NovelToon NovelToon
Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Transformasi Hewan Peliharaan / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Dunia Kultivasi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah dan indah bagi yang kuat

Karena itu Li Yuan seorang yatim piatu ingin merubah itu semua. bersama kawannya yaitu seekor monyet spiritual, Li Yuan akan menjelajahi dunia dan menjadi pendekar terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Pembalasan Dendam Sang Pemburu Roti

​Perut adalah motivator terbaik di dunia, melebihi ambisi kekuasaan mana pun. Bagi Li Yuan dan Dong Dong, suara keroncongan perut mereka jauh lebih keras daripada suara desingan pedang.

​"Dong Dong, kau mencium bau itu?" tanya Li Yuan sambil mengendus udara. Matanya yang kini tajam karena kultivasi berkilat-kilat lapar.

​Dong Dong, yang sedang melakukan push-up dengan satu jari di atas pundak Li Yuan, berhenti seketika. Ia mengendus dalam-dalam, lalu menyeringai licik hingga menampakkan giginya yang putih. "Bau amis yang sangat familiar. Itu bau... mangsa yang mencoba memakan kita kemarin."

​Li Yuan mengambil sebilah dahan pohon yang paling lurus, mengasahnya sedikit dengan batu hingga cukup tajam. "Kemarin dia mengejar kita karena kita mencuri tidurnya. Sekarang, kita mengejarnya karena dia adalah tumpukan daging yang berjalan. Mari kita tunjukkan apa itu mental pemenang."

​Mereka kembali ke tempat kejadian perkara. Di sana, ular sanca raksasa itu sedang melingkar dengan anggun di bawah sinar matahari, tampak sangat puas dengan hidupnya. Ia tidak menyadari bahwa di balik semak-semak, dua pasang mata lapar sedang mengawasinya dengan air liur yang hampir menetes.

​"Strategi?" bisik Li Yuan.

​"Kau jadi umpan, aku yang mencekik lehernya," jawab Dong Dong pendek.

​"Kenapa harus aku yang jadi umpan?! Aku ini calon ahli pedang!"

​"Karena badanmu lebih banyak dagingnya daripada aku! Cepat maju!" Dong Dong menendang punggung Li Yuan hingga bocah itu terjerembap keluar dari semak-semak, tepat di depan moncong sang ular.

​Ular raksasa itu terbangun, merasa ada sesuatu yang jatuh di depannya. Ia melihat manusia kecil yang kemarin lari terbirit-birit. Dengan malas, ular itu membuka rahangnya lebar-lebar, bersiap memberikan serangan peringatan.

​Namun, reaksi Li Yuan kali ini berbeda. Bukannya lari, ia justru berkacak pinggang.

​"Hei, Ular Keparat! Kau tahu berapa harga harga diriku yang jatuh kemarin karena lari darimu?" Li Yuan menunjuk hidung ular itu dengan dahan kayunya. "Hari ini, aku tidak akan lari. Hari ini, kau adalah sate terpanjang dalam sejarah hidupku!"

​Ular itu merasa terhina. Ia melesat maju dengan kecepatan luar biasa—serangan yang kemarin hampir membunuh Li Yuan. Namun bagi Li Yuan yang sudah mencapai Pengerasan Dasar tingkat tiga, gerakan itu terasa jauh lebih lambat.

​"Terlalu lambat!" Li Yuan berputar ke samping dengan lincah, lalu—PLAK!—ia memukul kepala ular itu dengan dahan kayunya. "Itu untuk kau yang mengagetkanku!"

​PLAK!

​"Itu untuk napas bau mu!"

​Ular itu bingung. Ia mencoba membelit, namun Li Yuan melompat tinggi ke udara. Saat itulah, Dong Dong muncul dari atas pohon seperti meteor jatuh.

​"Serangan Monyet Pencari Keadilan!" teriak Dong Dong. Ia mendarat tepat di atas kepala ular tersebut, lalu dengan tangannya yang kecil namun kuat, ia menjambak sisik di bagian atas kepala ular itu seolah-olah sedang menunggangi banteng liar.

​Ular raksasa itu panik. Ia berguling-guling, mencoba melepaskan Dong Dong, namun monyet itu malah sibuk memukuli matanya dengan pukulan beruntun. "Cepat, Li Yuan! Gunakan teknik pedang mu!"

​Li Yuan mengambil posisi. Ia menarik napas dalam, membiarkan energi spiritual mengalir ke dahan kayunya. Jalan Pedang Langit: Gerakan Pertama!

​"Rasakan ini! Tebasan Pemutus Lapar!"

​Li Yuan melesat maju. Dahan kayu di tangannya mengeluarkan aura tipis keemasan. Meskipun hanya sebuah dahan, dengan dorongan energi Pengerasan Dasar, kekuatannya setara dengan pedang tumpul.

​BUGH!

​Pukulan itu menghantam telak bagian tengah tubuh ular hingga ia terpental dan menabrak pohon. Ular raksasa yang tadinya adalah penguasa hutan itu kini tampak linglung. Matanya berputar-putar, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, reptil itu merasakan sebuah emosi manusia: rasa takut yang murni.

​Ular itu mencoba berbalik dan melarikan diri ke semak-semak.

​"Jangan lari kau, Sate Berjalan!" teriak Li Yuan sambil mengejarnya dengan semangat membara. "Dong Dong, cegat dia di depan!"

​"Siap, Kapten!" Dong Dong melompat dari dahan ke dahan, lalu menjatuhkan dirinya ke ekor ular tersebut dan menggigitnya sekuat tenaga.

​"SSSSSSEEEEEEEKKKK!!!" Ular itu mendesis kesakitan, mencoba bergerak lebih cepat, namun Li Yuan sudah melompat ke punggungnya dan mulai memukulinya seperti menabuh genderang perang.

​Pemandangan di hutan itu kini benar-benar aneh. Seekor ular raksasa yang seharusnya menakutkan, kini tengah menangis (jika ular bisa menangis) sambil merayap secepat mungkin, sementara seorang bocah berbaju compang-camping dan seekor monyet gila duduk di punggungnya sambil terus berteriak soal menu makan malam.

​"Ayo lari lebih cepat, Ular! Hitung-hitung kau membawaku ke tempat yang banyak buahnya sebelum aku menyembelihmu!" perintah Li Yuan sambil tertawa lebar.

​Ular itu hanya bisa pasrah, meratapi nasibnya kenapa ia harus bertemu dengan dua makhluk gila yang baru saja mendapatkan kekuatan spiritual ini.

1
Nanik S
Awal yang menarik
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus update nya semangat semangat semangat
Agen One: /Good//Good//Good//Pray//Ok//Ok//Good//Good//Ok/
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Li Yuan maju terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
semangat semangat Li Yuan bantai semua musuh mu
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
markotop top lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
joooooss joooooss pooolll lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
siiiip lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat
Agen One: okeeeee
total 1 replies
Aman Wijaya
nyimak Thor lanjut
Agen One
Ceritanya gak ada sedih-sedihnya coi. komedi dan perjuangan!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!