendengar itu langsung menoleh.
"aku tahu!! Aku adalah cucu nenek. tapi aku juga tahu membedakan mana yang baik dan mana yang enggak. kakek selama ini sudah mengalah sama nenek, dan bahkan menuruti semua keinginan nenek. tapi nenek sendiri tak pernah memberikan kesempatan kepada kakek untuk menebus kesalahannya. bahkan nenek dengan sengaja menekan kakek, dan mengatakan perpisahan. biar apa!! biar kakek tidak meninggalkan nenek.! tapi, karena sekarang nenek sudah mengusir kakek terang-terangan di depan mata Aron, maka kakek tidak perlu bertahan di sini lagi. ayo kek!! kita pergi saja. tidak ada gunanya tetap berada di sini.!" seru Aaron yang langsung mengajak Pak Surya itu pergi dari sana.