Lanjutan dari novel "Istri Siri Ceo".
Merupakan kisah Keenan Argantara pria yang sangat dingin dan arogan. Demi membalaskan dendamnya ia mengurung seorang gadis berusia 20 tahun bernama Berliana Ayunda memberikan penderitaan pada gadis itu. Namun lambat laun rasa benci Keenan pada Berlina berubah menjadi cinta karena ia tahu jika Berliana adalah gadis yang ada dalam masa lalunya.
Akankah Berliana menerima cinta Keenan ?
Yuk simak ceritanya "TERPENJARA CINTA TUAN KEENAN".
Jangan lupa beri semangat author dengan like dan komentar kalian 💓🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
"Tapi aku mencintainya.." lirih Keenan tak terasa air matanya jatuh begitu saja dari pelupuk matanya. Ia tak mau jauh dari Berliana untuk yang kedua kalinya, karena ia yakin pasti Berliana memang ditakdirkan Tuhan untuknya.
"Penyesalan memang datang diakhir, tapi jika kau bersungguh-sungguh padanya aku yakin suatu saat dia mau menerimamu walaupun nanti kau akan dihadapkan oleh banyak rintangan." ucap Miko memberikan nasehat pada sahabatnya tersebut.
Keenan hanya bisa diam tak menanggapi dalam pikirannya saat ini harus segera sampai ke tanah air dan bergerak cepat mencari dan menemukan keberadaan Berliana.
Ia akan meminta maaf pada Berliana dan memohon agar Berliana mau kembali padanya. Ia pun akan jujur pada Berliana siapa dirinya sebenarnya. Bahkan membebaskan Jonathan bila perlu, agar Berliana mau kembali padanya.
"Ana.." lirih Keenan ia menatap foto Berliana yang menjadi layar wallpaper di ponselnya.
Miko yang melihat Keenan yang begitu nampak menyedihkan itu menjadi kasihan. Ingin sekali ia memberitahu Keenan dimana keberadaan Berliana berada. Namun ia tak mau ambil resiko, jadi biarlah Keenan menemukan Berliana sendiri pikirnya.
"Maafkan aku Ken" ucap Miko dalam hati.
.......
"Mas, aku ingin bicara padamu." ucap Jihan menatap serius pada suaminya.
Jihan kemudian mengajak Zio masuk ke kamar mereka. Jihan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya kala ingin menceritakan apa yang mau ia sampaikan pada suaminya.
"Ada apa sayang ? oh...apa kau mau hamil lagi, ayo kita buat sekarang !" tanya Zio cepat sedangkan Jihan langsung mendelik kan matanya menatap suaminya, benar-benar suaminya itu mesum tingkat akut.
"Jangan mengajakku bercanda, Mas." Jihan menghembuskan kasar nafasnya.
"Baiklah-baiklah, ayo bicaralah" ucap Zio tak sabar.
"Putra kita, Keenan. Ini Mas lihatlah sendiri" ucap Berliana dengan tangan gemetar menyerahkan ponsel pada suaminya.
Zio kemudian mengambil ponsel tersebut dilihatnya sebuah video yang menampilkan perbuatan Keenan pada seorang gadis di sebuah rumah.
Zio menatap nanar perbuatan putranya tersebut. Benarkah apa yang dilihatnya itu, Keenan memperlakukan seorang gadis dengan sangat buruk.
Jihan sudah menangis membayangkan perilaku putranya yang sudah keterlaluan itu. Selama ini Jihan dan Zio mendidik Keenan dengan sangat baik hingga menjadi seorang anak dewasa. Namun apa kali ini Jihan dan Zio seakan dilempar ke sebuah jurang oleh anaknya sendiri.
Jihan dan Zio tak pernah mengajari Keenan untuk bersikap kasar pada seorang perempuan. Lalu apa yang mereka lihat saat ini. Hancur tentu saja ! Jihan dan Zio merasa gagal menjadi orang tua.
"Kenapa Keenan sampai begitu dengan seorang perempuan, padahal ia sendiri memiliki seorang adik perempuan. Bagaimana jika adiknya yang berada diposisi seperti itu." tangis Jihan pecah
"Sayang jangan menangis, sudah.. biarkan aku menghukum Keenan." Zio membawa Jihan dalam pelukannya menenangkan istri tercintanya itu. Zio begitu marah dengan perbuatan Keenan apalagi sampai membuat Jihan istrinya bersedih dan menangis seperti itu.
Beberapa saat kemudian Jihan sudah terlelap dalam tidurnya. Zio kemudian keluar dari kamarnya hari sudah nampak pukul jam dua belas malam namun Keenan masih tak menunjukkan tanda-tanda ia akan tiba dirumahnya.
Padahal menurut informasi anak buahnya, Keenan sudah tiba di Indonesia sejak empat jam lalu. Zio ingin sekali memberikan pelajaran pada putranya itu agar tidak semena-mena terhadap kaum perempuan.
Zio menghembuskan nafasnya kasar percuma saja mungkin pikirnya menunggu putra tersebut kembali pulang ke rumah. Ia kemudian kembali ke kamarnya dan tidur di samping istrinya.
.......