Elizabeth Stuart memiliki lukanya sendiri hingga enggan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama lelaki lain. Kegagalan dalam rumah tangganya dengan sang mantan suami membuat Elizabeth memilih hidup sebagai orang tua tunggal.
Hingga suatu hari, apa yang telah ia rencanakan dan susun dengan baik hancur begitu saja dalam sekejap karena takdir berkata lain.
Hadirnya sosok lelaki yang hangat dan penuh cinta membuat Elizabeth perlahan mulai melupakan rasa sakitnya, dan belajar membuka hati.
Namun, lagi-lagi seolah takdir mempermainkan hidupnya. Sang mantan suami datang, dan memohon dengan penuh rasa cinta agar Elizabeth kembali bersamanya.
Elizabeth kini kini menjadi dilema, akankah ia lebih memilih sang mantan suami demi kebahagiaan kedua anaknya, atau justru ia lebih memilih lelaki baru yang membuatnya bangkit dan menjadi utuh kembali sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Canda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Feels like home
Lizzy sedang menatap laptopnya di dalam ruang perpustakaan, wajahnya sesekali terlihat menahan emosi. Ia sedang sibuk mencari beberapa data mengenai wanita itu, Angeline Parker. Semua orang memintanya untuk bersedia menyeret wanita itu ke kantor polisi. Tapi Lizzy justru punya pemikiran lain.
Ia ingin menyelidikinya sendiri, dan membalas perbuatan wanita itu dengan cara yang halus. Sebenarnya ia enggan untuk membalas dendam, tapi apa mau dikata, sepertinya perempuan itu memang harus mendapatkan sedikit pelajaran agar jera.
Seseorang mengetuk pintu perpustakaan saat ia mulai mendapatkan apa yang dicarinya. "Siapa...?"
"Maaf nona Lizzy, tuan Jacob mencari anda. Dia ada di sini sekarang." Seorang maid memberitahunya.
"Tolong biarkan dia masuk."
"Baik Nona."
Pintu perpustakaan pun terbuka, menampilkan sosok lelaki yang kini menjadi temannya. Jacob kembali diterima dengan tangan terbuka di rumahnya, setelah Lizzy membujuk sang kakak dan ayah ibunya untuk bisa menerima Jacob lagi.
Jacob berjalan sambil tersenyum sumringah kepada Lizzy, hatinya berbunga-bunga karena ia bisa menemui wanitanya dengan bebas sekarang. Ia ikut duduk di samping Lizzy di sofa empuk dan refleks memeluk Lizzy dengan erat.
"Izinkan aku memelukmu Lizzy, sebentar saja. Biarkan tetap begini, aku merindukanmu."
"Kau ini Jacob, sudah memelukku baru meminta izin, dasar kau pengacara licik," Lizzy menggerutu.
"Meskipun aku licik, kau adalah istriku dulu, jadi kau adalah mantan istri pengacara licik."
"Kau selalu saja bisa membalikkan kata-kataku sekarang, menyebalkan."
"Aku hanya akan diam jika yang mengeluh istriku, apa kau mau aku diam? maka jadilah istriku lagi."
Lizzy kemudian mengurai pelukan mereka dan mencubit perut Jacob, yang sekarang mulai sedikit berisi. "Terus saja kau mengungkit kata itu, akan kutendang bokongmu yang indah itu."
"Au...sakit Lizzy, cubitanmu masih sama seperti dulu. Membuatku berdebar. Jadi menurutmu bokongku indah, hmm?" Jacob tersenyum kegirangan saat mendengar ucapan Lizzy yang sepertinya tidak disengaja itu.
Lizzy memutar bola matanya dengan malas, ia mulai enggan mendengarkan celotehan narsis dari pria itu.
"Terserah kau mau bilang apa tuan Jacob Morris. Aku tak peduli."
"Ayolah Lizzy, akui saja bahwa bokongku memang indah."
"Cukup Jacob, kau membuatku mual. Jangan bahas bokongmu itu di sini, nanti ada yang mendengar."
"Baiklah sayang, kita hanya akan membahas masalah ini jika sudah di kamar," Jacob mengedipkan sebelah matanya pada Lizzy.
Namun bukan Lizzy namanya jika tidak bisa menghindar dari topik yang tidak ia inginkan. Ia lebih memilih menatap laptopnya dan sibuk mencari halaman pencarian internet yang tadi ia buka.
"Apa yang sedang kau selidiki Lizzy?" Jacob tiba-tiba menyadari layar laptop Lizzy menampilkan foto seseorang berikut keterangan-keterangannya.
"Dia yang menusukku. Kau pasti tahu itu Jacob."
"Iya aku tahu, tapi buat apa kau menyelidikinya sedemikian rupa? Serahkan saja semuanya pada pihak yang berwajib, kau hanya tinggal berpangku tangan. Aku yang akan menjadi pengacaramu tentu saja."
"Tidak Jacob, aku tidak mau berurusan dengan pihak berwajib. Aku tidak mau menjadi sorotan media. Lagipula pasti akan berbelit-belit karena aku juga menembak bahu kirinya, aku dan Alex juga sengaja menghilangkan identitasnya saat di rumah sakit. Meskipun melalui orang lain tentu saja."
