"Azzelia Qaireen, kau milikku, wanitaku, istriku. Tak ada yang lain selain dirimu di hatiku. Bahkan aku rela memberikan nyawaku ini, ketika kehidupanmu terancam karena kedatanganku, Sayang."
~Frans Federick Knight
***
Demi sang papa, Azzelia Qaireen rela melakukan apa saja termasuk menikah dan menjadi istri dari seorang Frans Federick Knight. Pria yang dikenal sebagai rekan kerja papanya dan merupakan pebisnis kaya raya di negara tempat tinggalnya.
Namun, siapa sangka. Di balik wajah tampannya. Frans memiliki sejuta rahasia dan sisi gelap yang tak diketahui oleh Zelia. Kehidupan yang penuh cinta perlahan mulai dipenuhi darah. Ketika sebuah rahasia mulai terungkap, maka sebuah pengorbanan kembali terjadi dan membuatnya bertemu dengan masa lalunya.
Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Frans dan Zelia ketika masa lalu hadir di antara mereka dan sebuah rahasia terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JBlack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Frans
...Aku merasa sesuatu berbeda dalam diriku ketika bersamanya. Hatiku lebih hidup dan tenang ketika melihat senyumannya. Bibirku akan melengkung ke atas ketika melihat tingkah lucunya. ...
...~Frans Federick Knight...
...***...
Zelia lekas menatap ke atas. Moodnya seketika jelek ketika memikirkan pria bermuka es yang hendak mengganggu waktu mereka ini. Bahkan bibir yang sejak tadi tertawa kini cemberut.
Mood ibu hamil benar-benar naik turun dan Anthony mengacaukan semuanya. Mengacaukan bayangan yang hendak dilakukan bersama suaminya sekarang seketika berubah.
"Ada apa, Sayang?" Tanya Frans pelan saat dia baru saja datang.
Kepala Zelia menggeleng. Dia lekas beranjak berdiri dengan emosi yang benar-benar masih membendung hatinya.
"Ayo pulang!"
Zelia spontan berjalan lebih dulu dan membuat Frans mengikutinya dari belakang. Dia menatap punggung istrinya yang terlihat tak sabar. Baru kali ini selama mereka tinggal bersama, berbagi waktu bersama. Wajah kesal dan marah tercetak jelas di muka istrinya itu.
Bahkan saat Zelia masuk ke dalam mobil. Dirinya membuka sendiri dan sedikit membanting pintu mobil dan membuat Frans khawatir.
"Ayo cepet pulang!"
"Katanya kamu masih mau jalan?" Tanya Frans pelan tanpa berniat menghidupkan mesinnya.
"Udah gak mood," Jawab Zelia sambil memalingkan wajahnya.
Benar-benar efek Anthony membuat semuanya kacau. Zelia bahkan tak tahu kenapa dirinya bisa selesai ini. Namun, bayangan tentang kejadian malam itu dan ketakutan dalam dirinya membuatnya harus melakukan ini.
"Lihat aku!" Kata Frans meraih dagu istrinya.
"Nggak!"
"Sayang," Panggil Frans pelan menurunkan suaranya.
Kepala yang mulanya berpaling itu kini menurut. Tatapan mata keduanya bertemu dan Frans bisa melihat ekspresi wajah istrinya dengan jelas.
"Katakan padaku. Ada apa?"
Kepala Zelia menggeleng. Dia tak mungkin mengatakan apa yang sudah dia lakukan. Namun, rasa kesal itu masih bercokol di hatinya.
"Ingat kata dokter. Kamu gak boleh stress dan banyak bertingkah," Kata Frans mengingatkan. "Mau berbagi sama aku?"
Zelia menatap kedua mata tajam itu. Mata yang terlihat menakutkan tapi di matanya terlihat indah. Salah satu sudut yang paling dia sukai pertama dalam diri Frans adalah matanya.
Mata yang mengandung banyak cinta untuknya. Mata yang selalu menatapnya dengan lekat. Mata yang tak berhenti selalu menatapnya kemanapun dirinya berjalan.
"Aku mau peluk kamu," Lirih Zelia dan akhirnya memeluk Frans dengan erat.
Matanya terpejam. Zelia menghirup aroma tubuh suaminya yang begitu dominan. Harum tubuh yang sangat dia hafal dan selalu menjadi penenang. Tanpa sadar air mata keluar dari sudut mata Zelia.
Dirinya hanya merasa takut. Takut jika kebersamaan ini akan berakhir. Takut jika apa yang saat ini membuatnya berada di puncak hanya sementara.
Apa yang tengah dihadapi suaminya bukan masalah ringan. Pembunuhan adalah salah satu hukuman fatal. Menghilangkan nyawa harus dibayar dengan nyawa. Hal itulah yang membuat trauma Zelia kembali muncul.
"Sayang… "
"Jangan lepaskan!" Kata Zelia sambil menahan suaranya yang mulai menangis.
Zelia mencium pundak Frans. Dia tak mau melepaskan pelukan itu. Dirinya benar-benar menangis di pelukan Frans. Hal yang entah kenapa membuat pikirannya sedikit lega.
Setidaknya ketakutan dalam pikirannya hanyalah bayangan. Frans masih disini, dipelukannya, di depan matanya dan bisa dia tatap sebisa mungkin.
"Katakan padaku. Ada apa, Ze?" Tanya Frans pada akhirnya.
Perlahan pelukan itu terlepas. Zelia menarik nafasnya begitu dalam. Frans pun ikut menghapus air mata istrinya.
Wajah memerah, hidung memerah dan mata bengkak membuat Frans benar-benar tak tega. Dia juga tak suka air mata jatuh di kedua sudut mata istrinya itu.
"Jangan pernah melakukan apapun yang bisa membahayakanmu. Kamu dengar?" Kata Zelia tiba-tiba yang membuat jantung Frans mencelos.
"Jangan pernah lakukan hal gila dibelakangku!" Ancam Zelia yang membuat mata Frans menatap kedua bola mata Zelia.
"Aku hamil, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu. Aku mau sama kamu terus. Aku gak mau sendirian," Kata Zelia dengan air mata yang mengalir deras.
"Hey, Sayang. Aku disini," Jawab Frans saat pikirannya mencoba tenang. "Aku disini sama kamu!"
"Iya sekarang tapi gak tau nanti, besok atau lusa. Jangan lakukan hal bodoh apapun. Aku gak mau kehilangan lagi," Kata Zelia yang tak tahan menyimpan ini semua lagi.
"Sayang, plis. Jangan katakan apapun lagi. Kasihan bayi kita. Ingat!"
"Aku gak peduli sama bayi ini kalau kamu juga gak peduli sama kita. Kamu harus janji jangan melakukan apapun yang bisa buat kamu jauh dari aku dan bayi kita. Janji?"
Zelia mengulurkan tangannya. Suasana benar-benar panas dingin. Antara rasa takut, cinta yang besar dan pengorbanan. Semua itu muncul menjadi satu membuat Zelia nekat.
Nekat untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya. Nekat menyimpan apa yang menjadi miliknya.
"Sayang aku… "
"Kamu gak sayang sama aku?"
Frans tak bisa berjanji. Sumpah setia pada papanya langsung terngiang jelas di kepalanya.
"Kamu gak sayang sama bayi kita? Bayi yang akan membuat mansion kita terdapat tangisan anak kecil. Bayi yang akan membuat mansion kita ramai?"
Ah perasaan Frans tentu jungkir balik. Air mata yang mengalir deras, mata memerah dan satu lagi. Zelia menarik tangan Frans dan meletakkannya di atas perut ratanya.
"Kamu gak mau lihat bagaimana dia tumbuh dan berkembang?"
Zelia menatap Frans dengan serius. Dia benar-benar menghentikan tangisannya. Dia harus membuat cinta mereka berdua semakin kuat. Cinta yang kuat akan membuat keduanya bisa berjalan bersama.
"Jika kamu tak menyayanginya untuk apa aku mempertahankannya?"
"Ze!" Seru Frans dengan kemarahan tertahan.
Dia tak suka ucapan itu. Dia tak suka istrinya mengatakan hal buruk. Dia adalah sesuatu yang dia impikan sejak lama. Bayi itu adalah sosok kecil yang dia harapkan datang di antara mereka berdua.
"Ya. Aku akan berjanji sama kamu dan bayi kita. Aku gak bakal ngelakuin hal apapun di belakangmu. Aku gak bakal jauh dari kalian berdua. Aku menyayangi kalian berdua dan gak mau kehilangan!"
Zelia menarik nafasnya lega. Setidaknya janji itu Zelia yakin akan ditaati oleh Frans. Suaminya adalah pria yang tepat janji selama ini. Hingga hal itu membuatnya yakin jika Frans tak akan mengingkarinya.
"Terima kasih. Terima kasih, Sayang. Aku pegang janjimu. Aku mencintaimu," Ujar Zelia yang langsung menarik kepala Frans dengan pelan dan mencium bibirnya penuh cinta.
Bukan hanya kecupan tapi ciuman itu perlahan saling menyesap. Seakan keduanya tengah mengalirkan rasa cinta dan ketakutan dan kehangatan ciuman mereka berdua.
Baik Frans maupun Zelia saling bertukar saliva, saling bertempur lidah antara satu dengan yang lain. Bahkan tangan Frans naik dan menahan kepala istrinya dari belakang.
Keduanya seakan tak saling melepaskan. Seakan ingin terus berciuman. Namun, nafas yang mulai habis membuat ciuman itu akhirnya terlepas dengan nafas naik turun.
Bibir keduanya saling tersenyum. Mata mereka saling menatap dengan hidung mereka slaing bersentuhan.
"Aku mencintaimu dan jangan menangis lagi seperti tadi, Sayang. Aku benar-benar tak menyukainya."
~Bersambung
Udah siap memulai nih. Bakalan ada huru hara lagi huhu. Ingat yah, ini novel isinya bakalan ada action. jadi mau gak mau bakalan ada adegan berkelahi, mengumpat atau apapun.
Jangan ditiru karena gak baik, hehe.
kenapa?