NovelToon NovelToon
Anak Dari Pengkhianatan

Anak Dari Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Tukar Pasangan / Selingkuh / Tamat
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Viera menikah dengan Damian selama bertahun-tahun dalam pernikahan yang terlihat sempurna. Hingga suatu hari, ia tahu suaminya berselingkuh.

Lebih kejam lagi, kehamilan yang ia perjuangkan lewat bayi tabung bukan berasal dari suaminya. Sp*rma itu milik Lucca, suami dari perempuan yang menjadi selingkuhan Damian.

Dalam kehancuran, Viera tidak memilih menangis... ia memilih berdiri tanpa goyah.

Ketika cinta baru datang tanpa paksaan, dan pembalasan berjalan tanpa teriakan... siapa yang benar-benar menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 3.

Viera menyadari perubahan itu bukan dari satu kejadian besar, melainkan dari hal-hal kecil yang tak lagi sama.

Damian berhenti mengirim pesan singkat di siang hari. Ia tak lagi bertanya apakah Viera sudah makan, atau mengingatkannya untuk tidak lupa minum vitamin. Bahkan, suaminya itu sudah tak lagi mengirim pesan saat pulang telat.

Viera mencoba menyesuaikan diri. Ia mengisi waktunya dengan hal-hal produktif, mengisi kelas yoga pagi, makan siang dengan kolega lama, merapikan apartemen yang sebenarnya sudah terlalu rapi. Ia berkata pada dirinya sendiri bahwa semua ini wajar, setiap pernikahan punya fase sunyi.

Namun kesunyian ini terasa terlalu panjang.

Viera duduk di ruang tamu, ia membuka map berisi dokumen program bayi tabung. Jadwal, catatan medis, dan lembar persetujuan berserakan di meja. Ia menatap nama Damian yang tercetak rapi sebagai pasangan sah.

Ia teringat bagaimana dulu Damian yang paling bersemangat membahas soal anak.

“Aku ingin anak kita tumbuh dengan hidup yang lebih baik dari kita,” katanya suatu malam, bertahun lalu.

Pintu apartemen terbuka hampir pukul sepuluh malam.

“Kau belum tidur?” tanya Damian.

Viera menoleh. “Aku menunggumu.”

Damian terdiam sejenak, lalu masuk dan melepas sepatunya. “Ada apa?”

“Kita harus mulai suntikan hormon lagi minggu depan, tolong kali ini usahakan kau ikut.”

Damian menghela napas pelan. “Aku akan lihat jadwalku.”

Lagi-lagi kalimat itu.

Viera menutup map di depannya. “Aku hanya ingin kita melaluinya bersama.”

Damian menatapnya, seperti kelelahan yang tidak ingin dibagi. “Jangan terlalu banyak berpikir.”

Viera tahu, hanya ia satu-satunya yang masih memikirkan pernikahan ini.

Hari itu, Viera menghadiri acara sosial perusahaan Damian. Jamuan malam formal di sebuah hotel mewah. Ia mengenakan gaun hitam sederhana, rambutnya disanggul rapi. Di samping Damian ia tampak sempurna, pasangan mapan yang membuat iri.

Banyak yang memuji.

“Kalian terlihat sangat serasi.”

“Damian pria yang beruntung.”

Viera tersenyum, mengucapkan terima kasih dengan anggun. Ia sudah terbiasa memainkan peran ini.

Namun di tengah acara, Viera memperhatikan sesuatu yang mengusik. Damian terlihat lebih hidup saat berbincang dengan seorang wanita berambut pirang yang mengenakan gaun merah. Tawa Damian terdengar lebih lepas, gesturnya lebih terbuka.

Viera memperhatikan dari kejauhan, dadanya terasa tidak nyaman.

“Siapa dia?” tanya Viera saat Damian kembali ke sisinya.

“Oh,” Damian menjawab ringan. “Rekan bisnis, namanya Calista.”

“Dia terlihat sangat dekat denganmu,” ujar Viera, berusaha terdengar santai.

Damian tersenyum tipis. “Kami sering bekerja sama.”

Viera tidak melanjutkan.

Namun malam itu saat mereka pulang, Damian tampak lebih banyak tersenyum. Bukan padanya, melainkan pada layar ponselnya.

