kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
******
"terimakasih banyak sudah membantuku sampai selesai. aaah, aku bisa sedikit lebih tenang sekarang" ucap Hana kepada sahabat nya itu
"aku senang bisa membantu mu. " Young Ju pun memandang Hana "apa kau akan mengundang ku di pernikahan mu!?? "
Hana pun diam sesaat "aku tidak tau, seperti apa pernikahan itu nanti. tapi, aku akan tetap menyuruh mu datang. urusan kampus, aku akan mengajukan cuti. "
Young Ju pun mengangguk-angguk "lalu Youn Jun bagaimana!?? bukan kah kau bilang akan memberi nya jawaban setelah dia kembali dari Amerika!?? "
"Youn Jun... aku sampai tidak sadar bahwa aku memiliki janji pada seseorang. " Hana pun menundukkan kepala nya "dia akan kembali setahun lagi kan, maka aku akan menjelaskan nya setelah dia kembali. aah benar Young Ju, soal pernikahan ku ini.... "
"kau tenang saja, aku tidak akan bicara pada siapa pun. "
"haah, aku tidak tau nasip ku seperti apa nanti. aku akan menghubungi mu jika perlu sesuatu"
"tentu saja, aku slalu siap membantu mu"
mereka pun tertawa bersama. Hana melihat ponsel nya, namun ternyata mati. karena sepanjang mereka membereskan toko, mereka mendengarkan musik.
"aah, ponsel ku mati ternyata. jam berapa sekarang!?? "
"jam 21.30"
"ibu pasti cemas, ayo kita pulang. "
Hana pun mengantar Young Ju ke kost nya, dan ia lanjut pulang ke rumah. sesampai nya Hana di rumah, ibu nya sudah menunggu nya dengan penuh ke khawatir.
"sayang.... dari mana saja kau, ponsel mu tidak bisa di hubungi!? kau baik-baik saja!?? " sambut nyonya Haeri menghampiri putri nya
"maaf Bu, ponsel ku mati. aku membersihkan toko toserba bersama Young Ju"
"kau membersihkan nya!?? sayang, kan ibu sudah bilang. jangan melakukan apa pun"
"ibu, biarkan aku membantu mu. kau beristirahat lah di rumah, apa kau tidak ingin hidup lebih lama untuk melihat ku!?? setidak nya, jangan melarang ku sebelum aku menikah. sedikit hal yg ku lakukan untuk mu, aku mohon jangan melarang nya" ucapan Hana membuat ibu nya lagi-lagi terdiam "sekarang ibu istirahat lah, jangan lupa makan ya. aku mau mandi lebih dulu, kita akan mengobrol lagi besok. oke" Hana pun mengecup pipi ibu nya dan pergi ke kamar nya
nyonya Haeri pun hanya melihat putri nya itu berlalu.
keesokan pagi nya, Hana turun dengan pakaian yg sudah rapi. ia langsung ke dapur "selamat pagi bi... " sapa Hana melihat pengurus rumah nya yg sudah datang
"pagi non... sudah rapi begitu, mau pergi kemana non"
"ada pekerjaan bi. oiya, ibu belum bangun ya. nanti tolong sampai kan pada ibu ya bi, aku pergi belanja untuk mengisi toserba. aku tidak tega jika harus membangun kan ibu" ucap Hana
"baik non... "
pagi itu Hana pun berangkat dari rumah pukul 07.00 tanpa memberitahu ibu nya. ia berbelanja untuk mengisi toserba milik ayah nya itu, karena Hana ingin segera membuka nya sebelum ia menikah.
selama menjalani kesibukan nya, ibu nya pun menelfon nya. tanpa berfikir apa pun, Hana pun mengangkat telfon nya.
"halo ibu... "
"sayang, ada apa ini. kenapa bibi Shin Ju bilang kau belanja untuk toserba, kau tidak bilang pada ibu"
"aah iya bu maaf ya, aku terlalu bersemangat untuk segera membuka toserba nya. ibu sudah sarapan!?? "
"jangan mengalihkan pembicaraan, ibu sudah sarapan. kau sendiri bagaimana!?? ibu akan datang ke toserba nanti... "
"tidak bu, aku masih belum kesana, aku masih memilih bahan. ibu jangan khawatir, aku akan segera membereskan nya. ibu selesai kan saja urusan ibu, baru setelah itu kita fokus ke toserba. "
mendengar itu, nyonya Haeri kembali diam tak bisa menjawab apa pun.
"ibu... kau masih disana!?? "
"iya sayang... dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli barang-barang jualan!?? "
"aku punya sedikit tabungan bu, lagi pula kan tidak semua di bayar. ibu tenang saja. "
"Hana... "
"iya... "
"apa kau baik-baik saja sayang!?? "
"tentu saja bu... aku baik, sangat baik. aku menerima semua nya dengan sepenuh hati, mungkin ini memang sudah takdir ku. jadi, biarkan aku melakukan sedikit hal sebelum menikah. "
"baiklah, sampai jumpa di rumah. jangan lupa makan ya, ibu tidak akan menggangu mu hari ini"
"siap bu... ibu juga jangan lupa makan, dan jangan minum alkohol. aku akan pulang setelah selesai"
"baiklah sayang..... "
Hana pun menutup telfon nya dan melanjutkan aktivitas nya. setelah makan siang, Hana pun langsung berangkat me toserba karena barang-barang mungkin sudah tiba. dan benar saja, sesampainya di toserba, semua barang sudah turun. Hana pun mengobrol sedikit dengan pria yg mengangkut barang itu, dan terakhir Hana pun mengucap kan terimakasih.
Hana pun melihat tumpukan kardus yg begitu banyak di hadapan nya itu, menghela nafas panjang "semangat Hana... " ucap nya menyemangati dirinya sendiri....