NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:769.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Melly

Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 26 Pertemuan Pertama Adam dengan Nurin

*Adam Flashback*

Pertama kali Tama membawa Nurin kerumah untuk makan malam, memenuhi undangan dari mamanya Tama, dikala itu Tama dan Lusiana duduk dikelas 3 SMA. Hubungan mereka berjalan dengan baik-baik saja, tak ada penghalang dari hubungan mereka, bahkan Nurin sangat mencintai Tama begitupun sebaliknya Tama juga sangat mencintai Nurin. Adam yang melihat Nurin untuk pertama kalinya saat Nurin bersalaman dengan Adam.

"Selamat malam om"

Nurin mengulurkan tangannya kepada Adam untuk bersalaman.

"Malam, wah cantik sekali"

Adam melirik Nurin dari kaki sampai kepala, Nurin memang sering berpenampilan modis dan seksi membuat Adam tertarik padanya, walaupun Nurin kekasih anaknya.

"Terimakasih om" jawab Nurin senang

"Mama mana pa?" tanya Tama

"Ada dikamar, panggil sana mama mu" perintah Adam kepada Tama.

"Aku panggil mama dulu ya, kamu silahkan duduk dulu disini" Tama menunjuk sofa yang ada di samping Nurin.

Sementara Tama menjemput mamanya ke kamar, Adam memanfaatkan keadaan untuk berbicara dengan Nurin.

"Kamu pacarnya Tama ya?"

"Iya om" jawab Nurin malu-malu

"Sekelas dengan Tama?"

"Iya om"

"Kamu cantik banget sih, memangnya apa yang membuat kamu tertarik dengan anak om?"

"Tama orangnya baik sih om, dia sangat perhatian padaku, dan aku sangat mencintai Tama"

"Begitu, kalau om lihat-lihat kamu lebih cocok dengan orang-orang yang seperti om"

rayu Adam tanpa merasa malu bahwa dia sudah punya istri.

"Maksudnya gimana ya om?"

Tanya Nurin yang tak mengerti apa maksud dari Adam.

"Gini, kalian kan masih anak sekolah, Tama pun masih sekolah, dia nggak punya uang yang cukup untuk membelikan kamu sesuatu" rayu Adam

"Saya tambah nggak paham apa yang om omongin" Nurin menatap Adam tajam.

"Ah, nggak usah difikirkan, om cuma bercanda kok" elak Adam.

"Tama mana ya om, kok lama banget datangnya" Tanya Nurin yang merasa sudah tak nyaman berduaan dengan Adam.

"Nah itu mereka" Kata Adam melihat Tama dan mamanya berjalan keruang tamu.

"Selamat malam tante"

sapa Nurin kepada mamanya Tama.

"Owhh ini yang namanya Nurin, alamak cantik kali" puji Sherin mamanya Tama sambil memegang pipi Nurin

"Ah, tante bisa aja terimakasih, tante juga cantik" puji Nurin kembali kepada Sherin.

"Panggil mama aja" pinta Sherin

"I..iya ma" kata Nurin gagap

"Ayok kita makan, mama udah mempersiapkan makanan yang spesial khusus untuk wanita cantik ini"

Mereka segera menuju meja makan, untuk makan malam bersama.

"Ini mama yang masak semua?"

tanya Nurin kepada Sherin melihat hidangan yang banyak.

"Nggak juga sih, mama cuma bantuin aja"

"Mama nggak bisa masak" ledek Tama

"Bisa kok, cuma papa mu aja yang nggak pernah ngizinin mama ke dapur"

Memang Adam sering melarang Sherin untuk memasak dengan alasan takut istrinya kecapean.

"Papa takut mama kecapean, kan sudah ada bibi yang masak" ucap Adam.

Makan malam mereka lewati dengan canda tawa, terlihat wajah bahagia dari Tama dan Sherin begitu juga dengan Nurin, lain dengan Adam yang terus memperhatikan Nurin. Sherin sekilas melihat gerak-gerik Adam yang sedari tadi memperhatikan Nurin. Sherin hanya memaklumi saja tingkah suaminya, karena memang dari dulu Adam selalu suka main daun muda, Sherin selalu mencoba untuk sabar atas kelakuan suaminya, semua itu dilakukan Sherin demi Tama. Sakit hati selalu dipendam Sherin sendirian.

"Ya udah, Nurin pamit pulang dulu ya om, ma"

"Ma, pa, Tama antar Nurin pulang dulu ya"

"Kamu hati-hati ya, jangan keluyuran langsung pulang sehabis menghantarkan Nurin" pesan Sherin.

"Iya ma, Tama langsung pulang kerumah kok, mama tenang aja"

"Pa, Tama berangkat dulu ya"

"Iya, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya"

"Iya pa"

Setelah Tama dan Nurin pergi, Adam pergi kerumah tetangganya untuk menemui seseorang.

"Mau kemana pa?"

"Mau ke sana sebentar, mama masuk aja duluan" Kata Adam menunjuk taman, padahal bohong.

"Tapi ini udah malam pa"

"Iya, papa cuma sebentar kok, cuma mau cari angin aja"

"Apa perlu mama temanin"

"Nggak usah ma, mama masuk dulu aja, nggak bagus udara luar, nanti mama sakit"

"Ya sudah, mama masuk dulu"

Adam rupanya mendatangi rumah Romi, satu kelas dengan Tama.