"Aku tahu semuanya Lizzy, Alex sudah bercerita padaku. Aku dan Alex sudah sepakat akan membuatnya mendekam di penjara seumur hidup."
"Kau sudah berdamai dengan Alex?"
"Ya...bisa dikatakan begitu. Ia membutuhkan aku untuk melindungimu secara hukum, dan aku membutuhkan dia untuk mendekatimu," Jacob mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum penuh arti pada Lizzy.
"Kalian berdua benar-benar menyebalkan."
Jacob kembali tertawa keras mendengar ucapan Lizzy. Ia merasa bahagia, karena sekarang tak ada lagi jarak diantara mereka, ia yakin hanya memerlukan sedikit lagi waktu untuk bisa mendapatkan hati Lizzy kembali.
***
Setelah menemani kedua anaknya makan malam, belajar, dan kemudian tidur, Lizzy kembali ke ruang perpustakaan. Ia masih membutuhkan beberapa data lagi untuk bisa memberikan pelajaran pada wanita itu.
Lagi-lagi kegiatannya terganggu oleh suara ketukan di pintu, namun kali ini si pengetuk langsung masuk tanpa meminta izin darinya. Sang ibu berjalan dengan anggun menghampirinya, dan ikut duduk di sofa di sampingnya.
"Apa yang sedang kau kerjakan sayang?"
Lizzy hanya tersenyum menatap ibunya sekilas. Dan menutup laman yang baru saja dibukanya, ia meletakkan laptopnya di meja samping dan duduk bersandar pada pundak sang ibu.
"Aku hanya sedang melihat-lihat berita terkini bu."
"Lizzy, apa kau masih berhubungan dengan Daniel sayang?"
"Hmmm...iya sesekali dia menanyakan kabarku dan kabar anak-anak. Ada apa bu?"
"Tidak, hanya saja... apa kau tidak ingin menikah lagi Lizzy?"
"Ibu, pertanyaan macam apa itu? Aku sudah bahagia sekarang, aku tidak ingin apa-apa lagi," Lizzy menegakkan tubuhnya dan menatap ibunya dengan tatapan kesal.
"Dengarkan ibu Lizzy, kau butuh pendamping, tidak mungkin kau selamanya sendiri. Kelak kedua anakmu pasti akan meninggalkanmu, dan kami pun pasti akan pergi meninggalkanmu satu persatu. Harus ada seseorang yang menjagamu, kau tidak mungkin sendiri sayang," Ibunya membelai rambutnya dengan sayang.
"Tapi bu, aku bisa membayar orang untuk menjagaku, kau tidak perlu khawatir."
"Kau paham apa yang ibu maksud Lizzy. Bukan orang yang seperti itu yang aku maksud Lizzy, kau membutuhkan seseorang sebagai sandaran masa tuamu Lizzy, yang memelukmu disaat kau senang dan sedih, yang merawatmu disaat kau sakit, dan menjadi orang yang membelamu saat kau tertimpa masalah."
"Entahlah bu, aku merasa aku baik-baik saja sendiri, aku hanya ingin berbagi dengan kedua anakku. Itu saja."
"Bagaimana dengan Daniel?"
"Jangan memulai lagi bu, kumohon. Aku tidak ingin menjadi beban bagi siapa pun. Dia pria baik, dia berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dan layak untuknya," Lizzy menatap wajah ibunya dengan sendu.
"Apa kau tidak merasakan apapun padanya?"
"Aku merasa nyaman dengannya, tenang, dan juga aman. Tidak ada perasaan menggebu-gebu saat aku bersamanya. Berdebar saja tidak. Jadi kurasa aku dengannya hanya sebatas teman, tidak lebih."
"Bagaimana dengan Jacob?"
"Apa maksudmu bu?"
"Bagaimana jika kau kembali bersama Jacob? Kulihat dia sudah benar-benar berubah. Dia benar-benar mencintaimu dengan tulus, aku melihat itu di matanya."
"Tidak mungkin. Aku tidak mau bu, aku tidak mau jatuh di lubang yang sama untuk kedua kali."
"Dengarkan aku Lizzy, tidak peduli jantungmu berdebar sangat kencang untuk siapa. Pilihlah seseorang yang membuatmu nyaman, tenang, dan aman. Yang bisa melindungi sepanjang usiamu. Dia yang tidak pernah menaikkan nada suaranya sedikitpun padamu, semarah apapun dia. Carilah pria yang seperti itu. Yang membuatmu merasa seperti pulang ke rumah setiap kali kau memeluknya atau bahkan hanya dengan mendengar suaranya. Just feels like home."
1. My Innocent Girl (up)
2. I Love You Badly (masih new)
jangan lupa mampir ya guys, aku tunggu loh ya like, komen, dan juga vote okeeyyy? okey dongg wkwkk :v🙏
kenapa harus like dan komen?
-yaa karena like dan komen kalianlah yang bisa bikin Author semangat🤗
Sekian dan terimakasihh luvv🙏💛✨🤗