NovelToon NovelToon
I LOVE YOU OM

I LOVE YOU OM

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:575.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Bunga Alika

Revan seorang pria tampan pengusaha muda sukses, ia pernah mengalami kegagalan saat akan menikah dengan gadis yang di cintainya, kegagalan itu membuat ia enggan menjalin lagi hubungan dengan seseorang, hingga ia di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan gadis SMU

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pagi ini Yura terbangun dengan merasakan sakit di seluruh tubuhnya, terutama di bagian inti tubuhnya. Dia ingin bangun karena hendak ke kamar mandi, namun tangan Revan masih memeluknya dengan erat. Yura berbalik dan melihat ke arah wajah Revan, suaminya tampannya itu masih tertidur dengan sangat nyenyak sepertinya di kelelahan karena aktifitas mereka berdua semalam.

Mengingat itu semua wajah Yura terasa panas, mungkin saat ini wajahnya sudah mirip seperti kepiting pelit yang suka dengan uang terlihat sangat merah. Yura merasa sangat malu dengan apa yang terjadi semalam, bagaimana dia sangat menikmati sentuhan Revan. Bagaimana Revan menyentuhnya dengan sangat lembut dan hati-hati. Pria ini benar-benar idaman wanita, sudah tampan, kaya, baik hati serta sangat penyayang. Yura harus menjaga suami tampannya dengan sangat ketat, jangan sampai ada gadis lain yang mencoba menggodanya. Apalagi kemarin tukang pecel itu mencoba mendekati suaminya.

Oh Tidak bisa Yura harus menjaga Revan dengan ketat. Yura terkejut saat di sedang berpikir untuk menjaga suaminya dari serangan pelakor tiba-tib Revan menciumnya. Sejak tadi Revan sudah terbangun dan melihat istri kecilnya yang sedang serius berpikir, terkadang mengerutkan keningnya tersenyum sampai mengerucutkan bibirnya yang mungil itu, hingga membuat Revan gemas.

"Hey, bis kecil apa yang sedang kamu pikirkan " tanya Revan tersenyum melihat ke arah Yura

"ishh... om bikin kaget aja, Yura sedang berpikir bagaimana cara melindungi om Revan dari serangan pelakor, Yura ga rela kalo om di rebut pelakor " jawab Yura. Mendengar ucapan Yura Revan hanya tertawa, ternyata dari tadi bis kecil itu sedang memikirkan sesuatu yang tidak penting.

"Kok, om malah ketawa sihh nyebelin, awas aja kalo om tergoda sama pelakor " ucap Yura mengerucutkan bibirnya kesal. Tingkahnya itu membuat Revan semakin gemas saja, hingga Revan mengigit pelan pipi Yura.

"Ternyata anak bis yang ramah ini sedang cemburu ya ?" ucap Revan menggoda Yura

"Yura harus menjaga om dengan ketat mulai sekarang, kalo perlu Yura ikut om Revan kerja"

Melihat tingkah istrinya yang menggemaskan dari tadi, Revan langsung memagut bibir istrinya yang lembut itu dan Revan mulai mengungkung Yura di bawahnya.

"O-om mau ngapain " Yura merasa takut Revan akan melakukannya lagi, karena akibat kegiatan semalam mereka saja bagian inti Yura masih terasa sakit bagaimana kalau Revan akan menerobos masuk lagi, pasti rasanya akan sakit lagi.

"Aku akan mengulangi kegiatan kita Yura " ucap Revan menggoda, Revan sengaja bicara di dekat telinga Yura kemudian mencium leher dan tengkuk Yura hingga membuat Yura merasa geli dan merinding.

"T-tapi ini masih pagi om " jawab Yura

"Memangnya kenapa kita suami istri, kita bebas melakukannya kapan saja Yura, kamu sudah menggodaku dan kamu harus bertanggung jawab "

"Nanti sakit lagi... " rengek Yura

"Yang kedua kali tidak akan sakit " jawab Revan, Revan pun akhirnya mengulangi kegiatan panas mereka di pagi itu. Hingga suara ******* dan erangan kini memenuhi kamar itu.

