Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"*Tyara! kau mau Kemana?".
"Tyara Jangan tinggalkan aku".
"Jangan Tyara, jangan pisahkan aku dengan anak ku".
"Tyraaa*....!"
Alfin langsung membuka mata nya lebar-lebar. setelah bermimpi seperti tadi. nafas nya turun naik. keringat dingin menentes dari dahi nya. diri nya bangkit dan duduk ditepian tempat tidur mengambil gelas air, yang ada dinakas samping tempat tidur meminum nya sampai habis dan menaruh kembali ketempat asal nya.
"Mimpi apa tadi aku?" Tanya Alfin kepada diri nya sendiri.
Alfin, tidak mau ambil pusing dengan mimpi itu dirinya kembali merebahkan badannya ditempat tidur memejamkan mata nya hingga terlelap. mimpi yang sama itu kembali hadir lagi dalam tidurnya sehingga membuat dirinya kesal dan memilih untuk tidak tidur.
"Menyebalkan sekali, kenapa mimpi itu lagi yang datang" Ujar Alfin seraya menyalahkan lampu tidurnya.
******
Jam sudah menunjukkan pukul 05;30 menit. Tyara sudah terbangun dari tidur nyenyak nya.
Dirinya langsung turun dari ranjang dan berjalan untuk membuka gorden jendela agar sinar matahari masuk. dirinya berjalan menuju kamar mandi sepanjang perjalanan menuju kamar mandi ia terus saja mengusap usap perut datarnya.
"Mama akan selalu menyayangi kamu sayang," Ucap Tyara Kepada janin yang ada didalam kandungannya.
Belum sempat dirinya masuk kedalam kamar mandi pintu kamarnya terbuka secara tiba-tiba oleh seseorang.
"Tuan" Ucap Tyara memandang kearah Alfin.
Alfin berjalan kearahnya yang mana membuat Tyara langsung menundukan wajahnya.
"Jika kau berani macam-macam. dan berani membawa pergi anak itu kau akan menyesal Tyara!"
"Tidak Tuan! saya tidak akan bertindak seperti itu." Ucap Tyara melepaskan tangan Alfin dari dagunya.
"Kau boleh membawa anak itu jika dia perempuan tapi jika dia laki-laki dia harus tetap disini bersamaku" Ujar Alfin yang mana. membuat Tyara langsung tersenyum sinis.
"Kenapa?" tanya nya.
"Perempuan itu lemah!"
"Saya akan mendidik nya agar kuat!"
Alfin diam seribu bahasa saatt Tyara berkata seperti itu,.
"Kenapa anda diam saja Hah! Teriak Tyara emosi.
"Tyara aku mohon jika dia laki-laki berikan anak itu kepada ku" Ujar Alfin Menyatukan kedua tangannya.
"Tidak akan! saya akan s'lalu berdoa agar anak ini perempuan" Ucap Tyara masuk kedalam kamar mandi begitu saja dan membanting nya dengan kencang.
"Tyara!" Teriak Alfin dari luar kamar mandi tapi Tyara hanya diam tidak menghiraukan. diri nya terduduk dibelakang pintu meneteskan airmata nya. sambil mengajak bicara janin nya.
"Tenang sayang, Mamah tidak peduli mau kamu perempuan atau laki-laki Mamah akan slalu menyayangi mu" Ucap Tyara seraya menghapus airmatanya.
Tyara bingung akan sikap Alfin yang selalu berubah-ubah kepada nya.
Alfin sudah berangkat ke kantor nya saat Tyara keluar dari kamar nya.
Tyara berniat untuk mengunjungi rumah orang tuanya. tapi disaat diri nya hendak membuka pintu kamar apartemen pintu itu sudah terbuka oleh Alfin dari luar.
"Kau mau kemana Tyara?" Ujar Alfin
"Aku ingin mengunjungi rumah orang tuaku" Ucap Tyara.
"Mari biar kuantarkan" Ujar Alfin berniat ingin menggandeng tangan Tyara tapi langsung ditepis oleh Tyara.
"Saya bisa naik taxi Tuan, saya bisa sendiri. anda tidak perlu repot-repot mengantarkan perempuan jalang seperti saya!" Ucapan Tyara membuat seluruh tubuh Alfin terasa lemas. Tyara pun lantas pergi sedangkan Alfin diri nya masih terdiam didepan pintu apartemen nya.
"Ada apaa dengan Tyara?"
Salam hangat dari aku ❤.
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