"Tok..tok..tok" Adam mengetuk pintu rumah Romi.

Romi yang mendengar ada orang yang mengetuk pintu rumahnya, langsung membuka pintu.

"Eh, om Adam, ada apa malam-malam kesini?"

"Kamu sendirian di rumah" tanya Adam yang melihat rumah sepertinya sepi.

"Iya, papa sama mama lagi keluar kota, bibi juga udah tidur"

"Owhhhh"

"Silahkan masuk om"

"Kok kamu belum tidur?"

"Belum bisa tidur aja om"

"Om boleh minta bantuan kamu nggak?" pinta Adam

"Apa itu om?"

"Sebelumnya om, mau tanya dulu kamu kenal dengan Nurin pacarnya Tama?"

"Kenal, kita satu kelas"

"Dia cantik ya"

"Iya om, banyak laki-laki yang menyukai Nurin disekolah tapi dia lebih memilih Tama, padahal banyak laki-laki tampan yang lain"

"Kamu juga mencintai Nurin?" tanya Adam

"Hmmmm, iya sih om, tapi Romi kalah cepat dengan Tama, mereka udah pacaran, jadi nggak mungkin lagi Romi mendapatkan Nurin"

"Bisa kok"

"Hah, maksudnya, om mau merusak kebahagiaan anak om sendiri?"

"Bukan begitu, om kurang suka aja Tama pacaran dengan gadis itu, penampilannya aja seksi gitu, om cuma mau gadis yang baik-baik aja untuk Tama"

"Ya kalau zaman sekarang berpakaian seperti itu wajar-wajar aja sih om"

"Tapi om nggak terlalu suka wanita seperti itu yang dekat dengan Tama"

"Jadi om maunya gimana?"

"Kamu rebut aja Nurin dari Tama"

"Om yakin mau merusak kebahagiaan anak sendiri?"

"Bukan merusak, ini demi kebaikan Tama"

"Aku juga kurang suka dengan Tama, dia selalu menjadi pusat perhatian di sekolah, teman, guru, lebih menyukai Tama dibandingkan aku, aku merasa iri kepada Tama"

"Jelas kan, kamu mau kan bantuin om?

"Baiklah, tapi apa benar cuma itu alasan om?" selidik Romi penasaran.

"Iya"

"Om yakin, nggak ada niatan yang lain"

"Iya cuma itu aja alasan om kok, demi kebaikan Tama"

"Kok Romi nggak percaya ya om"

"Nggak percaya gimana?"

"Apa jangan-jangan om suka pada Nurin?"

"Ah, ngaco kamu"

"Jangan bohong om, Romi tau sepertinya alasan om menyuruh aku untuk merusak hubungan Nurin dengan Tama demi om kan, om mencintai Nurin kan?"

"Hahahaha, kamu bocah kecil tau apa tentang cinta?"

"Romi bukan bocah lagi om, mimik wajah om itu nggak bisa membohongi bahwa om mencintai pacar anak om sendiri"

"Kamu ternyata pintar juga ya, mumpung kamu sudah mengetahuinya, ya om mau berterus terang aja, om memang menyukai Nurin, dia gadis yang sangat cantik"

"Gila ya, om mau bermain api?"

"Ya mau gimana lagi, cinta nggak bisa disalahkan, walaupun harus merusak kebahagiaan seseorang, om nggak peduli"

"Nekad juga om ya"

"Jadi gimana om kamu mau bantuin?"

"Ya udah deh, itung-itung sebagai balas dendam kepada Tama"

"Nah gitu dong"

"Apa imbalannya kalau aku berhasil merusak hubungan mereka"

"Apa, kamu boleh minta apapun"

"Kalau gitu Romi akan minta imbalannya setelah Romi berhasil merusak hubungan mereka"

"Oke, om tunggu kabar dari kamu"

Setelah membuat perjanjian dengan Romi, Adam pergi dari rumah Romi dengan wajah sumeringah, dan senyuman nakal.

Bersambung 😍

1
Yuni Sari
Buruk
Yuni Sari
Biasa
imafe
tunggu2 rekaman adam kok ada yg janggal ya,
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
imafe
eh eh eh.....knp yg cantik ini jadi nurin sipelakor sih ,padahan dia manis banget apalagi klo senyum,gigi gingsulnya bikin imut,
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
imafe: murah senyum
total 1 replies
imafe
kurang micin ceritanya dan sedikit gk nyambung
Lastri Gandhi
Kenapa hrs pakai kata ganti org kedua " Kau " sih thor....kaku bgt, lbh enak di baca dgn kata " Kamu. "
Keroppi
Kira-kira apa alasan tama membeli lusiana🤔
Dhina ♑
thor ayo promo
Shalwa Sabil
lanjut
Shalwa Sabil
..lanjut
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nur Hayati
bener Tama kl Nurin pengen blk sm Tama Krn harta
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nia Bae
nunggu lagi ahhh
Nia Bae
makin suka aja ma ceritanya,, sayang ceritanya gak up tiap hari hehehe😁😁😁😁lama banget nunggu nya
Nilaaa🍒
like
Mirna Watie
lanjuttt
Nilaaa🍒
semangat kak
like episode tertinggal
salam dari IKYD
Shalwa Sabil
lanjut thour... kenapa senyum nya nurin sinis ya....
Kaka Pertama
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!