Setelah beberapa saat mereka melakukan percintaan di pagi hari itu, mereka terbangun dan memutuskan untuk mandi dan sarapan.

"AAahhkkk..... " pekik Yura merasa sakit. Revan terkejut mendengar istrinya kesakitan

"Apa masih sakit ?" tanya Revan khawatir

"Sakit banget om " Yura meringis, Revan merasa kasihan kepada istri kecilnya itu, akibat ulahnya kini istrinya merasa kesakitan. Revan pun berinisiatif untuk menggendong istrinya ke kamar mandi dan membantunya mandi air hangat dengan berendam di bath up.

"Apa merasa lebih baik? " tanya Revan, Yura mengangguk

"Yura mandi sendiri aja om, malu uad gede di mandiin" Yura merasa malu karena Revan akan memandikannya.

"Tidak masalah aku tidak keberatan " jawab Revan

"Iisshh, tapi "

"Sudah lah kamu diam saja " Revan menyela ucapan Yura. Karena Revan memaksa Yura pun hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Revan. Badannya terlalu lelah dia tidak mau berdebat.

Setelah acara mandi selesai kini mereka sedang sarapan bersama. "Yura aku akan berangkat ke kantor hari ini, ada pekerjaan penting, kamu tidak apa-apa kan ?" tanya Revan, tadinya Revan berniat libur kerja hari ini, namun papa Anton menelpon kalau hari ini ada pekerjaan penting.

"Ga apa-apa kok om, tenang aja " balas Yura

"Kamu bisa beristirahat hari ini, atau kamu main ke rumah mamah supaya tidak bosan "

"Yura mau tidur aja, Yura cape

"Baiklah terserah kamu saja, istirahatlah dan siapkan tenagamu untuk nanti malam "ucap Revan tersenyum penuh arti dan Yura tau apa artinya itu, proses pembuatan anak akan di ulangi kembali.

"Lagi om? " tanya Yura tidak percaya

"Iya.. kita akan sering melakukannya Yura, aku jadi tidak sabar ingin segera malam saja " ucap Revan

"Om kalem sekarang jadi Om mesum " ucap Yura, Revan hanya tertawa menanggapinya

Setelah Revan berangkat ke kantor, Yura melanjutkan tidurnya.

Di kantor

"Revan..... " Panggil papa Anton

"Iya pah..."jawab Revan

"Tolong kamu lihat berkas ini bagaimana menurutmu jika sudah selesai berikan kepada Regan dan tanyakan kepada nya bagaimana menurut pendapatnya, papa ingin secepatnya Revan " Setelah mengucapkan itu Pak Anton langsung pergi

Setelah selesai membaca Berks it's Regan langsung ke ruangan Regan.

"Regan coba cek berkas itu bagaimana menurutmu tentang kerja sama ini, papa ingin jawaban secepatnya " ucap Revan., Regan pun langsung mengambil berkas di meja yang di letakan Revan dan melihatnya.

"Oh ya Revan aku pinjam anak bis mu untuk menemani Bira membeli kue, aku khawatir jika Bira pergi sendirian " ucap Regan

"Bis kecil ramah itu kakak ipar mu kanebo kering " jawab Revan, Regan hanya tergelak mendengarnya

"Sangat lucu " ucap Regan

"Dia memang sangat lucu dan menggemaskan "Ucap Revan sambil tersenyum

"Kau berhasil mencetak anak dengannya? " tanya Regan walau pandangannya masih fokus melihat berkas di tangannya.

"Tentu saja " jawab Revan merasa bangga

"Benar-benar luar biasa kan? " tanya Regan menyelidik

"Sangat luar biasa....." Revan jadi membayangkan kegiatan panasnya dengan Yura

"Sudahlah jangan membicarakan itu aku jadi ingin pulang " ucap Revan lagi

"Benar jangan membicarakan itu, kasihan di sini ada seorang pria jomblo akut , aku takut jiwanya sekarang sedang meronta-ronta minta menikah " ledek Regan

Bagas tau kalau ucapan bos nya itu di tujukan untuknya.

"Hey Bagas aku sedang bicara denganmu " ucap Regan

"Astaga aku ingin menggali lubang saja kalau dua bersaudara yang minim akhlak itu sedang berada satu ruangan dengannya, membuat relung jiwaku terasa ngilu saja, aku juga laki-laki normal yang ingin di belai dan di sayang oleh perempuan" guman Bagas dalam hati.

"I-ya pak, ada apa ? " ucap Bagas

"Makanya cepatlah menikah, majukan saja jadwal pernikahanmu itu " ledek Revan

"Maaf pak, tapi saya tidak jadi menikah " jawab Bagas

"Kenapa....? " tanya Revan

"Gadis yang di jodohkan dengan saya ternyata sedang hamil, dia mengandung anak dari pacarnya yang terdahulu pak " jawab Bagas, jawaban Bagas membuat Revan terkejut tapi tidak dengan si kanebo kering itu.

"Kau tenang saja, jika kau tidak menjadi menikah dengan gadis itu masih ada si timmy anak kam-bing itu yang siap menjadi calon makmum mu " ucap Regan sambil tertawa

"Tega sekali anda pa " gumam Bagas dalam hati.

"Saya tidak sanggup menjadi calon imam jika calon makmum saya seperti bayi kam-bing itu pak " jawab Bagas

"Kenapa? " tanya Regan penasaran

"Karena mentalku tidak sekuat kalian yang mampu menjadi suami seorang gadis yang absurd dan juga sangat aneh " ucap Bagas tanpa sadar, karena dia menjawab pertanyaan dari bos nya sambil bekerja.

"Apa.....!!!! " ucap Regan dan Revan bersamaan

"I-ya pak kenapa? " Bagas tidak mengerti Kenapa Kedua bersaudara menyebalkan itu marah kepada dirinya.

" Barusan kamu bilang apa heeh.....!!! " tanya Regan

"A-ku memangnya aku bicara apa barusan ?" Bagas menggaruk kepalanya....

"Sepertinya bulan ini Bagas tidak ingin mendapat gaji Regan " ucap Revan

"Kau benar Revan..... " Regan membenarkan

"Ya Tuhan.... apa salahku ?" lirih Bagas

1
Beauty JK
😍
Mamaheazkia Azkia
wkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Mamaheazkia Azkia
aq kasih 🌹🌹🌹 y Thor biar smngt nulis ny❤️❤️💪💪😊
Mamaheazkia Azkia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mamaheazkia Azkia
Bagas.. Bagas wkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Mamaheazkia Azkia
yeeeeyy 👏👏❤️❤️😍😍🤣🤣🤣
Mamaheazkia Azkia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mamaheazkia Azkia
asiapp Thor pasti Tek jelajahin dech pokoknya semua novel karya kk Bunga 😍😍❤️❤️❤️ sehat selalu y kk🤲💪💪🌹
Mamaheazkia Azkia
wkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mamaheazkia Azkia
walaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh 🙏 mampir y Thor penasaran sama ceritanya Revan dan Yura 😁😍😍❤️❤️🌹
LANY SUSANA
🤣🤣🤣om. nakal ya yura😂😂😂
Erlin
semoga sukses
El Wang Xiao
banyak bibit plankton 🤣🤣🤣
Samaniah
om nya nackal ya tay..🤣🤣🤣🤣
zha
Luar biasa
Samaniah
posisi jatuh yang...memasrahkan diri🤣🤣🤣🤣🤣
Tri Susanti
kok Revan malu2 aja sich, udah di tawarin lansung tancap gas aja 🤨🤨
RistaRia
ya ampuuuun di tembak gitu ajj udah kelabakan 🤣🤣🤣🤣🤭
RistaRia
🤣🤣🤣🤣 lucu juga kedengerannya buat anak sama anak🤣🤣🤭
Atik Marwati
siap siap bulan ini tongpes gas..🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!