NovelToon NovelToon
Menua Bersamamu

Menua Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 5
Nama Author: Casanova

Menikahi Majikan Ibu — Season 2

Genre : Komedi Romantis

Perjalanan rumah tangga Barata Wirayudha, pemilik BW Group yang menikahi putri dari pembantunya sendiri, Bella Cantika.

Perbedaan umur, latar belakang dan karakter membuat rumah tangga keduanya menjadi berwarna.

Bara yang temperamen, arogan dan mudah terpancing emosi, tetapi ia seorang yang penyayang keluarga dan daddy terbaik untuk putra-putrinya.

Bella yang lemah lembut dan dewasa, terkadang suka ketus pada suaminya berusaha menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya di usia yang masih muda.

Keduanya tidak romantis tetapi bercita -cita memiliki kehidupan rumah tangga yang romantis. Apakah rumah tangga mereka tetap berjalan mulus di tengah perbedaan?

Ikuti kisah rumah tangga Bara dan Bella bersama putra putrinya, Rania Wirayudha, Issabell Wirayudha dan The Real Wirayudha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casanova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Hamil

Bara berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan sejuta panik menyesak di dalam dirinya. Bulir-bulir keringat mengucur deras dari dahi dan pelipis, Bara sudah tidak bisa berpikir jernih. Ponsel tidak pernah lepas, selalu menempel di telinga. Bara terus-terusan melakukan panggilan pada Opa dan Oma Rania bergantian untuk mendapat kabar terbaru tentang istri dan putranya.

Mantan papa mertuanya sedang menemani Bella di rumah sakit, sedangkan mantan mama mertuanya menjaga Real di rumah. Masa lalu mereka memang bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, tetapi Bara bersyukur hubungannya dengan papa dan mama Brenda berakhir dengan indah.

Bahkan saat ini, Bara menganggap keduanya seperti orang tuanya sendiri. Di saat ia membutuhkan sesuatu, kedua orang ini akan secepat kilat datang membantu dan menjaga keluarganya. Bagi Opa dan Oma Rania, Bara adalah putranya. Dan Bella adalah menantunya. Semua anak-anak Bara akan menjadi cucu mereka juga.

Tampak Bara mendorong kasar pintu kamar perawatan setelah memastikan nomor kamar yang menempel di pintu sudah benar . Napasnya masih tersengal dengan jantung berdetak tak karuan. Bara bisa sedikit lega saat pintu kamar perawatan terbuka, ia mendapati Opa Rania sedang duduk menjaga istrinya di sofa.

"Pa, bagaimana?" tanya Bara tidak sabaran.

"Kondisi Bella baik-baik saja. Tidak ada masalah serius. Hanya lecet-lecet di tangan dan kaki. Tadi kepalanya sempat terbentur aspal, tetapi sejauh ini Bella tidak terluka parah." Opa Rania menunjuk ke kepala bagian belakangnya.

"Syukurlah. Terima kasih sudah membantu." Bara berjalan mendekat ke arah brankar. Istrinya sedang terbaring, belum sadarkan diri.

“Kalian anak-anakku. Jangan sungkan,” ungkap pria renta yang masih terlihat sehat. Belakangan kondisinya membaik. Itu tidak lepas karena kehadiran Bara dan keluarganya.

"Pa, apa dokter sudah menjelaskan apa yang terjadi?" tanya Bara lagi.

"Belum. Hasilnya belum keluar. Nanti dokter akan menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada Bella saat hasil pemeriksaan keluar. Sempat dilakukan CT scan di kepala, ditakutkan ada gegar otak atau pendarahan di dalam. Semoga hanya luka luar dan tidak ada masalah serius, Bar." Opa Rania berusaha menenangkan.

"Sejak tadi belum sadar, Pa?" tanya Bara. Terlihat ia meraih tangan Bella yang melemas dan menggengamnya erat. Luka di kaki dan tangan Bella terlihat ditetesi obat merah. Ada sedikit luka kecil di dahi yang ditempel perban.

"Sayang, cepat bangun. Kasihan Real. Anak itu menangis terus. Dia mencarimu, Bell." Bara menarik kursi dan duduk di sisi tempat tidur. Entah Bella mendengarnya atau tidak, Bara tetap mengajak istrinya berbicara.

Tidak ada pergerakan, mata Bella tetap terpejam. Tidak merespon ucapan Bara. Hampir setengah jam pria itu duduk sembari melantunkan doa di dalam hati. Ia berharap istrinya lekas sadar dan bisa berkumpul bersama mereka lagi.

Bunyi pintu terbuka bersamaan dengan derap langkah berjalan masuk. Seorang wanita paruh baya yang Bara yakini adalah dokter, berjalan mendekat bersama seorang perawat.

"Selamat siang, Pak. Suaminya pasien?" tanya wanita dengan blazer putih susu. Ia tersenyum hangat menghampiri Bara sambil mengulurkan tangan untuk perkenalan.

"Bagaimana kondisi istri saya, Dok?" tanya Bara, menyambut uluran tangan sang dokter.

"Selamat, Pak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu sedang hamil. Untuk yang lainnya tidak ada masalah. Hanya luka luar." Dokter wanita itu tersenyum menyampaikan berita bahagia ini.

Deg -

"Hamil, Dok?" tanya Bara memastikan. Pria itu berdiri tertegun sesaat. Hampir tidak percaya kalau istrinya sedang hamil. Kondisi Bella baik-baik saja belakangan ini. Tidak seperti saat hamil Real, mual muntah bahkan Bella pingsan beberapa kali.

"Hamil berapa minggu, Dok?" tanya Bara.

"Diperkirakan sekitar lima atau enam minggu. Nanti setelah ibunya siuman, bisa melakukan pemeriksaan usg." Ibu dokter menjelaskan dengan ramah.

"Bagaimana kandungannya, Dok? Apa kecelakaan ini tidak mempengaruhi kandungan istriku?" tanya Bara.

"Tidak terlihat ada pendarahan. Nanti dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam pada pasien setelah siuman. Sementara yang bisa saya sampaikan, semuanya baik-baik saja. Mudah-mudahan hasil pemeriksaannya juga baik." Dokter menjelaskan, sembari memeriksa Bella.

"Bagaimana, Dok? Kapan istriku akan siuman?" tanya Bara lagi. Wajah pria itu terlihat resah dibalik senyum kebahagiaannya.

"Mudah-mudahan secepatnya siuman, Pak. Perawat akan memantau secara berkala."

Sepeninggalan dokter dan perawat, Bara kembali menghempaskan tubuhnya di kursi. Ia sudah tidak sabar menunggu Bella siuman dan menyampaikan kabar bahagia ini.

Tangannya sibuk mengutak-atik ponselnya. Lupa sudah dengan semua pekerjaan yang ditinggalkannya begitu saja. Saat ini, keluarganya yang terpenting.

Mengabari berita kehamilan Bella ini pada ibu mertuanya melalui pesan, Bara bahkan tidak sabar untuk menunggu lebih lama lagi untuk berbagi kebahagiaan. Hal yang sama juga dilakukan Opa Rania. Pria berusia senja itu langsung membagi berita gembira ini pada istrinya.

***

Bara hampir tertidur di kursi dengan kedua tangan terlipat di dada saat samar-samar suara Bella terdengar memanggilnya.

"Mas ...."

"Mas ...."

"Mas ...." Bella berkata lirih.

"Ya, Sayang." Bara tersentak. Buru-buru mendekat. Istrinya sedang memijat kepala.

"Aku di mana, Mas? Apa Real baik-baik saja?" tanya Bella. Ia mengernyit saat merasakan nyeri di pergelangan kakinya. Kepalanya pusing.

"Kamu diserempet sepeda motor. Sekarang di rumah sakit." Bara mengusap pelan pipi Bella dan tersenyum.

"Real?" tanya Bella.

"Putra kita baik-baik saja. Bersama mama di rumah." Bara menjelaskan.

"Syukurlah ...." Bella bisa bernapas lega saat memastikan putra kesayangannya baik-baik saja. Ia mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ngilu dan nyeri datang bersamaan.

"Mas ...."

"Ya, Sayang."

"Aku haus." Bella berkata lirih.

Tanpa protes, Bara meraih segelas air putih dan membantu Bella minum dari sedotan.

"Sudah?" tanya Bara. Pria itu menjadi sangat telaten. Tidak tampak sisi arogannya sama sekali.

Bella mengangguk pelan, tanpa suara.

"Bell, mulai sekarang ... jangan terlalu capek. Jangan memaksakan diri. Aku akan mencari pengasuh untuk anak-anak. Kamu sedang hamil."

Bella sempat terkejut saat Bara mengungkapkan kehamilannya. Ia sendiri tidak menyadari kalau saat ini ada janin sedang berkembang di rahimnya.

"Ya Tuhan, aku sudah terlambat sepuluh hari." Bella terbelalak saat menyadari. Wajah menahan sakit itu tersenyum cerah.

“Aku benar hamil, Mas?” tanya Bella sembari mengusap perutnya.

"Ya, di dalam sini ada bayinya Barata Wirayudha. Jaga anak kita baik-baik. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian." Bara berpesan, ikut mengusap perut rata Bella.

"Ya, Mas."

"Terima kasih, Sayang. Sudah bersedia hamil lagi. Aku mencintaimu, Bell. Mencintai kalian semua " Bara membungkuk dan mendekap pelan istrinya. Tidak mau pelukannya akan menyakiti Bella yang sedang terluka.

***

TBC

1
I'm lala
seperti biasa ceritanya bagus. sebenarnya udah pernah baca cerita ini sama kalila dan cerita" lainnya sampai beribu" eps, sebelum ganti ke apk wat*ad trus ke f**zzo. karna udah bosan cerita yang di dua apk itu kembali lagi ke apk ini, dimana apk ini yang membuat aku pertama kali jadi hobi baca novel online
Permata Sarlia
wah karya yg bgus
ERNY TRY SANTY
dadady
ERNY TRY SANTY: dady bara luar biasa ,bikin ngakak terus karena omongan atau kelakuannya 🤣🤣🤣
total 1 replies
ERNY TRY SANTY
tiap saat,ada aja gebrakan yg tak terduga 😂😂😂😂.... pengasuh baby Ella sungguh luar biasa 😂😂
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣..bara bikin kesel plus ngakak sama kelakuannya 🤣🤣🤣
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣...makin ke sini ,makin ke sana koplak nya bara😂😂😂
ERNY TRY SANTY
Rahmat Hidayat, nasibmu ngenes banget..ga bpk ga anak ,sama" bikin dunia nya jungkir balik 😂😂😂
ERNY TRY SANTY
bara bener keterlaluan ya , curigaan Mulu sama utusannya kaila 🤣
ERNY TRY SANTY
KAI SM bara ,sama" koplaknya😂😂
ERNY TRY SANTY
😂😂😂. good job kai..aq suka klo dia udh debat SM Bara😅
Anonymous
Namanya saja novel
bacaan ringan disaat wsktu luang
hiburan bukan bacaan spiritual 🙏🙏🤭
Borahe 🍉🧡
Hahahaha 😂😂😂
Borahe 🍉🧡
Hahaha😄😄
Borahe 🍉🧡
Hahaha lucu banget
Eka_Pramesti
suka
itin
umur tua pemikiran bocah SD yang suka ngebully si bara. gimana kalau bella sama sawannya minta donita dipecat ga boleh lagi ada disekitaran bara
itin
ya kali didepan orang banyak dasteran tapi didepan suami bisa hot pants 🤭🤣😄
pemahaman rumahtangga bara pasca penghianatan brenda sang mantan istri membuat ruang bella terbatas. kalau bara suamiku sudah ku tukar tambah
itin
pria disini pun begitu menginginkan istrinya utk memikirkan dirinya juga jangan hanya rumah anak dan suami. tapi begitu diikutkan malah protes sama seperti bara ini ono kucrut apalah apalah ga sesuai bla bla bla alasan sama "karna kamu istriku dan aku suamimu" prettt 😄😄😄
itin
kepekaan insting lakilaki
itin
artinya selama itu pernikahan bara dan bella komunikasinya hanya sebatas tugas dan tanggung jawab saja belum sampai ke hal yang prinsipal. seolah bella dituntut jadi cenayang yang harus bisa baca pikiran bara.
bara masih agak jauh dari perfeksionis seorang pimpinan dan kepala keluarga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!