Viera tidak bertanya, ia sudah terlalu lelah untuk mencari penjelasan.

Di kamar mandi, ia berdiri lebih lama dari biasanya. Menatap wajahnya sendiri, ia bertanya-tanya sejak kapan ia mulai merasa asing di samping suaminya.

Suatu malam setelah suntikan yang membuat tubuhnya lelah dan emosinya rapuh, Viera duduk di tepi ranjang menunggu Damian pulang.

Jam menunjukkan hampir tengah malam.

Ketika Damian akhirnya masuk, wajahnya terlihat segar. Bahkan terlalu segar untuk seseorang yang mengaku lelah bekerja.

“Kau sudah istirahat?” tanya Damian.

“Belum, aku butuh kau malam ini.”

Damian berhenti melangkah sejenak, lalu ia berkata. “Aku capek, Viera.”

Kalimat itu sederhana, namun bagi Viera rasanya seperti penolakan yang telanjang.

“Oh, maaf.”

Damian masuk kamar mandi, pintu tertutup dan tak lama terdengar suara air mengalir.

Viera duduk diam, tangannya gemetar. Kali ini bukan karena hormon, melainkan karena kesadaran yang mulai menyelinap masuk, bahwa ia sedang berjuang sendirian dalam sesuatu yang seharusnya mereka perjuangkan berdua.

Ia tidak menangis malam itu, ia hanya menatap jendela melihat cahaya kota yang tak pernah tidur, dan merasa sangat kecil di antara jutaan kehidupan yang terus bergerak.

Viera belum tahu bahwa kesunyiannya ini bukan sekadar fase, itu adalah persiapan bagi badai yang akan datang.

Tubuh Viera berubah lebih cepat daripada pikirannya bisa mengejar, hormon membuat kepalanya sering pening. Dadanya terasa sesak tanpa alasan jelas, emosinya naik turun seperti ombak kecil yang tak pernah benar-benar tenang. Ia menangis karena hal sepele, lalu merasa bersalah setelahnya.

Damian jarang memperhatikan, pria itu pulang malam, kadang hampir subuh. Ketika Viera mengeluh pusing, Damian hanya mengangguk sambil berkata, “Istirahatlah.”

Suatu pagi, Viera muntah hebat di kamar mandi. Tubuhnya gemetar, dia memanggil Damian. Begitu pelan, nyaris tak bersuara.

“Damian…”

Tidak ada jawaban.

Damian sudah berangkat.

Viera terduduk di lantai dingin, punggungnya bersandar pada dinding. Untuk pertama kalinya, ia merasa proses ini bukan sekadar usaha memiliki anak, melainkan pertaruhan atas harga dirinya sebagai istri.

Ia bertanya pada dirinya sendiri, apakah Damian masih ingin anak… atau hanya menyetujui semua ini karena merasa harus.

Calista semakin sering muncul, tanpa pernah benar-benar hadir. Namanya muncul di layar ponsel Damian lebih sering. Notifikasi singkat, tapi cepat dihapus oleh Damian. Panggilan yang dijawab dengan suara pelan dan dijauhkan dari Viera.

Suatu malam, Damian menerima panggilan di ruang tamu.

“Tidak sekarang, aku akan hubungi kamu lagi.”

Nada suaranya berbeda, lebih lembut dan lebih sabar.

Saat Damian kembali ke kamar, Viera menatapnya. “Siapa?”

“Rekan kerja,” jawab Damian otomatis.

“Apa itu Calista? Kau sering sekali bicara dengannya.”

Damian terdiam. “Kau mulai curiga sekarang?”

Kalimat itu menusuk.

“Aku hanya bertanya,” ujar Viera pelan.

Damian menghela napas, lalu berbalik. “Kau terlalu sensitif karena hormon.”

Viera membeku.

Ia ingin berteriak bahwa ia memang sensitif karena tubuh dan hatinya sedang dipaksa bertahan, namun ia tidak berkata apa pun.

Karena lagi-lagi, ia memilih diam.

Hari pengambilan sel telur tiba.

Prosedur berjalan lancar, kata dokter. Namun tubuh Viera terasa seperti baru saja melewati badai. Ia terbaring lemah di ranjang rumah sakit, menunggu Damian yang berjanji akan datang.

Satu jam berlalu, dua jam. Namun, Damian tidak muncul. Ketika akhirnya pria itu datang, wajahnya tampak tergesa-gesa. “Maaf, aku terjebak meeting.”

Viera menatapnya lama. “Ini hari penting bagiku.”

“Aku tahu.”

“Tapi kau tidak di sini.”

Damian terdiam, lalu berkata. “Apa kau ingin aku meminta maaf?”

Viera terkejut. “Aku ingin kau peduli.”

Kalimat itu akhirnya keluar.

Damian menatap Viera dengan ekspresi yang tidak Viera kenali.

“Aku sudah melakukan yang terbaik,” ujar Damian dingin.

Itu adalah retakan pertama.

Bukan pertengkaran besar, tapi sesuatu di dalam Viera runtuh pelan.

Malam itu, Viera pulang lebih dulu dari rumah sakit. Damian menyusul belakangan, mereka tidak saling bicara.

Saat Damian tertidur, ponselnya bergetar di atas meja samping ranjang.

Viera tidak berniat mengintip.

Namun layar menyala.

Calista.

Nama itu terpampang jelas.

Viera menatapnya lama, jantungnya berdegup kencang. Tangannya gemetar, ia tidak membuka pesan itu. Ia hanya menatap nama tersebut seolah sedang menatap sesuatu yang selama ini ia abaikan.

Calista bukan lagi bayangan dalam kehidupan pernikahannya, namun nyata.

Viera berbaring kembali, membelakangi Damian. Air matanya jatuh tanpa suara, ia berusaha menenangkan diri.

Di titik itu, Viera belum tahu siapa Calista sebenarnya. Namun ia tahu satu hal dengan pasti, dia benar-benar sedang berjuang sendirian di dalam pernikahannya sendiri.

1
Tiara Bella
wow mantap Viera....arka Lucca....
Aditya hp/ bunda Lia
tamat ....makasih Thor meski retensi jelek tapi lanjut sampe tamat gak digantung 🙏🙏❤️
Aditya hp/ bunda Lia: sami -sami 🙏
total 2 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus..
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja....dan happy ending ...
Rere💫: Yeaayyy 🤏😍
total 1 replies
rayy syiiruup
menarik
Mundri Astuti
kasihan Vierra di satu sisi dia juga mau ngalahin egonya dng menerima lucca, di satu sisi ada ibunya lucca yg masih dendam.
Tiara Bella
udh sh nikah ada Viera JD km pnya status dan ada yg lindungin km....
rayy syiiruup
kok gk bs like ya
rayy syiiruup: cek lg deh... aku cb
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
padahal laporin ajah tuman wae ah ... gereget 😬
Nie
Yeeyyy akhirnya papa Lucca datang 😊😊ayo kalian bersatulah,tidak usah peduli dgn mereka2 yg tdk merestui,bangun keluarga sendiri dan berbahagialah...
Tiara Bella
wow Lucca dtng disaat yg tepat....kynya dia memantau trs keadaan anaknya buktinya dtng pas ada masalah ya kan
susilawatiAce
hhaai thor
Rere💫: Hai kak, makasih ratingnya😍
total 1 replies
Tiara Bella
kasian mereka hrs berpisah....mungkin nnti akan bertemu kembali ya
Aditya hp/ bunda Lia
jadi seperti itu kebenaran nya kasian Viera dan David adalah korban keegoisan orang tuanya Viera sih .... karena status
Tiara Bella
oh begitu ceritanya.....
Dian Rahmawati
Rasain kamu Calista
Aditya hp/ bunda Lia
puas akhirnya si Calista di tangkap Damian pasti nyesel jadi cowok lemah mudah tergoda rayuan setan Calista nyeselkan kamu sekarang Viera lepas darimu ....
Tiara Bella
akhirnya Calista Ditangkap....dan Damian cerai sm Viera ....tinggal Viera sm David/Lucca aja....kapan resmiinnya
Aditya hp/ bunda Lia
Viera mulai sekarang jangan keras kepala lah David ingin melindungi kamu da terutama anaknya
Dian Rahmawati
calista jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!