Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1 - Suami Toxic
Prang!
Brak!
Terdengar suara gelas pecah serta barang yang jatuh dari meja. Keadaan kamar saat itu jadi berantakan. Nabila yang sedang berdiri membelakangi suaminya, hanya meringiskan wajah saat perih dirinya rasakan. Membiarkan sang suami yang sedang mabuk menghujamnya dari belakang dengan kasar.
Terdengar suara tepukan daging yang menyatu. Nabila semakin tersiksa saat Lukman melingkarkan tangan ke lehernya. Nafasnya otomatis tercekat. Namun lemahnya Nabila menjadi pemancing gairah bagi Lukman.
Bukannya merasa bergairah, Nabila hanya bisa merasakan sakit di tubuhnya. Dia tahu betul saat Lukman sudah mencekiknya maka itu pertanda bahwa lelaki tersebut telah mencapai puncak.
"Aaaarghh... Mantap sekali..." desis Lukman yang segera melepas penyatuan dari Nabila. Setelah selesai, dia langsung menghempaskan tubuh ke ranjang. Tak lama terdengar suara dengkuran keras darinya.
"Aku ini istrimu, bukan pajangan..." gumam Nabila. Air mata berjatuhan dari sudut matanya. Dia sebenarnya sudah lelah. Terutama ketika suaminya menyetubuhinya dalam keadaan mabuk.
Selama ini Nabila merasa menjadi istri yang tak dianggap. Dimana kehidupan rumah tangganya terasa hambar dan kosong. Tidak ada cinta, perhatian, apalagi gairah. Yang dipedulikan oleh Lukman hanyalah reputasi. Menikahi seorang aktris tercantik di negeri ini seperti piala baginya. Hanya sebatas gengsi dan juga pengakuan nyata dari orang lain.
Nabila Rasmini, semua orang tahu dia merupakan aktris cantik dan berbakat. Semua filmnya selalu sukses di pasaran. Ia punya banyak penggemar, tak peduli itu lelaki atau pun perempuan. Semua orang menyukai Nabila. Bukan saja kecantikannya, tapi juga keramahan dan kebaikannya.
Semua orang mungkin mengira Nabila juga punya kehidupan sempurna. Terutama setelah dia menikahi pengusaha batu bara yang tidak lain adalah Lukman. Ketika di hadapan publik, Nabila dan Lukman selalu mesra.
Namun sayangnya saat berdua di rumah, semuanya berubah seratus delapan puluh derajat. Lukman benar-benar suami temperamen, dia bahkan sering marah karena hal-hal sepele.
Nabila bisa saja menceraikan Lukman sekarang, tetapi itu bukan hal mudah. Karena di mata orang banyak, Lukman itu adalah penguasa besar di negeri ini. Ia bahkan bisa membuat presiden tunduk dengan uang dan kekuasaannya. Di sisi lain, Nabila sendiri merasa masih berharap Lukman bisa berubah. Untuk sekarang, perceraian masih belum terlintas di pikirannya. Apalagi setelah menikahi Lukman, tawaran main film yang datang pada Nabila semakin meningkat.
Ya, Lukman mungkin suami toxic, tapi dia punya kekuatan untuk membuat istrinya semakin sempurna di mata publik. Nabila mungkin mengira itu adalah perhatian dan cinta. Namun sebenarnya itu adalah keegoisan besar. Karena bagi Lukman, jika istrinya sempurna, maka dirinya juga terlihat sempurna.
Waktu menunjukkan jam sepuluh malam. Nabila terpaksa mandi untuk membersihkan diri. Ia mendapati alat vitalnya berdarah. Jujur saja, itu bukan hal pertama kali baginya. Lukman memang sering melakukan hubungan intim secara mendadak, tanpa pemanasan dan kasar. Alhasil dia hanya bisa memberikan luka pada Nabila.
Nabila mencoba kuat. Setelah mandi, dia duduk di depan cerminnya sambil berlatih akting untuk proyek barunya. Kali ini dia akan bermain film romantis yang berjudul Berlin In Love. Nabila akan beradu akting dengan aktor naik daun yang lebih muda darinya, Nathan Oktaviyan.
Besok Nabila dan kru film akan melakukan pembacaan skrip. Dia sudah tak sabar untuk berakting. Jujur saja, berakting adalah salah satu hobinya sejak kecil. Nabila kadang tersenyum saat mengingat dirinya pernah berakting membohongi satu keluarga.
Satu malam berlalu, Nabila bangun lebih siang dibanding Lukman. Dia melihat sang suami sudah pergi kerja lebih dulu darinya. Tidak ada berpamitan atau sarapan bersama.
Saat waktu menunjukkan jam delapan pagi, Nabila berangkat. Dia dan para kru film bertemu. Termasuk lawan mainnya, Nathan. Cowok itu sangat tampan saat dilihat langsung. Tubuh tinggi semampai, badannya atletis, putih bersih, tapi yang paling indah adalah mata elangnya.
Nathan tersenyum senang saat matanya bertemu dengan mata Nabila. Dia mendekat dan menyalami.
"Sebuah kehormatan bisa beradu akting denganmu. Aku salah satu penggemar beratmu," ungkapnya. Nathan sepertinya tak berbohong, karena matanya tampak berbinar saat menatap Nabila.
"Jangan berlebihan. Aku juga penggemarmu. Kau sangat hebat di film terakhirmu," sahut Nabila.
Nathan hanya tersenyum sambil memasang tatapan lekatnya. Membuat Nabila sedikit salah tingkah. Suaminya bahkan tak pernah menatapnya begitu.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti