Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Sesampainya di rumah Mirna,Danu bergegas masuk dan bertanya ke Mirna.
"Ada apa kau menyuruh ku kesini?"tanya Danu."Apakah kau tidak tahu jika keluarga ku sedang berduka cita dan bisa-bisa nya kau terus saja menyuruh ku datang kesini."geram Danu.
"Keluarga mu?lalu aku ini apa bagimu?"tanya Mirna tertawa renyah.
Danu menghela nafas mendengar ucapan Mirna.
"Katakan lah,apa yang ingin kau katakan!aku tidak punya banyak waktu saat ini."pinta Danu.
"Tidak ada yang ingin ku katakan.Aku hanya ingin bertanya,bagaimana dengan keadaan Hana sekarang?"tanya Mirna tersenyum.
"Kenapa kau menanyakan nya?ada apa?"tanya balik Danu.
"Apakah dia sangat-sangat merasa kehilangan?"tanya Mirna.
"Apa maksudmu?"tanya lagi Danu tak paham.
"Aku lah yang menyebabkan kecelakaan nya hingga ia tewas."bisik Mirna membuat Danu sangat marah.
"Apa?kurang ajar kau!kenapa kau melakukan itu?bagaimana jika Hana tahu,pasti dia akan sangat marah."ketus Danu terkejut.
"Aku ingin sekali membuat Hana menderita karena merasa kehilangan!saat ini dia kehilangan ayah nya dan sebentar lagi dia akan kehilangan mu!"tutur Mirna.
Danu langsung melayangkan tangan nya untuk menampar wajah Mirna.
"Argh......"jerit Mirna.
"Kau wanita biadab!kau pembunuh!aku akan melaporkanmu ke polisi."gerutu Danu melangkah pergi.
"Silahkan saja kau laporkan aku ke polisi,kau juga akan kena batu nya nanti."seru Mirna menghentikan langkah Danu.
Danu kembali membalikan badan nya.
"Apa kata mu?"tanya Danu.
"Jangan munafik Danu,bukankah ini yang kau inginkan dari dulu? kau ingin ayah Hana cepat-cepat mati agar kau bisa menguasai semua harta nya?"tanya Mirna mengeluarkan memori.
Danu semakin terkejut ketika mendengar ucapan Mirna dan memori rekaman suara nya.
"Kau merekam nya?kau benar-benar wanita licik!"ujar Danu dengan mata melotot.
"Bagaimana jika rekaman ini ku berikan kepada Hana?apakah dia semakin stres?"tanya Mirna tertawa pelan.
"Aku sudah memberi mu waktu untuk menyingkirkan Hana,tapi kau tidak melakukan nya.Biarkan aku sendiri yang melakukan nya."ucap Mirna.
"Wanita ular,selama ini dia hanya mempermainkan ku."batin Danu.
"Jangan macam-macam,sekarang kau berada di bawah pengaruh ku!"bisik Mirna mendekat lalu pergi.
"Dengar Mirna,aku tidak akan membiarkan mu menyentuh Hana sedikit pun!"teriak Danu.
********
Sedangkan Hana semakin hari tidak ada lagi senyuman yang muncul di wajah nya dan menjadi wanita pemurung.Bahkan setiap hari dia selalu mengurung dirinya di dalam kamar.Saat ini Hana sudah bangun dari tidur nya dan sedang duduk di meja makan di temani Rosa.
"Hana....makanlah dulu,kau belum makan dari tadi."ucap Rosa.
Hana pun makan beberapa suapan,lalu selesai.
"Kenapa makan mu semakin hari semakin sedikit sekali Han,kesehatan mu akan menurun nanti."keluh Rosa,Hana hanya menggelengkan kepalanya.
"Dimana anak ku?"tanya Hana dengan nada pelan.
"Melisa sekarang sedang keliling taman dengan pengasuh nya."jawab Rosa lemah lembut.
"Hana....ini obat vitamin untuk mu,ayo minumlah!"pinta Rosa menyodorkan sebotol obat vitamin dan segelas air putih.
Hana pun menelan obat tersebut lalu minum.Rosa yang melihat Hana menelan obat,langsung menunjukan senyum misterius nya.
Tiba-tiba Danu datang menghampiri istrinya.
"Hana.....kau sudah bangun?"tanya Danu memegang pundak Hana.
"Singkirkan tanganmu itu."lirih Hana beranjak berdiri lalu pergi.
"Ha....Hana....Hana..."panggil Danu namun tak di hiraukan.
"Sepertinya dia masih belum ingin bicara dengan mu.Biarkan dia menyendiri dulu untuk saat ini."sambung Rosa kemudian pergi.
Danu hanya bisa pasrah sambil menghela nafas.Berharap agar istrinya mau memaafkan nya kembali.
Hari sudah malam,Hana keluar kamar dengan wajah datar melangkah menuju dimana Danu sedang berada di ruangan kerja nya.Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Hana langsung masuk begitu saja.
Suara orang membuka pintu mengagetkan Danu yang sedang duduk di kursi kerja nya dengan kaki ke atas meja.
"Hana....."kaget Danu langsung beranjak berdiri.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah